cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 193 Documents
Koreografi “PETI = MATI”: Otokritik Fenomena Sosial Dompeng di Sarolangun, Jambi Syaputra, Redho; Rasmida, Rasmida; Martion, Martion
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 3
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.691 KB)

Abstract

ABSTRACTKoroegrafi titled "PETI = Dying" is the result of the interpreter's imagination and imagination in pouring ideas into the form of works about PETI or Dompeng activities. PETI or Dompeng is a mining business that is carried out by individuals, groups of people or companies with legal entities whose operations do not have permits from government agencies in accordance with applicable laws and regulations. Miners are supported by large investors who use heavy equipment to dredge sand and river so that it can quickly cause damage along the watershed. To purify gold, miners use mercury, then dump their waste directly into the river. Disposal of mercury poison is very severe in the upper area of Batang Tembesi. Choreography is arranged based on abstract type supported by setting and music to convey the message and impression of the dance work. The foothold in choreography departs from forms of pure motion, namely the activities of gold miners. To convey the contents of the choreography will be strengthened by seven dancers consisting of six male dancers and one female dancer. With the theme of life, who wants to convey messages and impressions to the audience about the importance of protecting natural resources and environmental preservation. The concept of this work is the result of observations of the workman, especially what happened in his personal life where the workmanship of the workman who was born and delivered in Sarolangun felt his direct impact. To visualize arable ideas into dance works.Keywords :? activityf , miners , gold , danceABSTRAKKoroegrafi berjudul ?PETI=Mati? adalah hasil interpretasi dan daya imajinasi pengkarya dalam menuangkan ide ke dalam bentuk karya tetang aktivitas PETI atau Dompeng. PETI atau Dompeng adalah usaha pertambangan yang dilakukan perorangan, sekelompok orang atau perusahaan berbadan hukum yang dalam operasinya tidak memiliki izin dari instansi pemerintah yang sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Penambang didukung oleh pemodal besar yang menggunakan alat-alat berat untuk mengeruk pasir dan tanah sungai sehinggga cepat menimbulkan kerusakan di sepanjang daerah aliran sungai. Untuk memurnikan emas penambang menggunakan air raksa, lalu membuang limbahnya langsung ke Sungai. Pembuangan racun merkuri sudah sangat parah dikawasan hulu Batang Tembesi ini. Koreografi disusun berdasarkan tipe abstrak didukung oleh setting dan musik untuk menyampaikan pesan dan kesan dari karya tari tersebut. Pijakan gerak dalam koreografi berangkat dari bentuk-bentuk dari gerak murni yaitu aktifitas para penambang emas. Untuk menyampaikan isi koreografi akan diperkuat oleh tujuh orang penari yang terdiri dari? enam orang penari laki-laki dan satu orang penari perempuan. ?Dengan tema kehidupan, yang ingin menyampaikan pesan dan kesan kepada penonton tentang penting nya menjaga Sumber Daya Alam dan pelestarian Lingkungan. Konsep karya ini merupakan hasil pengamatan pengkarya terutama yang terjadi dalam kehidupan pribadinya dimana pengkarya pengkarya yang lahir dan di bersarkan di Sarolangun merasakan langsung dampak nya. Untuk memvisualisaikan ide garapan ke dalam karya tari.Kata kunci : Aktivitas ,Penambang, Emas, Karya Tari
Inyiak Upiak Palatiang Pardi, Ari; Martarosa, Martarosa; Rafilosa, Rafilosa
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 1
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.035 KB)

Abstract

Abstract? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??Inyiak Upiak Palatiang was born in 1900s in Kubu Gadang Hamlet, Nagari Gunuang, Padang Panjang City, he is famous as a pandeka (swordsman) Minangkabau silat girl who controls the flow of silek gunuang (Silat Gunung). (Interview with grandson Inyiak Upiak Palatiang, Fardizal, 20.00WIB, Padang Panjang, January 8, 2017). Inyiak Upiak Palatiang is a Minangkabau martial arts master, when he is 100 years old, he is still active in preserving and preserving the art of Minangkabau culture, even being a teacher of silek tuo (old martial arts), He is also known as a reliable kicker with various dendang creations besides Inyiak Upiak Palatiang also likes to play art Randai tradition. Based on the explanation of the greatness of Inyiak Upiak Palatiang, pengkarya plans to lift it into a musical masterpiece of the archipelago that will be titled "Inyak Upiak Palatiang", with the reason of the name of Inyiak Upiak Palatiang already representing what he cared for during his life. Background of the phenomenon that has been described, it can be formulated a formulation of the creation of the work, that is how to transform the phenomenon of a female character Inyiak Upiak Palatiang , into a musical composition of the archipelago, which will be divided into two sub-works, namely Upiak and Palatiang.Keywords : Inyiak Upiak Palatiang, Women and MaestroAbstrakInyiak Upiak Palatiang lahir pada tahun 1900-an di Dusun Kubu Gadang, Nagari Gunuang, Kota Padang Panjang ,beliau terkenal sebagai? seorang pandeka (pendekar) perempuan silat Minangkabau yang menguasai aliran silek gunuang (Silat Gunung). (Wawancara dengan cucu Inyiak Upiak Palatiang, Fardizal, 20.00WIB, Padang Panjang, 8 Januari 2017). Inyiak Upiak Palatiang adalah seorang maestro silat Minangkabau, disaat umur beliau 100 tahun, beliau masih aktif dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Minangkabau, bahkan menjadi seorang guru silek tuo (silat tua), beliau juga dikenal sebagai seorang pendendang yang handal dengan berbagai dendang ciptaannya selain itu Inyiak Upiak Palatiang juga gemar bermain kesenian tradisi Randai.Berlatar belakang dari fenomena tersebut, menjadi ketertarikan bagi pengkarya untuk penciptaan karya musik, yaitu mentranformasikan fenomena seorang tokoh perempuan Inyiak Upiak Palatiang, kedalam sebuah bentuk komposisi musik nusantara, yang akan dibagi menjadi dua sub bagian karya, yaitu Upiak dan Palatiang.Kata kunci : Inyiak Upiak Palatiang, Perempuan dan Maestro
Pembelajaran Musik Rejung Menggunakan Media Audio Visual (Video Tutorial) Siswanto, Silo; Haque, Zely Marissa
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 3
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.205 KB)

Abstract

ABSTRACTThe Learning of local music in schools and universities had become the pre-eminent material as local content in every place in Indonesia, in this case, the focus of discussion on this paper was Rejung music or often called as Batang Hari Sembilan, the identification of problems in this research was in the learning process of Rejung music, where the music educators had difficulties in teaching this material because the steps of rejung music learning material were not well compiled. In addition, the problems faced by educators in learning Rejung music was the learning media was not utilized optimally, namely, audio-visual media (learning tutorial video). Based on the identification of the problem, The problem in this research could be formulated in the form of questions as follows, 1) How was the structure of Rejung music. 2) how to make /produce tutorial video in Rejung Music learning. 3) How to learn Rejung music through tutorials video. While the specific objectives of this study were 1) Explained the music playing technique in Rejung music. 2) Explained the video tutorial production. 3) Explained the learning process of Rejung music through tutorial video. The method used in this research was this research discussed matters related to the science of Rejung music, the data collection was done through observation and documentation related to the learning process of the local music. Furthermore, the analysis of data related to Rejung music was processed and formulated through musicology and audio-visual multimedia.Keywords : Rejung Music, Tutorial Video, Learning MediaABSTRAKPembelajan musik daerah setempat di sekolah maupun perguruan tinggi menjadi materi unggulan sebagai muatan lokal disetiap tempat di Indonesia, dalam hal ini, yang menjadi fokus pembahasan tulisan ini adalah musik rejung atau sering disebut dengan Batang Hari Sembilan, identifikasi masalah dalam penelitian ini yakni proses pembelajaran musik rejung, kesulitan bagi pendidik musik dalam mengajarkannya yakni, belum tersusunnya langkah-langkah materi pembelajaran musik ?rejung dengan baik. Selain itu, masalah yang dihadapi pendidik dalam pembelajaran musik rejung, tidak termanfaatkan media pembelajaran secara optimal yaitu, media audio visual (video tutorial pembelajaran). Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini berupa pertanyaan sebagai berikut, 1) Bagaimana struktur musik rejung. 2) bagaimana cara pembuatan/produksi video tutorial dalam pembelajaran Musik Rejung. 3) Bagaimana belajar musik Rejung melaui Video tutorial. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah 1) Menjelaskan teknik permianan pada musik Rejung. 2) Menjelaskan produksi video tutorial. 3) Menjelaskan proses pembelajaran musik rejung melalui video tutorial. Metode yang digunakan pada penelitian yakni Penelitian ini membahas hal-hal yang terkait dengan keilmuan musik rejung, dalam pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi dan dokumentasi yang terkait dengan proses pembelajaran musik daerah setempat. Selanjutnya analisis data-data yang berhubungan dengan musik rejung tersebut diolah dan dirumuskan melalui musikologi dan multimedia audio visual.Kata Kunci : Musik Rejung, Video Tutorial, ?Media Pembelajaran
Perancangan Infografik sebagai Media Pendukung Sosialisasi KPU ke Daerah Terpencil Putra, M. Edo Pratama
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 3
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.568 KB)

Abstract

ABSTRACT???????????The General Election was held in 2019 with the KPU as the organizer on April 17, 2019. Among the tasks of the KPU was the dissemination of General Elections to remote areas throughout Indonesia. Remote areas are the main concern of the KPU in an effort to increase election participation in 2019, because remote areas are one of the biggest contributors to the Golput number in the 2014 elections. One of the remote areas with very low participation rates is Tegal Rejo Village, Gedang Sari District, Gunung Kidul Regency. This village is located in a hilly area which is one of the disaster prone areas. Tegal Rejo village has not received socialization from the Gunung Kidul Regency KPU and many villagers are still not informed about the 2019 Presidential Election. From the problems that occur, the author finds a solution to the problem by making an "Infographic Design as a Media Supporting the Socialization of KPU to Remote Areas". As for this design contains information on Election 2019, such as the introduction of candidates in the form of profiles of each prospective president and vice president, procedures for voting, time and place of execution until the conditions become a Permanent Voters List (DPT). And the media created will be given to the KPU to be the material for dissemination to remote areas in Indonesia.Keywords : Infographics, Socialization of KPU, Remote AreasABSTRAK???????????Pada tahun 2019 Komisi Pemilihan Umum? mengadakan Pemilihan Umum berupa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. diantara tugas yang dijalankan KPU adalah berupa sosialisasi Pemilihan Umum ke daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia. Daerah terpencil menjadi perhatian utama KPU dalam upaya peningkatan partisipasi Pemilu pada tahun 2019, karena daerah terpencil menjadi salah satu penyumbang angka Golput terbesar di Pemilu tahun 2014. Salah satu penyebab kurangnya angka partisipasi pemilih adalah diantaranya sedikitnya pengetahuan dan informasi masyarakat tentang Pemilu di daerah-daerah terpencil Indonesia. Salah satu daerah terpencil yang tingkat partisipasinya sangat rendah adalah Desa Tegal Rejo Kecamatan Gedang Sari, Kabupaten Gunung Kidul. Desa ini terletak di daerah perbukitan yang menjadi salah satu daerah rawan bencana. Desa Tegal Rejo belum mendapat sosialisasi dari KPU Kabupaten Gunung Kidul dan masyarakat desa masih banyak yang tidak mendapat informasi mengenai Pemilihan Presiden 2019. Dari permasalahan yang terjadi, penulis menemukan usulan pemecahan masalah yaitu dengan membuat sebuah ?Perancangan Infografik sebagai Media Pendukung Sosialisasi KPU ke Daerah Terpencil?. Adapun pada perancangan ini berisikan tentang Informasi Pemilu 2019, seperti pengenalan calon berupa profil setiap calon peresiden dan wakil presiden, tata cara mencoblos, waktu dan tempat pelaksanaan hingga syarat-syarat menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dan media yang dibuat akan diberikan kepada KPU untuk menjadi bahan sosialisasi ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.Kata kunci : Infografik, Sosialisasi KPU, Dearah Terpencil
Transformasi Bentuk Pertunjukan Ronggeng Pasaman Grup Ganto Saroha Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman Fernando, Kurniawan; Martarosa, Martarosa; Awerman, Awerman
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 1
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.737 KB)

Abstract

AbstractThis study aims to determine the transformation of the Ronggeng Pasaman performance of the Ganto Saroha group in Duo Koto District, Pasaman Regency. Ronggeng Pasaman is a performance art consisting of pantun, joget, and music, especially in Simpang Tonang, Pasaman, West Sumatra. The form of the Ronggeng Pasaman show is combining bouncing skills while dancing to the accompaniment of violin and drum music. The show starts at night, and ends until early morning. Currently Ronggeng Pasaman has undergone a transformation, people, especially young people, are less interested and begin to leave their regional arts, so the Ronggeng Pasaman show is rarely displayed. There was anxiety from the artists themselves, then initiatives emerged to attract the attention of the people. So it formed the Ronggeng Pasaman Ganto Saroha group, with the addition of keyboard music instruments in the show. Unlike the Pasaman Ronggeng Performance in general, the Ganto Saroha group does not show male singers with female appearance, but rather singers are real women or men. This study uses qualitative methods, is analytic description, observant participants. The results showed that the transformation carried out by the artists, made the Ronggeng Pasaman performance of the Ganto Saroha group well received and in great demand by all people in Pasaman, and was fully supported by the local government.Keywords : Form Transformation, Pasaman Ronggeng Performance, Ganto Saroha GroupAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi bentuk pertunjukan Ronggeng Pasaman grup Ganto Saroha di Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman. Ronggeng Pasaman merupakan seni pertunjukan? terdiri dari pantun, joget, dan musik, khususnya terdapat di Simpang Tonang, Pasaman, Sumatera Barat. Bentuk pertunjukan Ronggeng Pasaman adalah menggabungkan keahlian berpantun sambil menari dengan iringan musik biola dan gendang. Pertunjukan dimulai pada malam hari, dan berakhir hingga menjelang pagi. Saat ini Ronggeng Pasaman telah mengalami transformasi, masyarakat khususnya anak muda kurang meminati dan mulai meninggalkan kesenian daerahnya, sehingga pertunjukan Ronggeng Pasaman jarang ditampilkan. Terdapat keresahan dari diri seniman, kemudian muncul inisiatif untuk menarik kembali perhatian masyarakatnya. Sehingga dibentuk grup Ronggeng Pasaman Ganto Saroha, dengan penambahan instrument musik keyboard dalam pertunjukannya. Beda dengan Pertunjukan Ronggeng Pasaman? pada umumnya, grup Ganto Saroha tidak menampilkan penyanyi laki-laki berpenampilan perempuan, melainkan penyanyi adalah perempuan atau laki-laki sesungguhnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bersifat deskripsi analitik, partisipan observan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukkan para seniman, membuat pertunjukan Ronggeng Pasaman grup Ganto Saroha diterima dengan baik ?dan diminati semua kalangan masyarakat Pasaman, dan? didukung penuh oleh pemerintahan setempat.Kata kunci : Transformasi Bentuk, Pertunjukan Ronggeng Pasaman, Grup Ganto Saroha
Analisis Interpretasi Tugu Parameswara di Bundaran Jakabaring - Palembang Patriansyah, Mukhsin
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 3
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.456 KB)

Abstract

ABSTRACTThis Parameswara monument is a sculpture artwork created to welcome PON 2004 ago. Analysis of this work will use the aesthetic approach, in addition to its monumental form of this work is also closely related to the history of Palembang as the center of the greatest kingdom civilization in the archipelago of the archipelago of Sriwijaya. As one of the great kingdom of Sriwijaya kingdom has a strong influence on the earth archipelago. This is evident until now from the traces he left behind. Likewise with the work of sculpture Parameswara is a work of sculpture symbolic abstraction created by Rita Widagdo. Rita Widagdo is one of the artists living in modren age, this is certainly very influential in the creation of this sculpture artwork. The presence of sculpture art works also provide an interpretation of the development of the times. Parameswara sculpture is not just a beautiful natural manifestation of natural simplification by simply capturing the essence of an object in the amatinya, the object is a creative stimulus so that the resulting work is an abstraction of reality. In the manifestation Rita Widagdo tends to use a concave and convex lines firmly to give the impression of a courage and strength that is the result of interpretation of Parameswara figures. Parameswara statue is a symbol of unifying Malay clumps in the archipelago. The reason, almost all Malays in the archipelago, especially in Malaysia, Singapore, southern Thailand, and Brunei originated from Palembang. They are all descendants of Parameswara and his followers, a commander of Palembang After the fall of Sriwijaya, Iskandar Shah or Parameswara fled north to find a new settlement.Keywords: Sriwijaya, Parameswara, Interpretation, Symbolic AbstractionABSTRAKTugu Parameswara ini merupakan karya seni patung yang dibuat untuk menyambut? PON 2004 yang lalu. Analisis karya ini? nantinya menggunakan pendekatan estetika, di samping bentuknya yang monumental karya ini juga erat kaitannya dengan sejarah kota Palembang sebagai pusat peradaban kerajaan terbesar di bumi Nusantara yakni kerajaan Sriwijaya. Sebagai salah satu kerajaan besar tentu kerajaan Sriwijaya memiliki pengaruh yang kuat di bumi Nusantara. Hal ini terbukti sampai saat sekarang dari jejak-jejak yang ditinggalkannya. Begitu juga dengan karya seni patung Parameswara merupakan karya seni patung abstraksi simbolik yang diciptakan oleh Rita Widagdo. Rita Widagdo merupakansalah satu seniman yang hidup dizaman modren, hal ini tentu sangat berpengaruh dalam penciptaan karya seni patung ini. Kehadiran karya seni patung ini turut memberikan interpretasi atas perkembangan zaman. Karya patung Parameswara bukan sekedar manifestasi alam yang indah melaikan simplifikasi alam dengan hanya menangkap hakikat dari sebuah objek yang di amatinya, objek tersebut merupakan rangsang cipta sehingga karya yang dihasilkan merupakan abstraksi dari realitas. Dalam perwujudannya Rita Widagdo cendrung menggunakan garis cekung dan cembung dengan tegas sehingga memberikan kesan suatu keberanian dan kekuatan yang merupakan hasil dari interpretasi terhadap tokoh Parameswara. Patung Parameswara merupakan simbol pemersatu rumpun Melayu di Nusantara. Pasalnya, hampir? semua orang Melayu yang ada di Nusantara, khususnya di Malaysia, Singapura, Thailand Selatan, dan Brunei berasal dari Palembang. Mereka semua keturunan dari Parameswara dan pengikutnya, seorang panglima dari Palembang Setelah jatuhnya Sriwijaya, Iskandar Shah atau Parameswara melarikan diri ke utara untuk menemukan sebuah pemukiman baru.Kata kunci : Sriwijaya, Parameswara, Interpretasi, Abstraksi Simbolik
Perancangan Buku Ilustrasi “Just Do (Odle) It!” Effendi, Ade Kartika; Viatra, Aji Windu; Mubarat, Husni
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 1
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.206 KB)

Abstract

AbstractDoodle is an activity that anyone can do it. This scribbling/doodling activity is often referred to as doodle. Lots of people who knowingly or unknowingly ever made a doodle. Doodle can be a beautiful work of art? and bring the benefits to those who diligently it. But there is a problem for the doodle maker, it?s the artwork that usually does not have character. That's because lack of information and knowledge about Doodle. Books about doodles are widely circulating in the market, but the problem is the Information & Knowlegde of Doodle Books stiil not available yet. Therefore an Illustration Book Design ?Just Do(odle) it!? was created which aims to introduce and provide information and knowledge about doodle for the wider society.Keywords : Doodle, Design of Doodle Illustration Book, Media Promotion?AbstrakMencoret adalah sebuah kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapapun. Kegiatan mencoret ini sering disebut juga dengan ?doodle?. Banyak sekali orang yang secara sadar ataupun tidak pernah membuat doodle. Doodle dapat menjadi sebuah bentuk karya seni yang indah dan mendatangkan keuntungan bagi yang menekuninya. Tetapi ada problema yang sebenarnya terdapat pada pembuat doodle yaitu karya yang biasanya tidak memiliki karakter, hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan tentang doodle. Buku tentang doodle banyak beredar di pasaran, namun permasalahan yang dimiliki adalah belum adanya buku doodle? yang memuat sejumlah informasi dan pengetahuan, oleh karena itu dibuatlah Perancangan Buku Ilustrasi ?Just Do(odle) It!? yang bertujuan untuk mengenalkan serta memberikan informasi dan pengetahuan tentang doodle kepada masyarakat luas.Kata kunci : Doodle, Perancangan Buku Ilustrasi Doodle, Media Promosi
Drama Musical Sepatu Kaca Zasna, Melisa; Yusril, Yusril; Sulaiman, Sulaiman
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 1
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.627 KB)

Abstract

AbstractGlass Shoes drama musical is an alternative whose made by director for attract the public's attention to watching theatrical performances. Based on facts found in the field, the theater has now lost its audience. Therefore, theater artist must make a new breakthrough in giving understanding to the audience, through the work he created. Musical dramas that carry children's tales are based on the importance of providing educational values to character formation. The combination of music, dance and vocals will provide different sensations and provide entertainment for the audience. Koreo and songs created based on the script will convey a sense that is not conveyed by words. This relates to a musical drama featuring three main objects, namely dialogue, dance and singing. The making of dances and songs is done carefully and intensely so as not to stick to one another. The Glass Shoes drama musical uses mobile settings that can be moved and moved quickly as needed. Penyesuaian video art di setiap adegan dapat memberikan visual yang menarik . perpaduan antara setting mobile dan video art serta unsur lainnya akan mewujudkan multi disiplin ilmu yang sejalan. Adjustment of video art in each scene can provide interesting visuals. a combination of mobile settings and video art and other elements will realize multi-disciplines that are in line. The Glass Shoes drama musical using the method from Bertold Brecht will flavor the storyline during the show. The purpose of using the method of Bertold Brecht is to make the audience aware and give a break so that the audience can immediately digest the content delivered in the show. This method is in line with the desire of the worker who has entertainment concepts in the show.Keywords : Musical Drama, V-Effect, MontageAbstrakDrama musikal Sepatu Kaca merupakan salah satu alternatif yang dibuat pengkarya untuk menarik perhatian masyarakat untuk menonton pertunjukan teater. Sesuai dengan fakta yang dialami pengkarya serta data dari sumber lain yang menyatakan bahwa teater telah mengalami penurunan penikmat. Oleh sebab itu seniman teater harus melakukan terobosan dalam memahami kebutuhan penonton dalam karyanya. Drama musikal yang mengusung dongeng anak-anak didasari oleh kepentingan memberikan nilai-nilai edukatif pada pembentukan karakter. Paduan musik , tarian serta vokal akan memberikan sensasi yang berbeda dan memberikan hiburan bagi para penontonnya. Koreo dan lagu yang diciptakan berdasarkan naskah akan menyampaikan rasa yang tidak tersampaikan oleh kata kata. Hal ini berhubungan dengan drama musikal yang menampilkan? tiga objek pokok yaitu dialog, tarian dan nyanyian. Pembuatan tarian dan nyanyian dilakukan dengan? seksama dan intens agar tidak menempel? satu sama lain. Drama musikal Sepatu Kaca menggunakan setting mobile yang bisa digeser dan dipindahkan secara cepat sesuai kebutuhan. Penyesuaian video art di setiap adegan dapat memberikan visual yang menarik . perpaduan antara setting mobile dan video art serta unsur lainnya akan mewujudkan multi disiplin ilmu yang sejalan. Drama muskal sepatu kaca menggunakan metode dari Bertold Brecht akan membumbui jalan cerita selama pertunjukan. Tujuan dari penggunaan metode dari Bertold Brecht adalah untuk menyadarkan penonton dan memberi jeda agar penonton bisa langsung mencerna isian yang disampaikan dalam pertunjukan. Metode ini selaras dengan keinginan pengkarya yang mempunyai kosep hiburan dalam pertunjukan.Kata kunci : Drama musikal, V-Effect, Montage
Perjalanan Karir Kesenimanan Siti Chairani Proehoeman Sebagai Penyanyi Soprano (Sebuah Biografi) Kumala, Ofa Yutri; Martarosa, Martarosa; Nursyirwan, Nursyirwan
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 3
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.445 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research, is the career journey of Siti Chairani Proehoeman as a soprano who has taken part in various countries, and is a great teacher who is a role model for every student who specializes in studying in the field of sound art. Siti Chairani Prohoeman is an Indonesian citizen who is very influential in Malaysia, he created a movement about vocals in Malaysia, great enthusiasm Siti Chairani Proehoeman has made vocals a culture for Malaysia. The names of the countries that Siti Chairani Proehoeman often performed at concerts, operas and recitals are in Italy, Germany, the Netherlands, France, Finland, USA, Japan, South Korea, Thailand, Singapore, Malaysia, Indonesia. Siti Chairani Proehoeman already has several serial albums and her professional career is a Classical / Opera singer (Soprano). The factors of Siti Chairani Proehoeman became a famous soprano in various countries, namely family background, habits, environment and education. This study discusses Siti Chairani Proehoeman's career as a soprano in a biographical form. In this case the history of Siti Chairani Proehoeman's career as a soprano based on data, sources, informants and all matters relating to the life history of an artist. This research method, analytic description, case study, observer participation. The results showed that, in the practice of Siti Chairani Proehoeman's life based on a musicalological perspective and assisted through historical and biographical reviews, Siti Chairani Proehoeman's position was a famous soprano.Keywords : soprano, vocal art, singer and biography, Siti Chairani ProehoemanABSTRAKPenelitian ini, merupakan perjalanan karir kesenimanan Siti Chairani Proehoeman sebagai seorang soprano yang telah berkiprah di berbagai negara, dan merupakan guru besar yang menjadi panutan bagi setiap muridnya yang khusus belajar di bidang seni suara. Siti Chairani Prohoeman adalah seorang warga negara Indonesia yang sangat berpengaruh besar di Malaysia, beliau menciptakan pergerakan movement tentang vokal di Malaysia, semangat yang besar Siti Chairani Proehoeman telah menjadikan vokal sebagai kebudayaan bagi negara Malaysia. Nama negara-negara yang sering dilakukan Siti Chairani Proehoeman pada konser, opera dan recital adalah di Italia, Jerman, Belanda, Perancis, Firlandia, USA, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia. Siti Chairani Proehoeman sudah mempunyai beberapa album seriosa dan karir profesional beliau adalah seorang penyanyi Klasik/Opera (Soprano). Adapun faktor-faktor Siti Chairani Proehoeman menjadi soprano terkenal diberbagai negara yaitu faktor latar belakang keluarga, kebiasaan, lingkungan dan pendidikan. Penelitian ini membahas perjalanan karir Siti Chairani Proehoeman sebagai penyanyi soprano dalam bentuk biografi. Dalam hal ini sejarah perjalanan karir Siti Chairani Proehoeman sebagai penyanyi soprano berdasarkan data-data, sumber, informan dan segala hal yang berkaitan dengan sejarah kehidupan seorang seniman. Metode penelitian ini, deskripsi analitik, studi kasus, partisipasi observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam praktik kehidupan Siti Chairani Proehoeman berdasarkan pandangan musikologis dan dibantu lewat tinjauan sejarah serta biografi maka posisi Siti Chairani Proehoeman adalah? penyanyi soprano terkenal.Kata kunci: soprano, seni suara, penyanyi dan biografi, Siti Chairani Proehoeman
Perancangan Kampanye Cara Pintar dalam Berhemat Listrik Prabayar Setyo, Sutikno Try; Iswandi, Heri; Yulius, Yosef
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 1
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.8 KB)

Abstract

AbstractGovernment innovation by presenting prepaid electricity services or better known as "smart electricity" with the aim of improving service to the community. PLN introduces prepaid electricity services that can regulate and check electricity usage alone, but some people are reluctant to use prepaid electricity because it is considered more wasteful and more expensive than electricity with a postpaid payment system.The design of the Smart Way to Save Electricity Prepaid Campaign aims to invite the community and change the negative stigma that exists in the community about prepaid electricity itself. The results of this design turned out that when the design of this campaign was exhibited to the public, not a few people responded, even many of them only knew using or consuming it, without thinking about savings. From these results it can be concluded that the campaign and socialization of energy savings were very important and responded positively by the community.Keywords : Campaign, Savings, Prepaid ElectricityAbstrakInovasi Pemerintah dengan menghadirkan pelayanan listrik prabayar atau yang lebih dikenal dengan ?listrik pintar? dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. PLN memperkenalkan layanan listrik prabayar yang bisa mengatur sekaligus mengecek pemakaian listrik sendiri, namun sebagian orang enggan menggunakan listrik prabayar karena dianggap lebih boros dan lebih mahal dibandingkan listrik dengan sistem pembayaran pascabayar.Perancangan Kampanye Cara Pintar dalam Berhemat Listrik Prabayar ini bertujuan untuk mengajak masyarakat serta mengubah stigma negatif yang ada di masyarakat tentang listrik prabayar itu sendiri. Hasil dari perancangan ini ternyata saat perancangan kampanye ini dipamerkan ke publik, tidak sedikit masyarakat yang merespon, bahkan banyak diantaranya yang hanya tau menggunakan atau mengkonsumsi saja, tanpa memikirkan penghematan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kampanye serta sosialisasi tentang penghematan energi ternyata sangat penting dan direspon positif oleh masyarakat.Kata kunci : Kampanye, Hemat, Listrik Prabayar

Page 1 of 20 | Total Record : 193