Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ALGORITMA GENETIKA SEBAGAI SOLUSI OPTIMAL POWER FLOW PADA SISTEM KELISTRIKAN 500 KV JAWA BALI Yassir, Yassir; Sarjiya, Sarjiya; Haryono, T.
Transmisi Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.357 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.3.107-113

Abstract

Abstrak   Optimal power flow dengan batasan transmisi adalah salah satu solusi optimisasi biaya produksi energi listrik dengan tetap menjaga keandalan sistem. Pada penelitian ini diaplikasikan metode Algoritma Genetika (AG) dengan daya aktif pembangkit, tegangan bus pembangkit, tap transformator dan injeksi kapasitor digunakan sebagai variabel control. Efektifitas metode diuji pada kasus sistem IEEE 30 bus, dan dibandingkan dengan metode evolutionary programming (EP), differential evolution (DE) dan particle swarm optimization (PSO). Hasil simulasi menunjukkan metode yang diusulkan lebih baik dari metode pembanding. Simulasi pada sistem tenaga Jawa-Bali 500 kV dengan metode yang diusulkan dapat mengurangi biaya pembangkitan sebesar 13,4% dibanding dengan data operasi PT. PLN (Persero).   Kata kunci : Optimal Power Flow,  batasan transmisi, Algoritma Genetika. Abstract   Transmission constrained Optimal Power Flow is one of several methods to minimize fuel costs while maintaining system reliability constraints. In this study, Genetic Algorithm was applied to solve the problem of OPF. Active power generator, generator bus voltages, transformer tap and injection capacitor used as control variables. Effectiveness of the method was tested on IEEE 30 bus system case and it is compared with the evolutionary programming (EP), differential evolution (DE) and particle swarm optimization (PSO) method. Simulation results using the proposed method give better result than the mentioned methods. Simulation on the Java-Bali 500 kV power system based on proposed method can reduce the cost 13,4% compared with the existing operation of PT. PLN (Persero).   Keywords :  Optimal Power Flow, Genetic Algorithm, transmission constraint.
PENGOPTIMALAN OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA SURYA - ANGIN UNTUK MENGURANGI EXCESS ELECTRICITY MENGGUNAKAN MIX INTEGER LINEAR PROGRAMMING Winasis, Winasis; Rosyadi, Imron; Sarjiya, Sarjiya
Transmisi Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.546 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.4.186-193

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik  adalah dengan memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) seperti : energi matahari dan energi angin sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengoptimalan pengoperasian sistem PLTH Surya Angin dengan studi  kasus pada PLTH Pantai Baru Bantul menggunakan metode Mix Integer Linear Programming. pengoptimalan bertujuan untuk meminimalkan excess electricity dan memaksimalkan pemanfaatan potensi energi terbarukan dengan memperhatikan batasan-batasan yang terkait dengan kapasitas modul sel surya, kapasitas turbin angin, kapasitas inverter, dan kendala baterai. Permasalahan optimisasi dan batasan operasi diformulasikan sebagai model Mix Integer Linear Programming (MILP) dan diselesaikan menggunakan software optimisasi Tomlab CPLEX. Simulasi model optimisasi menggunakan data pembangkit listrik hibrida surya angin Pantai Baru dilakukan dengan skenario penambahan beban non-critical (dummy) pada sistem pembangkit hibrida. Berdasarkan hasil simulasi didapatkan nilai excess electricity dapat dikurangi dan pemanfaatan energi pada beban dapat dimaksimalkan.   Kata kunci: excess electricity, MILP, pembangkit listrik tenaga hibrida, pengoptimalan
MODIFIED IMPROVED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (MIPSO) SEBAGAI SOLUSI ECONOMIC DISPATCH PADA SISTEM KELISTRIKAN 500 kV JAWA-BALI Kanata, Sabhan; Sarjiya, Sarjiya; Hadi, Sasongko Pramono
Transmisi Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.984 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.15.2.66-72

Abstract

Abstrak   Komponen biaya paling besar pada operasi pembangkitan thermal adalah biaya bahan bakar. Permasalahan bagaimana meminimalkan biaya bahan bakar dengan menentukan kombinasi daya output dari masing-masing unit pembangkit dengan kekangan terpenuhinya beban sistem dan batas kemampuan masing-masing unit pembangkit dikenal dengan istilah economic dispatch (ED). Dalam penelitian ini, diusulkan metode Modified Improved Particle Swarm Optimization (MIPSO) dengan pendekatan Contriction Factor Based Particle Swarm Optimization (CFBPSO) Kemudian metode pendekatan ini diterapkan dalam 2 kasus sistem tenaga yaitu pada kasus IEEE 30 bus pada pembebanan 800 MW dan sistem interkoneksi 500 kV Jawa-Bali dengan pembebanan puncak 12058 MW. Dari hasil simulasi IEEE 30 bus,  metode MIPSO dengan pendekatan CFBPSO mampu menghasilkan solusi paling optimal ekonomi dibanding metode pendekatan MPSO dan Quadratic Programing. Untuk kasus sistem interkoneksi 500 kV Jawa-Bali, metode MIPSO dengan pendekatan ini juga mampu memberikan solusi paling optimal dibanding dengan sistem real PT. PLN (Persero).   Kata kunci:   economic dispatch (ED), modified improved particle swarm optimization (MIPSO), sistem interkoneksi 500 kV Jawa-Bali.     Abstract The most substantial component of the operating cost of thermal generation is fuel costs. The problem of how to minimize the cost of fuel to determine the combination of the output power of each generating unit with the fulfillment of load constraint systems and limit the ability of each generating unit known as economic dispatch (ED). In this study, the proposed method Modified Improved Particle Swarm Optimization (MIPSO) approach Contriction Factor Based Particle Swarm Optimization (CFBPSO) then this approach is applied in 2 cases the power system in the case of IEEE 30 bus at loading 800 MW and 500 kV power system Java-Bali with 12058 MW peak load.  The IEEE 30 bus simulation results, the method MIPSO with CFBPSO approach is able to produce the most optimal economic solution than MPSO approach and Quadratic Programming. For the case of 500 kV power system is Java-Bali, MIPSO method with this approach is also able to provide the most optimal solution compared with the real system PT. PLN (Persero).   Keywords: economic dispatch (ED), modified improved particle swarm optimization (MIPSO), 500 kV power system in Java-Bali.
DAMPAK PEMASANGAN PERALATAN FACTS TERHADAP STABLITAS TEGANGAN PADASISTEM TENAGA LISTRIK Abidin, Zainal; Hadi, Sasongko Pramono; Sarjiya, Sarjiya
Transmisi Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.42 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.3.147-153

Abstract

Abstrak   Ketidakstabilan tegangan merupakan fenomena dalam sistem tenaga listrik yang dapat menyebabkan voltage collapse pada sistem. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menjaga kestabilan adalah dengan memasang peralatan FACTS pada sistem. Penelitian ini bertujuan membandingkan tiga jenis FACTS yaitu SVC, TCSC dan UPFC dalam meningkatkan kestabilan tegangan. Penempatan peralatan FACTS dilakukan berdasarkan analisis menggunakan PV-curve, line stability indices yang terdiri dari Lmn, fast voltage stability index (FVSI),  dan voltage collapse proximity index (VCPI) untuk menentukan bus dengan tegangan terkritis sebagai kandidat lokasi pemasangan peralatan FACTS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pemasangan SVC memperbaiki loading parameter sebesar 0.0797 pu (2.82%) dan tegangan kritis sebesar 0,276 pu (40.53%). Sementara penempatan TCSC mampu menaikkan loading parameter sebesar 0,0151 pu (0.5%) dan tegagan kritis sebesar 0,0354 pu (5.2%). Sedangkan UPFC mampu menaikkan loading parameter sebesar 0,2212 pu (7.82% ) dan tegangan kritis sebesar 0,2354 pu (34.57%).   Kata kunci: stabilitas tegangan, FACTS, CPF,line stability indices     Abstract   Voltage instability is a phenomenom in electric power systems that can lead to voltage collapse in the system. FACTS devices are used to maintain the stability. This study aim to compare the effects of three types of FACTS devicesSVC, TCSC and UPFC for improving voltage stability. Placement of FACTS devices based on the analysis performed using the PV-curve, line stability indices consisting of Lmn, fast voltage stability index (FVSI ), and voltage collapse proximity index (VCPI) to determine the most crtitical bus voltage. FACTS equipment installed on buses that have a most critical voltage. Simulation results show that SVC installation can improve loading parameters of 0,0797 pu (2,82%) and critical voltage of 0.276 pu (40.53%). While the placement of TCSC able to improve the loading parameters of 0.0151 pu (0,5%) critical voltage of 0.0354 pu (5,2%). Whereas UPFC is able to improve the loading parameters of 0,2212 pu (7,82%) and critical voltageof0,2354 pu (34.57%).   Keywords: voltage stability, FACTS, CPF, line stability indices
Studi Stabilitas Pemasangan PSS dengan Memanfaatkan Sinyal Global Berbasis PSO pada Sistem Tenaga Multimesin Fajar Prasetia; Sasongko Pramono Hadi; Sarjiya .
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5 No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.172 KB) | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.285.2016

Abstract

This paper presents stability a study on multi-machine power system is equipped with PSS based on global signal as a control signal. Filters in PSS structure is designed based on frequency response, whereas the lead-lag parameters optimized by PSO. The performance of design proposed tested on 3-Machine 4-Bus power system that disturb with load increasing. The eigenvalue and participation factor analysis results show that system with PSS based on coordination between local and global signal have a performance such us damping ratio, settling time and overshoot are better than system with PSS based on local signal only.Keywords : Multi-machine, PSS, global signal, PSO, eigenvalue analysis, participation factor, stability.Abstrak—Paper ini menyajikan studi stabilitas pada sistem tenaga multimesin yang dilengkapi dengan PSS berbasis sinyal global sebagai sinyal kendali. Filter dalam struktur PSS dirancang berdasarkan tanggapan frekuensinya, sedangkan parameter lead-lag dioptimisasi dengan PSO. Unjuk kerja dari rancangan ini diuji pada test system 3-Mesin 4-Bus yang diganggu dengan kenaikan beban. Hasil analisis eigenvalue, participation factor dan simulasi domain waktu menunjukkan bahwa sistem dengan PSS berbasis koordinasi antara sinyal lokal dan sinyal global memiliki unjuk kerja berupa rasio redaman, settling time dan overshoot yang lebih baik dari PSS berbasis sinyal lokal saja.Kata Kunci : Multimesin, PSS, sinyal global, PSO, analisis eigenvalue, participation factor, stabilitas.
Studi Optimal Power Flow Sistem Kelistrikan 500 kV Jawa Bali dengan Metode Algoritma Genetika Yassir -; Sarjiya -; T. Haryono -
MEDIA ELEKTRIKA Vol 6, No 1 (2013): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.974 KB) | DOI: 10.26714/me.6.1.2013.%p

Abstract

Salah satu solusi untuk mengurangi kenaikan harga listrik adalah dengan melakukan optimisasi biaya pada proses produksi energi listrik. Optimal Power Flow (OPF) adalah salah satu metode untuk meminimilisasi biaya bahan bakar pembangkit dengan tetap menjaga batasan keandalan sistem. Pada penelitian ini diaplikasikan metode Genetic Algorithm with tournament selection untuk menyelesaikan masalah OPF. Efektifitas metode diuji pada kasus sistem IEEE 30 bus. Hasil menunjukkan lebih baik dari metode differential evolution dan evolutionary programming. Simulasi pada sistem tenaga Jawa-Bali 500 kV dengan metode yang diusulkan dapat mengurangi biaya pembangkitan sebesar 12,19% dibanding dengan data operasi PLN.
Power Oscillation Damping Control using Robust Coordinated Smart Devices Tumiran Tumiran; Cuk Supriyadi Ali Nandar; Sarjiya Sarjiya
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 9, No 1: April 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v9i1.646

Abstract

The lack of damping of the electromechanical oscillation modes usually causes severe problems of low frequency oscillations in interconnected power systems. In the extreme operating conditions, PSS may fail to damp power oscillation. This paper presents a robust coordinated design of power system stabilizer (PSS) and thyristor controlled series capacitor (TCSC) to damp power oscillation in an interconnected power system. The inverse additive perturbation is applied to represent unstructured uncertainties in the power system such as variations of system parameters, system generating and loading conditions. In addition, genetic algorithm is employed to search a robust tuning to the controller parameters of both PSS and TCSC simultaneously. Simulation studies have been done in a single machine infinite bus system to confirm that the performance and robustness of the proposed controller are superior to that of the conventional controller.
MICROCONTROLLER BASED HYDROGEN SULFIDE (H2S) MONITORING IN BIOGAS SYSTEM Diah Yuniarti; Sarjiya -; Ambar Pertiwiningrum
ASEAN Journal of Systems Engineering Vol 1, No 1 (2013): ASEAN Journal of Systems Engineering
Publisher : Master in Systems Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.835 KB)

Abstract

Energy issue, particularly related to fossil fuel, is one the main issues today. Biogas is a new and renewable energy issued in National Research Agenda (ARN) 2010-2014 to overcome the energy crisis problem. A so called purification process is used to remove contaminants in biogas, including H2S in order to improve the standard requirement of biogas application. In this research, H2S concentration in biogas system is measured and monitored by H2S monitoring system.The hardware system comprises of piping and microcontroller AVR 8535 systems while the software system comprises of codes written in Delphi 7.0 and Code Vision AVR Eval. The result of the system is displayed on LCD or computer to enable the monitoring process by operator. The monitoring of H2S sensor responses will be carried out for recycled BFA size of 60+100 mesh and -200 mesh.Experiment has been conducted for sensor warming up time and response time for H2S and CH4 sensor, calibration process for H2S sensor and filter column. Based on sensor calibration experiment, transfer function of TGS825 sensor from calibration is y = 0.0203x + 27.153. The best adsorption model which represents BFA adsorption of biogas from tofu waste in the research is Thomas model.
Penerapan Demand Side Management di Bengkel Mekanik Politeknik Negeri Semarang Dwiatmanto, Lukas Joko; Sarjiya, ; Widiastuti, Avrin Nur
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas pasokan tenaga listrik dari PLN untuk Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada keadaan tertentu tidak cukup. Sehingga diperlukan penataan pengoperasian beban-beban listrik agar pemanfaatan pasokan tenaga listrik cukup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan profil beban secara nyata yang dapat digunakan untuk penataan operasi beban yang lebih efektif, koreksi faktor daya,perbaikan instalasi dan evaluasi efisiensi beban listrik terpasang. Untuk mendapatkan profil beban nyata dengan cara pengukuran nilai besaran-besaran listrik selama lima hari kerja. Dengan pengamatan operasi nyata beban-beban listrik dapat diperoleh peluang untuk dilakukan penataan pengoperasian beban agar lebih efektif, perbaikan instalasi listrik dan koreksi faktor daya. Hasil ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam upaya penanggulangan keterbatasan pasokan tenaga listrik terpasang.
Studi Stabilitas Pemasangan PSS dengan Memanfaatkan Sinyal Global Berbasis PSO pada Sistem Tenaga Multimesin Prasetia, Fajar; Hadi, Sasongko Pramono; ., Sarjiya
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 5, No 2: Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v5n2.285.2016

Abstract

This paper presents stability a study on multi-machine power system is equipped with PSS based on global signal as a control signal. Filters in PSS structure is designed based on frequency response, whereas the lead-lag parameters optimized by PSO. The performance of design proposed tested on 3-Machine 4-Bus power system that disturb with load increasing. The eigenvalue and participation factor analysis results show that system with PSS based on coordination between local and global signal have a performance such us damping ratio, settling time and overshoot are better than system with PSS based on local signal only.Keywords : Multi-machine, PSS, global signal, PSO, eigenvalue analysis, participation factor, stability.Abstrak—Paper ini menyajikan studi stabilitas pada sistem tenaga multimesin yang dilengkapi dengan PSS berbasis sinyal global sebagai sinyal kendali. Filter dalam struktur PSS dirancang berdasarkan tanggapan frekuensinya, sedangkan parameter lead-lag dioptimisasi dengan PSO. Unjuk kerja dari rancangan ini diuji pada test system 3-Mesin 4-Bus yang diganggu dengan kenaikan beban. Hasil analisis eigenvalue, participation factor dan simulasi domain waktu menunjukkan bahwa sistem dengan PSS berbasis koordinasi antara sinyal lokal dan sinyal global memiliki unjuk kerja berupa rasio redaman, settling time dan overshoot yang lebih baik dari PSS berbasis sinyal lokal saja.Kata Kunci : Multimesin, PSS, sinyal global, PSO, analisis eigenvalue, participation factor, stabilitas.