Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PEMILIHAN MODA KENDARAAN PRIBADI DAN ANGKUTAN UMUM DI BANDARA INTERNASIONAL ADISUCIPTO YOGYAKARTA Mutiara Firdausi; Ratih Sekartadji Sambodja
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan angkutan intermoda di Bandara Adisucipto yang sudah tersedia meliputi Trans Jogja, taxi, kereta api, dan sudah terintegrasi di bandara Adisucipto belum dimanfaatkan secara efektif oleh penumpang angkutan udara. Dengan adanya variasi angkutan intermoda yang tersedia tersebut, perlu dilakukan penelitian penyebab tidak efektifnya penggunaan moda transportasi publik yang ada.Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada penumpang bandara Adisucipto. Dari hasil penyebaran kuesioner didapatkan sebagian besar (64%) para penumpang angkutan udara menggunakan kendaraan pribadi. Salah satu aspek yang dikaji adalah biaya perjalanan ke Bandara dengan menggunakan kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum. Pemodelan pemilihan moda berdasarkan biaya dilakukan dengan menggunakan Model Binomial Logit Biner.Dari hasil analisis diperoleh bahwa, jika selisih biaya angkutan umum dengan kendaraan pribadi semakin besar dimana biaya angkutan umum lebih mahal, maka peluang menggunakan kendaraan pribadi akan meningkat. Di sisi lain, walaupun biaya angkutan pribadi dan angkutan umum sama besar, tetap saja penumpang angkutan udara memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi (59%). Penyebab tidak efektifnya penggunaan moda angkutan umum disebabkan karena tidak tersedianya akses moda angkutan di setiap daerah, dan tidak terintegrasinya jadwal angkutan intermoda dengan jadwal penerbangan.
Karakteristik dan Bangkitan Perjalanan Pada Kawasan Perumahan UKA Kecamatan Benowo Surabaya Firdausi, Mutiara; Hafizah, Nafilah El
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Surabaya tahun 2019, Surabaya merupakan kota terbesar ke-2 se Indonesia dengan jumlah penduduk sebesar 3.100.000 jiwa. Sebagai kota terbesar ke-2 Se Indonesia, Surabaya memiliki banyak perumahan untuk menampung kehidupan warganya. Salah satu perumahan yang ada di Surabaya yaitu perumahan UKA, yang terletak di Jl. Kendung, kel. Sememi, Kec. Benowo, Surabaya. Kebanyakan penduduk perumahan UKA keluar dari lingkungan perumahan untuk bekerja, sekolah, kuliah, belanja dan lainnya. Dengan adanya perumahan UKA di daerah Surabaya barat seringkali terjadi kemacetan lalu lintas akibat bangkitan penduduk perumahan UKA melewati jalan Sememi – Manukan untuk menuju pusat kota Surabaya. Di jalan Sememi – Manukan banyak tempat seperti pergudangan jadi banyak kendaraan seperti truk dan trailer yang melewati jalan Sememi - Manukan yang menuju ke jalan tol dan pusat kota Surabaya. Hal tersebut yang menjadi tujuan dari penelitian ini untuk membuat model bangkitan perjalanan terhadap Perumahan UKA Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan uji statistik diperoleh model persamaan Y = -0,358 - 0,63 X1 + 0,866 X2+ 0,808 X3+ 0,084 X4 dengan variabel bebas X1 Jumlah anggota keluarga,  X2 adalah Jumlah anggota keluarga bekerja, X3 adalah Jumlah anggota keluarga bersekolah, dan X4 adalah jumlah pendapatan rata-rata. Terdapat 2 faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi bangkitan perjalanan di perumahan UKA yaitu Jumlah anggota keluarga bekerja (X2) , dan Jumlah anggota keluarga bersekolah (X3). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh jumlah bangkitan per 1 sampel populasi penduduk perumahan UKA sebesar 3 perjalanan/hari dan total bangkitan perumahan UKA dengan 303 sampel populasi sebesar 797 perjalanan/hari.
ANALISIS PEMILIHAN MODA KENDARAAN PRIBADI DAN ANGKUTAN UMUM DI BANDARA INTERNASIONAL ADISUCIPTO YOGYAKARTA Firdausi, Mutiara; Sambodja, Ratih Sekartadji
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan angkutan intermoda di Bandara Adisucipto yang sudah tersedia meliputi Trans Jogja, taxi, kereta api, dan sudah terintegrasi di bandara Adisucipto belum dimanfaatkan secara efektif oleh penumpang angkutan udara. Dengan adanya variasi angkutan intermoda yang tersedia tersebut, perlu dilakukan penelitian penyebab tidak efektifnya penggunaan moda transportasi publik yang ada.Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada penumpang bandara Adisucipto. Dari hasil penyebaran kuesioner didapatkan sebagian besar (64%) para penumpang angkutan udara menggunakan kendaraan pribadi. Salah satu aspek yang dikaji adalah biaya perjalanan ke Bandara dengan menggunakan kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum. Pemodelan pemilihan moda berdasarkan biaya dilakukan dengan menggunakan Model Binomial Logit Biner.Dari hasil analisis diperoleh bahwa, jika selisih biaya angkutan umum dengan kendaraan pribadi semakin besar dimana biaya angkutan umum lebih mahal, maka peluang menggunakan kendaraan pribadi akan meningkat. Di sisi lain, walaupun biaya angkutan pribadi dan angkutan umum sama besar, tetap saja penumpang angkutan udara memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi (59%). Penyebab tidak efektifnya penggunaan moda angkutan umum disebabkan karena tidak tersedianya akses moda angkutan di setiap daerah, dan tidak terintegrasinya jadwal angkutan intermoda dengan jadwal penerbangan.
ANALISIS KARAKTERISTIK DEMAND DAN MODA TRANSPORTASI DI KABUPATEN ROTE NDAO PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Putra, Kurnia Hadi; Firdausi, Mutiara
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana Transportasi sangat penting untuk membuka keterisolasian di daerah-daerah terpencil Kabupaten Rote Ndao Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan hal ini perlu ditunjang dengan tersedianya prasarana seperti jalan, bandara dan pelabuhan. Transportasi menuju dan keluar Kabupaten Rote Ndao hanya bisa dilalui dengan menggunakan Transportasi Udara dan Laut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik demand dan moda transportasi di Kabupaten Rote Ndao Propinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil survey dan penyebaran kuisioner pada penumpang angkutan laut di Pelabuhan Ba’a – Rote dan penumpang udara di Bandara D.C. Saudale Rote kemudian dianalisis uji korelasi antara pertumbuhan wisatawan dengan PDRB wilayah Rote Ndao, diperoleh Gambaran kondisi eksisting moda transportasi udara dan laut yang melayani dari atau keluar Kabupaten Rote Ndao penerbangan perintis di Bandara D.C. Saudale banyak digunakan disaat cuaca buruk dikarenakan moda transportasi laut tidak beroperasi. Berdasarkan hasil kuisioner penumpang moda transportasi udara dan laut diperoleh hasil bahwa penumpang datang ke Rote Ndao bertujuan wisata, hal ini sejalan dengan hasil uji korelasi antara pertumbuhan wisatawan dengan PDRB wilayah Rote Ndao terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara pertumbuhan wisatawan dengan PDRB wilayah Kabupaten Rote Ndao.
Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar (ATP – WTP) Penumpang Bus Kota Rute Purabaya - Bratang Mutiara Firdausi; Nafilah El Hafizah; Ratih Sekartadji; Heri Istiono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2020.v1i1.688

Abstract

Kepemilikan kendaraan yang tiap tahun bertambah dan kenaikan tarif angkutan umum menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah pengguna angkutan umum. Tarif merupakan salah satu hal yang penting dalam menentukan suatu daya tarik penggunaan angkutan umum. Penetapan tarif harus memperhatikan daya beli pangsa pasar dan kemauan membayar tarif dari pengguna angkutan umum. Kemauan pengguna untuk membayar tarif sesuai dengan pelayanan yang tersedia dan kemampuan secara finansial yaitu WTP (Willingness To Pay). Kemampuan membayar oleh pengguna angkutan umum terhadap pelayanan yang diberikan berdasarkan jasa pelayanan yang diaggap ideal dan sesuai dengan ongkos perjalanan yang dilakukan yaitu ATP (Ability To Pay). Permasalahan yang timbul jika nilai ATP dan WTP lebih rendah dari tarif angkutan saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis kuesioner yaitu ATP dan WTP untuk mengetahui kemampuan dan kemauan membayar jasa angkutan dan untuk mengetahui keinginan masyarakat terhadap tarif yang berlaku. Frekuensi penumpang dalam penggunaan bus lebih dari 3 kali dalam satu bulan hal ini dibuktikan dari hasil kuesioner sejumlah 67%. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai ATP sebesar  Rp 7.625 pengguna Bus Bratang-Bungurasih lebih besar dari tarif saat ini. Dari hasil perhitungan kemauan membayar (Willingness to Pay) apabila adanya peningkatan layanan, pengguna angkutan umum bersedia membayar lebih sebesar Rp 7.190.
ANALISIS KONFLIK YANG BERPOTENSI MENYEBABKAN KECELAKAAN PADA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : PERSIMPANGAN JALAN RAYA RUNGKUT MENANGGAL – JALAN KYAI ABDUL KARIM KOTA SURABAYA) Firdausi, Mutiara; Dacosta, Albert Kevin Orlando
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan sebuah sarana yang sangat penting dan dibutuhkan oleh hampir setiapkalangan masyarakat yang tentunya dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sehinggadiperlukan peningkatan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Dengan adanyapeningkatan tersebut menyebabkan kenaikan volume lalu lintas pada sebuah jalan ataupersimpangan yang meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan. Potensi kecelakaan tersebutdapat terjadi dikarenakan konflik-konflik antar pengguna jalan yang melintasi persimpangankhususnya persimpangan tak bersinyal. Maka untuk mengetahui konflik-konflik yang adatersebut dapat dilakukan analisa yang salah satunya menggunakan metode Traffic ConflictTechnique (TCT). Metode TCT adalah metode yang mengobservasi dengan cara mendatakecelakan yang hampir terjadi (near-missed accident) dan melihat pola sebelum terjadinyakecelakaan. Dalam metode TCT terdapat dua jenis konlik yaitu serious conflict dan non-seriousconflict yang ditentukan berdasarkan dua variable yaitu kecepatan (v) dan jarak antara kendaraansebelum terjadinya tabrakan (d) yang menghasilkan nilai Time to Accident (TA). Lokasi studidilakukan pada persimpangan Jalan Raya Rungkut Menanggal dan Jalan Kyai Abdul Karim KotaSurabaya yang merupakan simpang tak bersinyal yang berpotensi adanya kecelakan. Hasil darisurvey yang dilaksanakan memperoleh jumlah konflik sebanyak 62 kejadian dengan tingkatserious conflict. Jenis konflik yang terjadi antara lain Berpotong (Crossing) 67.74%, Bergabung(merging) 20.96% dan Berpencar (diverging) 11.3%. Solusi perbaikan yang diberikan untuk mengurangi konflik yaitu dengan penambahan zebra cross untuk pelajan kaki dan beberapa rambu lalu lintas.
Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar (ATP – WTP) Penumpang Bus Kota Rute Purabaya - Bratang Firdausi, Mutiara; Hafizah, Nafilah El; Sekartadji, Ratih; Istiono, Heri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2020.v1i1.688

Abstract

Kepemilikan kendaraan yang tiap tahun bertambah dan kenaikan tarif angkutan umum menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah pengguna angkutan umum. Tarif merupakan salah satu hal yang penting dalam menentukan suatu daya tarik penggunaan angkutan umum. Penetapan tarif harus memperhatikan daya beli pangsa pasar dan kemauan membayar tarif dari pengguna angkutan umum. Kemauan pengguna untuk membayar tarif sesuai dengan pelayanan yang tersedia dan kemampuan secara finansial yaitu WTP (Willingness To Pay). Kemampuan membayar oleh pengguna angkutan umum terhadap pelayanan yang diberikan berdasarkan jasa pelayanan yang diaggap ideal dan sesuai dengan ongkos perjalanan yang dilakukan yaitu ATP (Ability To Pay). Permasalahan yang timbul jika nilai ATP dan WTP lebih rendah dari tarif angkutan saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis kuesioner yaitu ATP dan WTP untuk mengetahui kemampuan dan kemauan membayar jasa angkutan dan untuk mengetahui keinginan masyarakat terhadap tarif yang berlaku. Frekuensi penumpang dalam penggunaan bus lebih dari 3 kali dalam satu bulan hal ini dibuktikan dari hasil kuesioner sejumlah 67%. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai ATP sebesar  Rp 7.625 pengguna Bus Bratang-Bungurasih lebih besar dari tarif saat ini. Dari hasil perhitungan kemauan membayar (Willingness to Pay) apabila adanya peningkatan layanan, pengguna angkutan umum bersedia membayar lebih sebesar Rp 7.190.
Pengembangan Penjadwalan Model Integrasi Antara Angkutan Intermoda Trans Jogja Dengan Jadwal Penerbangan di Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta Mutiara Firdausi
Rekayasa: Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016): JURNAL REKAYASA TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/rjrs.v1i2.184

Abstract

Bandara udara merupakan salah satu simpul transportasi yang memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan transportasi intermoda. Khususnya antara moda udara, moda jalan dan moda rel. Untuk meningkatkan pelayanan operasional suatu bandara perlu didukung oleh sarana angkutan umum yang handal dan berkualitas. Salah satu angkutan intermoda yang terdapat di Bandara Internasional Adisucipto adalah Trans Jogja. Pelayanan angkutan intermoda di Bandara Internasional Adi Sucipto tidak digunakan secara maksimal oleh penumpang angkutan udara, untuk mengatasi pemasalahan ini adalah dengan cara mengintegrasikan jadwal penerbangan dengan jadwal Trans Jogja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah membagikan kuesioner kepada penumpang angkutan udara di Bandara Internasional Adisucipto dan survei travel time Trans Jogja. Keberangkatan Trans Jogja pertama dari halte Stasiun Tugu sekitar 03.05 dengan waktu tempuh 1 jam 50 menit maka kendaraan akan tiba di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta sekitar jam 04.45 WIB. Sehingga dapat mengakomudir keberangkatan pesawat yang jam 05.55 WIB, 06.00 WIB, 06.25 WIB, dan 06.50 WIB, karena masih ada waktu 1 jam yang bisa dipergunakan untuk waktu check in
Analisis Karakteristik Parkir, Drop Off dan Pick Up Area Berdasarkan Demand Bandara Juanda Surabaya Nafilah El Hafizah; Mutiara Firdausi
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.21 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i2.1411

Abstract

Juanda Airport as one of airports in Indonesia has served domestic and international flight. Airports are usually located in outlying areas accessible via direct access freeways or transit lines rather than at the center of metropolitan areas restricted by local grid networks, so their market area can be measured. The modes used at Juanda airport are dominated by private vehicles and cab. And it caused a lot of queue in the drop zone area at the peak hour and also needed some additional parking area which has overloaded in capacity. Information on the use of transportation modes is very important to know. This needs sould important in order to maximize the need for facilities related to the use of access modes to the airport. The method used is to identify the use of vehicles that access the airport, evaluate the performance of parking lots, evaluate of pick up and drop off area, evaluate the number of queues at the drop off and pick up area and when if mass transportation is held to provide access modes to the airport. The result shows that private vehicles dominate as vehicles accessing the airport by 87,78% and public vehicles by 12,23%. Peak hours of vehicles arrival at 9 AM. The analysis of the use of the drop off area a queue of vehicles by 87,57% and demand in the parking lots of 60,37%. From the proposal of using mass transportation to reduce queue in the drop zone area by 12,42% and reduction in parking lots demand by 39,62%.
ANALISIS KONFLIK YANG BERPOTENSI MENYEBABKAN KECELAKAAN PADA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : PERSIMPANGAN JALAN RAYA RUNGKUT MENANGGAL – JALAN KYAI ABDUL KARIM KOTA SURABAYA) Mutiara Firdausi; Albert Kevin Orlando Dacosta
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2021: Peluang dan Tantangan Peningkatan Riset dan Teknologi di Era Pasca Covid-19
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan sebuah sarana yang sangat penting dan dibutuhkan oleh hampir setiapkalangan masyarakat yang tentunya dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sehinggadiperlukan peningkatan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Dengan adanyapeningkatan tersebut menyebabkan kenaikan volume lalu lintas pada sebuah jalan ataupersimpangan yang meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan. Potensi kecelakaan tersebutdapat terjadi dikarenakan konflik-konflik antar pengguna jalan yang melintasi persimpangankhususnya persimpangan tak bersinyal. Maka untuk mengetahui konflik-konflik yang adatersebut dapat dilakukan analisa yang salah satunya menggunakan metode Traffic ConflictTechnique (TCT). Metode TCT adalah metode yang mengobservasi dengan cara mendatakecelakan yang hampir terjadi (near-missed accident) dan melihat pola sebelum terjadinyakecelakaan. Dalam metode TCT terdapat dua jenis konlik yaitu serious conflict dan non-seriousconflict yang ditentukan berdasarkan dua variable yaitu kecepatan (v) dan jarak antara kendaraansebelum terjadinya tabrakan (d) yang menghasilkan nilai Time to Accident (TA). Lokasi studidilakukan pada persimpangan Jalan Raya Rungkut Menanggal dan Jalan Kyai Abdul Karim KotaSurabaya yang merupakan simpang tak bersinyal yang berpotensi adanya kecelakan. Hasil darisurvey yang dilaksanakan memperoleh jumlah konflik sebanyak 62 kejadian dengan tingkatserious conflict. Jenis konflik yang terjadi antara lain Berpotong (Crossing) 67.74%, Bergabung(merging) 20.96% dan Berpencar (diverging) 11.3%. Solusi perbaikan yang diberikan untuk mengurangi konflik yaitu dengan penambahan zebra cross untuk pelajan kaki dan beberapa rambu lalu lintas.