cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL" : 7 Documents clear
ANALISA MOTIVASI DAN KEPUASAN PEKERJA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI PULAU LOMBOK Buniamin Farahat; Didi S Agustawijaya; I Ketut Budastra
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kinerja perusahaan konstruksi berbanding lurus dengan peningkatan kinerja individu para pekerjanya. Motivasi dan kepuasan dapat mempengaruhi kinerja sumber daya manusia yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas suatu proyek. Para pelaku industri jasa konstruksi sebagai bagian dari industri yang menampung sumber daya manusia yang cukup besar perlu kiranya memahami motivasi dan kepuasan kerja dari para pekerjanya yang akan mempengaruhi pencapaian keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi dan kepuasan pekerja terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisa terhadap data kusioner para pekerja perusahaan konstruksi sebagai responden utama dan pemilik perusahaan sebagai responden tambahan. Analisa data pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi produk momen untuk uji validitas data, koefesien cronbach alpha untuk realibilitas data dan analisis regresi berganda. Hasil analisis menyimpulkan bahwa motivasi pekerja dan kepuasan pekerja secara simultan (bersama-sama) dan parsial (sendiri-sendiri) memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Faktor pembentuk motivasi pekerja dan faktor pembentuk kepuasan pekerja juga secara simultan dan parsial memberikan pengaruh yang signifikan pada kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok. Kepuasan pekerja memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok dibandingkan dengan motivasi pekerja. Faktor pembentuk motivasi pekerja berpengaruh terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok meliputi kebutuhan sosial, kebutuhan fisiologis, kebutuhan keselamatan dan rasa aman, perwujudan diri, kebutuhan penghargaan. Faktor pembentuk kepuasan pekerja memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan konstruksi di Pulau Lombok meliputi kerjasama organisasi, imbalan yang pantas, lingkungan kerja, kebutuhan penghargaan dan kesesuaian kepribadian pekerja. Para pemilik perusahaan kontsruksi di Pulau Lombok perlu memperhatikan faktor-faktor pembentuk motivasi pekerja dan kepuasan pekerja karena sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.
PENGARUH KUALIFIKASI KONTRAKTOR TERHADAP KUALITAS PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Lalu Muliadi; Heri Sulistiyono; Jauhar Fajrin
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembangunan nasional, industri jasa konstruksi memiliki peranan penting dalam perekonomian negara karena mampu memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar tujuh persen. Dari 98.000 kontraktor yang ada di Indonesia sebanyak 1% diantaranya merupakan kualifikasi besar, 9% kualifikasi menengah dan 90% kualifikasi kecil, peningkatan jumlah perusahaan ternyata belum diikuti dengan peningkatan kualifikasi dan kinerjanya, yang dapat dilihat dari kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian pelaksanaan, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya personil, modal, dan teknologi dalam penyelenggaraan jasa konstruksi belum sebagaimana yang diharapkan. Berdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pekerjaan kontraktor di Kabupaten Lombok Timur dan Menganalisis hubungan kualifikasi kontraktor dengan kualitas pekerjaan proyek konstruksi di Kabupaten Lombok Timur. Faktor utama yang mempengaruhi kualitas pekerjaan kontraktor adalah faktor sumber daya manusia seperti tenaga teknik yang kurang memahami spesifikasi teknik, gambar kerja dan modal yang cukup untuk membiayai proyek yang dikerjakan sehingga kontraktor mengalami kesulitan keuangan saat melaksanakan proyek, kontraktor kesulitan menempatkan tenaga teknik S1, mengalami kesulitan dalam pengajuan termin, modal proyek diperoleh dari pinjaman bank, tenaga teknik memahami pembuatan laporan, kesulitan menempatkan tenaga teknik STM dan D3, mengasuransikan tenaga kerja, tenaga teknik penuh waktu selalu ada di lokasi proyek, tenaga teknis yang ditempatkan sama seperti dokumen kontrak.
PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN BUKAAN BADAN PADA BERBAGAI VARIASI RASIO TULANGAN Moh Zaenuddin; Akmaluddin Akmaluddin; Ni Nyoman Kencanawati
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya lubang pada badan balok untuk keperluan wadah instalasi mechanical dan electrical seperti instalasi AC sentral, listrik, supply air, pembuangan air kotor pada bangunan bertingkat akan mengurangi kekakuan dari struktur balok beton tersebut. Penentuan titik lubang menjadi permasalahan. Untuk itu yang menarik perhatian dalam menentukan rasio tulangan pada balok beton lubang. Pengaruh beban maksimum dan gaya geser yang tidak aman dan dapat diterapkan rasio tulangan pada balok beton lubang yang aman sesuai fungsi tulangan. Pembuatan titik lubang pada balok, maka distribusi kekuatan dan kekakuan (EI) balok tidak merata, perlu diteliti dalam beban ultimit (Pu) pada balok, perilaku balok beton lubang dengan tiga variasi rasio rendah,sedang,tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas beban maksimum, perilaku lentur, perbandingan nilai uji lentur secara analitis dan secara uji laboratorium. Semua balok diuji dengan menggunakan mesin penguji kapasitas 25 ton. Balok beton bukaan badan (web-opening) diletakkan pada dua perletakan sederhana dengan bentang 275 cm. Dua beban tersebut di tempatkan secara simetris sepanjang bentang balok. Jarak antar beban tersebut 91,67 cm. Berdasarkan hasil pengujian dan hasil analisis data yang sudah dilakukan maka didapat : Kekuatan balok yaitu : Pada saat beban retak pertama (Pu), kuat lentur ultimit balok dengan nilai momen ultimit (Mu) paling besar terjdi pada balok beton lubang tengah (BBLT) rasio tinggi sebesar 76,237 kN.m, lebih besar dari momen ultimit balok beton normal (BBN) sebesat 53,838 kN.m kapasitas momen naik sebesar 41,604 % , dengan perbandinag rasio 1,664 dan 1,884. Rasio perbandingan momen ultimit paling besar terjadi pada balok beton lubang tengah (BBLT) rasio tulangan rendah dengan rasio perbandingan sebesar 2,109. Kekakuan balok yaitu : Pada beban ultimit (Pu), lendutan (????u) paling besar terjadi pada balok beton lubang tengah (BBLT), rasio tulangan rendah 0,707 % sebesar 28,370 mm dengan rasio sebesar 11,016 %,. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan bahwa perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan membuat variasi rasio tulangan yang optimum dengan variasi rasio tulangan yang berbeda-beda menghasilkan kuat lentur yang maksimum. Diperlukan alat untuk mendeteksi keretakan pada balok beton lubang supaya lebih dini diketahui dan diamati untuk mendapatkan data yang representatif.
PRIORITAS IMPLEMENTASI GREEN BUILDING BERDASARKAN KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG DI KOTA MATARAM Pascaghana Jayatri Putra; Suryawan Murtiadi; Hariyadi Hariyadi
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan berkonsep green building merupakan bangunan ramah lingkungan dengan kriteria tepat guna lahan; efisiensi dan konservasi energi; konservasi air; sumber dan siklus material; kesehatan dan kenyamanan dalam ruang; dan manajemen lingkungan bangunan. Mengimbangi pembangunan bangunan gedung di Kota Mataram yang semakin padat terutama pada wilayah simpul utama kegiatan perkotaan, perlu adanya implementasi green building sebagai upaya pengendalian dampak lingkungan terhadap perkembangan kota sekaligus mencari solusi terhadap berkurangnya ruang terbuka hijau khususnya di Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan prioritas peruntukan bangunan berdasarkan klasifikasi bangunan gedung sebagai implementasi awal penerapan green building di Kota Mataram. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kuantitatif dengan metode AHP (Analytic HierarchyProcess). Enam altenatif peruntukan bangunan yang diteliti yaitu fasilitas hunian; perkantoran; perdagangan dan jasa; wisata dan rekreasi; pelayanan umum (pendidikan dan kesehatan); dan industri.Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa peruntukan bangunan yang menjadi prioritas adalah pelayanan umum (pendidikan dan kesehatan) sebesar 22,3%; urutan selanjutnya adalah perkantoran (17,6%); perdagangan dan jasa (16,6%); wisata dan rekreasi (15,7%); hunian (14,9%); dan industri (12,9%). Hasil ini diharapkan dapat menjadi gambaran dalam penyusunan strategi ke depan dalam implementasi green building di Kota Mataram.
ANALISIS PERHITUNGAN BESARAN DEBIT KETERSEDIAAN AIR DENGAN METODE MOCK PADA DAS-DAS YANG TERUKUR AWLR DI WILAYAH SUNGAI LOMBOK Baiq Ratih Sagita P; Atas Pracoyo; Sasmito Soekarno
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Mock adalah salah satu cara perhitungan aliran sungai dengan menggunakan curah hujan, evapotranspirasi, dan karakteristik hidrologi daerah pengaliran untuk menaksir besarnya debit sungai jika data yang tersedia tidak lengkap. Model Mock merupakan model simulasi yang relatif sederhana dan cukup baik dalam penaksiran debit sungai dengan interval waktu setengah bulanan. Dalam pengembangannya model ini banyak digunakan untuk aplikasi pengembangan sumberdaya air seperti irigasi dan penyediaan air baku. Perlu adanya studi untuk mengetahui parameter - parameter apa saja yang mempengaruhi besarnya aliran. Untuk menentukan berapa nilai parameter- parameter tersebut sebelumnya dilakukan analisis rerata curah hujan dengan menggunakan metode Polygon Thiessen karena data curah hujan tersebut digunakan sebagai data masukan pada Model Mock. Data-data tersebut diolah dengan cara coba - coba hingga didapatkan hasil parameter yang realistis yaitu nilai R dan VE. Kemudian hasil yang didapat tersebut diregresi dengan regresi linier berganda dengan memanfaatkan fasilitas pada microsof excel 2007 untuk mengetahui seberapa besar pengaruh parameter-parameter Model Mock terhadap besaran debit ketersediaan air di Wilayah Sungai Lombok. Hasil analisis dengan Model Mock dari tahun 2002 sampai dengan 2016 pada pos AWLR di Wilayah Sungai Lombok diperoleh besaran debit ketersediaan air yang dihasilkan oleh Model Mock lebih besar dibandingkan dengan besaran debit ketersediaan air yang diperoleh dari BISDA. Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan BF = - (8,678E+14) + (1,283E+13)A – (3,38E+12)Eto + 0,097P - (2,746E+13)L dan DRO = - (6,699E+13) + (9,904E+11)A - (2,609E+11)Eto + 0,130P - (2,12E+12)L. Hal ini dapat menjelaskan bahwa variabel yang terdiri dari luas, evapotranspirasi, curah hujan, dan panjang sungai sangat berpengaruh terhadap besaran debit ketersediaan air. Dari analisis dengan Model Mock dapat diketahui bahwa parameter-parameter Model Mock seperti i, ISM, SMC, SS, dan k sangat berpengaruh terhadap besar maupun kecilnya debit ketersediaan air di Wilayah Sungai Lombok.
STUDI SISTEM DAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN AIRLIMBAH DOMESTIK PADA PERUMAHAN BERSUBSIDI PROGRAM PEMERINTAH DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Bagus Widhi Dharma; Hartana Hartana; Akmaluddin Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lombok Barat merupakan kabupaten yang pertumbuhan penduduknya sangat pesat dan di ikuti oleh bertambahnya komplek perumahan. Permasalahan yang muncul adalah pengelolaan air limbah domestik yang di salurkan ke drainase perumahan tanpa melakukan pengolahan, sehingga mencemari lingkungan. Selanjutnya di lakukan studi pengelolaan air limbah domestik dengan membuat alternatif strategi pengelolaan, menentukan sistem dan teknologi yang sesuai untuk diterapkan. Melalui observasi lapangan dan wawancara, data di analisis dengan metode deskritif kualitatif untuk mendapatkan kondisi dan permasalahan pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Lombok Barat. Selanjutnya kondisi dan permasalah tersebut diidentifikasi dengan analisis SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangannya. Analisis SWOT menghasilkan strategi alternatif. Dengan bantuan metode AHP yaitu metode yang melakukan perbandingan bobot tingkat kepentingan, dapat di ketahui Hirarki tingkat kepentingan variable yang berpengaruh. Dibantu dengan program komputer expert choice didapat alternatif terpilih, berdasarkan besaran pembobotan tertinggi setiap alternatif. Hasil terpilih adalah alternative II yaitu, sistem pengolahan setempat skala perumahan, penyaluran menggunakan pemipaan, pengolahan menggunakan sistem ABR (tangki Anaerob), air limpahan ABR dialirkan ke kolam basah, selanjutnya air limpahan dari kolam basah dapat di buang kesaluran drainase.
KARAKTERISASI PELUANG DAN RESIKO KECELAKAAN LALU LINTAS PADA BEBERAPA SEGMEN EKSTRIM RUAS JALAN SENGGIGI-PEMENANG Desi Widianty; I Dewa Made Alit Karyawan
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senggigi dan Pemenang merupakan destinasi wisatawan yang datang ke Pulai Lombok. Senggigi dikenal dengan wisata pantainya. Sedangkan Pemenang merupakan lokasi tujuan wisatawan untuk menyeberang menuju 3 gili, yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Karena itu maka Ruas Jalan Senggigi-Pemenang sangat strategis dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan pariwisata. Dengan kondisi lokasi jalan yang berada di pesisir pantai dengan medan yang tidak rata, maka banyak dijumpai geometrik jalan yang berpeluang menimbulkan kecelakaan.Geometrik merupakan salah satu faktor penyebab terjadi kecelakaan. Salah satu upaya untuk meningkatkan keamanan atau menanggulangi kecelakaan yang terjadi di jalan raya adalah audit infrastruktur. Data analisis yang digunakan adalah hasil ukur dan pengamatan defisiensi keselamatan infrastruktur jalan di lokasi penelitian, serta data sekunder dari Kepolisian Resort Lombok Barat dan Lombok Utara. Hasil audit keselamatan jalan dapat digunakan sebagai petunjuk dalam perbaikan untuk memperkecil potensi terjadinya kecelakaan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bahwa peluang kejadian tidak pernah terjadi kecelakaan per tahun, didominasi oleh kondisi perkerasan jalan, karena jalan masih relatif baru, sehingga belum mengalami kerusakan yang berarti. Dalam hal Kategori Resiko, pada kategori Berbahaya dan Sangat Berbahaya, prosentase terbesar diakibatkan oleh geometrik dan keberadaan fasilitas pelengkap.

Page 1 of 1 | Total Record : 7