Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Strategi Joko Widodo Membentuk Manajemen Kesan di Instagram Menjelang Pilpres 2019 Juniarti, Gita
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Master of Communication Science Program, Faculty of Social and Political Science, Diponego

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1625.48 KB) | DOI: 10.14710/interaksi.7.2.116-132

Abstract

To promote the positive self-image, political figures began to regard the development of the media from year to year. The presidential election on 2009, most politica figures promote themselves by print and broadcast media. On 2014, most of them began to used Twitter for political campign. Now, some have political figures to choose Instagram as a medium to market their self-image.Joko Widodo also builds positive image with audiences by Instagram. This study looks of Joko Widodo’s Instagram content and analyzed it with dramaturgy theory and impression management theory. Finally, the conclusion of this study will found Joko Widodo's strategy when he showed his positive images on Instagram. This research analyzed the contents of photos and videos on Instagram account @jokowi from the campaign began (October 1, 2018) until the presidential election was held (April 17, 2019). For the method, this research used qualitative approach with descriptive analysis.Joko Widodo use his Instagram to upload photos and videos about his success in building the infrastructure, maintaining stable prices in traditional markets, struggling for athlete's welfare, encouraging the village funds to develop the villages, commands the quick work for evacuation, etc. Each images and videos on his post earn thousands of likes and comments from followers and other Instagram account owners. Joko Widodo uses ingratiation strategies, self-promotion strategies, and exemplifications strategies when he creating impression management about himself on Instagram. Untuk mempromosikan citra diri, tokoh-tokoh politik mulai memperhatikan perkembangan media dari tahun ke tahun. Pada pemilihan presiden tahun 2009, sebagian besar tokoh politik memilih mempromosikan diri mereka dengan menggunakan media cetak maupun media elektronik. Kemudian, pada tahun 2014, mereka mulai beralih dengan menggunakan twitter. Kini, beberapa dari tokoh politik sudah mulai mempromosikan citra diri mereka melalui media Instagram.Joko Widodo juga turut membangun citra positif tentang dirinya melalui Instagram. Penelitian ini melihat isi dari Instagram milik Joko Widodo, lalu menganalisisnya dengan teori dramaturgi dan teori manajemen kesan. Penelitian ini akan menemukan strategi yang digunakan oleh Joko Widodo dalam membangun manajemen kesan tetnang dirinya di depan audiens. Adapun penelitian ini mengkaji foto dan video yang diposting oleh akun @jokowi sejak kampanye dimulai (1 Oktober 2018) hingga pemilihan presden berlangsung (17 April 2019). Untuk metodologi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif.Joko Widodo menggunakan Instagram untuk mengunggah foto dan video tentang keberhasilannya dalam membangun infrastruktur, mempertahankan harga yang stabil di pasar tradisional, berjuang untuk kesejahteraan atlet, mendorong desa-desa untuk berkembang dengan menggunakan dana desa, mengomando untuk cepat tanggap dalam bencana alam, dan hal positif lainnya. Joko Widodo menggunakan beberapa strategi dalam menunjukkan citra positifnya di Instagram, antara lain strategi ingratiation, strategi self-promotion, dan strategi exemplifications dalam membangun manajemen kesan di Instagram.
Analisis Ideologi Ibuisme pada Konten Iklan Susu Anak Patria Yulida Augustine; Gita Juniarti
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v8i1.11689

Abstract

Advertising aims to convey a persuasive message so that the audience buys the products offered. Besides, it also contains implied ideology. The ideology is conveyed implicitly with visuals and words in the advertisement. This study aimed to examine the ideology implied in the five advertisements for children's milk broadcast on television. This research used the content analysis research method. The population was children's milk advertisements broadcast on television. The samples were the five advertisements for children's milk that were consumed the most in 2020, i.e. Enfagrow, Pediasure, Chil Kid Morinaga, Nestle Lactogrow, and SGM. The units studied were physical, syntactic, and thematic units. The study results showed that the advertisements for children's milk contain an implied ideology. The ideology was motherism ideology, where a mother is fully responsible for family integrity and domestic work. This was shown from the most dominant vocabulary that appeared in the advertisement, explanation of the milk, the role that is dominated by the mother, and scenes that occur in the advertisement. Some advertisements showed father figures and citizens as extras. However, the mother role who made milk in kitchen, and was responsible for the ideas initiated by her child, showed the motherism ideology implicitly
Sharing Private Space with Strangers: The Phenomenon of Couchsurfing App User Gita Juniarti
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 6, No 2 (2021): December 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i2.576

Abstract

Couchsurfing is an application that connects persons who need lodging, with individuals who offer their house as a free place to stay. Persons who need lodging are called surfers and individuals who provide their house are called hosts. When hosts and surfers are just getting acquainted through the Couchsurfing app, they hold some uncertainty with each other. This study describes the experiences of both parties in their efforts to reduce uncertainty and build close relationships, even though they only met through digital applications and never  face to face. This study uses a phenomenological approach with data search techniques in the form of in-depth interviews, direct observation, and data observation through the Couchsurfing application. The number of interviewees was 14  from various cities in Indonesia. To reduce uncertainty and build close relationships, hosts and surfers go through five stages; first, understanding and believing technology; second, pre-conversation; third, online conversation-1; fourth, face-to-face conversation; and fifth, online conversation-2. The description of these stages is summarized in the findings of this study. This finding also proves that the presence of technology may modify the previously known theories of interpersonal communication. Interpersonal communication not only takes place between two people directly but also involves technology as an intermediary.
PERTUKARAN SOSIAL ANTARA DUA INDIVIDU DENGAN APLIKASI COUCHSURFING SEBAGAI PERANTARA Gita Juniarti
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.51-76

Abstract

CouchSurfing merupakan aplikasi keramah-tamahan yang didirikan tahun 2004. Aplikasi ini terus berkembang hingga tahun 2020. Saat ini, anggota CouchSurfing mencapai angka jutaan. Dengan aplikasi ini, anggota dapat menginap secara gratis di rumah member lainnya. Anggota CouchSurfing hanya menekan tombol request to stay untuk menginap di rumah anggota lainnya. Tidak ada hubungan dekat di antara dua anggota yang menjadi host dan surfer. Namun, host bersedia untuk berbagi ruangan dan fasilitas di dalam rumahnya untuk surfer. Lalu, apa bentuk keuntungan yang diterima oleh host melalui aplikasi CouchSurfing ini? Apakah keuntungan tersebut setimpal dengan pengorbanan yang dilakukan oleh host dalam memberikan tempat tinggalnya untuk surfer? Penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial dari George Homans (1961) dan teori tentang hutang (indebtedness) yang digagas oleh Greenberg dengan pendekatan fenomenologi dan dianalisis dengan interpretative phenomenological analysis (IPA). Host dan surfer melakukan pertukaran berupa souvenir dan kuliner. Selain sebagai tanda terima kasih karena telah diberikan tempat tinggal, souvenir dan kuliner juga sebagai simbol budaya dan menunjukkan eksistensi diri. Surfer memberikan tanda terima kasih dengan cara membersihkan rumah host. Keuntungan yang diperoleh berupa penghematan anggaran, pengalaman, dan pengetahuan baru. Keuntungan itu tidak hanya berlaku pada saat ini saja, tapi juga dapat diperoleh di masa mendatang. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa kehadiran teknologi yang dapat menggantikan peran manusia selaku perantara transaksi di dalam sistem pertukaran ekonomi berbagi secara tidak langsung. Kata kunci: Aplikasi CouchSurfing, Keuntungan, Host dan surfer, Pertukaran sosial 
GAYA HIDUP HEDONISME DALAM IKLAN PARIWISATA WONDERFUL INDONESIA “AN EXPLORATION OF THE WONDROUS LABUAN BAJO” Muhamad Sholeh; Gita Juniarti
JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek Vol 4 No 2 (2021): JUNI
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jike.v4i2.1043

Abstract

Abstrak Gaya hidup dari kegiatan liburan perlahan-lahan berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Jika sebelumnya liburan menjadi kebutuhan tersier, saat ini akivitas liburan menjadi kebutuhan sekunder untuk kelas menengah, terutama kebutuhan anak-anak muda. Saat ini, anak-anak muda menjalani liburan dengan gaya hidup hedonisme dan hal itu semakin populer di kalangan mereka. Banyak hal yang menyebabkan tumbuhnya gaya hidup hedonisme tersebut, salah satunya karena hadirnya media sosial, seperti Instagram dan Youtube. Penelitian ini berasumsi bahwa iklan promosi wisata yang dipublikasikan di Youtube juga memiliki peran dalam menumbuhkan gaya hidup hedonisme di kalangan anak-anak muda ketika melakukan aktivitas liburan. Objek dari penelitian ini adalah iklan promosi wisata berjudul “An Exploration of The Wondrous Labuan Bajo” yang dipublikasikan oleh Wonderful Indonesia. Berdasarkan hasil analisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes, terdapat tanda-tanda konotatif pada iklan yang mengarahkan kepada gaya hidup hedonisme ketika menjalani liburan, seperti berlibur di kapal phinisi dan penginapan mewah, serta perlengkapan gadget canggih yang dapat melakukan swafoto dan swavideo di mana saja. Ketika dikaji menggunakan empat kata kunci studi kultural, yaitu (1) budaya dan praktik tentang tanda, (2) teks dan khalayak, (3) materialism dan non-reduksionalisme, dan (4) kekuasaan, iklan pariwisata ini cenderung menampilkan produk yang dihasilkan oleh kelompok elit dan tidak memberikan suara kepada kelas menengah ke bawah, seperti pengusaha UMKM di Labuan Bajo. Maka, bisa disimpulkan bahwa kelompok elit memiliki peran dalam menanamkan budaya hedonisme di dalam kegiatan wisata melalui iklan pariwisata Wonderful Indonesia. Kata kunci: Liburan, gaya hidup hedonisme, anak-anak muda, iklan pariwisata Abstract The lifestyle of vacation began to differ along with the development of technology. Previously, vacation became the tertiary needs for people, but nowadays, it is becoming the secondary needs for middle class, especially for young people. The aim for vacation is not only for refreshing, but also enhance the existence of young people. Therefore, the hedonism lifestyle in vacation activities is inceasingly among young people. Many things induce the growth of the hedonism lifestyle, and one of which is due to the presence of social platform, such as Instagram and Youtube. This research assumes that tourism advertising that published on Youtube Wonderful Indonesia also have a role in fostering the hedonism lifestyle among young people. The object of this research is tourism promotion advertising tittled “An Exploration of The Wondrous Labuan Bajo” that published by Wonderful Indonesia. Based on the analysis using Roland Barthes’s semiotics theory, there are several connotative signs were seen in the advertisement tourism which directs to the hedonism lifestyle, such as vacation on phinisi ship and luxury resort. Furthermore, young people also bring sophisticated gadget that can do selfies anywhere to show their existence. This research also examined using four keyword of cultural studies, namely (1) culture and signifying practices, (2) texts and readers, (3) materialism and non-reductionism, and (4) power. The result describes that these advertising video tend to display products from elite class and do not give the voice for lower and middle class, such as MSME entrepreneurs in Labuan Bajo. It can be concluded that the elite class has role to changing the hedonism lifestyle for vacation in young people. Keywords: Vacation, hedonism lifestyle, young people, tourism advertising
Studi Gender dalam Komunikasi Keluarga: Problematik yang Dihadapi Remaja Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Muhammad Sholeh; Gita Juniarti
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i1.559

Abstract

Penelitian ini membahas pola komunikasi berbeda pada empat keluarga dengan anak perempuan yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggambarkan bahwa posisi remaja perempuan sebagai anak mengalami kendala ketika menyampaikan argumentasi terkait keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keluarga menerapkan tipe komunikasi lissez-faire. Di sisi lain, beberapa keluarga menerapkan tipe komunikasi konsensual yang mengedepankan diskusi tanpa memandang usia dan gender serta komunikasi pluralistik yang membebaskan anak mengambil keputusan untuk masa depan mereka. This research discusses communication patterns that occur in four families in Central Java. These families have daughters who want to continue their college education. The methodology used qualitative with case study approach. This research illustrates the position of daughters side that experiences problems. Some of them were unable to express their desire because the family adopted a lissez-faire type of communication. The other families apply the type of consensual communication that promotes discussion by all family members regardless of age and gender. Some families apply a pluralistic type of communication that children are free to make decisions for their future.
Rasa Percaya Mahasiswa pada Polisi : Studi Eksperimen pada Tweet dengan Tagar #1Hari1Oknum Gita Juniarti; Citra Fransisca Lestari Dano Putri; Noval Sufriyanto Talani
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 22 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.814 KB) | DOI: 10.31599/jki.v22i3.1522

Abstract

The aims of this study to conduct experimental study on student’ at Department of Communication Science, State University of Gorontalo regarding information that relate to police. Police have negative image in society’ perspective, especially on Generation Z. On Twitter, netizen criticize police with hashtag #1hari1oknum. The hashtag show news from several mass media about the nasty and cruel behavior from several police. In addition, the hashtag also an attempt by public to criticize the police on Twitter. The police institution also created Twitter account, @divhumas_polri to improve their image. This research analyzes the management of information of students who given information from @divhumas_polri account and news with the hashtag #1hari1oknum. This research use positivistic paradigm, quantitative approach, and questionnaire distribution. The amount of population was 120 students, who were divided into experimental and control groups. Furthermore, 60 students were further divided into three groups base on their academic years, 2021, 2020, and 2019. The results of this study showed that students did not have high trust towards police, especially students from experimental group who received treatment to read news with hashtag #1hari1oknum. The findings also show that students manage information through central route. They are considered critical in responding to information. As generation Z who depend on gadgets, students do not believe new information from @divhumas_polri and news with hashtag #1hari1oknum immediately. Students need supporting information from other sources, find out the information about account that spreads information, and pay attention to hashtags that used.
PELATIHAN MENGHITUNG HPP PADA PELAKU UMKM KUE SUKADE DI DESA KOPI GITA JUNIARTI
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v4i1.43155

Abstract

The objective of community development activity at Desa Kopi, North Bulango District, Bone Bolango Regency is to provide the MSME business owners a set of knowledge about calculating production cost of goods and services. The calculation result can later be used to determine how much the selling price of the final product will be. The commodity in Desa Kopi is palm plantation, so palm-based products become one of the businesses developed by local community in Desa Kopi. One of the palm-based products is Sukade cake which is a traditional food from Gorontalo Province. Sukade cakes were made as daily meals. Some local MSME business owners only distribute it at nearby stalls and traditional markets. Therefore, this project is expected to help locals to sell the cake with more suitable price, so that MSME business owners are able to gain more profit. The project was held from July to September 2022 targeting on the local Sukade cake business owners. The preparation started with observation and interviews, training on Cost of Good Sold (HPP) analysis, and final evaluation through interviews with MSME business owners. This project effectively provided MSME business owners with the desired knowledge on the HPP specifically on Sukade cake.
Problem tafsir semiotika dalam kajian media dan komunikasi: Sebuah tinjauan kritis Noval Sufriyanto Talani; Sukarman Kamuli; Gita Juniarti
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 36/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v9i1.3407

Abstract

Tradisi semiotika adalah salah satu tradisi penting dalam kajian media dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaplikasian teori-teori semiotika dalam kajian media dan komunikasi guna menemukan aspek-aspek problematis di dalamnya. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menganalisis dua belas artikel yang menggunakan metode analisis semiotika. Kedua belas artikel yang dipilih telah diterbitkan oleh jurnal-jurnal ilmu komunikasi yang terindeks Sinta 2. Hasil menunjukkan bahwa iklan, film, majalah, gambar buku anak, teks pidato, dan simbol-simbol dalam ritual adat telah dijadikan objek penelitian dan masing-masing dianalisis berdasarkan teori semiotika Greimas, Barthes, Peirce, dan Lotman. Problem mendasar yang ditemukan adalah kerancuan bentuk penafsiran khususnya pada penelitian-penelitian terdahulu yang menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Umumnya kerancuan itu terjadi ketika tafsir di tingkatan denotatif dicampuradukkan dengan tafsir di tingkat konotatif. Dalam konteks semiotika Peirce, kecenderungan analisisnya terfokus pada bagian Objek (O) dan mengabaikan bagian Representamen (R) dan Interpretan (I). Padahal dalam basis teori Peirce, objek, representamen, dan interpretan adalah satu kesatuan unit analisis yang tidak terpisahkan dan brsifat parsial. Kekeliruan, kerancuan, atau ketidaktepatan analisis bisa menjadi persoalan mendasar dari tafsir semiotika..
Wujud Determinisme Teknologi dalam Audiobook untuk Meningkatkan Minat Baca Rierind Koniyo; Gita Juniarti; Fatmawaty Damity
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.7869

Abstract

Reading habit merupakan kegiatan individu yang berkaitan dengan motivasi dan keingintahuan individu terhadap informasi yang dibutuhkan, sehingga individu akan memilih buku yang tepat untuk dikonsumsi guna menjawab keingintahuan individu tersebut. Teknologi pun mulai hadir dan perlahan mengubah reading habit individu, khususnya mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang peran teknologi dalam mengubah reading habit mahasiswa di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Fakulta Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi. Penelitian ini menggunakan teori determinisme teknologi dan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa teknologi mendatangkan perubahan positif. Perubahan pertama berupa habit mahasiswa mencari review buku yang telah dijadikan konten di Youtube, Twitter, dan Instagram. Perubahan kedua berupa menjadikan media sosial sebagai pedoman untuk mencari dan membaca buku. Perubahan lainnya adalah sistem membeli buku dengan menggunakan e-commerce, hadirnya buku dengan mengandalkan audiovisual, dan terjalinnya komunikasi antara individu yang memiliki hobi membaca dan berdomisili di Gorontalo dengan individu yang memiliki hobi yang sama di negara maupun daerah lain. Perubahan reading habit ini menunjukkan sesuatu yang positif, namun mahasiswa masih perlu untuk meningkatkan minat baca lagi dengan mengandalkan media sosial tersebut.Kata Kunci: Reading habit, teknologi, determinisme teknologi, Gorontalo