cover
Contact Name
Muhammad Arief budiman
Contact Email
ariefbudiman@upgris.ac.id
Phone
+628157648763
Journal Mail Official
absolutegreen@gmail.com
Editorial Address
Jl Sidodadi Timur no 24 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Elementary School
ISSN : 30308437     EISSN : 30257646     DOI : https://doi.org/10.26877/ijes.v3i2.12540
Core Subject : Education,
Fokus IJES pada bidang ilmu pendidikan secara umum, yang meliputi: Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Dasar, Media pembelajaran di sekolah dasar, pendidikan IPS di sekolah dasar, pendidikan IPS di sekolah dasar, pendidikan olahraga di sekolah dasar, pendidikan bahasa di sekolah dasar, pendidikan bahasa indonesia di sekolah dasar, pendidikan bahasa inggris di sekolah dasar, pendidikan inklusi di sekolah dasar, pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar, Inovasi Pembelajaran, Pengembangan Media Pembelajaran, Model Pembelajaran, Instrumen Penilaian, dan kajian Kurikulum.
Articles 64 Documents
PENERAPAN SUPERVISI EDUKATIF SECARA PERIODIK DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI 3 BANJARSARI KECAMATAN KRADENAN KABUPATEN GROBOGAN Sri Andayani
Indonesian Journal of Elementary School Vol 2, No 1 (2022): IJES Vol. 2 No. 1, Mei 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v2i1.15119

Abstract

Supervisi edukatif adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Oleh sebab itu sasaran supervisi edukatif adalah guru dalam pro­ses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Tujuan peneitian ini adalah untuk meningkatkan minat dan kemampuan menggunakan media pembelajaran melalui supervisi edukatif secara periodik bagi guru SDN 3 Banjarsari Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Semester II Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2022, karena sesuai dengan program kepala sekolah untuk kelancaran pembelajaran pada semester II tahun pelajaran 2021/2022. Subjek  yang diteliti adalah guru SDN 3 Banjarsari Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan semester II tahun pelajaran 2021/2022. Jumlah guru sebanyak 6 orang yang terdiri dari guru kelas I s.d. VI. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus yang masing-masing siklus meliputi: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil minat guru dalam menggunakan media mencapai rata-rata 74,99 hasil penilaian kemampuan menggunakan media mencapai 76,38; dan hasil observasi mencapai kualifikasi baik, sedangkan indikator yang diharapkan adalah rata-rata harus mencapai 70,00; 70,00 dan kualifikasi baik. Pada hasil minat guru dalam menggunakan media mencapai rata-rata 74,99, artiya telah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan, yaitu 70,00; pada hasil penilaian kemampuan menggunakan media mencapai 76,38, artinya telah mencapai indikator kinerja yang ditetapkan, yaitu 70,00; dan pada hasil observasi rata-rata aspek telah berada dalam kualifikasi baik, atau telah sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan yaitu kualifikasi baik.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF MIPASANDRO (MEDIA IPAS BERBASIS ANDROID) BAGI MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV Fitri Rohmatika Uyun Nihlah; Veryliana Purnamasari; Suyitno Suyitno
Indonesian Journal of Elementary School Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v3i2.17686

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini diketahui bahwa terdapat beberapa permasalahan yang terjadi selama proses pembelajaran daring yakni minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS pada materi tubumbuhan cukup beragam. Sebagian siswa memiliki minat belajar yang cukup tinggi, tetapi tidak sedikit pula yang memiliki minat belajar rendah terhadap materi yang disampaikan. di tinjau dari kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran, siswa menginginkan media pembelajaran yang berisi banyak penjelasan materi, contoh contoh soal yang bervariasi, animasi, video, serta kuis interaktif dan itu semua dikemas dalam desain yang menarik. Hal tersebut diharapkan mampu membantu mereka memahami materi tumbuhan karena di dalam media pembelajaran interaktif yang nantinya banyak gambar, audio visual, animasi dan quizz yang menarik. Tujuan Penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media interaktif Mipasandro (Media IPAS berbasis Android) bagi mata pelajaran IPAS  kelas IV SD dan mengetahui kepraktisan dan keefektifan media interaktif Mipasandro (Media IPAS berbasis Android) bagi mata pelajaran IPAS  kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian RnD (Research and Development) dalam bentuk pengembangan media interaktif yang diciptakan oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 05 Sukosono. Sampel yang diambil adalah 20 siswa kelas IV. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui pengisian angket, dokumentasi, observasi. Hasil penilaian kevalidan media pembelajaran Mipasandro dinyatakan valid. Hal ini dibuktikan dengan hasil validasi ahli media sebesar 98,53% dan ahli materi sebesar 100%. Diperoleh hasil presentase dari angket respon guru sebesar 97,62% dan angket respon siswa sebesar 97% dengan kategori “sangat baik”. Sehingga didapatkan hasil, media Mipasandro dapat digunakan sebagai media belajar yang mampu membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran agar pembelajaran lebih bervariasi.Kata Kunci : Pengembangan, Media Interaktif Mipasandro, IPAS
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KETANJUNG 2 TAHUN PELAJARAN 2022/ 2023 hesty prayekti
Indonesian Journal of Elementary School Vol 2, No 2 (2022): IJES Vol. 2 No. 2, November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v2i2.13355

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam tiga siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi pada setiap siklus yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Ketanjung 2 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak tahun pelajaran 2021/ 2022. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa, yang terdiri atas 11 perempuan dan 14 laki-laki. Data diperoleh menggunakan tes objektif yang dapat mengukur tingkat penguasaan konsep siswa pada mata pelajaran PKn. Untuk mengumpulkan data hasil belajar penguasaan konsep, peneliti menggunakan soal tes objektif dalam bentuk pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif yaitu mendiskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sebagaimana adanya sekarang. Analisis ini dihitung dengan menggunakan  penilaian rata- rata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I diperoleh nilai maksimum 86, nilai minimum 48, skor nilai rata-rata kelas 71,84 dan ketuntasan belajar klasikal 68 %. Pada siklus II diperoleh nilai maksimum 100, nilai minimum 50, skor nilai rata-rata kelas 79,96 dan ketuntasan belajar klasikal 76 %. Pada siklus III diperoleh nilai maksimum 100, nilai minimum 60, skor nilai rata-rata kelas 82,36 dan ketuntasan belajar klasikal 92 %.
FAKTOR PENYEBAB KESULITAN MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN IV SEKOLAH DASAR Wonadesma Dwi Khotimah; Aries Tika Damayani; Ryky Mandar Sary
Indonesian Journal of Elementary School Vol 3, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v3i1.17144

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang ditakuti oleh siswa dan dianggap sulit oleh siswa. Salah satu kesulitan yang dialami yaitu kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita materi operasi hitung campuran. Fokus penelitian ini adalah kemampuan menyelesaikan soal cerita materi operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan faktor penyebab kesulitan belajar matematika dalam menyelesaikan soal cerita pada materi operasi hitung campuran. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu siswa kelas IV sebanyak 10 orang dan guru kelas IV SD Negeri 1 Sulursari. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan faktor penyebab kesulitan matematika dalam menyelesaikan soal cerita materi operasi hitung campuran kelas IV SD Negeri 1 Sulursari diperoleh kesimpulan sebagai berikut: faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa yaitu (1)sikap belajar siswa dalam belajar matematika, (2)motivasi belajar siswa dan (3)kesehatan tubuh siswa. Sedangkan faktor eksternal yang berasal dari luar siswa yaitu kurangnya (1)variasi guru dalam mengajar, (2)penggunaan media pembelajaran, (3)sarana prasarana di sekolah dan (4) lingkungan keluarga siswa.
PENGARUH MODEL ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA TEMA 2 SUBTEMA 2 UNTUK PESERTA DIDIK KELAS III SDIT YAMMBA Muhammad Alfan Habibi; Asep Ardiyanto; Eka Sari Setyaningsih
Indonesian Journal of Elementary School Vol 3, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v3i1.17134

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara pada tema 2 subtema 2 untuk peserta didik kelas III SDIT Yammba. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design.Teknik pengumpulan  data pada penelitian  ini  melalui instrumen tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Teknik  analisis  data  menggunakan paired sampel t test dengan dengan taraf siginifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji paired sampel T-test diperoleh  nilai sig sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara pada tema 2 subtema 2 untuk peserta didik kelas III SDIT Yammba. Berdasarkan   hasil penelitian yang  diperoleh peneliti menyampaikan  saran  bahwa  model pembelajaran role playing dapat dijadikan alternatif disekolah untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik
EFEKTIFITAS BIMBINGAN BELAJAR OLEH GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS RENDAH SD NEGERI HARJOWINANGUN KABUPATEN BLORA Rustanti Setianingtyas; Fajar Cahyadi; Henry Januar Saputra
Indonesian Journal of Elementary School Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v3i2.15758

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil tes numerasi siswa kelas rendah.yang disebabkan dampak masa pandemic covid-19 dan masa pra pandemic covid-19 dan berpengaruh disektor dunia pendidikan. Sehingga siswa kurang memahami mata pelajaran yang disampaikan oleh guru terutama kesulitan siswa dalam numerasi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas bimbingan belajar oleh guru dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas rendah SD Negeri Harjowinangun Kabupaten Blora . pada penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dalam bentuk One-Group Pre test-Post test Desain. Hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan hasil angket memperoleh presentasi 1,26% hasil angket kelas II dari 25 pertanyaan dengan responden berjumlah 12 siswa sedangkan hasil angket kelas III memperoleh presentasi 77% dari 25 pertanyaan dengan respon sejumlah 8 siswa. Selain itu hasil uji t test memperoleh perhitungan dengan uji Wilcoxon pada kelas II Asym sig 2 failed 0,005<0,05 yang menyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan data dari kelas III menggunakan uji Paired Sample t-Test diperoleh nilai sig 0,007<0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan dari dua data sampel penelitian yaitu data kelas II dan data kelas III terdapat retaan nilai sebelum dan sesudah diberikan perlakukan berbeda, sehingga dapat disimpulkan bimbingan belajar yang dilakukan oleh guru dapat dikatan efektifKata Kunci: Bimbingan Belajar, Kemampuan Numerasi
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER ANAK JALANAN USIA SEKOLAH DASAR DAMPINGAN RUMAH PINTAR BANGJO SEMARANG Alfirda Nur Hanifa; Eka Sari Setianingsih; Ervina Eka Subekti
Indonesian Journal of Elementary School Vol 3, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v3i1.17124

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah perspektif anak jalanan secara umum yang berkembang di masyarakat bahwa anak-anak yang berada di jalanan biasanya mencari nafkah dan menghabiskan waktu untuk bermain, tidak bersekolah, dan ada pula yang menambahkan anak-anak jalanan mengganggu ketertiban umum dan melakukan tindak kriminal. Hidup dan berada di jalanan bukanlah tempat yang layak untuk membantu tumbuh dan berkembang anak, karena resiko eksploitasi dan ancaman kekerasan yang terkadang dialami dan terpaksa dirasakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi dan mengetahui faktor penghambat serta pendukung penanaman pendidikan karakter anak jalanan usia Sekolah Dasar dampingan Rumah Pintar BangJo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah anak dan orang tua dampingan, serta relawan Rumah Pintar BangJo. Hasil penelitian diperoleh bahwa proses penanaman pendidikan karakter yang diajarkan melalui contoh dan penerapan 18 nilai-nilai karakter pada saat Kelompok Belajar. Dengan harapan agar anak dapat mencontoh dan mengimplementasikan dalam kehidupannya. Perubahan nilai-nilai karakter yang dimiliki anak, diharapkan sikap dan perilaku anak yang awalnya kurang baik secara perlahan mereka memahami dan menerapkan. Faktor penghambat dan pendukung justru membuat anak, orang tua, dan relawan saling melengkapi dan mendukung.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MELALUI SOAL CERITA SISWA KELAS II SD NEGERI KEMBANG ARUM 02 MRANGGEN DEMAK Sheila - Nadhila; Mira Azizah
Indonesian Journal of Elementary School Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v3i2.17501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam materi penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita siswa kelas II SD Negeri Kembang Arum 02 Mranggen Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan September 2023 , dengan subjek penelitian ini berasal dari guru kelas II dan siswa kelas II. Teknik penelitian data melibatkan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis pada materi penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita dengan indikator (1) Merumuskan Permasalahan ; (2) Menilai Keabsahan Sumber Informasi ; (3) Menginduksi dan Menilai hasil induksi ; (4) Mendefinisikan dan Menilai Hasil Definisi ; (5) Berinteraksi Dengan Orang Lain. Hal tersebut dapat dilihat dari kebiasaan siswa dalam kemampuan berpikir kritis pada materi penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita yang belum maksimal. Namun , Adapun factor penghambatnya adalah ada beberapa siswa yang belum lancar dan menulis angka dikehidupan sehari-hari. Terhambatnya proses dalam pembelajaran melalui soal cerita kepada siswa, ini membuat tujuan pembelajaran menjadi kurang efektif. Guru belum membuat modul ajar sendiri dengan kata lain masih mengandalkan modul ajar yang tersedia disekolah dengan keterbatasan waktu. Dilakukan tes kepada siswa yang terbagi menjadi 3 subjek yaitu dengan kemampuan berpikir kritis tinggi, kemampuan berpikir kritis sedang dan kemampuan berpikir kritis rendah. Kesimpulannya , kemampuan berpikir kritis pada materi penjumlahan dan pengurangan melalui soal cerita sangat baik digunakan maupun di kembangkan di sekolah . Dengan adanya kehadiran tenaga pendidik mampu untuk memberikan bimbingan,arahan, maupun motivasi kepada siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan maksimal.
PENERAPAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN INSTRUMEN TES BAGI GURU SDN 2 WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN Ngadimin Ngadimin
Indonesian Journal of Elementary School Vol 2, No 1 (2022): IJES Vol. 2 No. 1, Mei 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v2i1.15115

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan minat mengikuti kegiatan dan kemampuan pengembangan instrumen tes melalui penerapan supervisi klinis bagi guru SDN 2 Wirosari Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Wirosari Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Subjek penelitian ini adalah guru kelas yang memiliki pengalaman mengajar kurang dari 5 tahun sejumlah 3 orang yaitu kelompok guru kelas tinggi, yaitu guru kelas IV, V dan VI. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus dengan 3 kali pertemuan yang mliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan supervisi klinis terbukti mampu meningkatkan minat guru dalam mengembangkan instrumen tes, yakni nilai minat pada siklus I sebesar 79 menjadi 93 pada siklus II. Kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen tes dapat ditingkatkan melalui penerapan supervisi klinis. Peningkatan itu terjadi pada kemampuan mengembangkan instrumen tes jawaban singkat maupun instrumen tes pilihan ganda. Kepala sekolah dalam melaksanakan tugas memiliki kepentingan secara langsung dengan guru terutama dalam membina mengembangkan keterampilan dan pengetahuan guru yang berkaitan dengan pengembangan instrumen tes.
Nilai Solidaritas dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Terintegrasi Permainan Tradisional (Benteng-Bentengan) di Kelas V putri minang; edhy rustan; Hisbullah hisbullah
Indonesian Journal of Elementary School Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v3i2.12540

Abstract

Nilai solidaritas peserta didik dirasa belum tercapai dengan baik yang dikarenakan lebih sering bermain gadget sehingga jarang berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk dapat mengetahui model pembelajara kooperatif tipe Temas Games Tournament terintegrasi permainan tradisional (benteng-bentengan) yang diterapkan guru kelas V di SDN 141 Minanga Tallu Kabupaten Luwu Utara, nilai solidaritas peserta didik kelas V, dan model pembelajaran kooperatiif tipe Teams Games Tounrament terintegrasi permainan tradisional (benteng-bentengan) yang seharusnya diterapkan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deksriptif. Wawancara, dokumentasi, dan observasi merupakan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 5 langkah pada model pembelajaran TGT terintergasi permainan tradisional benteng-bentengan yang dibuat oleh guru kelas V. Nilai solidaritas peserta didik kelas V belum tercapai dengan baik menggunakan kelima langkah model tersebut. Kemudian dilakukan penambahan langkah pada model tersebut menjadi 14 langkah yang baru dan lebih spesifik untuk ketercapaian nillai solidaritas peserta didik yang lebih baik.