cover
Contact Name
Badrah Uyuni
Contact Email
badrahuyuni.fai@uia.ac.id
Phone
+6285811994027
Journal Mail Official
admin.fai@uia.ac.id
Editorial Address
Fakultas Agama Islam | Universitas Islam As-Syafi'iyah Gedung Alawiyah Lt. 6, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
ISSN : 20855818     EISSN : 26862107     DOI : https://doi.org/10.34005/alrisalah
Al-Risalah focuses on publishing original research articles reviewing articles from contributors and current issues related to Islamic dawah, thought and education.
Articles 117 Documents
TA’WIL DAN HERMENEUTIKA Muhibudin Muhibudin
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 1 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i1.564

Abstract

Perbahasan ta’wil dianggap oleh para pemikir muslim kontemporer sangat erat kaitannya dengan konsep hermeneutika dalam tradisi Barat, sehingga mereka tertarik untuk menggunakan hermeneutika sebagai metodologi menafsirkan al-Qur’an dengan anggapan bahwa hermeneutika diambil dari khazanah Islam yang akan memberi sumbangan besar dalam metodologi penafsiran. Artikel ini membahas tentang Ta’wil dan Hermeneutika, dilihat dari perbandingan konsep Tafsir dan ta’wil, serta bagaimana cara mengaplikasikannya dalam menafsirkan ataupun menta’wilkan ayat-ayat Al-Qurán. Konsep Hermeneutika Barat juga ditampilkan sebagai pembanding dengan menggunakan metode depth reading dari berbagai macam literature. Dan penggunaan hermeneutika mungkin untuk diaplikasikan ke kitab suci selain al-Qur’an, karena al-Qur’an mengandung makna-makna dan ajaran yang begitu jelas dan tidak memerlukan pengalihan makna. The discussion of ta'wil is considered by contemporary Muslim scholars to be very closely related to the concept of hermeneutics in the Western tradition, so they are interested in using hermeneutics as a methodology for interpreting the Qur'an with the assumption that hermeneutics was taken from the treasures of Islam which will make a major contribution to the interpretation methodology. This article discusses Ta'wil and Hermeneutics, seen from a comparison of the concepts of Tafsir and ta'wil and how to apply it in interpreting or do ta’wil on verses of the Qur'an. The concept of Western Hermeneutics is also presented as a comparison by using the depth reading method from various kinds of literature. And the use of hermeneutics might be applied to the holy books except the Qur'an, because the Qur'an contains obvious meanings and teachings and does not require transfer of its meaning.
WOMAN, ISLAM, AND FEMINISM Badrah Uyuni
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 1 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i1.679

Abstract

This article discuss woman and feminism as one single aspect but have different in understanding. It firstly discuss about woman in Islam. It followed by Islamic feminist and and Islamic Feminist understanding. It then explores some Islamic traditions and values that quested by feminist such as: issue of Modesty (dress code) and social Interaction; movement and travel; female genital circumcision; prayer segregation; traditional jurisprudence; witness of woman; property rights; polygamy; interfaith marriage; husbands are a degree above their wives; a wife may remarry her ex-husband if and only if she marries another man, they have sex, and this second man divorces her; domestic violence; and woman to work, and in this discussion some Islamic perspectives tried to be given to answer those particular issues. And finally it tries to acknowledge the fact of feminism in Indonesia as a muslim country. Artikel ini membahas perempuan dan feminisme sebagai satu aspek tunggal tetapi memiliki sudut pandang yang berbeda. Artikel ini dimulai dengan membahas tentang wanita dalam Islam. Dilanjutkan dengan pembahasan tentang feminis Islam dan dan pemahaman Feminis Islam. Kemudian beberapa tradisi dan nilai-nilai Islam yang dipertanyakan oleh feminis seperti: masalah kesederhanaan (aturan berpakaian) dan Interaksi sosial; pergerakan dan perjalanan; sunat kelamin perempuan; sholat berjamaah; saksi wanita; hak milik; poligami; perkawinan beda agama; suami lebih tinggi kedudukannya dari istri mereka; seorang istri dapat menikah lagi dengan mantan suaminya jika dan hanya jika dia menikahi pria lain, mereka berhubungan seks, dan pria kedua ini menceraikannya; kekerasan dalam rumah tangga; dan wanita bekerja, dan beberapa perspektif Islam mencoba dihadirkan untuk menjawab isu-isu khusus tersebut. Dan terakhir, dalam artikel ini mencoba menghadirkan fakta feminisme di Indonesia sebagai negara muslim.
KEUTAMAAN SYARIAT ISLAM Farhat Abdullah
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 1 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i1.767

Abstract

Artikel ini membahas tentang keutamaan syariat Islam. Adanya keinginan masyarakat muslim dunia kembali untuk tetap menggunakan syariat lslam, setelah sebelumnya hukum buatan manusia (wadh’iyah) lebih dominan diterapkan dari syariat lslam. Ada beberapa alasan mengapa syariat Islam menjadi utama dibandingkan lainnya, seperti: Al-Rabbaniyah, Al-Alamiyah, Syumul, Al-lshalah Wal Khulud, At-Taisir wa Raf’ul Kharaj, Ri’ayatul Masholih Al-Basyariyah, At-Tawazun Bainal Maddah War Ruh, At-Tawazun Bainal Aqidah wal Hayah, dan Al-Akhlaqiyah. Dengan prinsip-prinsip inilah lslam mengatur kehidupan manusia, agar segala sikap dan pandangan hidupnya dapat diterima oleh manusia lainnya. This article discusses the virtues of Islamic law. There is a desire for the Muslim community in the world to apply Islamic Sharia, after previously man-made law (wadh'iyah) was more dominantly applied than Islamic law. There are several reasons why Islamic law is the main rule compared to others, such as: Al-Rabbaniyah, Al-Alamiyah, Syumul, Al-lshalah Wal Khulud, At-Taisir wa Raf’ul Kharaj, Ri’ayatul Masholih Al-Basyariyah, At-Tawazun Bainal Maddah War Ruh, At-Tawazun Bainal Aqidah wal Hayah, dan Al-Akhlaqiyah. With these principles Islam governs human life, so that all attitudes and views of life can be accepted by other humans.
PENERAPAN FINANCIAL TEHCNOLOGY PADA BISNIS KEUANGAN SYARIAH Ahmad Zubaidi
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.233 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.402

Abstract

Di Indonesia Financial Technologi berkembang cukup pesat meskipun masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara lain seperti China, Hong Kongdan India. Saat ini, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh perusahaan konsultan manajemen bisnis McKinsey Company dalam laporan terbarunyaberjudul Digital Banking in Indonesia: Building Loyalty and Generating Growth, tingkat penetrasi penggunaan layanan keuangan melalui fintech di Indonesiamasih sekitar 5%. Angka tersebut tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara China dengan presentasi 67%, Hong Kong 57% dan India 39%.Hal ini disamping sebagai peluang pasar yang besar juga memberikan solusi kepada umat Islam yang ingin bertransaksi secara syariah dengan memanfaatkan fintech. Bahkan Fintech syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keungan (OJK) telah melampaui target penyaluran pinjaman tahun 2018. Dua fintech syariah yang terdaftar di OJK, yaitu Dana Syariah dan Ammana telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 70 miliar dan Rp 7 miliar.Artikel ini akan menjelaskan bagaimana fintech dapat diterapkan dalam bisnis keuangan syariah, model-model penerapannya, kebijakan Otoritas JasaKeuangan, dan Fatwa-fatwa yang berkaitan dengan fintech.
PERAN PEMERINTAH DALAM MEMBANGUN EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA Husnul Khotimah Sylvia
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.289 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.403

Abstract

The role of the Government in developing and developing Islamic economics in Indonesia has a very urgent and important role capacity, because the determining factor for the sustainability of sharia economic development is the urgency of the government's role in several aspects; (1) The policy aspect ofunderstanding the role of government according to Islam, (2) the basic aspects of Islamic economic policy, (3) the policy aspects of understanding the Islamiceconomic system, (4) the policy aspects of fulfilling the law, (5) the policy aspects of governance execution and development. If the five aspects can be fulfilled and carried out, then it is assured that Indonesia will experience overall economic growth, all levels of society will increase and there will be no imbalanced economic inequality.
ISLAMIC MICROFINANCE TOWARD THE REAL SECTOR Ahmad Rodoni; Novia Nengsih; Lili Supriyadi
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.408 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.404

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa lembaga keuangan mikro syariah belum berpengaruh signifikan dalam menumbuhkan sektor riil di level mikro. Hal ini disebabkan oleh dua aspek, yaitu internal dan eksternal. Aspek internal meliputi sumber daya manusia, variasi produk, dan pemanfaatan teknologi. Aspek eksternal meliputi nasabah, kebijakan pemerintah, dan kapitalisasi ekonomi. Aspek eksternal berpengaruh lebih dominan dibandingkan aspek internal. Strategi yang harus dilakukan adalah memperbaiki strategi terhadap nasabah, dan optimalisasi penggunaan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif. Data primer penelitian diperoleh melalui observasi (wawancara dan kuesioner) kepada para pakar dan praktisi lembaga keuangan mikro syariah. Data sekunder berupa hasil temuan dari berbagai sumber berupa data, jurnal, buku, dan lain sebagainya yang terkait dengan penelitian penulis.
KOMPARASI KETAHANAN PANGAN DALAM ISLAM DAN PBB Irhamsyah Putra
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.178 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.405

Abstract

Pangan lebih dari sekedar komoditas yang diperjualbelikan. Ia juga lebih dari sekedar nutrisi, pangan terkait dengan budaya psikologi hinga kebutuan sosial manusia. Konsep ketahanan pangan yang berlaku tidak berbeda jauh dengan ketahanan pangan yang ada dalam Islam akan tetapi suatu perbedaan yang mendasar, ketahanan pangan dalam Islam dikaitkan dengan keimanan kepada Allah S.W.T. Terkait dengan maqashid syari’ah yaitu, menjaga agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta benda. Bahkan pangan dalam keadaan tertentu bisa lebih menjadi prioritas dari pada ibadah itu sendiri.Dengan metode deskriptif komparatif penulis membandingkan konsep ketahanan pangan yang berlaku di Indonesia dan berbagai negara muslim lainya dengan ketahanan pangan yang pernah adadalam Islam serta pencapaian yang pernah diraihnya, seperti ketahanan pangan pada masa Umar bin Khatab, sampai masa Turki Usmani. Pencapaian ketahanan pangan yang menerapkan syari’at Islam adakalanya dicapai dengan sistim khuraj, serta kepemilikan tanah(Land Reform) yang pernah gagal diusahakan oleh Soekarno dan berhasil direalisaskian sampai berabad-abad yang dimulai pada masa Rasulullah S.A.W. Tidak hanya sampai di situ bahkan pada masa Turki Usmani, Imperium yang sudah mulai lemah ini telah memliki andil dalam menyelamatkan nyawa masyarakat Irlandia yang kelaparan.
SUPERVISION Rohimah Rohimah
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.153 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.406

Abstract

The movement (leading) of action make appoint group members trying to achieve the goals in accordance with the business organization. “Leading is defined as motivating, directing and otherwise on influencing people to work hard to achieve the organization’s gools”. Institutions as well educational institusionas as oriented to the quality is focused on two customers that customers internal and external. The realize quality of institution or organization according Juran focused on tree activities are Planning, supervision and repairing known as trilogy Juran while Feiganbaum see activities organization quality can be seen fromthe improvement of management continuous improvement employees, leadership, and supervision in first-line, and supervison quality. This can be seen from the activities of leadership in guiding, communicate and decision making in accordance with the work will be made. In this case the most important is how leaders can inform duties and steps of work to do all member organizations to achieve the goal.
HAKIKAT PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Ifham Choli
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.171 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.407

Abstract

Kurikulum sangat berarti dalam dunia pendidikan, karena merupakan operasionalisasi tujuan yang dicita-citakan, bahkan tujuan tidak akan tercapaitanpa melibatkan kurikulum pendidikan. Kurikulum merupakan komponen pokok dalam pendidikan dan merupakan sistem yang mempunyai komponen-komponen tertentu.Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan secara sistemikatas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapaitujuan pendidikan.Secara umum ciri kurikulum pendidikan Islam merupakan pencerminan nilai-nilai Islami yang diperoleh dari hasil pemikiran kefilsafatan dan dipraktekkandalam semua kegiatan kependidikan. Pengembangan kurikulum pada dasarnya adalah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.Kurikulum pendidikan Islam bersifat menyeluruh yang mencerminkan semangat pemikiran dan ajaran Islam yang bersifat universal dan menjangkau semuaaspek kehidupan, baik intelektual, psikologis,social, dan spiritual.
Membangun Pengetahuan dan Kreativitas Abdul Hadi
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 10 No 2 (2019): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.2 KB) | DOI: 10.34005/alrisalah.v10i2.408

Abstract

Science and creativity are essential matter in Islam, because the last message from the sky is not longer physical form, like Prophet Moses’ stick and the Prophet Isa’s effective medicines, but the message has formed in faith and sciences values that embodied in the Quran, and it will be maintained until the end of the world even the prophet Mohammad has gone. In the message of our last Prophet Mohammad (Peace be upon him) put the sciences and creativity or ijtihad in Arabic term above of others, even both of them become the measure of someone devout to the Almighty. In Holey Qur’an verse of Fathir 28th Allah Said: “Verily the most afraid of Allah from His Servants are only scientists. According to Sir Najib Al Attas science divided into two parts: The first: The kind of science that is needed for the spiritual alive of Human Being, and studied it in Islamic law as personal compulsory ( Fardu Ain). The second: The kind of science that be asset of human life to embodied the thing that he wish to realize from his work. And studied it in Islamic law as personal complementary (Fardu Kifayah). In the view of Abraham Maslow: Creativity is the hidden common treasure, and every Human has potentials for get it. And It has become nature if the trees produce leaf, bird flies in the sky, and Human has capacity to create. We had known, that one of the characteristic of God is creator (albadi’). He is the most creator, this universe and all the contains are the results . So His glorious and greatness can be showed from His big creation. As same as creator, Human make creation or do ijtihad to produce beneficial things for goodness of human life , that make him the best servant of God. As Moslem who doesn’t have enough knowledge and creativities like body without soul, in the others main his existence in this world like nothings.

Page 1 of 12 | Total Record : 117