cover
Contact Name
Nurul Arfinanti
Contact Email
-
Phone
+6285712819122
Journal Mail Official
jppmsuka@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika
ISSN : 26558750     EISSN : 26560240     DOI : -
Core Subject : Education,
JPPM (Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika) editorial board members are from previously teacher-college universities. Review process for this journal applies double blind peer review. The articles sent to the Journal are always reviewed by two reviewers. The decision of the article publication is depending on the evaluation reports from the reviewers. All comments from the reviewers should be taken into account seriously, otherwise the journal cannot guarantee publication of the article.
Articles 30 Documents
Pengembangan Mobile Apps Android sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Pendekatan Kontekstual untuk Memfasilitasi Pemahaman Konsep Yuhan Futri Basya; Aulia Faqih Rifa’i; Nurul Arfinanti
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.126 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.011-01

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan mobile apps android yang berkualitas sebagai media pembelajaran matematika berbasis pendekatan kontekstual untuk memfasilitasi pemahaman konsep. Mobile apps ini berisikan materi Fungsi Komposisi yang disajikan sesuai aspek pendekatan kontekstual untuk memfasilitasi pemahaman konsep. Kriteria ketercapaian kualitas adalah valid dan praktis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 hingga Februari 2017. Penelitian ini diujicobakan di SMA Negeri 7 Yogyakarta kepada 24 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur pengembangan software SDLC model waterfall. Tahapan waterfall meliputi analisis masalah, desain produk, coding, serta testing. Hasil dari penelitian ini adalah berupa mobile apps android yang digunakan sebagai media pembelajaran matematika diluar pembelajaran. Mobile apps ini telah melalui tahap pengujian, yaitu pengujian alpha dan pengujian beta. Hasil pengujian alpha yang  dilakukan oleh 3 orang ahli materi memperoleh persentase rata-rata 91% (Sangat Baik) serta 3 orang ahli media dengan memperoleh persentase rata-rata 86% (Sangat Baik) sehingga dikatakan valid. Hasil pengujian beta yang dilakukan oleh siswa memperoleh persentase 74% (Setuju) sehingga dikatakan praktis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobile apps android telah layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika berbasis pendekatan kontekstual untuk memfasilitasi pemahaman konsep.
Pengembangan LKPD Matematika dengan Model Learning Cycle 7E Berbantuan Mind Mapping Ina Rosliana
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.653 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.011-02

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan LKPD matematika dengan model Learning Cycle 7E berbantuan mind mapping yang berkualitas untuk memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kreatif peserta didik kelas X SMA/ MA pada materi pokok trigonometri. Model pengembangan menggunakan model prosedural, dengan prosedur pengembangan menurut Depdiknas yang diadaptasi dari prosedur pengembangan Borg dan Gall. Langkah-langkah prosedur pengembangan tersebut yaitu: (1) melakukan analisis produk yang dikembangkan; (2) mengembangkan produk awal; (3) validasi ahli dan revisi; (4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; (5) uji coba lapangan skala besar dan produk akhir. Instrumen yang digunakan meliputi lembar pedoman wawancara, lembar penilaian LKPD, lembar soal test, dan lembar skala respon peserta didik. Berdasarkan penilaian ahli diperoleh bahwa kualitas LKPD matematika mendapatkan kriteria sangat baik dengan persentase . Berdasarkan nilai post-test diperoleh bahwa sebanyak 86,67% peserta didik yang mengikuti post-test kemampuan pemahaman konsep dan 83,33% peserta didik yang mengikuti post-test kemampuan berpikir kreatif mendapatkan nilai lebih besar atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), sehingga telah berhasil memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kreatif peserta didik pada materi pokok trigonometri. Selain itu, respon peserta didik terhadap LKPD matematika dengan model Learning Cycle 7E berbantuan mind mapping mendapatkan respon positif dengan persentase . Oleh karena itu, LKPD matematika dengan model learning cycle 7E berbantuan mind mapping pada materi pokok trigonometri kelas X SMA/ MA dikatakan berkualitas dan dapat memfasilitasi kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kreatif berdasarkan kriteria ketercapaian valid, efektif, dan praktis.
Hubungan Motivasi Belajar dan Persepsi Siswa terhadap Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Matematika Raekha Azka
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.946 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.011-03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan motivasi belajar dan persepsi siswa terhadap gaya mengajar guru dengan prestasi belajar matematika siswa MA.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif . Teknik pengambilan data digunakan metode tes untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa dan metode angket untuk mengetahui motivasi belajar dan persepsi siswa terhadap gaya mengajar guru. Analisis data menggunakan analisis regresi linear ganda.Hasil penelitian menunjukkan ada  hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar matematika. Dan ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dan persepsi siswa terhadapa gaya mengajar guru secara bersama-sama dengan prestasi belajar matematika siswa MA
Efektivitas Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Confidence Ruri Dwi Cahyani
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.04 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.011-04

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran  Contextual Teaching and Learning (CTL) dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dan self confidence siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain non equivalent control group design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) serta variabel terikat yaitu kemampuan komunikasi matematis dan self confidence siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Negeri 6 Sleman, sedangkan sampel penelitiannya adalah kelas VII A dan VII D. Kelas VII D dijadikan sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan treatment berupa pembelajaran dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL). Kelas VII A dijadikan sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini adalah pretest-posttest kemampuan komunikasi matematis, prescale-postscale self confidence, RPP yang dilengkapi dengan Hypotetical Learning Trajectory, dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t untuk kemampuan komunikasi matematis dan uji Mann-Whitney untuk self confidence. Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS 23 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap self confidence siswa.
Pengembangan Mobile Learning Rensi (Relasi dan Fungsi) Berbasis Android pada Pokok Bahasan Relasi dan Fungsi sebagai Sumber Belajar Mandiri Siswa Kelas VIII SMP Fadlilah Aziz Ramadan; Nurul Arfinanti
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.579 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.011-05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mobile learning android yang berkualitas sebagai sumber belajar mandiri siswa. Mobile learning ini berisikan materi Relasi dan Fungsi yang ditujukan untuk siswa kelas VIII SMP.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan metode pengembangan 4D. Tahapan 4D meliputi tahap define (penetapan produk), tahap design (perancangan produk), tahap development (pengembangan produk), dan tahap dissemination (penyebarluasan). Kriteria ketercapaian kualitas pada mobile learning RENSI didapatkan dari pengujian oleh para ahli dan dinyatakan praktis oleh siswa.Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa aplikasi mobile learning android RENSI (Relasi dan Fungsi) yang dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar mandiri siswa kelas VIII SMP. Melalui uji coba yang dilakukan oleh ahli materi, mobile learning ini mendapat persentase keidealan pengaplikasian media 94,79% (sangat baik), oleh ahli media mendapatkan persentase keidealan muatan materi 84,38 % (sangat baik) sehingga mobile learning RENSI dikatakan valid. Pengujian untuk mengetahui kepraktisan mobile learning oleh respon siswa memperoleh persentase keidealan kepraktisan penggunaan 76,25% (setuju). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mobile learning RENSI telah layak digunakan sebagai sumber belajar mandiri siswa kelas VIII SMP.
Self Awareness Siswa Madrasah Aliyah Ddalam Pembelajaran Matematika Mulin Nu'man
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.315 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.011-06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self awareness siswa Madrasah Aliyah ditinjau dari jenis kelamin dan kemampuan matematika (tinggi, sedang, dan rendah), baik secara keseluruhan maupun tiap indikator (emotional awareness, accurate self assessment, dan self confidence). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa Madrasah Aliyah di Yogyakarta dengan sampel siswa di 2 Madrasah Aliyah. Instrumen pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner self awareness dan dokumen nilai matematika. Analisis data yang digunakan adalah uji-t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan Self Awareness antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, baik self awareness secara keseluruhan maupun tiap indikator self awareness yaitu emotional awareness, self awareness, dan accurate self assessment dan tidak ada perbedaan self awareness antara siswa dengan kemampuan tinggi, siswa dengan kemampuan sedang, dan siswa dengan kemampuan rendah, baik self awareness secara keseluruhan maupun tiap indikator self awareness yaitu emotional awareness, self awareness, dan accurate self assessment. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika belum mampu memberi dampak maksimal terhadap self awareness siswa.
Efektivitas Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (Pmri) dengan Metode Jigsaw terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Self-Efficacy Siswa SMP/MTs Esti Kurniawati; Suparni Suparni
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.311 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-01

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap self-efficacy yang dimiliki siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pendekatan PMRI dengan metode jigsaw serta variabel terikat yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. Subjek sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII F sebagai kelas kontrol dan VIII D sebagai kelas eksperimen. Instrumen penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pretest-posttest kemampuan pemecahan masalah dan prescale-postscale self-efficacy, serta instrumen pembelajaran yang berupa RPP, dan LKS. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t dengan bantuan software SPSS 16.0. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Selain itu, hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI dengan metode jigsaw tidak lebih efektif daripada pembelajaran konvensional terhadap self-efficacy siswa. Hal ini disebabkan oleh presepsi awal siswa terhadap dirinya, lingkungan sekitarnya seperti teman sepermainan, durasi pembelajaran yang singkat, dan siswa yang tidak mengikuti diskusi kelompok yang memilih mengobrol dengan teman lainnya. Jika peneliti selanjutnya akan menggunakan variabel terikat self-efficacy maka sebaiknya memperhatikan persepsi awal siswa serta lingkungan siswa.
Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Problem Based Learning dalam Implementasi Kurikulum 2013 Endang Wahyuningsih
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.005 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-02

Abstract

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi moderen dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Setiap orang dirasa perlu untuk mempelajari dan memahami matematika. Pengetahuan matematika harus diajarkan sejak dini. Akan tetapi, sebagian besar siswa menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit. Kesulitan siswa dapat dilihat dari rendahnya hasil UN matematika Tahun Ajaran 2018/2019. Kenyataan tersebut berimplikasi pada kualitas pembelajaran matematika yang perlu ditingkatkan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dipandang efektif dalam pembelajaran matematika adalah problem based learning (PBL). Berdasarkan hasil penelitian, PBL dikatakan mampu meningkatkan siswa berpikir dan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masa kini. Saat ini, kurikulum yang sedang berlangsung di Indonesia adalah Kurikulum 2013 (K13). Karakteristik yang melekat pada K13 adalah  setiap pembelajaran menggunakan pendekatan Saintifik untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Pendekatan Saintifik merupakan pembelajaran yang menggunakan tahapan 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi (melakukan percobaan), Mengolah informasi (melakukan penalaran), dan Mengkomunikasikan hasil. Selain itu, dalam implementasi K13, guru hendaknya tidak langsung memberikan rumus-rumus yang sudah siap pakai. Tetapi, siswa sebaiknya dilibatkan dalam penemuan rumus tersebut. Salah satu usaha guru untuk memfasilitasi kegiatan tersebut adalah dengan membuat Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pembelajaran matematika dengan pendekatan PBL juga harus disesuaikan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Dengan demikian, pembahasan pada artikel ini akan menghasilkan: (1) rancangan kegiatan pembelajaran matematika (khususnya pada sub topik keliling lingkaran) dengan pendekatan PBL yang memuat tahapan 5M sebagaimana yang diharapkan dalam implementasi K13, (2) rancangan LKS yang tidak hanya berisi latihan soal-soal, tetapi juga memuat sekumpulan kegiatan untuk memaksimalkan pemahaman siswa.
Profil Kemampuan Menyusun Rencana Pembelajaran Saintifik oleh Calon Guru Mata Pelajaran Matematika Enika Wulandari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.138 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-03

Abstract

Pokok kajian dalam penelitian kualitatif ini adalah kemampuan mahasiswa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan saintifik pada mata pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah 16 mahasiswa Program Studi Tadris Matematika IAIN Salatiga yang mengikuti mata kuliah Microteaching kelas I pada semester genap tahun akademik 2018/2019. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pedoman observasi RPP, polling, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penyusunan RPP yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai calon guru bersifat menyesuaikan dan mengacu pada rujukan di internet dan buku siswa Kurikulum 2013, 2) Sebagian mahasiswa sebagai calon guru belum mengetahui revisi Kurikulum 2013 yang didasarkan pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yang mempengaruhi penyusunan RPP dari aspek kompetensi, dan 3). Berdasarkan pengambilan data, ditemukan kesalahan dalam mencantumkan kompetensi dasar, menyusun indikator pencapaian kompetensi, menyusun tujuan pembelajaran dengan aspek ”condition” yang belum spesifik dan tanpa kriteria “degree”, ditemukan RPP yang tidak menyertakan uraian materi dalam RPP,  sebagian kecil materi dan LKPD menggunakan konteks dan masalah bermuatan HOTS (Higher Order Thinking Skill), sebagian mahasiswa menguraikan materi dan menyusun LKPD secara kontekstual, mahasiswa menggunakan model pembelajaran yang dapat memfasilitasi pendekatan saintifik akan tetapi mengalami ketidakpahaman dalam menentukan sintaks RPP yang menggunakan variasi pendekatan dan model pembelajaran, seluruh mahasiswa mencantumkan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, seluruh mahasiswa mencantumkan perlengkapan pembelajaran dengan memanfaatkan ICT
Peningkatan Task Commitment pada Pembelajaran Matematika dengan Model Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Siswa Kelas X TL4 SMK Negeri 3 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Dian Permatasari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.912 KB) | DOI: 10.14421/jppm.2019.012-04

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan task commitment melalui pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus penelitian. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas X TL4 SMK N 3 Yogyakarta. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, hasil angket task commitment, dan tes hasil belajar siswa. Setelah data diperoleh, data dianalisis dan dibandingkan dengan kriteria yang berfungsi sebagai indikator keberhasilan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan setelah 2 siklus, pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan task commitment siswa. Pada kondisi awal, rata-rata skor task commitment siswa adalah 80 sedangkan pada akhir siklus pertama menjadi 82 dan pada akhir siklus kedua 84. Pada akhir siklus II, skor rata-rata task commitment siswa mencapai kriteria tinggi yang sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut juga diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan task commitment ditunjukkan melalui pelaksanaan pembelajaran matematika pada siklus pertama yang terlaksana 69%, sedangkan pada akhir siklus kedua task commitment siswa sudah mengalami peningkatan dengan keterlaksanaan mencapai 84%.

Page 1 of 3 | Total Record : 30