cover
Contact Name
Hamdiah Ahmar
Contact Email
ahmarjournal@gmail.com
Phone
+6281314119647
Journal Mail Official
ahmarjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tamansari Kel. Tatae Kec. Duampanua , Kab. Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, 91253
Location
Kab. pinrang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ)
ISSN : 27976483     EISSN : 27974952     DOI : https://doi.org/10.53770/amhj
Core Subject : Health,
Ahmar Metastasis Health Journal (AMHJ), with registered number ISSN 2797-6483 (Print), 2797-4952 (Online) managed by the AHMAR Foundation, published by Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah, which is a scientific forum for publishing articles on research activities in health (midwifery, pharmacy, nursing, public health and nutrition). The journal was first published in June 2021 and subsequently published four times a year, in June, September, December and March. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by the Editorial Board. Then, the articles will be sent to the peer reviewer and will go to the next selection by Double-Blind Preview Process. After that, the articles will be returned to the authors to revised. These processes take three a month for a maximum time. In each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The final decision of articles acceptance will be made by Editors according to Reviewers comments.
Articles 68 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Usia 18 Bulan Sampai 2 Tahun : Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Usia 18 Bulan Sampai 2 Tahun Desi Fitriani; Metha Fahriani; Tria Nopi Herdiani; Ruri Mayseptya Sari; Dewi Aprilia Ningsih; Septi Yulidar
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.769 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.1

Abstract

Introduction:  The low immunization coverage cannot be separated from the factors that influence immunization, namely health behavior. This study aims to determine the factors associated with the provision of advanced rubella measles immunization to toddlers aged 18 months to 2 years. Methods: The design of this study used an analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies aged over 2 years and their mothers who came to the Work Area of ​​the Rimbo Kedui Public Health Center, Seluma Regency as many as 280 toddlers in 2019 who were taken by purposive sampling. Data collection, namely primary and secondary data. The analysis technique used univariate and bivariate (Chi square). Results: There were 30 (53.6%) respondents who gave further immunization against rubella measles to children aged 18 months to 2 years. there were 27 (48.2%) respondents with less knowledge, 32 (57.1%) of them work far away in the working area of ​​the Rimbo Kedui Public Health Center, Seluma Regency 50 (89.3%) of respondents had the role of health workers in the Rimbo Kedui Public Health Center Seluma Regency. Conclusion: There is a relationship between knowledge and work with the provision of advanced rubella measles immunization with a close relationship category and there is a relationship between the role of health workers and the provision of advanced rubella measles immunization to children aged 18 months to 2 years. Pendahuluan : Rendahnya cakupan imunisasi tidak lepas dari faktor yang mempengaruhi imunisasi yaitu perilaku kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi lanjutan campak rubella pada balita usia 18 bulan sampai 2 tahun. Metode : penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia diatas 2 tahun dan ibunya yang datang ke Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma sebanyak 280 balita pada tahun 2019 yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data yaitu data primer dan sekunder. Teknik analisis menggunakan Univariat dan bivariat (Chi square). Hasil : Terdapat 30 (53,6%) responden memberikan imunisasi lanjutan campak rubella pada balita usia 18 bulan sampai 2 tahun dan terdapat 27 (48,2%) responden berpengetahuan kurang, 32 (57,1%) responden bekerja yang jauh dan terdapat 50 (89,3%) responden ada peran petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma. Kesimpilan: Ada hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan  dengan pemberian imunisasi lanjutan campak rubella dengan  kategori hubungan erat dan  ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan pemberian imuniasi lanjutan campak rubella pada balita usia 18 bulan sampai 2 tahun.
Hubungan Preeklampsia dan Paritas Tinggi dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah : Hubungan Preeklampsia dan Paritas Tinggi dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Dina Raidanti; Wahidin Wahidin
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.5 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.2

Abstract

Introduction:  In general, the incidence of LBW and perinatal mortality increases with increasing maternal parity, especially if the parity is more than 3 research objectives. To determine the relationship between preeclampsia and parity with the incidence of Low Birth Weight Infants (LBW) at RSU Murni Asih Methods: This type of research is a descriptive analysis, the location of the study was in the delivery room of the Gatot Soebroto Army Hospital for the period of January - December 2018, the sampling technique was total sampling. The data collection tool used the observation register sheet for data analysis using the SPSS program. Results: Of the 77 infants with low birth weight, 51 (66.2%) were born preterm, and 26 babies (33.8%) were born at term. As for 27 babies (35.1%) babies with low birth weight due to preeclampsia, and 8 babies (10.4%) babies with low birth weight due to high parity. 17 babies (63%) babies born preterm due to preeclampsia, and 10 babies (37%) babies born atherem due to preeclampsia with statistical test results obtained P value = 0.656> 0.05.6 babies (7.8%) babies born preterm due to mother with high parity, and 2 babies (2.6%) babies born at term due to mothers with high parity with statistical test results obtained P value = 0.580> 0.05 Conclusion: In the preeclampsia and parity variables, there is no significant relationship to the incidence of low birth weight which may be due to the small number of researchers' samples. Pendahuluan: Secara umum kejadian BBLR dan kematian perinatal meningkat dengan meningkatnya paritas ibu, terutama bila paritas tersebut lebih dari 3 tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan preeklamsia dan paritas dengan kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSU Murni Asih Metode: Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif, lokasi penelitian berada di ruang bersalin RSPAD Gatot Soebroto. untuk periode Januari - Desember 2018, teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar register observasi untuk analisis data menggunakan program SPSS. Hasil: Dari 77 bayi berat lahir rendah, 51 (66,2%) lahir prematur, dan 26 bayi (33,8%) lahir aterm. Adapun 27 bayi (35,1%) bayi dengan berat lahir rendah akibat preeklamsia, dan 8 bayi (10,4%) bayi dengan berat lahir rendah akibat paritas tinggi. 17 bayi (63%) bayi lahir prematur akibat preeklamsia, dan 10 bayi (37%) bayi lahir prematur akibat preeklamsia dengan hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,656> 0,05,6 bayi (7,8%) bayi lahir prematur karena ibunya dengan paritas tinggi, dan 2 bayi (2,6%) bayi lahir aterm karena ibu dengan paritas tinggi dengan hasil uji statistik diperoleh P value = 0,580> 0,05 Kesimpulan: Pada variabel preeklamsia dan paritas tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian berat badan lahir rendah yang mungkin disebabkan sedikitnya jumlah sampel peneliti.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Pre Menstrual Sindrom pada Mahasiswa Kebidanan : Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Pre Menstrual Sindrom pada Mahasiswa Kebidanan Desi Pramita Sari; Siti Husaidah
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.008 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.3

Abstract

Introduction: Premenstrual Syndrome (PMS) is a group of symptoms that arise due to hormonal changes that occur in a woman's body before menstruation. Symptoms are felt in the form of one or more complaints both physical, psychological and emotional such as headaches, stomach cramps, constipation or diarrhea, back and waist pain, fatigue, breast pain, the onset of acne sleep disorders, joints or muscle weakness, swelling in the legs, which can interfere with productivity. This study aims to determine the relationship between nutritional status and the incidence of Pre Menstrual Syndrome among students of the Midwifery’s Study Program at Mitra Bunda’s Health Institute. Methods:The used method in this study is the Cross Sectional design, a sample used by Midwifery students with Premenstrual Syndrome, amounting to 83 respondents. Data collection in this study was in the form of a questionnaire. The analysis used in this study is univariate and bivariate analysis. Results: The results showed a relationship between nutritional status variables (p value = 0.010) with the incidence of Pre Menstrual Syndrome. Conclusion: It is expected that women especially teenagers to maintain and pay attention to nutritional status, this is intended to reduce complaints of pre menstrual syndrome. Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat perubahan hormonal yang terjadi pada tubuh wanita sebelum menstruasi. Gejala yang dirasakan berupa satu atau lebih keluhan baik fisik, psikis maupun emosional seperti sakit kepala, kram perut, sembelit atau diare, nyeri punggung dan pinggang, kelelahan, nyeri payudara, timbulnya gangguan tidur berjerawat, kelemahan sendi atau otot, bengkak di kaki, yang dapat mengganggu produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian Pre Menstrual Syndrome pada mahasiswa Program Studi Kebidanan Institut Kesehatan Mitra Bunda. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Cross Sectional, sampel yang digunakan oleh mahasiswa Kebidanan Premenstrual Syndrome yang berjumlah 83 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel status gizi (p value = 0,010) dengan kejadian Pre Menstrual Syndrome. Kesimpulan: Diharapkan wanita khususnya remaja untuk menjaga dan memperhatikan status gizinya, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi keluhan sindroma pra menstruasi.  
Pengaruh Senam Disminore Terhadap Penurunan Nyeri pada Mahasiswi Kebidanan : Pengaruh Senam Disminore Terhadap Penurunan Nyeri pada Mahasiswi Kebidanan Larince Radulima; Anisya Selvia; Trisna Yini Handayani
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.119 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.4

Abstract

Introduction:  The impact of dysmenorrhea can disrupt and affect the daily activities of students, one of which is a student. Dysmenorrhea causes 14% of adolescent patients often absent from school and do not carry out their daily activities. Severe dysmenorrhoea in women can have the effect of not being able to do any activity, so that it will reduce the quality of life. This study aims to determine the effect of dysmenorrhea exercise on reducing pain in midwifery students at Mitra Bunda Health Institute. Methods: This study was a quasi experimental design with a non-equivalent control group design. The sample size required for the treatment group and the control group is n = 16 respondents. Based on the anticipation of a drop out in the research process, the researcher increased the sample size by 10%. Therefore, the required sample size is 16 + 1.6 = 17.6 or n = 18 respondents. Results: The results of statistical tests obtained p value = 0.006, α = 0.05 (p <α), which indicates that there is a significant effect of dysmenorrhea on reducing dysmenorrhea in Midwifery Diploma Three students Conclusion: Information about the benefits of dysmenorrhea exercise as a treatment menstrual pain needs to be optimized in order to provide broad knowledge for female students. Pendahuluan: Dampak dismenore dapat mengganggu dan mempengaruhi aktivitas mahasiswi sehari-hari. Dismenore menyebabkan 14% pasien remaja sering mangkir dari sekolah dan tidak menjalankan aktivitas sehari-hari. Dismenorea yang parah pada wanita bisa berdampak tidak bisa melakukan aktivitas apapun, sehingga akan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam disminore terhadap penurunan nyeri pada mahasiswi kebidanan institut kesehatan Mitra Bunda. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen. Besar sampel yang dibutuhkan untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adalah n = 16 responden. Berdasarkan antisipasi terjadinya drop out dalam proses penelitian, maka peneliti menambah jumlah sampel sebesar 10%. Oleh karena itu, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 16 + 1,6 = 17,6 atau n = 18 responden. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,006, α = 0,05 (p <α) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara senam dismenore terhadap penurunan dismenore pada mahasiswi Diploma Tiga Kebidanan Kesimpulan: Informasi tentang manfaat senam dismenore sebagai pengobatan nyeri haid perlu dioptimalkan agar dapat memberikan wawasan yang luas bagi mahasiswi.  
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMA Negeri 3 Balikpapan : Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMA Negeri 3 Balikpapan Bella Amalia Audina; Dewi Ari Sasanti; Syafitriya Ningsih
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.52 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.6

Abstract

Introduction:  The number of early marriages in the city of Balikpapan alone was recorded at 53 cases. According to Riskesdas in 2010 the number of young women in Indonesia aged 10-14 who were married was 0.2% or more than 22,000, while teenagers aged 15-19 years who married were mostly women, which was around 11.7% compared to men which is about 1.6%. Early marriage cases occur due to free sex which causes pregnancy outside of marriage, so that parents prefer to marry off their children rather than become a family disgrace and cause problems in the future. This study aims to find out more about the knowledge of young women about early marriage at SMA Negeri 3 Balikpapan. Methods: Research using this type of research used is descriptive quantitative. The study was conducted on June 5, 2017. The population was 213 students in class X and the sample used was 53 students from ten classes with simple random sampling technique (Simple Random Sampling). The data used are primary data and secondary data. The research instrument used was a questionnaire. Results: The results of the study of 53 respondents were obtained with 3 respondents (5.66%) good category, 25 respondents (47.17%) sufficient category, 25 respondents (47.17%) in poor category. Most of the young women in SMA Negeri 3 Balikpapan have sufficient and insufficient knowledge about early marriage. The conclusion of this study is that the majority of young women in SMA Negeri 3 Balikpapan have sufficient and insufficient knowledge. Pendahuluan: Jumlah pernikahan dini di Kota Balikpapan sendiri tercatat sebanyak 53 kasus. Menurut Riskesdas tahun 2010 jumlah remaja perempuan di Indonesia usia 10-14 tahun yang menikah adalah 0,2% atau lebih dari 22.000, sedangkan remaja usia 15-19 tahun yang menikah sebagian besar adalah perempuan, yaitu sekitar 11,7% dibandingkan laki-laki yaitu sekitar 1,6%. Kasus perkawinan dini terjadi akibat hubungan seks bebas yang menyebabkan kehamilan di luar nikah, sehingga orang tua lebih memilih menikahkan anaknya daripada menjadi aib keluarga dan menimbulkan masalah dikemudian hari. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di SMA Negeri 3 Balikpapan. Metode: Penelitian dengan menggunakan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2017. Populasi adalah 213 siswa kelas X dan sampel yang digunakan adalah 53 siswa dari sepuluh kelas dengan teknik simple random sampling (Simple Random Sampling). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Hasil: Terhadap 53 responden didapatkan 3 responden (5,66%) kategori baik, 25 responden (47,17%) kategori cukup, 25 responden (47,17%) kategori kurang. Sebagian besar remaja putri di SMA Negeri 3 Balikpapan memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang tentang pernikahan dini. Kesimpulan: sebagian besar remaja putri di SMA Negeri 3 Balikpapan memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang.  
Penyuluhan Berpengaruh terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil: Penyuluhan Berpengaruh terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil Artika Dewie; Anna Veronica Pont; Hasnah Hasnah
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.287 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.7

Abstract

Introduction: One of the methods used to introduce pregnancy exercise in the community, especially pregnant women, is through counseling about pregnancy exercise. The purpose of the study was to determine the effect of pregnancy exercise counseling on increasing knowledge of pregnant women in the working area of ​​the Lobu Health Center. Methods: This type of research is quasi-experimental with one group pretest posttest design, the sample of 30 respondents was determined using purposive sampling technique. The measurement of knowledge uses a questionnaire. Data analysis using wilcoxon test. Results: The results of the test using Wilcoxon  ρ-value < 0.001, indicating that there was a significant increase in knowledge of pregnant women respondents after being given counseling about pregnancy exercise. Conclution:  It is recommended that pregnant women be more proactive in participating in pregnancy exercise counseling and for health workers it is necessary to promote pregnancy exercise. Pendahuluan: Salah satu cara yang digunakan untuk memperkenalkan senam hamil di masyarakat, khususnya ibu hamil adalah melalui penyuluhan senam hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan senam hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Lobu. Metode: Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pretest posttest, Sampel sejumlah 30 responden yang ditentukan dengan menggunakan tehnik purposive sampling Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner. Analisa data yaitu wilcoxon. Hasil: Hasil nilai ρ < 0,001, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada responden ibu hamil setelah diberikan penyuluhan mengenai senam hamil.  Kesimpulan: Disarankan pada ibu hamil agar lebih proaktif dalam mengikuti penyuluhan senam hamil dan bagi tenaga kesehatan perlu melakukan promosi senam hamil secara berkesinambungan.
Analisis Risiko Penularan Covid-19 Berdasarkan Aspek Demografis dan Geografis Di Kota Semarang Tahun 2020: Analisis Risiko Penularan Covid-19 Berdasarkan Aspek Demografis dan Geografis Di Kota Semarang Tahun 2020 Daud Maulana Mufti; Arum Siwiendrayanti
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.095 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i2.8

Abstract

Introduction : Semarang City is one of the cities in Indonesia that is included in the covid-19 red zone. On January 18, 2021, Semarang City had 24,690 covid-19 cases. A precautionary measure is needed to reduce the spread of covid-19 cases. Region-based disease management can be an effort to prevent the spread of covid-19. There are three methods in area-based disease management and one of them is using spatial analysis of disease transmission risk maps. This study aims to determine areas that are at risk of covid-19 transmission and to determine the relevance of the map made to the latest covid-19 cases. Methods: This type of research is a quantitative descriptive with a map output of the risk of covid-19 transmission. The results of the risk map will be compared with the current case to determine the level of relevance of the map using a scatterplot. Results: From the results of the study the areas that fall into the category of low risk of transmission are Tugu, Mijen, Gunungpati, Gajahmungkur, Candisari, Gayamsari, and Genuk sub-districts. Areas that fall into the moderate risk category are Ngaliyan, Tembalang, South Semarang, Central Semarang, East Semarang, and North Semarang. For areas that fall into the category of high risk of transmission, namely Districts  West Semarang, Banyumanik, and Pedurungan. Based on the regression analysis, the risk score correlated with cases in January (r square = 0.843), February (r square = 0.740) and May (r square = 0.609). The risk score has a moderate correlation in March (r square = 0.551) and has a low correlation in April (r square = 0.331).Conclusion: There are 3 districts that fall into the category of high covid-19 transmission, 6 districts that fall into the category of moderate covid-19 transmission, and 7 subdistricts that fall into the category of low covid-19 transmission. The risk map is relevant to the daily cases of covid-19 cases in January, February and May. However the risk map is irrelevant to the daily covid-19 cases in March and April. It is hoped that future research can add PPKM variables so that it can produce a more accurate risk map. Pendahuluan: Kota Semarang merupakan salah satu Kota di Indonesia yang masukdalam zona merah covid-19. Pada tanggal 18 Januari 2021 Kota Semarang terdapatkasus covid-19 sebanyak 24.690 kasus. Diperlukan suatu tindakan pencegahan untuk mengurangi penyebaran kasus covid-19. Manajemen penyakit berbasis wilayah dapat menjadi salah satu upaya dalam mencegah persebaran covid-19. Terdapat tiga metode dalam manajemen penyakit berbasis wilayah dan salah satunya adalah menggunakan analisis spasial peta risiko penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah yang berisiko terjadi penularan covid-19 dan mengetahui relevansi peta yang dibuat dengan kasus covid-19terkini. Metode: Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan luaran peta risiko penularan covid-19. Hasil peta risiko akan dibandingkan dengan kasus terkini untuk mengetahui tingkat relevansi peta menggunakan scatter plot. Hasil: Dari hasil penelitian wilayah yang masuk dalam kategori risiko penularan rendah yaitu kecamatan Tugu, Mijen, Gunungpati, Gajahmungkur, Candisari, Gayamsari, dan Genuk. Wilayah yang masuk kategori risiko penularan sedang yaitu Kecamatan Ngaliyan, Tembalang, Semarang Selatan, Semarang Tengah, Semarang Timur, dan Semarang Utara. Untuk wilayah yang masuk dalam kategori risiko penularan tinggi yaitu Kecamatan Semarang Barat, Banyumanik, dan Pedurungan. Berdasarkan analisis regresi skor risiko berkorelasi dengan kasus bulan Januari (r square= 0.843), Februari (r square = 0.740) dan Mei (r square = 0.609). Skor risiko memiliki korelasi sedang pada bulan Maret (r square = 0.551) dan memiliki korelasi rendah pada bulan April (r square = 0,331). Kesimpulan : Terdapat 3 kecamatan yang masuk kategori penularan covid-19 tinggi, terdapat 6 Kecamatan yang masuk kategori penularan covid-19 sedang, dan 7 Kecamatan masuk kategori penularan covid-19 rendah. Peta risiko relevan dengan kasus harian kasus harian covid-19 pada bulan Januari, Februari dan Mei. Namun peta risiko tidak relevan dengan kasus harian covid-19 pada bulan Maret dan April. Diharapkan untuk penelitian kedepannya dapat menambahkan variabel  PPKM sehingga dapat menghasilkan peta risiko yang lebih akurat.
Pengaruh Baby Massage Terhadap Durasi Menyusui Pada Bayi Usia 3-30 Hari Di Puskesmas Bulang Kota Batam: Pengaruh Baby Massage Terhadap Durasi Menyusui Pada Bayi Usia 3-30 Hari Di Puskesmas Bulang Kota Batam Hazen Aziz; Siti Husaidah
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.319 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i2.10

Abstract

Introduction: The highest breastfeeding duration mostly occurs at the age of 1-6 hours after birth with a percentage of 35.2% and less than 1 hour after birth with a percentage of 34.5% while the lowest breastfeeding duration occurs at the age of 7-23 hours after birth and even continues up to 3 days by 3.7%, the duration of breastfeeding is not closely related to malnutrition. This study aims to determine the effect of baby massage on breastfeeding duration in infants aged 3-30 days at the Bulang Health Center, Batam City in 2020. Method: The research method used was a quasi-experimental and prospective cohort using a pre-post test control design. The research subjects were 50 respondents consisting of 25 experimental groups with baby massage and 25 control groups who were given counseling regarding the importance of breastfeeding. This study was conducted for 27 days with two measurements, namely 3 days of age (Pre test) and 30 days of age (Post test). Data analysis using T test. Results: The results of the study in the control group that the average duration of breastfeeding at the age of 3 days was 5.44 minutes and the duration of breastfeeding at the age of 30 days was 5.52 minutes, based on the test results tp = 0.802 > 0.05, meaning that there was no effect on the control group. . The average value of the duration of breastfeeding in the experimental group at the age of 30 days was 5.40 minutes and the duration of breastfeeding at the age of 30 days was 7.36 minutes, the results of the t-test obtained p = 0.00 < 0.05 which means that statistically there is an effect increased duration of breastfeeding in the experimental group. Conclusion: There is an effect of baby massage on increasing the duration of breastfeeding for babies aged 3-30 days, with a p-value <0.05. Therefore, it is expected that health workers, especially midwives, can provide knowledge and skills of baby massage to postpartum mothers so that postpartum mothers can apply them at home so that they can The duration of breastfeeding can be increased and complete nutrition is achieved. Pendahuluan: Durasi menyusui tertinggi banyak terjadi di usia bayi 1-6 jam setelah lahir dengan persentase 35,2% dan kurang dari 1 jam setelah lahir dengan persentase 34,5% sedangkan durasi menyusui terendah banyak terjadi di usia 7-23 jam setelah lahir dan bahkan berlanjut hingga 3 hari sebesar 3,7%, durasi menyusui kurang erat kaitannya dengan gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh baby massage terhadap durasi menyusu pada bayi usia 3-30 hari di Puskesmas Bulang Kota Batam Tahun 2020. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dan khohort prospektif dengan menggunakan pre-post tes control design. Subyek penelitian sebanyak 50 responden yang terdiri dari 25 kelompok eksperimen dengan dilakukan baby massage dan 25 kelompok kontrol yang diberi penyuluhan terkait pentingnya menyusui. Penelitian ini dilakukan selama 27 hari dengan dua kali pengukuran yakni usia 3 hari (Pre test) dan usia 30 hari (Post test). Analisis data menggunakan Uji T test. Hasil: Hasil penelitian pada kelompok kontrol terdapat rata-rata durasi menyusu di usia 3 hari adalah 5,44 menit dan durasi menyusu di usia 30 hari adalah 5,52 menit, berdasarkan hasil uji t p= 0,802 > 0,05 artinya tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol. Nilai rata-rata durasi menyusu pada kelompok eksperimen pada usia 30 hari adalah 5,40 menit dan durasi menyusu di usia 30 hari adalah 7,36 menit, hasil uji t diperoleh p= 0,00 < 0,05 artinya secara statistik menunjukkan terdapat pengaruh peningkatan durasi menyusu pada kelompok eksperimen. Kesimpulan: Ada pengaruh baby massage terhadap peningkatan durasi menyusu bayi usia 3-30 hari, dengan nilai p<0,05, Oleh sebab itu diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baby massage kepada ibu nifas agar ibu nifas dapat mengaplikasikan dirumah agar durasi menyusui dapat meningkat dan tercapai gizi yang sempurna.
Faktor Penyebab Hipertensi Pada Lansia: Literatur Review: Faktor Penyebab Hipertensi Pada Lansia : Literatur Review Setiadi Syarli; Larasuci Arini
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 3 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.786 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i3.11

Abstract

Introduction: Hypertension is a public health problem in Indonesia. Results of Basic Health Research in 2018, hypertension sufferers 34.1%, hypertension is the cause of death of all ages, after stroke and TB. Hypertension is a significant cause of the increased risk of stroke, heart, and kidney. Hypertension in the elderly ranks first on the list of causes of death. This study aims to analyze the article discussing the factors associated with hypertension in the elderly. The design used is a literature review. Articles are collected using search engines such as Google Scholar, Scholar, and the Garuda Portal. Criteria for the articles used were 2013-2019. Based on the articles collected, it was found that the factors associated with the incidence of hypertension in the elderly included salt intake habits Pvalue <0.05, consumption of fatty foods Pvalue <0.05, smoking Pvalue <0.05, and exercise Pvalue <0.05. This study concludes that salt intake, consumption of fatty foods, smoking, and exercise are factors associated with hypertension in the elderly. Therefore, health workers need to promote health or prevent hypertension by providing knowledge about diet, regular physical activity, controlling stress and reducing smoking, and controlling blood pressure regularly. Pendahuluan:  Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 penderita hipertensi 34,1%, hipertensi berada pada urutan  penyebab kematian semua umur, setelah stroke dan TB. Hipertensi merupakan penyebab utama peningkatan risiko penyakit stroke, jantung dan ginjal. Hipertensi pada lansia menempati urutan pertama pada daftar penyebab kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa artikel yang membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia. Desain yang digunakan adalah literature review. Artikel dikumpulkan hanya menggunakan mesin pencari seperti Google Scholar, Cendekia, dan Portal Garuda. Kriteria artikel yang digunakan adalah 2013-2019 Berdasarkan artikel yang dikumpulkan didapatkan hasil bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia meliputi kebiasaan asupan garam Pvalue <0,05, konsumsi makanan berlemak Pvalue <0,05, merokok Pvalue <0,05 dan olahraga Pvalue <0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan asupan garam, konsumsi makanan berlemak, merokok dan olahraga merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, petugas kesehatan perlu untuk melakukan promosi kesehatan atau pencegahan hipertensi dengan memberikan pengetahuan tentang diet, aktifitas fisik secara teratur, mengontrol stress dan mengurangi merokok, dan pengontrolan tekanan darah secara rutin.
Pengaruh Kunjungan Antenatal Care dan Pengalaman Persalinan Terhadap Depresi Pada Ibu Hamil: Pengaruh Kunjungan Antenatal Care dan Pengalaman Persalinan Terhadap Depresi Pada Ibu Hamil Yatri Hilinti; Ronalen Br. Situmorang; Mepi Sulastri
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.825 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i2.16

Abstract

Introduction: In general, there is an increase in depression in pregnant women due to inappropriate ANC visits and unpleasant experiences in previous pregnancies and deliveries. The purpose of this study was to determine the relationship between ANC visits and delivery experience on depression in pregnant women at the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City. Methods: This research is a quantitative analytic study with a cross-sectional design. The sample in this study were pregnant women in Trimeter II and III in the Work Area of the Sawah Lebar Health Center Bengkulu, which amounted to 158 respondents. The sampling technique in this study used a  simple random sampling technique.  The data used in this study were collected using a questionnaire and analyzed univariately and bivariately using SPSS. Results: from 158 respondents, it was found that 99 (62.7%) mothers had inappropriate ANC visits, 86 (54.4%) mothers experienced complications in previous deliveries,  81  (51.3%) mothers  57 people (36%) who did not experience depression during pregnancy, pregnant women who had inappropriate ANC visits (57 people) (36%) experienced depression, and 50 people (31.6%) experienced depression. Conclusion: There is an Influence between ANC Visits and Childbirth Experience with Depression in Pregnant Women in the Work Area of the Sawah Lebar Health Center, Bengkulu City. Pendahuluan:  Secara umum  terjadi peningkatan  depresi  pada Ibu hamil disebabkan oleh  kunjungan  ANC  tidak  tepat  dan  adanya  pengalaman  kurang  menyenangkan  pada kehamilan dan persalinan sebelumnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kunjungan ANC dan pengalaman persalinan terhadap depresi pada ibu hamil di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan design cross sectional, Sampel pada penelitian ini adalah Ibu hamil Trimeter II dan III di Wilayah Kerja Puskesmas  Sawah Lebar Bengkulu    yang berjumlah 158 responden.  Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat  dan  bivariat  menggunakan  SPSS.  Hasil:    dari  158  orang  responden  ditemukan sebanyak 99 orang (62,7%) ibu yang tidak tepat dalam melakukan Kunjungan ANC, 86 orang (54,4%) ibu yang mengalami penyulit dalam persalinan sebelumnya, 81 orang (51,3%) ibu yang tidak mengalami depresi  saat  hamil, ibu hamil yang melakukan  kunjungan  ANC tidak tepat sebesar  57  orang  (36%)  mengalami  depresi,  dan  ibu  hamil  yang  memiliki  pengalaman persalinan dengan penyulit 50 orang (31,6%) mengalami depresi. Kesimpulan: Ada Pengaruh antara  Kunjungan  ANC  dan  Pengalaman  Persalinan  dengan  Depresi  Pada  Ibu  Hamil    di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.