cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 970 Documents
Penerapan Mode Hemat Listrik Pada Peralatan Penyejuk Udara Ali Ramschie; Johan Makal; Veny Ponggawa
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.56 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1033

Abstract

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No. 13 tahun 2012 tentang penghematan pemakaian energi listrik seperti tercantum pada Pasal 4 Ayat 2a poin 6, menjelaskan bahwa untuk penghematan energi listrik dari penggunaan peralatan penyejuk  udara, pengaturan settingan temperaturnya dibatasi pada 24oC sampai dengan 27oC. Dengan mengacu pada peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No. 13 tahun 2012, maka Penelitian ini bertujuan membuat suatu prototype sistem kontrol dengan menerapkan mode hemat listrik dengan cara membatasi pengaturan temperatur dari peralatan penyejuk udara yang hanya akan beroperasi pada kisaran 24oC sampai dengan 27oC, agar pemborosan listrik dapat diminimalisir. Hasil penelitian menunjukan bahwa mode hemat listrik yang diterapkan pada peralatan penyejuk udara dapat membatasi pengaturan settingan temperatur pada kisaran 240C sampai dengan 270C, sehingga dapat menghemat energi listrik. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan menerapkan mode hemat listrik, besarnya konsumsi listrik peralatan penyejuk udara yang beroperasi selama 1 jam terukur sebesar 323,35 Wh pada settingan 24oC, 308,48 Wh pada settingan 25oC, 289,90 Wh pada settingan 26oC dan 275,03 Wh pada settingan 27oC. Besarnya konsumsi energi listrik peralatan penyejuk udara saat belum diterapkannya mode hemat listrik pada settingan suhu 16oC, terukur sebesar 379,1 Wh.
Sistem Kendali Histeresis pada Alat Pengolahan Air Minum dengan Metode Turbidimetrik dan Elektrokonduktivitas Septian Hidayat; Edi Rakhman; Yana Sudarsa
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1733.454 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1034

Abstract

Kualitas air tanah, sungai atau PDAM yang tersedia di beberapa tempat mempunyai derajat kekeruhan yang tinggi dan memungkinkan tercampurnya zat kimia sehingga tidak memenuhi syarat sesuai standar Menteri Kesehatan No. 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Melihat kualitas air baku yang memiliki tingkat kekeruhan dan total zat padat terlarut yang berbeda, maka diperlukan pengendalian kualitas air agar dapat menjaga nilai sesuai syarat kualitas air bersih. Sistem dirancang dan direalisasikan untuk pengendalian kekeruhan air, TDS serta ketinggian air dilakukan dengan metode kendali histeresis. Semua pembacaan sensor dan pengendalian dikontrol menggunakan arduino mega sebagai mikrokontroller. Data parameter dan status kualitas air dapat dipantau secara realtime melalui tampilan LCD 128x64 dan lampu indikator. Sistem kendali histeresis pada alat pengolahan air minum dapat bekerja dengan baik dan mampu mengukur ketinggian air dari 0-22 cm dengan rata-rata kesalahan pengukuran sebesar 12,01 %. Hasil pengujian sensor kekeruhan air memiliki sensitivitas 1,2 mV/NTU dan rentang nilai pengukuran dari 6-400 NTU dengan rata-rata kesalahan pengukuran sebesar 24 %. Hasil pengujian sensor TDS memiliki rentang nilai pengukuran dari 0-200 PPM dengan rata-rata kesalahan pengukuran sebesar 13 %.
PENGARUH LAJU ALIR DAN WAKTU INJEKSI UDARA TERHADAP PERSEN PEROLEHAN PADA EKSTRAKSI EMAS (Au) DAN PERAK (Ag) Ayu Ratna Permanasari; Emmanuela Maria Widyanti; Dwi Nirwantoro Nur; Khoirin Najiyyah Sably; Novita Deni
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.198 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1035

Abstract

Konsentrasi oksigen terlarut merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam proses sianidasi, selain konsentrasi sianida. Kurangnya pasokan oksigen kedalam slurry dapat menyebabkan rendahnya nilai perolehan emas (Au) dan perak (Ag) karena oksigen terlarut yang dihasilkan rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh laju alir udara terhadap nilai oksigen terlarut dan waktu penginjeksian udara terhadap perolehan Au dan Ag. Dilakukan tahapan persiapan dengan mencari laju alir udara terbaik dengan mengalirkan udara pada slurry yaitu 20, 30, 40 lpm, selanjutnya slurry disianidasi dengan variasi waktu injeksi udara 2,3,4 jam, pH 10.5-11, NaCN 500ppm. Masing-masing dilihat dari kadar oksigen terlarut yang paling tinggi. Dari hasil laju alir terbaik dan waktu injeksi terbaik, maka dilakukan sianidasi lagi terhadap slurry dengan kondisi operasi yang sama. Berdasarkan hasil penelitian, laju alir optimum udara yang didapatkan yaitu 20 liter per menit (lpm) dengan rata-rata nilai oksigen terlarut yang dihasilkan sebesar 8,11 ppm, dan waktu penginjeksian udara optimum yang didapatkan untuk  ekstraksi emas (Au) selama 4 jam dan perolehan Ag (perak) selama 8 jam proses sianidasi, dengan persen perolehan masing-masing sebesar 72,11% dan 75,54 %.
SIMULASI JEMBATAN BUKA TUTUP OTOMATIS BERBASIS IOT MENGGUNAKAN METODE SENSOR FUSION Agi Muhammad Ramdani; Noor Cholis Basjaruddin; Edi Rakhman
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.831 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1036

Abstract

Jembatan buka-tutup dengan sistem konvensional menimbulkan masalah baru karena kelengahan manusia dalam menjaga sistem kendali yang harus dijaga selama dua puluh empat jam dan saat ini sistem tersebut cenderung tidak aktif dan terbengkalai. Maka dari itu, dibutuhkan jembatan yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang bekerja secara efektif, efisien, dan aman. Jembatan ini juga dapat mengefektifkan transportasi laut dan transportasi darat yang berada diatas jembatan. Alat yang akan dibuat merupakan simulasi jembatan buka tutup otomatis yang dapat mengetahui arah datangnya kapal pada area jembatan tanpa harus dikendalika oleh operator juga dapat dimonitoring dan dikontrol dengan menggunakan perangkat yang dapat terhubung ke internet. Hal ini dapat mempermudah pekerjaan manusia dan mengefektifkan pengawasan jembatan tersebut. Pada alat ini, pemroses data yang digunakan adalah mikrokontroler Arduino Mega. Jembatan pada alat ini merupakan jenis jembatan tunggal dengan sudut bukaan 0-90˚, kemudian alat ini dilengkapi sistem kendali PID untuk memperbaiki respons jembatan saat membuka atau menutup. Untuk pemrosesan data sensor kapal tersebut akan menggunakan metode Sensor Fusion. Agar alat ini dapat terhubung internet maka digunakan modul SIM800L V.2.
Sistem Pengukuran Daya pada Sensor Node Wireless Sensor Network Hasbi Tri Monda; Feriyonika Feriyonika; Paula Santi Rudati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.945 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1037

Abstract

Salah satu kelemahan dari sensor node pada suatu wireless sensor network adalah keterbatasan sumber daya (energi), dikarenakan pada umumnya suatu sensor node hanya menggunakana sebuah baterai sebagai sumber energi yang tidak terhubung ke catu daya jala-jala. Selain itu pengguna perlu mengetahui apakah baterai yang digunakan masih memiliki cadangan energi yang cukup untuk menjalankan suatu sensor node. Solusi yang dapat digunakan yakni dengan membuat sistem monitoring kondisi baterai dari besar daya yang terdapat didalam baterai. Pada paper ini didesain dan disimulasikan sistem pengukuran daya pada sensor node, dan pembuatan sistem monitoring. Hasil perancangan menunjukan pembacaan daya yang dikonsumsi oleh sensor node saat melakukan pengiriman data dengan menggunakan modul sensor INA-219 dengan besar error ±4.42% serta faktor pengali pembacaan sensor sebesar 0.858. Jarak suatu sensor node tidak lah berpengaruh terhadap konsumsi arus yang digunakan, dengan catatan set TX power yang digunakan memiliki nilai yang sama. Serta sistem monitoring yang dapat menghasilkan human machine interface yang dapat menampilkan suatu peringatan berupa alarm apabila daya pada baterai mencapai batasan tertentu.
PLANT PROSES PEMANASAN dan PENCAMPURAN CAIRAN BERBASIS SISTEM SCADA Arvi Rizky Pratama Putra; Tjan Swi Hong; Edi Rackman
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1640.433 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1038

Abstract

Fasilitas alat paraktikum di sebuah laboratorium sangatlah penting. Keterbatasan alat praktikum dan penggunaan alat praktikum yang sejenis menyebabkan mahasiswa menjadi terbatas akan ilmu yang di dapat dari proses praktikum. Sehingga penambahan alat dengan sistem yang berbeda pada laboratorium praktikum sangalah dibutuhkan untuk menunjang ilmu baru atau yang sudah ada. Sehingga perancangan sebuah alat yang dapat di jadikan modul praktikum yang menggunakan komunikasi RS-485 serta sistem plant dibuat menyerupai miniatur industri proses yang terdapat beberapa panel dan sistem perkabelan yang memiliki penomoran, terdapat simulasi kerusakan pada plant, sehingga dengan adanya alat ini dapat membantu mahasiswa dalam menambah ilmu yang dapat mengacu pada sistem industri proses sederhana dan memiliki sistem yang berbeda dengan alat praktikum lainnya. Sistemnya di buat agar semua output pada plant dapat dikendalikan dari HMI dengan menggunakan sistem SCADA, pada plant ini terdapat proses pendistribusian air dari tangki penyimpanan ke tangki utama, lalu dari tangki utama air dialirkan menuju tabung pemanas, setelah di panaskan dapat dialirkan menuju tangki pencampur, disini air panas dan cairan dari tabung pencampur di aduk sesuai perintah dari HMI, setalah proses pencampuran maka hasilnya dapat dialirkan menuju kran outlet atau dapat di kembalikan ke tabung penyimpanan. Sistem hanya memiliki pengontrolan digital atau hanya sistem ON/OFF, 1 / 0.   
KARAKTERISASI SIMULATOR SISTEM PROTEKSI KATODIK METODE ANODA KORBAN PADA SISTEM PERPIPAAN YANG TERTANAM DALAM TANAH Retno Indarti; Yunus Tonapa Sarungu; Cut Magesang
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.598 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1039

Abstract

Sistem proteksi katodik anoda korban adalah salah satu metode pengendalian korosi untuk logam dalam sistem perpipaan di dunia industri minyak dan gas bumi yang tertanam dalam tanah, dengan cara menghubungkan anoda korban terhadap material yang diproteksi. Sistem perpipaan terdiri dari jaringan beberapa pipa sesuai dengan standar teknik perpipaan menurut SK Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 300.K/38/M-PE/1997. Material yang diproteksi berperan sebagai katoda dan logam yang dikorbankan sebagai anoda. Penelitian ini dilakukan melalui proses perancangan, pembuatan, dan uji karakteristik simulator sistem proteksi katodik metode anoda korban yang berdasarkan acuan pada standar NACE (National Association of Corrosion Engineers). Struktur yang diproteksi berupa pipa seamless dengan luas permukaan 5,7424 m2. Kebutuhan arus proteksi adalah 0,003445 A. Anoda korban yang diterapkan pada simulator ini adalah anoda korban magnesium ( Mg) dengan berat 7 kg dan arus keluaran 0,0328 ampere. Hasil uji karakteristik pipa : potensial proteksi -1400mV/CSE. Anoda korban yang digunakan adalah anoda Magnesium, karena lebih efisien dan efektif daripada anoda Aluminium dan anoda Seng (Zn), sebagai anoda korban di lingkungan tanah. Pengukuran potensial proteksi untuk jarak yang tepat terhadap struktur pipa pada rentang 10-70cm dari punggung pipa.
Alat Pengukur dan Pensaklaran Penggunaan daya Listrik pada Ruangan berbasis IoT Faisal Albaehaqi; Tjan Swi Hong; Trisno Yuwono Putro
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.979 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1040

Abstract

Kwh meter merupakan alat pengukur daya yang digunakan semua rumah, kantor maupun industri saat ini, namun Kwh meter yang disediakan oleh penyedia listrik hanya menghitung penggunaan daya pada suatu bangunan dan hanya menampilkan penggunaan daya dalam LCD. Alat Pegukur Dan Pensaklaran Penggunaan Daya Listrik Pada Ruangan Berbasis IoT merupakan sebuah alat yang mampu memonitoring konsumsi daya pada suatu bangunan. misalnya pada kamar, yang memungkinkan penggunanya dapat memonitoring dan mengetahui jumlah konsumsi daya setiap saat melalui tampilan LCD ataupun dari komputer dan smartphone pengguna. Variabel yang diukur adalah besarnya arus, tegangan, daya dan pemakaian watt hours listrik. Variabel yang telah diukur dapat dimonitoring melalui web dan tersimpan di database. Pengguna juga dapat memutus jaringan listrik pada rumah atau kamar dari web. Hasil pengujian perhitungan daya yang diukur oleh alat terhadap daya ideal hasil perhitungan memiliki rata rata error 10%.
Sistem Pemberi Pakan Ayam Broiler Otomatis Berbasis Internet of Things Rhamdiani Syafitri; Dodi Budiman Margana; Yana Sudarsa
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.514 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1041

Abstract

Pemberian pakan ayam broiler pada umumnya dilakukan secara manual sehingga kurang efektif. Sistem pemberian pakan ayam broiler otomatis ini merupakan solusi tepat untuk memudahkan pengelola peternakan dalam mengatur jadwal pemberian dan jumlah pakan ayam broiler. Pemberian pakan dilakukan sesuai dengan data usia dan jumlah ayam broiler yang diinputkan. Usia dan jumlah ayam broiler akan menentukan jadwal waktu pemberian pakan dan jumlah pakan ayam broiler yang diberikan. Sistem menggunakan Real Time Clock (RTC) sebagai pembanding waktu untuk mengatur jadwal waktu pemberian pakan ayam broiler. Jumlah pakan ayam broiler diatur berdasarkan delay pembukaan katup penampung pakan. Sistem dilengkapi dengan konsep Internet of Things (IoT). Data pada sistem akan dikirimkan ke cloud data server yang kemudian diteruskan ke aplikasi ponsel pintar sehingga dapat dilakukan pemantauan ketersediaan pakan dan status pemberian pakan secara jarak jauh melalui aplikasi pada ponsel pintar pengelola peternakan selama terhubung dengan jaringan internet. Pemberian pakan ayam broiler juga dapat dilakukan secara langsung melalui tombol yang tersedia pada aplikasi ponsel pintar. Hasil yang diperoleh adalah sistem dapat memberikan pakan ayam sesuai dengan jadwal yang telah diatur. Jumlah pakan yang dikeluarkan jenis fase starter memiliki error rata-rata sebesar +3,94%  dan error rata-rata jumlah pakan yang dikeluarkan oleh pakan jenis finisher sebesar +3,66%.
Sistem Pengukuran dan Pemantauan Ketinggian dan Debit Air Berbasis Mikrokontroler untuk Mendeteksi Potensi Banjir Ika Rustika; Dodi Budiman Margana; Trisno Yuwono Putro
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2202.408 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1042

Abstract

Pengawasan DAS (Daerah Aliran Sungai) sangat penting dilakukan karena berkaitan dengan air atau sungai sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Salah satu cara untuk pengawasan DAS yaitu dengan cara melakukan pengukuran debit dan ketinggian air secara berkala pada aliran sungai. Sistem Pengukuran dan Pemantauan Ketinggian dan Debit Air Berbasis Mikrokontroler untuk Mendeteksi Potensi Banjir merupakan pengembangan alat pada bidang hidrologi yang mampu mengukur dan memantau debit dan ketinggian air sungai secara aktual dan otomatis sehingga memudahkan dalam penarikan data ketinggian dan debit air yang digunakan untuk mendeteksi potensi banjir. Metode yang digunakan yaitu prinsip tekanan untuk mengukur ketinggian air dan putaran kincir untuk mengukur debit air. Hasil dari sistem ini, yaitu sistem dapat mengukur ketinggian air dengan akurasi 98,15% dan debit air sungai dengan akurasi 89.30%, data yang terdeteksi tersimpan secara otomatis pada sebuah basis data, data dikirimkan menggunakan jaringan lokal (ethernet) menggunakan protokol Modbus TCP/IP agar dapat dipantau jarak jauh dan ditampilkan pada HMI, serta sistem dapat mendeteksi potensi banjir. Sistem akan mengirimkan alarm berupa sms dan surel jika sungai mengalami perubahan kondisi (Siaga I – Siaga IV) dan ketika ketinggian dan debit air mencapai Siaga I maka buzzer akan aktif.

Page 1 of 97 | Total Record : 970