cover
Contact Name
Enggar Patriono
Contact Email
epatriono@unsri.ac.id
Phone
+62711580306
Journal Mail Official
biovalentia@unsri.ac.id
Editorial Address
JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jalan Raya Palembang-Prabumulih KM 32 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662 Indonesia
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sriwijaya Bioscientia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 27220680     DOI : https://doi.org/10.24233/sribios
Publikasi karya ilmiah secara berkala melalui jurnal elektronik sebagai tujuan SRIWIJAYA BIOSCIENTIA. Karya ilmiah yang dipublikasi oleh SRIWIJAYA BIOSCIENTIA termasuk dalam bidang ilmu Biologi murni dan Biologi terapan. Biologi murni termasuk Ekologi, Biosistematika, Fisiologi, Biologi Perkembangan, Mikrobiologi, Genetika. Biologi terapan termasuk Bioteknologi dan ilmu-ilmu turunan Biologi murni. Karya ilmiah yang dipublikasi dapat berupa hasil penelitian, studi kasus, review.
Articles 15 Documents
Komunitas ikan di perairan tawar wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah Haryono, Haryono; Sauri, Sopian
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.531 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.1.2020.164

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan jenis ikan yang tinggi, namun belum terdata dengan lengkap. Salah satunya adalah komunitas ikan air tawar di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji keanekaragaman jenis ikan, kelimpahan, sebaran, dan potensinya. Penelitian ini menggunakan metode survey pada tujuh stasiun berbasis CPUE (catch per unit of effort). Pengambilan sampel ikan menggunakan electrofishing yang dioperasikan selama 1-2 jam per stasiun. Ikan yang tertangkap dicatat jumlah jenis dan jumlah individu setiap jenisnya. Hasil penelitian ditemukan 22 spesies yang tergabung ke dalam 9 famili, Gobiidae merupakan famili yang paling dominan dengan anggota sebanyak 9 spesies diikuti Eleotrididae 6 spesies. Kelimpahan jenis ikan yang ditemukan bervariasi dengan kisaran 1-14,60 ind./st., jenis ikan yang paling melimpah adalah Ophieleotris aporos (14,60 ind./st.); kisaran sebaran antara 14,29-85,71% dan yang tersebar paling luas adalah Kuhlia marginata. Berdasarkan potensinya sebagian besar jenis ikan yang ditemukan dapat dikembangkan sebagai ikan hias.
Pemodelan pengaruh peningkatan suhu udara terhadap laju transpirasi bibit Lansium domesticum Corr menggunakan metode potometer yang dimodifikasi Sugiarto, Ari; Marisa, Hanifa; Sarno, Sarno
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.536 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.1.2020.165

Abstract

Pemodelan pengaruh peningkatan suhu udara di Sumatera Selatan (1977,1997,dan 2017) terhadap laju transpirasi bibit Lansium domesticum Corr  dengan menggukan metode Potometer yang dimodifikasi menunjukkan terjadi peningkatan laju transpirasi bibit L.domesticum yang signifikan. Perlakuan suhu udara minimum 22,9 oC - 24,4 oC menyebabkan terjadin peningkatan laju transpirasi sebesar 3,66 mm3/g tanaman/jam, suhu udara rata-rata harian 26,3 oC - 27,6 oC menyebabkan terjadinya peningkatan laju transpirasi sebesar 7,76 mm3/g tanaman/jam, suhu udara maksimum 31,7 oC - 32,9 oC menyebabkan terjadinya peningkatan laju transpirasi sebesar 4,03 mm3/g tanaman/jam. Terjadinya peningkatan laju transpirasi dari pemodelan ini dapat memperkirakan bahwa adanya ancaman kelangsungan hidup L.domesticum dari dampak peningkatan suhu udara di Sumatera Selatan.  
Uji kemampuan konsorsium bakteri hidrokarbonoklastik sebagai agen bioremediasi Hardestyariki, Dwi; Yudono, Bambang
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.935 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.1.2020.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencapatkan bakteri rhizosfer yang berpotensi sebagai agen bioremediasi. Pengambilan sampel pada rhizosfer tanaman digunakan metode purposive sampling. Sampel tanah diambil dari sekitar rhizosfer tanaman yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi oleh minyak. Bakteri diisolasi dari sampel tanah di sekitar rhizosfer, yang kemudian dilakukan seleksi dengan langkah-langkah yaitu dilakukan pemurnian, seleksi tahap 1 dan seleksi tahap 2. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak 34 bakteri yang diisolasi dari 3 lokasi sampling yang berbeda. Dari keseluruhan bakteri diperoleh 4 isolat bakteri yang memiliki kemampuan baik dalam bioremediasi, yaitu  isolat A.4.10;  A.6.3 ;  C.6.7;   dan A.5.8. Kultur campur keempat isolat bakteri tersebut diketahui dapat dijadikan sebagai agen bioremediasi yang dapat dilihat dari peningkatan populasi bakteri, persentase degradasi TPH, dan peningkatan kadar CO2 dalam proses bioremediasi.
Mangroves succession in the restoration areas of Sembilang National Park South Sumatera Sarno, Sarno; Harmida, Harmida; Aminasih, Nita; Marisa, Hanifa
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.813 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.1.2020.167

Abstract

Mangrove conditions in the region under pressure and degradation from year to year. The main cause of mangrove destruction in the Sembilang National Park (SNP) is cultivation or manufacture of fish ponds, especially in the Peninsula Banyuasin South Sumatra. The activities of these ponds have resulted in the degradation of mangrove, especially in greenbelt. The destruction of mangrove areas causes a decrease in the quality and extent of mangrove areas which result in the degradation of a variety of important functions. Damage to mangroves occur both at the regional, national and even up to the global level. The purpose of this study is to know the process of natural mangrove revegetation on former ponds. The composition of the type of vegetation that grows in the area of the former ponds in South Sumatra region SNP restoration consists of four species: Avicennia marina (Forssk.) Vierh., Avicennia alba Blume, Rhizophora mucronata Lam., and Portulaca villosa. The most dominant species of mangrove revegetation of former pond in SNP is A. marina.
Struktur dan komposisi mangrove di arboretum Taman Nasional Berbak dan Sembilang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Sarnubi, Sarnubi; Sarno, Sarno; Marisa, Hanifa
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.646 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.1.2020.168

Abstract

Indonesia memiliki kawasan hutan mangrove yang cukup luas, salah satu daerah penyebarannya adalah di Sumatera Selatan. Hutan mangrove merupakan tipe vegetasi yang tumbuh dan berkembang pada daerah tanah berlumpur dan juga berpasir yang terdapat di sepanjang pantai atau muara sungai. TNBS mempunyai areal model arboretum mangrove yang merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang gunakan sebagai lahan pendidikan dan penelitian yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi mangrove di arboretum TNBS Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2017 sampai dengan Februari 2018. Data yang dikumpulkan adalah data primer yang diperoleh langsung dari lapangan yang kemudian dilakukan analisis data menggunakan Microsoft excel serta dilakukan pengambilan data parameter kualitas lingkungan. Pengambilan data struktur dan komposisi di lokasi pengambilan data dibuat dengan metode transek sedangkan stratifikasi tajuk dilakukan dengan menggunakan metode diagram profil. Hasil penelitian ini  ditemukan 13 jenis mangrove yang termasuk kedalam 7 famili, dan didapatkan bahwa arboretum TNBS memiliki struktur tegakan vegetasi mangrove meliputi 5 jenis pada tingkatan semai, 8 jenis pada tingkatan pancang dan 8 jenis pada tingkatan pohon. Kesimpulan daripenelitian ini bahwa komposisi jenis mangrove di arboretum TNBS terdiri dari 13 jenis  yang terdiri dari 9 spesies mangrove mayor, 2 spesies mangrove minor dan 2 spesies mangrove asosiasi.
Kajian Daya Hambat Ekstrak Antibakteri Dari Isolat Actinomycetes Terhadap Vibrio sp. Resisten Ampisilin Dan Tetrasiklin Claudya Naomi Hutagalung, Ratna; Nugroho Ekowati, Christina; Farisi, Salman; Sumardi, Sumardi; Arifiyanto, Achmad
Sriwijaya Bioscientia Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1383.688 KB) | DOI: 10.24233/sribios.2.1.2021.184

Abstract

Actinomycetes dengan kode isolat RH dan AF diisolasi dari tanah mangrove Hanura, Lampung Timur dan tanah rizosfer Sidoarjo. Kedua isolat diidentifikasi secara mikroskopis dan makroskopis. Isolat diseleksi berdasarkan aktivitas antibakteri, uji tantang terhadap Vibrio sp., dan didukung dengan uji patogenitas untuk mengetahui sifat patogen dari isolat tersebut.  Zat antibakteri dari isolat diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut metanol dan etil asetat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat RH dan AF mampu menghambat pertumbuhan Vibrio sp. resisten antibiotik. Pada uji tantang terhadap Vibrio sp. resisten antibiotik terbentuk zona jernih diantara kedua isolat yang menunjukkan bahwa isolat RH memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Vibrio sp. resisten antibiotik. Pada uji patogenitas kedua isolat Actinomycetes RH tidak menunjukan kemampuan hemolisis apapun yang dibuktikan dengan tidak terbentuknya zona jernih pada medium agar darah, namun pada isolat AF menunjukan kemampuan β-hemolisis yang dibuktikan dengan terbentuknya zona jernih pada medium agar darah.
Potential of Neptunia Oleracea Lour. on Phytoremediation Coal Acid Mine Drainage Nasution, Rika; Tri Wardana, Singgih; Tanzerina, Nina; Pertiwi Estuningsih, Sri; Juswardi, Juswardi
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.275 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.2.2020.190

Abstract

Environmental problems in coal mining activities include acid mine drainage (AMD). Efforts to overcome the impact of AMD waste can be done by means of phytoremediation. Neptunia oleracea Lour. is one type of aquatic plant that has the potential to adapt and accumulate heavy metals. So it is necessary to do research with the aim of knowing the potential of N. oleracea in AMD phytoremediation. The phytoremediation potential of N. oleracea used a completely randomized design (CRD): without AMD as control (0%), with AMD concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%. The results showed that N. oleracea has the potential to increase pH by 0.0322/day and reduce Fe content by 0.4760 mg/l/day, Mn 0.5776 mg/l/day, sulfate 0.4809 mg/l/day and reduce TSS by 0.0818 mg/l/day, at 100% AMD concentration. It can be concluded that N. oleracea has potential as an AMD phytoremediation agent to be developed in system constructed wetlands (CWs).
Inventarisasi Anggrek di kawasan Hutan Desa Tanjung Sakti Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat Sebagai Data Dasar Dalam Upaya Introduksi Anggrek di Semambu Edu-Land Desa Pulau Semambu Kabupaten Ogan Ilir Setiawan, Doni; Aprilia, Ina; Pragustiandi, Guntur; Indrianti, Winda; Firman Saputra, Rio
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.151 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.2.2020.197

Abstract

This study aims to inventory of the types on orchids found in the forest area of Tanjung Sakti Village, Tanjung Sakti Pumi District, Lahat Regency. This research was motivated by the first plan of conservation efforts by introducing several types of orchids found to the Semambu Edu-land area for conservation. This study used an exploratory method, while data collection was carried out by method of explore as far as 3 km following the path of forest areas and river flow. The results of this study found that 26 species of orchids are included in 21 genera consisting of orchids based on their habitus of 14 epiphytic orchids and 5 terrestrial orchids, and 2 orchids were found in both. Based on the IUCN Redlist category, it was found that one species of orchid whose conservation status was Endangered, namely Papiophedillum superbiens, and of the 26 species found from the initial research, 11 species of orchids were introduced in Semambu Edu-land, Pulau Semambu Village.
Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan Sri Pujihastuti, Laila; Tanzerina, Nina; Aminasih, Nita
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.255 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.2.2020.198

Abstract

The use of plants as traditional medicine has been widely known for a long time by the community, especially the Anak Dalam Tribe in Sungai Jernih Village, Rupit District Musi Rawas Utara Regency, South Sumatera. The purpose of this research is to inventoryof the types of medicinal plants, knowing family and habitus, types of diseases, plant organs used, processing methods and how to use plants used by the community as traditional medicine to treat various types of diseases. Method which conducted using a descriptive survey method by conducting interviews from three speakers who are traditional healers to help the process of collecting data in the field. The results showed that plants that were used as medicine by tribal children were found as many as 93 types of plants with 48 families and the largest families were Fabaceae and Piperaceae (6.45%) and were able to treat as many as 47 types of diseases with 116 medicinal ingredients. The largest plant habitats are shrubs, (32.25%) and as much as (60.21%) medicinal plants that’s grow wild both that grow wild in the forest and grow wild in the yard of the house. The most part of the plant organs used was the leaves (59.13%), the largest method of processing was boiling (67.74%) and the largest way of using it was drinking (61.29%%).
Etnobotani Tumbuhan Obat Solanaceae Pada Masyarakat Suku Kerinci Di Wilayah Lempur Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi Azzikri, Azzikri; Tri Wardana, Singgih; Harmida, Harmida
Sriwijaya Bioscientia Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.965 KB) | DOI: 10.24233/sribios.1.2.2020.199

Abstract

The Kerinci tribe is a traditional community that has long had close interactions with the living natural resources and its ecosystem. The lempur region is the oldest area in kerinci which is inhabited by native Kerinci tribes. Research on ethnobotany of medicinal plants in this region is still very small because there are still a number of villages that have not yet been explored and documented. Therefore, it is necessary to conduct a study to obtain data and information on the ethnobotany of medicinal plants in this region. The purpose of this study was to determine the diversity of medicinal plant species and how to use the Zingiberaceae medicinal plant by the Kerinci tribe in the Lempur region. The research method was carried out using descriptive method through field observations and interviews. Based on the research that has been done, there are 5 types of medicinal plants Solanaceae. The benefits of this plant can treat diseases such as, sore eyes, blood booster disease, hypertension, asthma, and stomach ache.

Page 1 of 2 | Total Record : 15