Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Operasional Kereta Komuter Surabaya - Bangil theresia mca; Nafilah El Hafizah; Kurnia Hadi Putra; Flora Mustikaning Ratu
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2022.v3i1.3027

Abstract

KAI DAOP VIII Ltd operates the commuter train for Surabaya-Bangil route to overcome the needs of people that use train to work. This train is expected to reduce the congestion in Surabaya since there are also citizen outside the city that use it for work. Thus, the performance of train operation must be evaluated such as; travel, stopping, and delay time, convenience of sitting and standing sites, and loading factor. Field survey data were collected and processed by hypothetical test 1- Sample t test. The travel time for Surabaya-Bangil was changed from 66 to 63 minutes based on the schedule while the viceversa route changed from 66 to 55 minutes. The stopping time for Surabaya-Bangil was changed from 43 to 47 minutes based on the schedule while the viceversa route changed from 43 to 50 minutes. The delay time for Surabaya-Bangil had 6 minutes and departure 4 minutes, while for Bangil-Surabaya had the arrival 7 minutes and departure 9 minutes. Those results were under the process of acceptance after the hypothetical test 1-Sample t test is done. The convenience of seat gained 0.3 m2/space in the normal condition and 0.167-0.169 m2/space during COVID-19. Meanwhile, the convenience of standing site obtained 0.25-0.29 m2/space. The loading factor got 36% for Surabaya-Bangil and 29% for Bangil-Surabaya. These results categorized as ineligible for loading factor 70% since this survey was conducted during COVID-19 pandemic.
Analisis Karakteristik Penggunaan Moda Akses Bandara Internasional Yogyakarta El Hafizah, Nafilah; Hidayat, Erwin
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil 2019: Volume 3, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.494 KB)

Abstract

The new Yogyakarta International Airport began operations with an airport area of 645.63 hectares with a capacity of 14 million passengers a year. Access to the Yogyakarta international airport is distributed to 4 routes to the airport at Wates national road, Karangnongko road, the Southern Cross Road, Daendels road which is using the railroad mode. This study uses revealed preference analysis which is the approach by conveying a fact choice statement to be given an assessment by the respondent. The sample collection is assumed by the peak passenger of the Adisucipto airport, because the Yogyakarta International Airport is recently opened. It is expected to be able to represent demand predictions at the Yogyakarta International airport in the future. The results of the questionnaire were then processed by using statistical analysis to determine the factors that influence the selection of transportation modes to and from the airport. In research, the factors that influence mode choice are travel costs, travel time, travel distance, and generalized costs. The results illustrate that prospective air transport users are more dominant in choosing travel cost attributes compared to other attributes that influence. With the coefficient of determination is 0.528 and the results of data analysis for the selection of mode of transportation using private vehicles is 57% and public transportation is 43%..
Analisis Pengaruh Asal Perjalanan Penumpang Bandara Terhadap Akses Menuju Bandara (Studi Kasus: Semarang, Yogyakarta dan Surabaya) Nafilah el Hafizah; Ervina Ahyudanari; Karmini Karmini
WARTA ARDHIA Vol 44, No 1 (2018)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1567.91 KB) | DOI: 10.25104/wa.v44i1.317.1-16

Abstract

Analysis of Airport Passangers Trip Origin Towards The Access To The Airport (Case Study: Semarang, Yogyakarta and Surabaya): The economic development of a city will be accompanied by an increase in the number of population, which means it will generate more mobility as well as the need of transportation. Changes in travel time due to congestion will also affect travel cost. From the relationship between the growth of the number of vehicles in a city and the accessibility to the airport, it is necessary to research the significance of that relationship. Three airports namely Ahmad Yani Airport, Adisucipto Airport and Juanda Airport with the correspondent cities they served used as the case study. The data of travel time and travel distance of the respondents processed using the relation analysis. The problem solving method exercised the distribution of modal choice, the difference of travel time to theairport and to forecast the number of passengers if mass transport is utilized. The result of the study indicates that the growth of air transport demand correlate positively with the population growth. Respondents indicates mass rail transport is required if the possibility of loss of flight can occur in cities with varying fluctuations in travel time. Berkembangnya ekonomi kota akan diiringi dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatkan tingkat bermobilitas yang menyebabkan kebutuhan transportasi bertambah. Perubahan waktu perjalanan juga akan mempengaruhi biaya perjalanan yang diakibatkan kemacetan. Dari hubungan antara pertumbuhan jumlah kendaraan disuatu kota dan aksesibilitas menuju bandara, maka perlu dilakukan penelitian signifikansi hubungan tersebut. Sebagai studi kasus digunakan data 3 bandara yaitu Bandara Ahmad Yani, Bandara Adisucipto dan Bandara Juanda. Data waktu tempuh dan jarak perjalanan responden diolah dalam analisis hubungan waktu tempuh dan jarak perjalanan. Metode penyelesaian permasalahan yang ada adalah mengidentifikasi distribusi penggunaan moda, menghitung perbedaan waktu tempuh perjalanan menuju bandara dan dilakukan peramalan jumlah penumpang apabila diadakan transportasi massal. Hasil Penelitian menunjukkan adanya kesesuaian bahwa pertumbuhan demand transportasi udara seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Responden menunjukkan transportasi massal rel dibutuhkan jika kemungkinan terjadinya kehilangan penerbangan dapat terjadi pada kota dengan fluktuasi perubahan waktu tempuh yang sangat bervariasi.
Karakteristik dan Bangkitan Perjalanan Pada Kawasan Perumahan UKA Kecamatan Benowo Surabaya Firdausi, Mutiara; Hafizah, Nafilah El
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Surabaya tahun 2019, Surabaya merupakan kota terbesar ke-2 se Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 3.100.000 jiwa. Sebagai kota terbesar ke-2 Se Indonesia, Surabaya memiliki banyak perumahan untuk menampung kehidupan warganya. Salah satu perumahan yang ada di Surabaya yaitu perumahan UKA, yang terletak di Jl. Kendung, kel. Sememi, Kec. Benowo, Surabaya. Kebanyakan penduduk perumahan UKA keluar dari lingkungan perumahan untuk bekerja, sekolah, kuliah, belanja dan lainnya. Dengan adanya perumahan UKA di daerah Surabaya barat seringkali terjadi kemacetan lalu lintas akibat bangkitan penduduk perumahan UKA melewati jalan Sememi – Manukan untuk menuju pusat kota Surabaya. Di jalan Sememi – Manukan banyak tempat seperti pergudangan jadi banyak kendaraan seperti truk dan trailer yang melewati jalan Sememi - Manukan yang menuju ke jalan tol dan pusat kota Surabaya. Hal tersebut yang menjadi tujuan dari penelitian ini untuk membuat model bangkitan perjalanan terhadap Perumahan UKA Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan uji statistik diperoleh model persamaan Y = -0,358 - 0,63 X1 + 0,866 X2+ 0,808 X3+ 0,084 X4 dengan variabel bebas X1 Jumlah anggota keluarga,  X2 adalah Jumlah anggota keluarga bekerja, X3 adalah Jumlah anggota keluarga bersekolah, dan X4 adalah jumlah pendapatan rata-rata. Terdapat 2 faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi bangkitan perjalanan di perumahan UKA yaitu Jumlah anggota keluarga bekerja (X2) , dan Jumlah anggota keluarga bersekolah (X3). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh jumlah bangkitan per 1 sampel populasi penduduk perumahan UKA sebesar 3 perjalanan/hari dan total bangkitan perumahan UKA dengan 303 sampel populasi sebesar 797 perjalanan/hari.
Analisa Dampak Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Tambak Wedi Surabaya Akibat Rencana Pembangunan Cable Car/ Gondola Kurnia Hadi Putra; Pradimas Nur Cahyo; Mutiara Firdausi; Nafilah El Hafizah
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2022.v3i1.3028

Abstract

The plan to develop a cable car/gondola on Tambak Wedi Road in Surabaya has triggered trip generationand attractions, which can eventually decrease the performance of this road. Therefore, an analysis of the road performance due to the development of the cable car/gondola is necessary to minimize the impact of its performance and to provide solutions to traffic problems when the analysis indicates bad results. This research employed the method of the Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), or Indonesian Highway Capacity manual, and other related regulations. The analysis of road performance began with a traffic survey and was followed by predicting trip generation and attraction. After analyzing the existing conditions of road performance, the researcher analyzed the traffic predictions during construction and operation as well as proposed recommendations for alternative management to overcome the traffic impacts caused by the planned development. The research results demonstrated that the existing condition on Tambak Wedi Road obtained the highest result in the morning by V/C Ratio 0.16 and LOS A, whereas during the construction, the highest result occurred in the morning by V/C Ratio 0.2 and LOS A. Finally, during the operation, the highest result also occurred in the morning by V/C Ratio of 0.57 and LOS A.
PERENCANAAN DEMAND DAN KEBUTUHAN TOLL GATE PROBO-WANGI El Hafizah, Nafilah; Sairlela, Joudri Rudi
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan tol merupakan bagian dari suatu sistem jaringan jalan nasional yang dikhususkan untuk kendaraan minimal 2 gandar dimana pengguna jalan tol harus membayar sesuai golongan dan tarif yang berlaku. Tujuan perencanaan gerbang tol Probolinggo-Banyuwangi untuk mendapatkan volume kendaraan rencana yang akan ditampung dan kebutuhan gardu tol pada tahun 2024 dan 2034. Perencanaan gerbang tol ini menggunakan metode Multi Channel Single Phase dan menggunakan disiplin antrian First In First Out (FIFO). Dalam perhitungan perencanaan gerbang tol ini nantinya akan merencanakan gerbang tol Otomatis dan On Board Unit. Dimana pada toll gate Probolinggo-Banyuwangi terdapat 7 seksi gerbang tol. Pada perhitungan di tahun 2024, panjang antrian pada tiap toll gate sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerja Umum Republik Indonesia Nomor 16/PRT/M/2014, untuk jumlah kendaraan terdapat jumlah kendaraan terkecil pada toll gate Situbondo berjumlah 23 kendaraan dengan jumlah toll gate, arah masuk dan keluar terdapat 1 toll gate Otomatis, 1 toll gate OBU, untuk jumlah kendaraan terbanyak terdapat pada gerbang tol Ketapang sebesar 1058 kendaraan dengan jumlah gerbang tol, arah masuk dan keluar terdapat 1 toll gate On Board Unit, 2 GTO. Kemudian untuk tahun 2034, akan terjadi panjang antrian pada toll gate Bajulmati dan toll gate Krakasan.
Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar (ATP – WTP) Penumpang Bus Kota Rute Purabaya - Bratang Firdausi, Mutiara; Hafizah, Nafilah El; Sekartadji, Ratih; Istiono, Heri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2020.v1i1.688

Abstract

Kepemilikan kendaraan yang tiap tahun bertambah dan kenaikan tarif angkutan umum menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah pengguna angkutan umum. Tarif merupakan salah satu hal yang penting dalam menentukan suatu daya tarik penggunaan angkutan umum. Penetapan tarif harus memperhatikan daya beli pangsa pasar dan kemauan membayar tarif dari pengguna angkutan umum. Kemauan pengguna untuk membayar tarif sesuai dengan pelayanan yang tersedia dan kemampuan secara finansial yaitu WTP (Willingness To Pay). Kemampuan membayar oleh pengguna angkutan umum terhadap pelayanan yang diberikan berdasarkan jasa pelayanan yang diaggap ideal dan sesuai dengan ongkos perjalanan yang dilakukan yaitu ATP (Ability To Pay). Permasalahan yang timbul jika nilai ATP dan WTP lebih rendah dari tarif angkutan saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis kuesioner yaitu ATP dan WTP untuk mengetahui kemampuan dan kemauan membayar jasa angkutan dan untuk mengetahui keinginan masyarakat terhadap tarif yang berlaku. Frekuensi penumpang dalam penggunaan bus lebih dari 3 kali dalam satu bulan hal ini dibuktikan dari hasil kuesioner sejumlah 67%. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai ATP sebesar  Rp 7.625 pengguna Bus Bratang-Bungurasih lebih besar dari tarif saat ini. Dari hasil perhitungan kemauan membayar (Willingness to Pay) apabila adanya peningkatan layanan, pengguna angkutan umum bersedia membayar lebih sebesar Rp 7.190.
Analisis Karakteristik Penggunaan Moda Akses Bandara Internasional Yogyakarta Nafilah El Hafizah; Erwin Hidayat
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v3i1.700

Abstract

The new Yogyakarta International Airport began operations with an airport area of 645.63 hectares with a capacity of 14 million passengers a year. Access to the Yogyakarta international airport is distributed to 4 routes to the airport at Wates national road, Karangnongko road, the Southern Cross Road, Daendels road which is using the railroad mode. This study uses revealed preference analysis which is the approach by conveying a fact choice statement to be given an assessment by the respondent. The sample collection is assumed by the peak passenger of the Adisucipto airport, because the Yogyakarta International Airport is recently opened. It is expected to be able to represent demand predictions at the Yogyakarta International airport in the future. The results of the questionnaire were then processed by using statistical analysis to determine the factors that influence the selection of transportation modes to and from the airport. In research, the factors that influence mode choice are travel costs, travel time, travel distance, and generalized costs. The results illustrate that prospective air transport users are more dominant in choosing travel cost attributes compared to other attributes that influence. With the coefficient of determination is 0.528 and the results of data analysis for the selection of mode of transportation using private vehicles is 57% and public transportation is 43%..
Analisis Karakteristik Parkir, Drop Off dan Pick Up Area Berdasarkan Demand Bandara Juanda Surabaya Nafilah El Hafizah; Mutiara Firdausi
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.21 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i2.1411

Abstract

Juanda Airport as one of airports in Indonesia has served domestic and international flight. Airports are usually located in outlying areas accessible via direct access freeways or transit lines rather than at the center of metropolitan areas restricted by local grid networks, so their market area can be measured. The modes used at Juanda airport are dominated by private vehicles and cab. And it caused a lot of queue in the drop zone area at the peak hour and also needed some additional parking area which has overloaded in capacity. Information on the use of transportation modes is very important to know. This needs sould important in order to maximize the need for facilities related to the use of access modes to the airport. The method used is to identify the use of vehicles that access the airport, evaluate the performance of parking lots, evaluate of pick up and drop off area, evaluate the number of queues at the drop off and pick up area and when if mass transportation is held to provide access modes to the airport. The result shows that private vehicles dominate as vehicles accessing the airport by 87,78% and public vehicles by 12,23%. Peak hours of vehicles arrival at 9 AM. The analysis of the use of the drop off area a queue of vehicles by 87,57% and demand in the parking lots of 60,37%. From the proposal of using mass transportation to reduce queue in the drop zone area by 12,42% and reduction in parking lots demand by 39,62%.
Karakteristik dan Bangkitan Perjalanan Pada Kawasan Perumahan UKA Kecamatan Benowo Surabaya Mutiara Firdausi; Nafilah El Hafizah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Surabaya tahun 2019, Surabaya merupakan kota terbesar ke-2 se Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 3.100.000 jiwa. Sebagai kota terbesar ke-2 Se Indonesia, Surabaya memiliki banyak perumahan untuk menampung kehidupan warganya. Salah satu perumahan yang ada di Surabaya yaitu perumahan UKA, yang terletak di Jl. Kendung, kel. Sememi, Kec. Benowo, Surabaya. Kebanyakan penduduk perumahan UKA keluar dari lingkungan perumahan untuk bekerja, sekolah, kuliah, belanja dan lainnya. Dengan adanya perumahan UKA di daerah Surabaya barat seringkali terjadi kemacetan lalu lintas akibat bangkitan penduduk perumahan UKA melewati jalan Sememi – Manukan untuk menuju pusat kota Surabaya. Di jalan Sememi – Manukan banyak tempat seperti pergudangan jadi banyak kendaraan seperti truk dan trailer yang melewati jalan Sememi - Manukan yang menuju ke jalan tol dan pusat kota Surabaya. Hal tersebut yang menjadi tujuan dari penelitian ini untuk membuat model bangkitan perjalanan terhadap Perumahan UKA Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan uji statistik diperoleh model persamaan Y = -0,358 - 0,63 X1 + 0,866 X2+ 0,808 X3+ 0,084 X4 dengan variabel bebas X1 Jumlah anggota keluarga,  X2 adalah Jumlah anggota keluarga bekerja, X3 adalah Jumlah anggota keluarga bersekolah, dan X4 adalah jumlah pendapatan rata-rata. Terdapat 2 faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi bangkitan perjalanan di perumahan UKA yaitu Jumlah anggota keluarga bekerja (X2) , dan Jumlah anggota keluarga bersekolah (X3). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh jumlah bangkitan per 1 sampel populasi penduduk perumahan UKA sebesar 3 perjalanan/hari dan total bangkitan perumahan UKA dengan 303 sampel populasi sebesar 797 perjalanan/hari.