cover
Contact Name
Ahmad Fauzan
Contact Email
elizdiwaj@radenintan.ac.id
Phone
+628996444357
Journal Mail Official
elizdiwaj@radenintan.ac.id
Editorial Address
Jln. Lektol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung Rumah Jurnal Fakultas Syari'ah UIN Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
El Izdiwaj Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law
ISSN : -     EISSN : 27460126     DOI : 10.24042/el-izdiwaj.v2i2.
Core Subject : Religion,
El Izdiwaj Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law jurnal yang membahas artikel dalam bidang hukum keluarga Islam dan hukum perdata dengan berbagai pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 33 Documents
PROBLEMATIKA DAN PERAN KELUARGA DALAM MENCEGAH PERKAWINAN SEDARAH Hervin Yoki Pradikta; Hasanuddin Muhammad
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.551 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v1i1.7151

Abstract

Perkawinan sedarah merupakan ikatan perkawinan/terjadinya hubungan layaknya suami isteri yang memiliki hubungan darah. Kasus perkawinan sedarah pernah terjadi di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan antara kakak kandung dengan adik kandungnya. Selain itu juga ada kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Pringsewu Lampung yang melibatkan ayah, kakak dan adiknya. Lalu apa yang menjadi problem terjadinya perkawinan sedaran dan bagaimana peran keluarga untuk mencegah terjadinya perkawinan sedaran dengan anak kandungnya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan problematika dan peran keluarga untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah. Tulisan ini menggunakan analisa deskriftif untuk menguraikan problem dan peran keluarga untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah. Hasilnya problem terjadinya perkawinan sedarah adalah karna tidak berfungsi peran keluarga. Keluarganya semestinya menjalankan fungsi edukasi, religius, protektif, sosialisasi, ekonomi, rekreatif dalam upaya pencegahan perkawinan sedarah.
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KELUARGA Erni Yusnita Yusnita; Era Octafiona
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.613 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.10283

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama, peran orang tua senantiasa menjaga dirinya sendiri dan keluarganya agar terhindar dari api neraka. Secara realita penulis perhatikan sebagian besar dari orang tua banyak yang lalai akan tanggung jawabnya di dalam mendidik anak. Untuk itu perlu mengkaji dan menggali kembali peran orang tua terhadap pendidikan anak khususnya yang ada dalam surat at-tahrim Ayat 6. Dalam Quran Surat At-Tahrim ayat 6 memerintahkan kita agar menjaga diri sendiri dan keluarga dari kesesatan dan keburukan agar terhindar dari api neraka. Peran orang tua terutama ayah dalam pendidikan keluarga memiliki peranan penting terhadap isteri dan anak-anaknya dengan menanamkan nilai-nilai pendidikan keislaman baik dari pendidikan akidah, akhlak dan ibadah.
FAKTOR EKONOMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KASUS PERCERAIAN ERA PANDEMI COVID-19 DALAM TINJAUAN TAFSIR HUKUM KELUARGA ISLAM Abuzar Alghifari; Anis Sofiana; Ahmad Mas'ari
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.184 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v1i2.8405

Abstract

ABSTRAK: Pandemi Covid-19 sebagai persitiwa global memiliki dampak yang juga bersifat global. Tidak hanya dalam pengertian geografis namun juga pada praksis kehidupan. Berbagai negara dilanda pandemi lalu berdampak kepada banyak aspek tidak terkecuali perekonomian. Pandemi menimbulkan shock (guncangan) ekonomi dan mengakibatkan banyak keluarga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tragisnya, tidak jarang ketika masalah ini tidak terselesaikan justru kehidupan rumah tangga  itu sendiri yang diselesaikan dengan perceraian. Suatu fase dimana suami-istri seharusnya semakin mengencangkan kebersamaan agar mampu melewati pandemi dengan segala dampaknya ini. Tujuan penelitian ini untuk menelaah bagaimana tuntunan wahyu al-Qur’an dalam menyoroti kenyataan ini yaitu melalui perspektif tafsir hukum keluarga Islam.Penelitian ini menyimpulkan bahwa sakinah (ketenangan) merupakan tujuan mendasar dalam berpasang-pasangan. Sakinah tersebut merupakan hasil dari kolaborasi dua faktor utama, yaitu mawaddah (kecenderungan materialistik) dan rahmah (kecenderungan non-materialistik). Terganggunya perekonomian yang termasuk dalam kategori mawaddah, secara otomatis akan berpengaruh terhadap kualitas sakinah yang dihasilkan. Ketika kualitas sakinah terganggu akan menghasilkan goncangan terhadap eksistensi atau azwaja, yaitu hubungan keberpasangan. Sakinah akan mengalami fluktuasi disebabkan fluktuatifnya mawaddah dan rahmah itu sendiri. Karena itu, kedua faktor ini seharusnya mampu bekerja sama dan saling mengisi untuk mempertahankan eksistensi sakinah sehingga suami-istri terus mampu mempertahankan kebersamaannya. Dengan demikian, wahyu al-Qur’an menuntunkan bahwa terguncangnya aspek mawaddah, dalam hal ini adalah faktor ekonomi di era pandemi, tentu akan menyebabkan terguncangnya sakinah (ketenangan) dalam rumah tangga (azwaja). Dalam hal ini, aspek rahmah mesti hadir dan lebih diperkuat perannya untuk menjaga stabilitas sakinah sehingga kehidupan berpasangan (azwaja) mampu dipertahankan semaksimal mungkin dan perceraian menjadi tidak perlu terjadi.
KONSEP KELUARGA SAKĪNAH DALAM ALQURAN Abdul Qodir Zaelani; Issusanto Issusanto; Abdul Hanif
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.064 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i2.10897

Abstract

 Membentuk keluarga bahagia (sakīnah) tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan menghadang, dan dinamika yang mengguncang. Diperlukan pemahaman yang dalam untuk bisa menjalankannya sehingga cita-cita menjadi keluarga bahagia dapat terwujud. Berdasarkan pendekatan normatif, ditemukan konsep keluarga sakīnah dalam Alquran. Setelah ditelusuri, dalam Alquran secara implisit dijelaskan hakikat, visi dan fungsi berkeluarga. Terkonsep dalam Alquran, agar terbentuk keluarga sakīnah, diperlukan etika yang baik oleh anak kepada orang tua, menerapkan prinsip saling menerima, menghargai, mempercayai dan melengkapi, membudayakan berbuat kebaikan, saling memposisikan diri masing-masing, mendidik  keluarga (intelektual, kepribadian dan sosial, akidah dan akhlak), serta menjalin hubungan akrab: menjalin ikatan cinta antara anak dan orang tua (ouderlikemacht).
Fiqh Rasional Dan Tekstual Ibn Rusyd dan Implikasinya bagi Hukum Islam Modern Muhammad Jayus; Muhammad Irham; Siti Karimah
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.512 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v1i1.7093

Abstract

Aspek rasionalitas filsafat Aristoteles mencapai puncaknya pada Ibnu Rusyd. Ibnu Rusyd membidas balik kritik Al-Ghazali, dan mencoba mensucikan filsafat. Beliau diakui sebagai murid Aristoteles termurni di antara para filosof muslim. Kontribusi utamanya Ibnu Rusyd terhadap filsafat Islam adalah, pertama, tesisnya tentang ragam jalur untuk mencapai kebenaran yang sama. Semua jalur yang dipakai sama-sama bisa diterima, dan didasarkan pada teori makna (the theory of meaning) yang sangat rasional dan kaya pemikiran. Kedua, Ibnu Rusyd berusaha memadukan antara filsafat dan agama setelah Al-Kindi, filosof pertama yang memadukan keduanya.Ibnu Rusyd menyerukan untuk mengikuti garis-garis pemikiran rasionalisme dan pembelaannya yang sangat heroik terhadap argumen kausalitas, sebagai jalan perjuangan demi “pembalikkan” atas situasi saat itu. Dan proyek besar Ibnu Rusyd adalah merekonstruksi dimensi rasionalitas dalam agama dan filsafat atas dasar prinsip burhani. Dia melakukan dua langkah untuk meloloskan proyeknya
PENERAPAN KONSEP MAQASHID ASY SYARIAH DI PERUSAHAAN PENAMBANGAN BATU BARA DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ika rusmayasari
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.868 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.9946

Abstract

Dampak yang ditimbulkan dari eksploitasi perusahaan penambangan batubara terhadap masyarakat adalah munculnya konflik kepentingan pada pengurus desa terkait proses ganti rugi lahan, dimana aparat menjadi perantara ganti rugi kepada perusahaan, masyarakat dengan mudah menggantirugikan tanahnya kepada perusahaan tanpa memikirkan nasib ladang berpindah dan sumber ekonomi kehutanan lainnya, masyarakat tidak ingin melakukan aktivitas seperti gotong royong karena mengukur pekerjaan dengan kompensasi uang, perputaran uang di desa sangat besar yang bersumber dari ganti rugi lahan, namun hanya bertahan dalam waktu singkat, karena habis untuk kebutuhan konsumsi, sama sekali tidak meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat jangka panjang. Selain itu perusahaan dalam mencapai kepentingannya sering memberikan bantuan sosial, mengatasnamakan program tanggungjawab sosial perusahaan, baik dalam bentuk uang maupun barang.
LEGISLASI HUKUM ISLAM PERSEKTIF TATA HUKUM INDONESIA Khairuddin Tahmid
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.087 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v1i1.7082

Abstract

Arah politik hukum nasional terhadap legislasi hukum Islam dalam perspektif tata hukum Indonesia, tetap dalam bingkai sistem hukum Indonesia, bukan berdasar agama tertentu, tetapi memberi tempat kepada agama yang ada untuk menjadi sumber hukum atau memberi bahan hukum terhadap produk hukum nasional. Hukum agama sebagai sumber hukum disini diartikan sebagai sumber hukum matriil  dan bukan harus menjadi sumber hukum formal. Proses legislasi hukum Islam menjadi hukum nasional harus melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan keilmuan (akademis) dan demokratisasi, dan bukan melalui indoktrinasi. Sekalipun proses legislasi hukum Islam dengan menjunjung tinggi kedua pendekatan di atas, tidak saja berimplikasi terhadap berjalannya produk hukum yang diterima oleh masyarakat Indonesia, juga memiliki legitimasi hukum yang kuat.   
PELAKSANAAN PEMBAGIAN HARTA BERSAMA PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Muhammad Iqbal
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.468 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v1i2.8489

Abstract

Putusnya perkawinan adalah hal yang diperbolehkan apabila keutuhan rumah tangga sudah tidak bisa dipertahankan. Ketika perkawinan tersebut telah putus, maka akan timbul hukum baru terkait hak dan kewajiban serta status. Permasalahan dalam artikel ini adalah bagaimana praktik dan dampak pembagian harta bersama pasca perceraian pada perkara Nomor. 0480/Pdt.G/2017/PA.Tlb serta tinjauan hukum positif atas putusan tersebut. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan dengan pola deskriptif analisis. Praktik penyelesaian sengketa harta bawaan dan harta bersama serta pembagiannya pada perkara Nomor. 0480/Pdt.G/2017/PA.Tlb telah dilakukan dengan baik oleh majelis hakim. Proses tersebut dilakukan berdasarkan pemeriksaan perkara hingga putusan yang menetapkan harta bawaan dan harta bersama bagi pihak yang berperkara. Sedangkan dampak dari putusan tersebut adalah bahwa masing-masing pihak harus melaksanakan putusan tersebut. Tinjauan hukum positif dalam putusan perkara Nomor 0480/Pdt.G/2017/PA.Tlb telah dilakukan secara cermat oleh majelis hakim dengan mempertimbangkan pembuktian pada proses persidangan dengan menjunjung tinggi nilai keadilan bagi para pihak. Pada proses putusan hakim mempertimbangkan putusan dengan merujuk pada aturan yang berlaku (positivistik) ditambah dengan membuat putusan di luar aturan tersebut (progresif) demi menjunjung nilai keadilan.
Pembaruan Islam Bidang Keluarga dan Relevansinya dengan Peraturan Poligami di Indonesia Suud Sarim Karimullah
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.276 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i2.10862

Abstract

If the arrival of Islam equitably regulates the polygamy procedure, this is the same as the presence of marriage regulations in Indonesia. Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2019 concerning Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage is a marriage regulation in Indonesia, one of which aims to provide legal certainty for polygamy in Indonesia. This article examines the Islamic reform in the family sector, especially on the issue of polygamy before Islam, after Islam came, and the rules of polygamy in Indonesia and how they are relevant between Islamic reform in the family sector and the rules of polygamy in Indonesia. Then, the library research is a data collection method used in writing this article with an analytical descriptive nature. Meanwhile, making it as additional knowledge and further reference in studying polygamy and its legal regulations in Indonesia is the goal expected in the preparation of this article. This article concludes that polygamy in Islam and marriage regulations in Indonesia are strictly regulated so that there is no mistreatment of women and try to provide protection and cover discrimination perpetrated by men against women in family life.
Konsep Adil Dalam Praktek Poligami Menurut Imam Syafe'i dan Imam Malik Maya Riri Maya Noviana Sari
El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.092 KB) | DOI: 10.24042/el-izdiwaj.v2i1.9962

Abstract

Pembahasan tentang Poligami telah dijelaskan dalam Al Quran surat An-nisa ayat 3 yaitu pembatasan berpoligami sampai 4 orang saja tetapi harus berlaku adil, apabila tidak dapat bersikap adil maka disarankan untuk menikah seorang saja. Dalam surat Annisa ayat 129 juga dijelaskan bahwa seorang suami yang berpoligami wajib berbuat adil terhadap istri- istrinya. Hukum poligami dalam syariat Islam adalah ja’iz atau dengan kata lain ‘boleh’, dengan catatan suami mampu berlaku adil di antara  sesama isterinya, ayatnya jelas jika suami tidak mampu berlaku adil maka cukup satu isteri saja.                                         Para ulama berbeda pendapat tentang hukum poligami. Menurut Sayyid Qutub, poligami merupakan suatu perbuatan rukshah. Karena merupakan rukshah, maka bisa dilakukan hanya dalam keadaan darurat, yang benar-benar mendesak. Kebolehan ini disyaratkan bisa berbuat adil terhadap istri-istri. Sedangkan menurut Masjfuk Zuhdi menjelaskan bahwa Islam memandang poligami lebih banyak membawa resiko daripada manfaatnya. Karena manusia menurut fitrahnya mempunyai watak cemburu, iri hati dan suka mengeluh. Watak-watak tersebut mudah timbul dengan kadar tinggi, jika hidup dalam kehidupan keluarga yang poligami.

Page 1 of 4 | Total Record : 33