cover
Contact Name
almadora anwar sani
Contact Email
almadora@polsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.austenit@polsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
AUSTENIT
ISSN : 20851286     EISSN : 26227649     DOI : -
Jurnal “AUSTENIT” adalah media ilmiah yang dikelola oleh Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya, sebagai wadah bagi para penulis artikel ilmiah yang berasal dari kalangan staf edukatif dari berbagai perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PENGARUH QUENCHING MEDIA PENDINGIN MINYAK GORENG BEKAS TERHADAP KEKERASAN BAJA S45C YANG TELAH DI PACK CARBURIZING Fenoria Putri; Muhammad Fadel Gumay; Sairul Effendi; Rachmat Dwi Sampurno
AUSTENIT Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT 13022021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.5684057

Abstract

Material baja seringkali digunakan dalam dunia otomatif yang menuntut material tersebut harus memiliki kekuatan yang tangguh, handal dan ekomonis. Salah satu material yang digunakan yaitu S45C, dimana material tersebut diberikan perlakuan permukaan dengan cara Pack Carburizing    dengan    temperatur  870°C   dan   variasi    media    pendingin    cepat    (quenching) berupa   oli   bekas,   oli   baru,   dan   minyak   goreng   bekas. Selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat kekerasan Rockweel   Hardness   Tester dan dilakukan analisa   data hasi    uji    menggunakan    analysis    of    varians    (ANOVA). Hasil yang didapat nilai kekerasan untuk material S45C dengan pendingin oli bekas, oli baru dan mnyak goring bekas yaitu 101,9 HRC; 98,4 HRC dan 102,8 HRC.
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGASIN TELUR BEBEK DENGAN AIR COMPRESSION PRESSURE Yusup Nur Rohmat; Kusnandar Hidayat; Delffika Canra; Suliono Suliono; Haryadi Haryadi; Hendar Priyatna
AUSTENIT Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT 13022021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.5725848

Abstract

The traditional method of making salted eggs usually using the salting, which is done well, its needs time about 14 days. This condition indicated to have a method that can speed up the process of salting the eggs. The process of salting eggs normally uses the usual soaking method where the eggs are coated with bricks and rubbing ash then left to stand. The diffusion of salt penetration in traditional salting takes place slowly. For this reason, the speed of salt penetration can be done by increasing the salt level in the soaking solution so that the penetration of salt into the eggs can take place faster. This methodology in this research study using of air pressure to speed up the process of salting the eggs. The method used is to use air pressure with the use of compressor air pressure at a pressure of 4 - 6 Bar with a salting test time of about 4 to 7 hours
Coverage Vol 13 No 2 Redaksi
AUSTENIT Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT 13022021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.5725943

Abstract

AUSTENIT sebagai media untuk menjembatani hasil riset terapan dan vokasional berupa karya ilmiah dari tulisan-tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka para Akademisi, Peneliti, Praktisi, Profesional dan Mahasiswa yang belum pernah diterbitkan dalam media lain di bidang ilmu Teknik Mesin dan Permesinan yang meliputi bidang kajian Perancangan dan Rekayasa Produk, Konversi Energi, Teknik Metalurgi dan Sains, Kontruksi, Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin, Energi terbaru dan keberlanjutan, serta Mekanisasi-Kontrol. Pada Volume 13 Nomor 2 terdapat 5 artikel, yang ditulis dari Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Praktisi Industri dari PT. Gerlink Utama Mandiri, serta Akademisi dari Universitas Bangka Belitung, Politeknik Negeri Indramayu, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Masoem dan Politeknik Negeri Sriwijaya. Setiap artikel Ilmiah yang dimuat pada AUSTENIT telah diseleksi oleh dewan redaksi dan telah melewati tahapan single blind reviewer oleh Mitra Bestari yang kompeten dibidangnya.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH DAUN PELAWAN PORTABLE DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SUDUT MATA PISAU Eka Sari Wijianti; Firgiawan Aldy Pranata; Saparin Saparin
AUSTENIT Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT 13022021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.5703830

Abstract

Pohon Pelawan memiliki banyak manfaat dimasyarakat, salah satunya daunnya untuk pembuatan teh herbal. Proses pembuatan teh ini menggunakan mesin pencacah daun pelawan. Mesin ini sudah ada sebelumnya, namun dimensi mesin sebelumnya terlalu besar yang dimana tujuan awal pembuatan mesin untuk membantu UMKM masyarakat yang penggunanya adalah perempuan/ibu-ibu, dan hasil cacahan masih ada yang kasar. Oleh karena itu dilakukan perancangan mesin dengan mengubah dimensi mesin menjadi 370 mm x 350 mm x 530 mm dengan motor listrik 0,34 Hp dengan putaran motor 1325 rpm. Variasi kemiringan sudut mata pisau ada 4 yaitu 10˚, 15˚, 20˚, dan gabungan dari ketiga sudut itu dengan tujuan meningkatkan kehalusan cacahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan sudut kemiringan 10˚ menghasilkan 45,3% halus dan 54,7% kasar, untuk sudut 15˚ menghasilkan 37,31% halus dan kasar 62,69%, untuk sudut 20˚ menghasilkan 36,24% halus dan 63,76% kasar, untuk sudut gabungan  menghasilkan 38,58% halus dan 61,42% kasar. Kapasitas produksi terbesar yang dihasilkan yaitu pada kemiringan sudut 10˚ sebesar 0,78 kg/jam.
APLIKASI QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DALAM PENYESUAIAN SILABUS TERHADAP SKKNI GAMBAR TEKNIK Muchtar Ginting; Moch Yunus; Karmin Karmin
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT 06012014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.645 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4546641

Abstract

Mengutip Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor : KEP. 240/MEN/X/2004 pada poin pertama , Memutuskan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor  Logam dan Mesin yang didalamnya terdapat Drawing, Design and Drafting, poin kedua yaitu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebagaimana dimaksud dalam AMAR PERTAMA berlaku secara nasional dan menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi. Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Mesin adalah penyelenggara pendidikan yang di dalam kurikulumnya terdapat sejumlah matakuliah antara lain adalah Gambar yang dibagi menjadi tiga yaitu: Gambar Teknik diberikan pada semester 1, Gambar Mesin 1 diberikan pada semester 2 dan Gambar Mesin 2 (Berbasis Komputer) diberikan pada semester3. Silabus dan materi berdasarkan Referensi Menggambar Mesin dengan Standar ISO dan refrensi lain yang terkait.Untuk mengetahui apakah topik atau silabus Mata Kuliah Gambar pada Jurusan Teknik Mesin telah mencakup materi yang dibutuhkan pada Standar Kompetensi Gambar pada SKKNI, maka dilakukan penelitian tentang tingkat hubungan antara materi silabus sebagai objek dan SKKNI Gambar sebagai patokan kebutuhan konsumen dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD)dan hasilnya ditampilkan dalam matrik House Of Quality (HOQ). Hasil analisa terhadap kesesuaian kompetensi silabus dengan SKKNI Gambar terdapat aspek kritis sebagai hasil penelitian yang perlu ditindak lanjuti antara lain adalah belum adamya kejelasan tentang bagaimana mengorganisasi pemilihan, penggunaan alat gambar, simbol, suaian dan toleransi maupun Gambar Detail dari komponen permesinan. Untuk penyempurnaan materin silabus maka disarankan adalah perlunya tambahan materi terkait dengan SOP proses penggambaran mulai awal sampai selesai lengkap dengan sistim filing, order maupun perubahannya, perlunya pengenalan dan penekanan penggunaan Alat Gambar manual maupun komputerisasi secara utuh, serta diperbanyak latihan gambar assembling yang berkaitan dengan fungsi komponen dan proses pengerjaan permesinan. 
PENINGKATAN KINERJA KOMPOR SURYA TIPE KOTAK DENGAN PENAMBAHAN CERMIN REFLEKTOR Abdul Muin
AUSTENIT Vol. 9 No. 2 (2017): AUSTENIT 09022017
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.484 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4547625

Abstract

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan cermin reflektor terhadap kinerja dari kompor surya tipe kotak. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah eksperimental. Pengujian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Teknik Mesin Universitas Tridinanti Palembang. Penelitiaan dilakukan pada kompor surya tipe kotak dengan 3 cermin reflector. Kompor surya ini di uji untuk memanaskan air sebanyak 0,7 Liter air. Pengujian yang dilakukan untuk mendapatkan kinerja kompor adalah dengan menggunakan satu cermin, kemudian berikutnya dilakukan dengan penambahan 2 cermin pada posisi kiri dan kanan kompor surya. Dari hasil pengujian diperoleh hasil untuk kompor surya cermin tunggal diperoleh temperatur yang tertinggi dalam proses pemanasan air yaitu 80.2 oC, daya kompor sebersar 486.66 Watt. Sedangkan pengujian dengan penambahan cermin temperature yang tercapai adalah 83.4 oC dan daya kompor 518.02 Watt. Efisiensi kompor tertinggi diperoleh untuk cermin tunggal adalah sebesar 9,89 %, sedangkan efisiensi dengan penambahan cermin sebesar  17.36 %.
UJI PRESTASI MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN REFRIGERAN LPG Soegeng Witjahjo
AUSTENIT Vol. 1 No. 02 (2009): AUSTENIT 01022009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.737 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4542668

Abstract

Mesin pendingin mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga maupun dunia industri. Mesin pendingin dapat diaktifkan sebagai mesin pengawet (almari pendingin) maupun mesin pengkondisi udara (AC). Salah satu komponen dari mesin pendingin jenis kompresi uap adalah fluida kerja (refrigeran) yang berfungsi sebagai penyerap dan pembuang kalor. Berkaitan dengan isu pemanasan global dan perusakan ozon yang salah satu penyebanya adalah pemakaian zat jenis CFC (Chlorofluoride Carbonate) dimana zat ini terkandung pada refrigeran jenis R-12, maka pada penelitian ini akan dicoba pemakaian salah satu zat hidrokarbon yang biasanya dipakai sebagai bahan bakar, zat tersebut adalah LPG (Liquified Petrolium Gas), dengan alasan bahwa zat tersebut memiliki sifat termodinamika yang ‘mendekat‘ sifat termodinamika R-12. Pengujian prestasi mesin pendingin ditunjukkan oleh harga COP (Coeficient of Perfomance) yang dihasilkan dengan variasi beban pendinginan dan tekanan operasi refrigeran. Hasil pengujian yang telah dilaksanakan memberikan indikasi bahwa LPG dapat dipakai sebagai refrigeran pengganti R- 12 terutama untuk beban pendinginan yang sedang. Komponen-komponen yang terlibat pada pengujian tidak mengalami kerusakan. Minyak pelumas yang dipakai untuk refrigeran R-12 dapat dipakai pada mesin pendingin yang menggunakan refrigeran LPG.
ANALISA PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN JARAK PENGELASAN TERHADAP NILAI KEKERASAN SAMBUNGAN LAS BAJA KARBON RENDAH DENGAN ELEKTRODA 6013 METODE ANAVA Fenoria Putri
AUSTENIT Vol. 4 No. 01 (2012): AUSTENIT 04012012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.203 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4544310

Abstract

The process of connecting two or more pieces of metal using electricity as a heat source and the electrode material added as named by the electric arc welding. Welding of the world's most widely used in industry today, this is due to the welding process has advantages when compared with the other connections are: less expensive, the process is relatively faster, lighter, and in more varied engineering and construction. The selection of the current strength and type of electrodes is one of the most important in the welding process, in particular electric arc welding. Materials used in this research process is a low carbon steel and to obtain the optimal results of data processing is done using the method ANAVA. Brinnel hardness testing method aims to determine the hardness of a material. Brinnel intended for testing materials that have hardness Brinnel to 400 HB. Penetration tool used is a hardened steel ball indenter with a diameter of 2.5 mm. From the results of research and testing conducted by using the current 70 A - 110 A with a distance of 1 mm seam and 2 mm, current 110 A with a distance of 1 mm seam which has a high hardness value is 174.5453 BHN. The greater the flow and the larger distance widened welding weldment is happening.
Analisa Pengaruh Variasi Sudut Kemiringan Baffle Pada Alat Penukar Kalor 202-C Terhadap Aliran Fluida dan Perpindahan Panas Ahmad Ryan Andriansyah; Muchtar Ginting; Soegeng Witjahjo; Moch Yunus
AUSTENIT Vol. 8 No. 2 (2016): AUSTENIT 08022016
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.169 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4547588

Abstract

Dalam proses pembuatan Pupuk Urea, banyak menggunakan alat penukar kalor, sehingga alat penukar kalor ini mempunyai peran yang  penting dalam suatu proses produksi atau operasi. Unit penukar kalor adalah suatu alat untuk memindahkan panas dari suatu fluida ke fluida yang lain. Kegagalan operasi alat ini dari segi mekanikal maupun opersional dapat menyebabkan berhentinya operasi unit. Penelitian terhadap desain alat penukar kalor yang paling efektif masih terus dilakukan untuk mencari kinerja dari heat exchangcher yang paling optimal. Secara khusus bagian baffle inclination menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan kinerja alat penukar kalor. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian terhadap kinerja heat exchanger tipe shell and tube dengan memvariasikan sudut kemiringan baffle (baffle inclination) dengan mengambil objek alat penukar kalor 202-C di salah satu perusahaan pupuk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara numerik dengan perangkat lunak Fluent 6.3.26 dengan model solver steady. Besar baffle inclination yang telah ditentukan adalah 0o, 10o,20 o, 25o , dan 30o. Hasil analisa penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat  pengaruh baffle inclination pada alat penukar kalor 202-C tipe shell and tube terhadap aliran fluida dan perpindahan panas. Peningkatan laju aliran massa dapat meningkatkan pressure drop secara cepat, alat penukar kalor shell and tube dengan baffle inclination 20o memiliki unjuk kerja yang terbaik dibandingkan dengan baffle inclination 0o, 10o, 25o, dan  30o .
ANALISA KEGAGALAN HASIL PRODUKSI PLASTIK MOULDING DENGAN BAHAN BAKU POLYPROPYLENE ( PP ) DAN POLYETHELENE(PE) Mulyadi S
AUSTENIT Vol. 1 No. 01 (2009): AUSTENIT 01012009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.475 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4542562

Abstract

Plastik merupakan bahan baku Non Logam yang banyak di pakai pada perlengkapan rumah tangga dan dunia Industri, pada saat ini perkembangan Industri Plastik yang sangat pesat di dunia Industri modrn ini bukan hanya perlengkapan rumah tangga saja yang menggunakan bahan plastik, tetapi lebih maju lagi dunia Industri yang berkelibar besar seperti Industri Elektronik,Industri Otomotif, bahkan Industri pesawat terbangpun sekarang banyak yang menggunakan bahan plastik sebagai material yang digunakan untuk menjadi komponen pelengkap atau sebagai asesoris, karena bahan plastik banyak mengandung beberapa keuntungan antara lain bahan baku mudah didapat,dalam pembuatan mudah di bentuk, tidak korosi dalam suhu yang dingin, dan ada sesuatu hal yang harus dihindarkan dalam bahan plastik yaitu sering terjadi gagal produk apalagi menggunakan bahan baku Polipropelene dan Polyethelene, oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan cara seksama pada saat melakukan proses produksi plastik antara lain, apabila menggunakan jenis cetakan Injection Moulding maka yang perlu di perhatikan adalah temperatur alat, tekanan udara dari kompresor,volume cetakan,waktu pencetakan dan pendingan ini semua harus sesuai dengan perhitungan yang pasti sehingga tingkat kegagalan proses prduksi tidak mengalami kegagalan seperti yang dialami oleh beberapa industri Plastik.

Page 1 of 18 | Total Record : 174