cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 108 Documents
Perencanaan Kawasan Wisata di Daerah PLTA Kuta Malaka Aceh Besar NAD dengan Teknologi Tepat Guna dan Ramah Lingkungan Deassy Siska
Arsitekno Vol 7, No 7 (2016): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v7i7.1242

Abstract

Abstrak Listrik merupakan bagian dari energi terbarukan. Energi listrik sudah menjadi salah satu kebutuhandasar bagi masyarakat di era global, baik diperkotaan maupun dipedesaan. Fenomena ini dapat dilihat darilonjakan permintaan energi listrik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Terutama untuk wilayahPemerintahan Provinsi Aceh. Semakin kondusifnya situasi keamanan pasca MOU Helsinki dan laju pertumbuhanekonomi yang terus meningkat pasca Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh secara tidak langsung telah memberikandampak terhadap meningkatnya permintaan energi listrik. Berbagai tempat potensi alam di daerah hydropowerenergydi Nanggroe Aceh Darussalam sangat bagus sehingga menimbulkan gagasanuntuk mengembangkan daerah ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Provinsi NAD.Untuk itu dibutuhkan sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan wisata dan rekreasi di daerahini.Berkaitan dengan hal tersebut di atas,perlu dilakukan perencanaan yang matang danmenyeluruh sehingga terwujud sebuah kawasan wisata yang dapatmemenuhi kebutuhan masyarakatuntuk berwisata, serta dapat menjadi identitas dan kebanggaan Propinsi NAD,serta dapat pulamemberikan konstribusi positif bagi pengembangan daerah sekitarnya, baik secara fisik maupunekonomi.Kata Kunci: Listrik, Hydropower Energy, Kawasan Wisata, Pengembangan Daerah.
KAJIAN ORIENTASI SPASIAL PADA KAWASAN WISATA GAMPONG JABOI DI KOTA SABANG Rinaldi Mirsa; Eri Saputra; Tri Agusti Ningsih
Arsitekno Vol 8, No 2 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i2.4290

Abstract

Orientasi spasial adalah konsep abstrak yang di dalamnya meliputi hubungan spasial kemampuan mengamati hubungan posisi objek dalam ruang. Dalam orientasi spasial yang berhubungan dengan ruang yaitu konstelasi, konstelasi yang dimaksud menjelaskan tentang susunan, bentuk, ruang, tatanan, pola. Kota Sabang merupakan wilayah paling barat di Indonesia yang memiliki dua kecamatan Sukajaya dan Sukakarya serta terbagi menjadi delapan belas Gampong salah satunya Gampong Jaboi, potensi yang terdapat  yaitu potensi objek wisata alam dan buatan diantaranya: Pemandian Air Panas, Gunung Berapi, Wonderfull Point, Pantai Batee Tamon, Menara Mercusuar, Taman Pasi. Permasalahan pada penelitian untuk melihat sebuah objek dalam ruang atau kawasan meliputi susunan, bentuk, tatanan, ruang, pola, hubungan dalam objek wisata Gampong Jaboi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstelasi penataan objek wisata yang baik pada kawasan wisata Gampong Jaboi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data sekunder dan primer yaitu pengamatan secara langsung kawasan wisata Gampong Jaboi. Konsepnya dijelaskan dalam bentuk variable konstelasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola yang terjadi di dalam kawasan wisata Gampong Jaboi terdiri dari empat pola yang saling berhubungan antara wisata yang satu dengan yang lain.
PENGARUH DESAIN BUKAAN TERHADAP PENCAHAYAAN ALAMI STUDI KASUS SMA NEGERI 1 DOLOK BATU NANGGAR Safirannur Safirannur; Adi Safyan Yahya; Yenny Novianti
Arsitekno Vol 8, No 2 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i2.5105

Abstract

Pencahayaan alami adalah sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam memenuhi penerangan pada bangunan, khususnya di sekolah. Sekolah sebagai sarana pada kegiatan belajar dan mengajar sangat membutuhkan pencahayaan alami, Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh desain bukaan terhadap pencahayaan alami dan intensitasnya terhadap ruang berdasarkan SNI-2001. Ruang belajar di SMA Negeri 1 Dolok Batu Nanggar, Sumatera Utara memiliki beberapa bukaan dengan ukuran dan orientasi berbeda. Perbedaan tersebut sangat signifikan baik dari segi ukuran, bentuk, posisi dan orientasi di setiap ruang. Hal inilah yang menjadi latar belakang untuk meneliti terkait pengaruh bukaan terhadap pencahayaan alami pada ruang belajar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian dalam pengukuran intensitas cahaya  dan luas bukaan dilakukan saat kondisi langit cerah dan mendung mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Populasi pada penelitian ini, berjumlah 32 ruang belajar di SMA Negeri 1 Dolok Batu Naggar. Sampel penelitian berjumlah 9 ruang belajar. Pengaruh bukaan terlihat dari intensitas pencahayaan alami dan WWR. WWR memenuhi standarisasi pencahayaan ruang belajar sebesar 20% di kondisi langit cerah; WWR 14%-18% memenuhi standar pencahayaan pada pukul 11.00-15.00 WIB dan WWR dibawah 14% tidak memenuhi standar pencahayaan mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Intensitas  pencahayaan  alami di kondisi  langit  mendung  tidak  memenuhi standar pada seluruh sampel. Penelitian ini menemukan pengaruh bukaan terhadap intensitas pencahayaan alami sangat berperan dan didukung oleh wwr. sehingga standar pencahayaan alami yang terpenuhi hanya berada pada sampel 1, 3 dan 9.
FENOMENA TAMAN RIYADAH - KOTA LHOKSEUMAWE (Sebuah Pemikiran Antisipasi Kebijakan Taman Kota) Deni, Deni
Arsitekno Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v3i3.1219

Abstract

Taman Riyadah merupakan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka bukan hijau di kota Lhokseumawe. Nilai keunikan taman ini karena berada di antara dua jalan utama masuk dan keluar kota Lhokseumawe. Kemudian Taman Riyadah adalah taman yang terletak diantara gedung-gedung yang dipergunakan sebagai tempat karya dan bangunan pertokoan sebagai tempat aktivitas ekonomi penduduk setempat. Sejalan dengan pertumbuhan populasi manusia di kota Lhokseumawe, maka dikhawatirkan lahir kebijakan terhadap taman tersebut untuk dipindahkan atau digusur karena perluasan jalan raya Kota Lhokseumawe. Sementara ruang terbuka yang mencirikan seperti Taman Riyadah di Kota Lhokeumawe tidak terdapat ruang terbuka sejenis lainnya di kota tersebut. Selain itu, taman kota yang ada di Kota Lhokseumawe sangat terbatas untuk melayani arena santai masyarakat setempat. Ruang terbuka lainnya seperti Lapangan Hirak, Lapangan Korem itu adalah lapangan terbuka sebagai sarana pemerintah daerah dan militer untuk acara rutin dan olahraga kecil bagi masyarakat setempat, bukan mencirikan karakteristik taman kota seperti Taman Ryadah. Oleh karena kondisi tersebut, penelitian ini akan mengungkap keberadaan Taman Riyadah serta memberikan sikap tertentu pada kebijakan yang ditemukan suatu saat nanti apakah taman tersebut harus dipindahkan dengan mempertahankan karakteristiknya atau mempertahankan keberadaannya. Taman kota bukan hanya sebagai tempat dimana berdiri susunan tumbuhan sebagai paru-paru kota untuk menjaga keseimbangan iklim yang berlaku, namun taman kota merupakan manifestasi bagaimana kota membentuk ruang hidup masyarakat yang menempatinya. Taman kota bukan hanya sebagai titik pandang hijau ditengah kekeringan, tetapi taman kota berpengaruh terhadap mental penduduk kota dalam hidup bermasayarakat. Dalam mengungkap keberadaan Taman Riyadah akan digunakan penelitian kualitatif praktis dengan metode explanatory approach (pendekatan dengan meninjau dan mengawasi) serta dianalisis secara pragmatis. Sedangkan objek penelitian berupa taman kota yang bernama Taman Riyadah yang terdapat di Kota Lhokseumawe Propinsi Aceh. Pengamatan praktis dilakukan pada pagi, siang, sore dan malam hari untuk melihat sejauh apa masyarakat menggunakan taman tersebut dalam lingkup aktivitas terungkap dalam dimensi habitual. Dalam melakukan olah data digunakan pemikiran Henri Lefebvre yang mengemukakan tentang produksi ruang untuk menganalisis keberadaan taman tersebut. Kemudian digunakan pemikiran Pierre Bourdeu yang mengemukakan tentang habitus sebagai alat pemikiran digunakan untuk menjelaskan pemakai sebagai pengguna taman. Dari olahan dua pemikiran yang telah diungkap nantinya diharap akan melahirkan kesimpulan apakah Taman Riyadah di Kota Lhokseumawe tersebut akan dipertahankan atau dipindahkan tanpa meninggalkan karakteristik keruangannya semula.
Arsitektur Dekonstruksi sebagai Karakteristik Desain pada Bangunan Modern Dafrina, Armelia Dafrina
Arsitekno Vol 5, No 5 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v5i5.1216

Abstract

Abstrak Pengaruh filosofi Arsitektur Dekonstriksi yang diperkenalkan oleh Jacques Derrida serta konstruktivisme yang berkembang di Rusia pada awal abad ke 20 melahirkan dua aliran utama dalam arsitektur dekonstruksi yang dikenal sebagai dekonstruksi derridean dan dekonstruksi non derridean. Segera setelah kemunculannya di dunia Arsitektur, dekonstruksi menjadi aliran baru menggantikan International Style yang sebelummnya mendominasi karakter desain bangunan. Tokoh-tokoh yang terkemuka dibalik kesuksesan Arsitektur Dekonstruksi dengan sebutan the seven architects, Bernard Tschumi, Peter Eisenmen, Frank O Gehry, Rem Koolhaas, Daniel Libeskind, Coop Himmelblau dan Zaha Hadid yang membangun citra baru terhadap arsitektur.
KETENANGAN PIKIRAN DAN KEDAMAIAN UNTUK KOMUNITAS LOKAL STUDI KASUS OPEN PUBLIC SPACE DI MEDAN, SUMATERA UTARA Fithri, Cut Azmah; A, Hendra; Muliana, Erna; Hassan, Soraya Masthura
Arsitekno Vol 8, No 1 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i1.3816

Abstract

Kestabilan dan ketentraman masyarakat hanya tercapai bila ada pemahaman yang sama dalam norma tertentu. Kedamaian di ruang publik sangat penting untuk kelangsungan hidup bermasyarakat. Ruang publik seperti jalan, alun-alun, dan taman menciptakan bentuk yang sejalan dengan pasang surutnya pertukaran manusia. Vitalitas ruang terbuka publik ditandai dengan frekuensi penggunaan. Penggunaan di kota baik primer maupun sekunder terkait dengan aktivitas utama jaringan perkotaan yang membentuk tulang punggung pusat kota. Ruang terbuka publik merupakan bagian dari struktur perkotaan yang menjadi inti dari elemen-elemen dalam kota. Umumnya ruang publik sulit untuk dipahami tanpa dimensi sosial yang membantu memberikan konteks dan hubungan yang paling baik dipahami sebagai proses dua arah yang berkelanjutan sesuai dengan tuntutan masyarakat. Makalah ini mencoba mengkaji hubungan kegiatan ruang terbuka publik di Medan yang menjadi tempat rekreasi umum bagi penduduk perkotaan yang berpenghasilan rendah, dengan menggali keunikan gerakan sosial masyarakat di ruang publik seperti yang disebut oleh urban designer berupa “street ballet”. Aktivitas di jalanan aman saat jalanan digunakan oleh masyarakat. Namun, orang-orang di jalanan adalah orang asing. Menurut teori urban design, jalan yang digunakan adalah jalan yang aman dan terbentuk dari jalinan interaksi aktivitas yang menyatu dengan arus aktivitas lain yang berkelanjutan. Kota itu sendiri sangat kompleks; Namun, kerumitan menciptakan tatanan yang diatur oleh orang asing. Keamanan di jalanan dan ruang publik adalah “ketenangan pikiran” para pengunjung dan ini akan membawa kota menjadi aman dan dikunjungi.
Penerapan Arsitektur Metafora Pada Museum Tsunami Aceh Di Banda Aceh Dafrina, Armelia
Arsitekno Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v2i2.1207

Abstract

Peristiwa Gempa dan Gelombang Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 dalam skala besar menjadi momen yang tidak bisa terlupakan. Dan seharusnya dijadikan peringatan untuk melakukan penataan ulang baik dalam masyarakat, maupun lingkungan yang telah terkena dampak tsunami. Oleh karena itu pemerintah telah mengusahakan perubahan untuk pemulihan kembali baik dari segi penataan permukiman dan struktur dan infrastruktur kota Banda Aceh.Penataan Kota yang menggambarkan akan peristiwa tsunami adalah pembangunan Museum Tsunami Aceh yang terdapat di Jalan Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Museum Tsunami Aceh ini adalah suatu tempat yang mempunyai fungsi sebagai ruang pameran berbagai peristiwa tsunami 26 Desember 2004 di Banda Aceh.Museum ini juga sebagai wadah koleksi penyimpanan benda-benda peninggalan tsunami yang mengingatkan kembali memori akan terjadinya tsunam. Pendekatan tema arsitektur pada Museum Tsunami Aceh ini adalah penerapan arsitektur Metafora. Pemilihan Tema Metafora pada Museum Tsunami Aceh ini terkait akan fungsi museum ini sebagai Museum Tsunami Aceh sebagai Rumoh Aceh as Escape Hill. Museum Tsunami Aceh diibaratkan sebagai bukit evakuasi dan penyelamatan.Salah satu gaya bahasa dalam kamus Bahasa Indonesia adalah gaya bahasa Metafora. Yang dapat diartikan sebagai persamaan, perbandingan, dan perumpamaan antara satu benda atau objek dengan benda yang lain. Metafora merupakan majas untuk mengungkapkan secara langsung suatu objek. 
HISTORICAL ANALYSIS OF URBANITY ON THE WATERFRONT Karsono, Bambang
Arsitekno Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v2i2.1244

Abstract

Since the dawn of the civilization, water plays an important role in human life. Water covers 75% of the earth surface and sustains virtually every life form on it. From the early days of human settlement, the banks of themajor rivers such as the Nile, Tigris, Euphrates, Indus and Hwang Ho became the cradle of civilizations. It is here the culture developed and the pattern and morphology of urban settlement became the source of ourknowledge. This paper attempts to overview the main developmental periods of waterfronts around the world. It discusses on the fundamental periods and events which shaped the city water-borne activities and explained how those events influenced the nature of public space on the waterfronts. The port-city that developed since then will be analyzed corresponding to the historical events that are related to the city development. A few cases studies will be shown in order to present a valuable descriptive situation. Corresponding to the above issues, a continuous process that took place in the development of the waterfront will be discussed extensively.
STUDI ORIENTASI BANGUNAN DAN ADAPTASI NYA TERHADAP KENYAMANAN MANUSIA DALAM BANGUNAN Iqbal, Muhammad
Arsitekno Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v1i1.1231

Abstract

Dalam rancangan aktif, bangunan sebagai salah satu lingkungan binaan merupakan pengguna energi terbesar untuk mencapai kenyamanan termal manusia, terutama penggunaan pengkondisian udara (Air Conditioning). Berbeda hal nya dengan rancangan bangunan pasif, dimana penekanan rancangan mengarah kepada pemanfaatan energi berkelanjutan, seperti matahari dan angin. Kondisi lingkungan sekitar dan manusia sebagai pengguna bangunan merupakan indikator penting dalam merumuskan kebijakan rancangan pasif, terutama untuk mencapai kenyamanan termal. Kondisi lingkungan sekitar tersebut berupa suhu, kelembapan, kecepatan angin dan radiasi panas matahari dan kondisi manusia berupa aktifitas (metabolic rate) dan pakaian yang digunakan (clo value). Perbedaan orientasi bangunan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi termal pada setiap ruangan dalam bangunan, seperti orientasi barat daya dengan barat laut akan berbeda cahaya matahari dan aliran angin serta kelembapannya. Penilaian terhadap termal menggunakan kaedah lapangan dengan pengukuran suhu, kelembapan, kecepatan angin dan tanggapan pengguna secara kuantitatif dengan membagikan kuesioner berdasarkan orientasi yang berbeda dalam ruangan yang diuji. Hasil pengukuran dan kompilasi data kuesioner diolah dengan Thermal ASHRAE Program Comfort IV.0, menunjukkan bahwa perbedaan orientasi bangunan memberikan berbagai kesan kenyamanan pengguna dalam rancangan bangunan alami. Dari beberapa orientasi yang menjadi studi kasus, bangunan yang menghadap ke arah tenggara memberikan kenyamanan termal yang lebih baik daripada orientasi lain.
PENTINGNYA ANALISA RUPTURE / REKAHAN GEMPA BUMI SEBAGAI PEDOMAN DALAM PERENCANAAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Siska, Deassy
Arsitekno Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v3i3.1221

Abstract

Gempa bumi adalah suatu bencana berupa getaran tanah yang tidak dapat diperkirakan kapan dan dimana akan muncul. Ketika sebuah gempa bumi muncul, dampak yang ditimbulkan bervariasi tergantung pada kekuatan getaran yang terjadi. Akibat  yang ditimbulkan oleh gempa dapat terlihat dari kondisi pasca gempa seperti kerusakan struktur dan infrastruktur serta jumlah korban jiwa. Untuk dapat mencegah atau mengurangi resiko dari dampak sebuah bencana gempa bumi maka perlu adanyatindakan mitigasi yang tepat pasca bencana khususnya di kawasan permukiman. Pada saat terjadinya gempa, gelombang seismik merambat membentuk areal rupture atau rekahan yang simetris dari mulai episentrum hingga jarak tertentu yang membentuk jalur rekahan gempa di sepanjang bidang patahan. Jalur rekahan gempa ini memiliki struktur tanah yang cenderung tidak stabil bila dibandingkan dengan kawasan lainnya diluar area rekahan. Dengan menganalisa jalur rekahan gempa, maka perencanaan perumahan dan permukiman dengan struktur bangunan tahan gempa diharapkan dapat lebih terfokus pada wilayah yang diperkirakan memiliki struktur tanah yang tidak stabil dan berpotensi terjadi hentakan serta rekahan yang besar. Sehingga lebih tepat sasaran dan dapat meminimalisir kerusakan bangunan dan korban jiwa pada saat terjadinya gempa bumi. Teknik penelitian ini menggunakan perangkat lunak Matlab 7.10 (R2010a), Geopsy dan Aplikasi array response function untuk menentukan arah dan jalur serta luasan kawasan rekahan.

Page 1 of 11 | Total Record : 108