cover
Contact Name
Demita
Contact Email
hengki_tamando@yahoo.com
Phone
+6281360000791
Journal Mail Official
lebahpkm@isha.or.id
Editorial Address
Romeby Lestari Housing Complex Blok C Number C14, North Sumatra, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Articles 40 Documents
Memperbaiki akhlak santri di pondok pesantren al asy’ariyah Anissa; Siti Nurfazriah; Imam Tabroni
Lebah Vol. 15 No. 2 (2022): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.805 KB) | DOI: 10.35335/lebah.v15i2.71

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi di Pondok Pesantren yaitu: (1) Santri dan Santriwati yang kurang memiliki akhlak yang baik terhadap guru, (2) Kebiasaan yang kurang baik saat melaksanakan kegiatan di Pondok Pesantren, (3) Kurangnya pengetahuan dalam melaksakan pendidikan budi pekerti yang di terapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif untuk lebih menggali inti dalam permasalahan penelitian dengan Teknik pengumpulan data menggunakan Wawancara dan mengamati. Teori yang menjadi rujukan dalam penelitian ini diantaranya teori pengelolaan Lembaga pondok pesantren, dan konsep Pendidikan di luar sekolah. Hasil penelitian adalah (1) dari 50% santri, 51% santri memiliki kejujuran yang baik, 52% memiliki tingkat kedisplinan yang tinggi, 31% santri yang memiliki kemandirian, 48% Kesopanan, 45% tanggung jawab. (2) upaya pondok pesantren dalam menciptakan system pembelajaran dalam membentuk akhlak dan kebiasaan. (3) faktor penghambat dalam proses Pendidikan akhlak diantaranya ola asuh yang diajarkan rumahnya dengan pola asuh yang di terapkan di pondok pesantren belum Singkron sehingga perlu penyamaan persepsi anatara orang tua dan pengajar di pondok pesantren.
Kontribusi pengajian dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter di Darul Tahfidz Dea Kamelia; Devilia Agisti; Marwah Mu’minah; Imam Tabroni
Lebah Vol. 15 No. 2 (2022): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.488 KB) | DOI: 10.35335/lebah.v15i2.72

Abstract

Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan oleh pengajian Darul Tahfidz bagi anak anak desa Ciwareng Kecamatan Babakan Cikao. Pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan dan wawancara mendalam. Tehnik analisis data adalah tehnik analisis yang digunakan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan/ verifikasi, data penelitian diperiksa keabsahannya dengan menggunakan tehnik triangulasi sumber, metode dan teori. Nilai-nilai pendidikan karakter difokuskan pada nilai pendidikan karakter spritual, emosi dan karakter sosial. Penelitian menemukan bahwa penanaman nilai-nilai karakter spiritual dan sosial melaluai pengajian sudah memberikan kontribusi sepenuhnya secara maksimal. Pengajian merupakan bentuk pembelajaran yang disampaikan baik melalui tatap muka maupun dapat disampaikan melalui pembelajaran jarak jauh ( media sosial). Dalam pendidikan, belajar merupakan proses menyampaikan pesan dapat dilakukan baik secara lisan maupun praktek, sehingga jamaah (peserta didik) mendapatkan pesan yang akan mempengaruhi tingkah laku peserta didiknya yang tidak terbatas di sekolah saja.
Peranan Sarana Masjid Pada Pembentukan Akhlak Siswa Di Mts Darul Ma’ruf Pasawahan Kabupaten Purwakarta Adinda Nur A. S; Isty Nuraltsar; Imam Tabroni
Lebah Vol. 15 No. 2 (2022): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.355 KB) | DOI: 10.35335/lebah.v15i2.73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan sarana masjid pada pembentukan akhlak siswa di Mts Darul Ma’arif Pesawahan Kabupaten Purwakarta. Metode yang peneliti gunakan adalah dengan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Analisa Deskriptif Kualitatif terdiri atas 3 (tiga) alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari teknik analisa yang digunakan adalah sebagai acuan penulisan hasil penelitian yang akan mempermudah dalam memahami deskripsi yang peneliti sajikan sebagai hasil akhir dari penelitian sehingga akan memberikan pemahaman yang semestinya. Sedangkan teknik pengumpulan datanya yaitu dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil perolehan dari penelitian ini telah menunjukkan bahwa pembentukan masjid ini digunakan sebagai sorogan, bandungan atau balagan. Biasanya juga dipakai untuk acara santri. Siswa atau santri sudah ditentukan jadwal dari bangun tidur dan sebelum tidur. Tentu adanya shalat berjamaah dan jika tidak dilakukan akan mendapatkan denda. Maka cara mengawali pembentukan akhlak adalah dengan shalat berjamaah sehingga yang akan dihasilkan akan lebih mudah untuk kedepannya. Dengan adanya pengumuman terlebih dahulu ajakan sebelum melaksanakan shalat lima waktu. Upaya yang dilakukan diantaranya, adanya jadwal adzan, jadwal imam, dan jadwal piket. Tidak lupa murajaah setelah shalat lima waktu. Faktor pendukung tersedia kebutuhan untuk memenuhi pembentukan akhlak yang dibutuhkan santri dan faktor penghambatnya adalah kurangnya ketersediaan air, atap genteng masjid yang sedikit bocor.
Metode Pembelajaran Pai Di SD Plus Mutiara Insani Abdurahman Nawawi; Alifia Rahma H; Ayi Andini; Imam Tabroni
Lebah Vol. 15 No. 2 (2022): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.82 KB) | DOI: 10.35335/lebah.v15i2.74

Abstract

Ada beberapa macam metode pembelajaran secara garis besar metode yang sering di gunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam antara lain:  ceramah, tanya jawab, eksperimen, demonstrasi. Metode-metode pembelajaran PAI memiliki manfaat bagi pendidik dan peserta didik, baik dalam proses belajar dan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari, bahkan untuk hari esok. Sehubungan dengan itu, Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Saibany mengatakan bahwa kegunaan metodologi pendidikan Islam adalah sebagai berikut 1) Menolong siswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan, terutama berpikir ilmiah dan sikap dalm satu kesatuan. 2) Membiasakan pelajar berpikir sehat, rajin, sabar, dan teliti dalam menuntut ilmu. 3)Memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. 4) Menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif, komunikatif, sehingga dapat meningkatkan motivasi peserta didik
Tantangan pendidikan karakter di era digital Ijah Siti Khodijah; Alfiah Khodijah; Najah Adawiyah; Imam Tabroni
Lebah Vol. 15 No. 1 (2021): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.999 KB)

Abstract

Era digital yang dimana suatu kondisi zaman ataupun kehidupan yang seluruh kegiatan pendukung dalam kehidupan ini sekarang sudah dipermudah dengan adanya teknologi yang canggih. Teknologi yang pada dasarnya hanyalah sebuah alat, yang dimana seluruh bidang telah memanfaatkan kecanggihannya untuk dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan yang dilakukan termasuk di dalam bidang pendidikan. Teknologi pada saat ini mengalami perkembangan yang semakin pesat, yang dimana teknologi ini dapat dipahami dengan mudah oleh remaja, orang dewasa, bahkan anak-anak yang masih dibawah umur. Dampak yang dimiliki teknologi ini tentunya tidak semuanya berdampak positif, tetapi juga dapat berdampak negatif, teknologi dapat berdampak positif ataupun negatif, tentunya itu semua tergantung bagaimana seseorang dapat menggunakan teknologi dengan baik atau tidak. Di era digital saat ini, tentunya dapat berhubungan dengan pembentukan karakter manusia, terutama pada anak-anak dan remaja. Pada penelitian kali ini, akan berfokus pada pemahasan mengenai karakter peserta didik setelah mengenal teknologi, dan tantangan yang dihadapi oleh para pendidik atau pengajar, serta upaya yang dilakukan pendidik atau pengajar dalam membentuk karakter peserta didik, agar tidak salah terjerumus pada jalan yang salah. Pada era digital, pendidik tentunya memiliki peran yang lebih besar lagi dalam membentuk karakter peserta didik dari sebelum adanya teknologi. Dari hasil penelitian yang telah diteliti, banyak peserta didik menggunakan teknologi untuk membuka sosial media, permainan, ada juga yang digunakan untuk membuka situs-situs pelajaran, tentunya itu semua menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh para pendidik, bagaimana para pendidik membentuk karakter peserta didik agar tidak terkena dampak negatif dari penggunaan teeknologi tersebut.
Pengaruh Aplikasi Tik Tok Terhadap Akhlak Anak Di Desa Ciherang, Pasawahan Hasna Husniyah; Imam Tabroni
Lebah Vol. 14 No. 2 (2021): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.549 KB) | DOI: 10.35335/lebah.v14i2.77

Abstract

Akhlak merupakan elemen yang paling utama dalam pendidikan agama islam. Dimana dalam pembahasan akhlak memuat sifat baik dan buruk. Terdapat banyak ayat al-Quran yang berkaitan dengan akhlak, hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya penanaman akhlak dalam ajaran Islam. Kemajuan teknologi tentunya mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia terutama akhlak anak. Penggunaan platform digital dan aplikasi-aplikasi digital seperti Tik Tok tentunya dapat mempengaruhi karakteristik atau akhlak anak. Dalam proses pencarian informasi peneliti menggunakan metode;observasi, dan studi literatur dari berbagai sumber seperti ilmiah jurnal dan buku. Kajian ini menganalisis pengaruh aplikasi tik tok terhadap akhlak anak di Desa Ciherang, Pasawahan. Adapun hasilnya, pengaruh penggunaan aplikasi Tik Tok lebih dominan ke arah negatif. Hal ini menjadi perhatian bagi para pendidik, orang tua dan masyarakat kedepannya untuk saling bekerja sama dalam membentuk anak muda yang berakhlak baik
Upaya Menanamkan Pendidikan Karakter Pada Remaja Dengan Kegiatan Keagamaan Di Kp.Tabrik 2 Mia Rosmiati; Imam Tabroni
Lebah Vol. 14 No. 2 (2021): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.778 KB) | DOI: 10.35335/lebah.v14i2.79

Abstract

Remaja adalah masa yang penting dalam pembentukan generasi bagi penerus bangsa dan agama. Masa remaja merupakan masa peralihan dan masa mencari jati diri. Pada masa inilah remaja banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor lingkungan. Sekarang ini tidak sedikit remaja yang acuh terhadap perintah agama ataupun orang tuanya dalam kegiatan kegaamaan salah satunya dalam kegiatan tadarus al-qur’an. Karena pengaruh dampak negatif dari perkembangan zaman yaitu dengan adanya gadget, banyak para remaja yang mengajak teman sebayanya bermain game. Dampak ini sangat terasa dalam lingkungan masyarakat banyaknya para remaja yang berkumpul bermain game dengan teman-temannya dibandingkan remaja yang berkumpul melakukan kegiatan keagamaan di masjid. Dalam rangka upaya menanamkan pendidikan karatkter kepada remaja dengan kegiatan keagamaan dapat memperdalam serta memperluas pengetahuan keagamaan. Sekaligus memperkuat karakter remaja yang berlandaskan pada nilai serta norma religi yang kokoh. Dengan menanamkan pedidikan karakter pada remaja melalui kegiatan keagamaan ini diharapkan dapat mencegah adanya waktu luang yang dimanfaatkan pada kegiatan tidak bermanfaat.
Kendala Pembelajaran Online Selama Pandemi Covid-19 Di Kampung Madurasa Bojong, Purwakarta Jamil Malia; Imam Tabroni
Lebah Vol. 14 No. 2 (2021): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.935 KB) | DOI: 10.35335/lebah.v14i2.81

Abstract

Penelitian ini di lakukan bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang ada pada masyarakat khususnya para pelajar mengenai kendala pembelajaran daring di kampung Madurasa selama pandemi Covid-19. Masih banyak para pelajar yang mengalami kendala dalam pembelajaran daring, salah satunya para pelajar kurang memahami materi pelajaran yang sudah disampaikan oleh guru/dosennya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kendala pembelajaran daring di kampung Madurasa (1) sulit dalam mengoperasikan gadget, (2) sulit dalam pembelian paket data internet, (3) sulit dalam jaringan, (4) sulit memahami materi pelajaran yang sudah dijelaskan oleh guru/dosen
Perbandingan kegiatan belajar daring dengan luring dalam pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah dasar Islam Terpadu Kharisma Darussalam Rifdah Fadilatul M; Imam Tabroni; Rini Purnama Sari
Lebah Vol. 14 No. 2 (2021): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.533 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh media kegiatan pembelajaran pada jenjang Sekolah Dasar secara daring dan luring yang dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian mengg unakan teknik penelitian kualitatif eksploratif dengan melalui pendekatan yang digunakan dengan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan dan pemikiran orang sekitar. Sehingga diaadakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam dalamnnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Penelitian ini juga bertujuan untuk menggamparkan, mengungkapkan dan menjelaskan perbandingan kegiatan pembelajaran daring dan luring Pendidikan Agama Islam bagi siswa sekolah dasar.
Relevansi pendidikan agama islam dalam membangun karakter bangsa di era digital Sania Rahmania; Imam Tabroni
Lebah Vol. 14 No. 2 (2021): Maret: pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.661 KB)

Abstract

Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu komponen utama dalam pembentukan karakter dan kepribadian bangsa. Di era digital ini dimana komunikasi yang asalnya partikular menjadi universal, pendidikan agama Islam harus dapat menjadi ruh yang mengarahkan teknologi agar senantiasa bermanfaat dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara mengintegrasikan pendidikan agama Islam dengan sains dan teknologi yang dapat meningkatkan pembentukan karakter bangsa. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan tentang kondisi pembelajaran pendidikan agama Islam pada saat ini, serta kaitannya dengan pembangunan karakter bangsa. Hasil dari penelitian ini adalah Pendidikan Agama Islam tidak boleh bersifat monolitik namun harus integratif dengan mata pelajaran non agama serta sains dan teknologi agar generasi muda saat ini mau dan tertarik untuk mempelajari ilmu agama dengan baik dan juga pendidikan agama Islam dapat pula menjadi nilai yang mewarnai setiap keahlian dan profesi warga Negara Indonesia, sehingga dengan demikian akhlak dan juga karakter bangsa akan terbangun dengan sangat baik sesuai dengan yang dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw dan yang dicita-citakan oleh undang-undang Negara.

Page 3 of 4 | Total Record : 40