cover
Contact Name
Willy Ramadan
Contact Email
willyramadan@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281384944372
Journal Mail Official
willyramadan@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Kantor Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah
ISSN : 23549068     EISSN : 25799851     DOI : -
Alhiwar is kedakwahan science and engineering study Journal, which is published twice a year every July and December, referring to the critical analysis study, commercial articles Research in kedakwahan science and engineering. This journal was first published in the year 2013 until now. All documents submitted to the journal should be written in either Indonesian, English and Arabic. Visit us at http://jurnal.iain-antasari.ac.id/index.php/alhiwar/ contains posts in the form of a scientific article that is created from a reference research paper, critical analysis study, and research results in the fields of kedawahan science and engineering.
Articles 44 Documents
Kekuasaan dan Politik Lembaga Pendidikan Islam Rofik Aksan
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-hiwar.v10i1.6898

Abstract

The world of politics and power has become inseparable in policy making in all fields, this also happens in the world of Islamic education. Islamic Educational Institutions that are so widely spread throughout the country are of course a strategic issue in power and politics. The purpose of this article is to find out the extent to which Islamic education influences and influences power and politics in Indonesia. This article discusses several things about the political world in Islamic Education Institutions and discusses the relationship between power politics and Islamic education in Indonesia, the political urgency of Islamic education and the position of Islamic education in Indonesia. In addition, several issues will also be discussed including the Strength of Education, Politics and Power in Education, Islamic Education in Indonesia, Education Patterns in Indonesia, as well as four issues that are closely related to the implementation of power-based education, namely, domestication and ignorance, indoctrination, democracy education, and social integration.  
Dakwah dan Bimbingan Islami A Gazali
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-hiwar.v10i1.6931

Abstract

Abstract: Humans are creatures that have two environments, physical and spiritual. Both can engage in the relationship between guidance and individual or social problems. Therefore, the need for guidance, both in terms of physical and spiritual aspects is a necessity. Islam is a religion of revelation, and its teachings aim to spread mercy for both humans and other creatures. Islam has materials and methods to guide humans to reach this grace. The material is in the Islamic da'wah movement, and the method is in Islamic spiritual guidance  
Strategi Perubahan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Dan Spiritual Personal Muhammad Rahman
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-hiwar.v10i1.6943

Abstract

This study aims to determine the strategy of organizational culture change to increase emotional and spiritual intelligence in organizational members. The method used is a qualitative approach with the type of library research (library research). Organizational culture change strategies include; aggressive approach, peaceful approach, corrosive approach and indoctrination approach. Then there are five stages of change, namely; deformative, reconciliative, acculturative, enactive and formative. Furthermore, the dimensions of change include; structural dimension, space and time dimension, change process dimension, contextual dimension and subjective dimension. The parameters are; expressive power, communality power, penetration power, adaptive power and endurance. Organizations that expect their organization's existence to be maintained must of course be friends with change. Organizational culture will certainly have an effect on organizational members, in this case it is hoped that the changes in organizational culture that are carried out can certainly be one of the foundations in increasing emotional and spiritual intelligence for every individual in the organization. The conclusion is that making a change to the organizational culture in order to improve the emotional and spiritual intelligence of members of the organization of course requires various strategies which must be adapted to each situation so that the desired results can be achieved.
Manajemen Media Bimbingan dan Konseling Nadzmi Akbar
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1185

Abstract

Problem yang sering terjadi dalam upaya-upaya perubahan sikap, perilaku dan penyelesaian individu adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh penyuluh tidak dapat membuka ruang gerak pikir, tidak mampu membangun logika serta tidak menyentuh emosi yang tidak menumbuhkan kesadaran akan sebuah keputusan yang diambil oleh klien. Hal tersebut terjadi oleh karena berbagai faktor diantaranya; penyuluh terlalu monoton dalam melaksanakan proses bimbingan, kurang mampu melakukan proses bimbingan dan konseling, penyampaian pesan oleh penyuluh terlalu abstrak sehingga klien tidak memahami, merasa bosan yang pada akhirnya klien tidak dapat mengambil sebuah kesimpulan terhadap substansi dan proses kegiatan bimbingan yang dianggap hanya serimonial yang tidak dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Penggunaan media dalam kegiatan bimbingan dan konseling sebagai solusi untuk menyelesaikan problem-problem sebagaimana tersebbut di atas. Manajemen media bimbingandan konseling merupakan  upaya untuk mendukung kelancaran dan efektifitas dari proses bimbingan dan konseling. Dengan penggunaan media yang termanajemen dengan baik maka penyuluh lebih mudah dalam menyampaikan pesan yang dapat menggugah perasaan, membuka wawasan dan mudah dalam menumbuhkan logika berpikir yang lebih realistis.
Pelaksanaan Bimbingan Keagamaan Terhadap Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Teluk Dalam Banjarmasin Fahrurrazi -; Syarifuddin -
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1186

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan keagamaan di Lapas Klas IIA Teluk Dalam Banjarmasin secara kualitas dan kuantitas pembinaan, juga untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penunjang dan penghambat dalam pembinaan keagamaan di Lapas, dan juga ingin mengetahui hasil yang telah dicapai dari pembinaan yang dilaksanakan. hasil dari analisis dalam penelitian ini guna untuk memaksimalkan pembinaan yang dilakukan dan mengatasi problem pembinaan, serta mengevaluasi pembinaan yang telah dilaksanakan.Berdasarkan hasil penelitian ini, pelaksanaan bimbingan keagamaan di Lapas Klas IIA Teluk Dalam Banjarmasin, berjalan dengan baik, dan bentuk bimbingan keagamaan yang dilakukan adalah ceramah agama, pembelajaran alquran dan kandungannya, tahfiz alquran, konseling individual, bimbingan salat berjamaah, perpustakaan buku keagamaan, buletin, dan momentum peringatan hari-hari besar Islam, seperti Maulid, Isra’ dan Mikraj, nisfu sya’ban, kegiatan bulan suci Ramadhan, seperti pesantren kilat, bimbingan puasa, salat taraweh, kultum, tadarus alquran buka bersama, dan refleksi hari raya Id Al-Fitri dan Id Al-Adha.Faktor yang menjadi penunjang adalah kebijakan Lapas, lengkapnya sarana dan prasarana, Pembina professional, dan ketersediaan buku-buku agama. Sedangkan faktor yang menghambat adalah faktor keamanan, kurangnya kemauan dan kesadaran warga binaan, dan kesulitan dalam memahami materi. Adapun hasil yang telah dicapai dari pembinaan yaitu meningkatnya pengetahuan dan pemahaman, serta pengamalan keagamaan warga binaan, adanya pengalaman keagamaan berupa ketenangan jiwa, perubahan akhlak, melahirkan kader-kader da’i, dan adanya perubahan aqidah atau pengislaman. Dari hasil tersebut, bisa kita ketahui bahwa pembinaan keagamaan di Lapas Banjarmasin terbilang berhasil.
Tanggapan Terhadap Program Siaran Keagamaan Radio Gema Kuripan Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara Dewita Shanty; Surianor Surianor
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1187

Abstract

Di tengah kemajuan media elektronik dewasa ini, radio masih dapat bertahan dan berkembang. Hal ini disebabkan radio memiliki keunggulan-keunggulan komparatif, meskipun dalam beberapa hal juga memiliki kelemahan. Radio Gema Kuripan Amuntai yang berdiri sejak tahun 1969 masih terus eksis dan berkembang hingga sekarang.  Semua ini antara lain disebabkan siaran keagamaan atau dakwah Islamiah termasuk menonjol dan diutamakan di antara sejumlah siaran lainnya yang dianggap aktual dan bermanfaat bagi masyarakat. Radio ini dapat bertahan dan berkembang juga disebabkan pengelolaannya cukup profesional dan berusaha memperhatikan kondisi sosiologis, psikologis dan kebutuhan masyarakat pendengarnya.
Dakwah Ulama Tentang Zakat Pertanian Di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Rina Rina; Syuhada Syuhada
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.938 KB) | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1188

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah; Untuk mengetahui pandangan ulama tentang zakat pertanian, materi, Metode yang disampaikan dan digunakan oleh ulama pada masyarakat Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Dakwah Ulama tentang Zakat Pertanian di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala, adalah ; Para ulama sepakat bahwa zakat pertanian, khususnya padi,  hukumnya adalah wajib. Tetapi mereka berbeda pendapat tentang jumlah belik padi yang wajib dizakati. Sebagian berpendapat apabila padi sudah sampai 100 belik maka wajib dizakati. Yang lainnya berpendapat kalau padi sudah sampai 85 belik maka wajib dizakati. Kemudian ada juga yang berpendapat bahwa kalau padi sudah sampai 84 belik baru wajib dizakati. Namun mereka semua berpendapat bahwa jumlah zakat yang dikeluarkan adalah 10 %. Materi Dakwah yang disampaikan para Ulama di Kecamatan Anjir Pasar tentang zakat pertanian tidak terlepas dari hukum-hukumnya serta bagian-bagiannya, seperti takaran wajib pemberian zakat  ataupun orang-orang yang berhak menerima zakat tersebut. Terkait materi tersebut, kemudian beberapa ulama juga menjelaskan bahwa selain menyampaikan materi terkait zakat pertanian, mereka juga menyampaikan materi-materi yang lain, seperti kewajiban sholat dan lain-lain. Metode dakwah para Ulama dalam  penyampaian materi tentang zakat pertanian tersebut biasanya dilaksanakaan oleh para ulama dengan dua metode yang digunakan yaitu metode dakwah bil lisan dan dakwah bil Hikmah. Dakwah bil lisan seperti ceramah mingguan ataupun bulanan biasanya dilakukan oleh Ulama dalam kesempatan tertentu seperti pengajian rutin, majelis ta’lim maupun undangan-undangan acara di masyarakat. Selain itu dalam acara-acara besar tentu  juga diisi dengan ceramah-ceramah agama. Dalam kesempatan lain juga disampaikan materi dakwah dengan metode bil lisan seperti dalam Khutbah Jum’at.
Strategi Komunikasi Para Guru Dalam Penyampaian Pesan-Pesan Keagamaan Kepada Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri Kelua Sahib Hartoni; Armiah Armiah; Raden Yani Gusriani
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.595 KB) | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi para guru dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan kepada siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kelua, faktor pendukung dan penghambatnya serta upaya-upaya yang dilakukan oleh para guru MAN Kelua.Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah serta seluruh staf dewan guru yang berjumlah 40 orang. Adapun objek penelitian ini adalah strategi komunikasi para guru dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan kepada siswa, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya-upaya yang dilakukan oleh para guru MAN Kelua.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fiedl research), sedangkan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumenter, sedangkan teknik pengolahan data menggunakan metode kualitatif kemudian diberikan kesimpulan dengan metode induktif.Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa strategi komunikasi para guru dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan kepada siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kelua adalah dengan pendekatan nasehat dan suri tauladan. Strategi lain adalah dengan pembinaan dan praktek langsung serta melalui penugasan-penugasan sekolah. Pesan keagamaan yang disampaikan kepada siswa terdiri dari aspek keimanan, ibadah dan akhlak.Faktor pendukung para guru dalam penyampain pesan-pesan keagamaan adalah kebijakan kewajiban membaca Alquran setiap pagi, sholat zuhur berjamaah dan lingkungan sekolah yang islami. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kemampuan guru dalam bercerita, pemahaman siswa yang beragam, kurang memperhatikan saat diberikan pelajaran serta latar belakang keluarga yang berbeda.Usaha yang dilakukan para guru dalam menunjang strateginya adalah selalu memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk sharing dan bertanya terhadap permasalahan yang dihadapi dan belum dipahami, menegur langsung siswa yang melanggar peraturan dan memberikan sanksi sesuai kesalahannya, selalu belajar dan memperluas wawasan keilmuan dan selalu mendukung kebijakan sekolah mewujudkan lingkungan islami.
Transformasi Nilai-Nilai Keagamaan Pada Masyarakat Asal Suku Dayak Di Banua Ampat Kabupaten Tapin Amalia Amalia; Ahmad Gazali
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.789 KB) | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1190

Abstract

Pokok permasalahan penelitian ini adalah bagaimana transformasi nilai-nilai keagamaan serta bagaimana pembinaan keagamaan pada masyarakat asal suku Dayak di Banua Ampat Kabupaten Tapin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi nilai-nilai keagamaan serta pembinaan keagamaan pada masyarakat asal suku Dayak di Banua Ampat Kabupaten Tapin.Subjek dalam penelitian ini yakni: Masyarakat, Tokoh Masyarakat, Sejarahwan Banjar, Tokoh Agama, Kepala Desa, Camat, Serta Kepala Bidang Seni Dan Budaya Disporabudpar Kabupaten Tapin.Objek penelitian adalah transformasi nilai-nilai keagamaan dari tradisi-tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun serta pembinaan keagamaan pada masyarakat asal suku Dayak di Banua Ampat Kabupaten Tapin.Teknik pengumpulan data yakni: Observasi, Interview, Dan Dokumenter. Kemudian data diolah melalui proses koleksi data, klarifikasi data, editing, serta interpretasi data., selanjutnya dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian, transformasi nilai-nilai keagamaan pada masyarakat asal suku Dayak di Banua Ampat sudah banyak dipengaruhi dan mengandung  ajaran agama Islam. Hal tersebut bisa terlihat dari banyaknya tradisi yang dilaksanakan masyarakat hanya semata-mata demi meningkatkan silaturrahmi, ikhtiar, serta keimanan kepada Allah swt.Pembinaan keagamaan bisa terlihat dari rutinnya pengajian agama seperti baca tulis Alquran, ceramah agama, serta kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan seperti arisan Ibu-ibu, maulid habsyi, dan yasinan.
KEBERAGAMAAN PEDAGANG EMAS DI PASAR SENTRA ANTASARI BANJARMASIN Hafiz Anshari; Mukhyar Sani
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.276 KB) | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1191

Abstract

Para pedagang emas ini mayoritas beragama Islam. Sebagai umat Islam, mereka tentu saja diwajibkan untuk menjalankan perintah agama dan menjauhi segala larangannya. Dalam menjalankan perintah agama mereka (pedagang) tentu saja yang paling utama adalah mendirikan salat dan membayar zakat, karena hal ini merupakan bagian dari rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Apabila tidak dilaksanakan akan mendapat dosa, sebaliknya bila dikerjakan akan mendapat pahala. Di samping itu juga mereka diwajibkan dalam berdagang untuk melakukan perdagangan sesuai dengan ajaran hukum Islam, yakni tidak curang, tidak berbohong.Keberagamaan Pedagang Emas di Pasar Sentra Antasari Banjarmasindi Kecamatan Banjarmasin Tengah ini dibagi menjadi tiga bagian, yakni salat lima waktu, zakat, dan etika pedagang dalam jual beli. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan satu persatu sebagai berikut:Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberagamaan Pedagang Emas di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, diketahui ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberagamaan pedagang emas di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, yaitu faktor kesadaran beragama pedagang, faktor pendidikan, faktor lingkungan sosial keagamaan, faktor keluarga dan faktor ekonomi.