Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sensitivitas dan Spesifisitas Cystatin C dan Kreatinin Serum dalam Mendiagnosis Cedera Ginjal Akut pada Pasien Sepsis yang Dirawat di Ruang Rawat Intensif RSUP H. Adam Malik Medan Hasanul Arifin; Heru Kurniawan
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.34 KB)

Abstract

Kreatinin serum memiliki banyak keterbatasan dalam mendiagnosis cedera ginjal akut (CGA) terutama dalam ruang lingkup unit perawatan intensif sehingga kurang sensitif untuk menggambarkan tingkat disfungsi ginjal pada pasien sakit kritis. Dari sekian banyak penanda biologis baru yang tersedia, terdapat 4 penanda biologis yang saat ini secara luas digunakan para klinisi di seluruh dunia untuk mendeteksi CGA, antara lain neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), cystatin C, KIM-1, dan interleukin-18. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sensitivitas dan spesifisitas cystatin C dan kreatinin serum dalam mendiagnosis cedera ginjal akut pada pasien sepsis yang dirawat di ruang rawat intensif. Jenis penelitian ini adalah uji diagnostik dengan jumlah sampel 24 pasien dan dikerjakan di ruang rawat intensif Rumah Sakit H. Adam Malik (RSHAM) periode Februari–Maret 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dewasa dengan sepsis, sepsis berat, dan syok sepsis di ruang rawat intensif. Uji statistik dilakukan dengan metode receiving operator characteristics (ROC) melalui perangkat lunak SPSS 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cystatin C serum lebih superior dibanding dengan kreatinin serum dalam mendeteksi CGA pada pasien sepsis di ruang rawat intensif. Cystatin C memiliki sensitivitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, dan area under curve -receiving operator characteristics (AUC-ROC) yang lebih tinggi dibanding dengan kreatinin serum. Namun, dari nilai spesifisitas dijumpai nilai yang sama pada kedua penanda biologis. Cystatin C serum memiliki nilai cut-off 1,03 mg/L, sedangkan kreatinin serum mempunyai nilai cut-off 1,0 mg/dL. Simpulan, cystatin C dapat dijadikan penanda biologis alternatif untuk deteksi CGA pada pasien sepsis di RRI (Ruang Rawat Intensif) dengan nilai diagnostik yang lebih baik.Kata kunci: Cedera ginjal akut, cystatin C serum, kreatinin serumSensitivity and Specificity of Serum Cystatin C and Creatinine for Diagnosing Acute Kidney Injury in Sepsis Patients Treated in Intensive Care Unit at H. Adam Malik Hospital MedanSerum creatinine has many limitations when being used to diagnose acute kidney injury (AKI), especially in the scope of intensive care unit due to its low sensitivity to depict the kidney dysfunctional level of critically-ill patients. Out of numerous new available biological markers, four biological markers are widely used all over the world to detect AKI, e.g. neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), cystatin C, KIM-1, and interleukin-18. The purpose of this study was to determine the sensitivity and specificity of serum cystatin C and creatinine in establishing the diagnosis of acute kidney injury in sepsis patients treated in intensive care room. This study was a diagnostic test to 24 patients and conducted in intensive care room of H. Adam Malik Hospital during the period of February–March 2014. Population in this study is all adult patients with sepsis, severe sepsis, and septic shock in the intensive care room. A statistical test was conducted using receiving operator characteristics (ROC) method using SPSS 17 software. The result of this study showed that serum cystatin C was more superior than serum creatinine in detecting acute kidney injury in sepsis patients treated in intensive care room. In this study, cystatin C had higher sensitivity, positive prediction score, negative prediction score, and area under curve -receiving operator characteristics (AUC-ROC) than serum creatinine. As of specificity, there was no significant difference between these two biological markers. Serum cystatin C had a cut-off point of 1.03 mg/dL, and serum creatinine had 1.0 mg/dL. In conclusion, cystatin C can be an alternative biological marker to detect AKI in sepsis patients treated in intensive care room with a better diagnostic value.Key words: Acute kidney injury, serum creatinine, serum cystatin C DOI: 10.15851/jap.v4n2.819
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN INVESTIGASI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM Heru Kurniawan
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : UM Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.178 KB) | DOI: 10.37729/jpse.v2i1.3272

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model pembelajaran Problem Solving yang diintegrasikan dengan pembelajaran investigasi terhadap keterampilan berpikir kritis matematis berbantuan Google Classroom. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Semester IV. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Random Sampling sehingga diperoleh sampel penelitian yang terdiri dari 2 kelas. Instrumen penelitian mengggunakan tes pilihan ganda, data dokumen, angket, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan uji prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas variansi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis matematis mahasiswa yang dikenai pembelajaran problem solving dan investigasi berbantuan Google Classroom lebih baik daripada keterampilan berpikir kritis matematis mahasiswa yang dikenai pembelajaran tradisional berbantuan Google Classroom.
ANALISIS KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Heru Kurniawan
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : UM Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.901 KB) | DOI: 10.37729/jpse.v1i1.2857

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan pemecahan masalah pada mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Sampel penelitian ini berjumlah 120 mahasiswa. Instrumen penelian menggunakan tes yang terdiri dari 4 soal essay. Analisis dilakukan dengan meihat hasil pekerjaan mahasiswa, observasi, dan wawancara. Dari hasil analisis terhadap tes tersebut menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah pada mahasiswa masih perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan keterampilan pemecahan masalah dapat dilakukan dengan pemberian metode pembelajaran yang tepat serta membiasakan mahasiswa berhadapan dengan soal-soal yang open ended.
PENGEMBANGAN LINGKUNGAN BELAJAR LITERASI UNTUK ANAK USIA DINI Heru Kurniawan
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3 No 01 (2018): Juni 2018
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/as-sibyan.v3i01.1352

Abstract

Tulisan ini fokus membahas persoalan literasi anak usia dini dalam lingkungan pendidikan keluarga dan sekolah. Karena kemampuan dasar literasi anak usia dini tidak akan lepas dari pengaruh lingkungan belajar dalam keluarga dan sekolah. Bahkan, keluarga dan sekolah menjadi basis utama dalam pendidikan literasi anak-anak-anak, sehingga diperlukan suatu desain pengembangan lingkungan belajar literasi yang mampu meningkatkan kompetensi dan keterampilan literasi anak-anak usia dini. Mendesain lingkungan belajar literasi untuk anak dalam pendidikan keluarga dan sekolah merupakan usaha yang dilakukan orang tua dan guru dalam menumbuhkan kemampuan dan keterampilan literasi pada anak-anak dalam kehidupan keluarga dan sekolah. Desain lingkungan belajar literasi anak usia dini dalam pendidikan keluarga dan sekolah pada anak usia dini dapat dilakukan melalui tiga hal penting sebagai berikut; Pertama, desain yang berorientasikan pada penciptaan dan peningkatan budaya membaca pada anak. Kedua, desain yang mengkondisikan anak-anak untuk mengelaborasi segala bentuk informasi dan ilmu pengetahuan yang telah didapat dari membaca untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak. Ketiga, desain lingkungan belajar anak-anak untik aktif dalam menulis.
RELASI REKURENSI Heru Kurniawan
LIMIT - Pendidikan Matematika No 12 (2011): LIMIT No. 12\April 2011
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.03 KB)

Abstract

Relasi Rekurensi merupakan salah satu masalah dalam Matematika Diskrit. Sebuah relasi rekurensi mendefinisikan suku ke-n dari sebuah barisan secara tak langsung; untuk menghitung an, pertama-tama harus dihitung a0, a1, a3..., an-1. Salah satu permasalahan yang melibatkan relasi rekurensi adalah masalah Tower of Hanoi, yang selanjutnya akan dicari bentuk umum penyelesaiannya. Relasi rekurensi jgka akan membahas penyelesaian umum yang melibatkan persamaan linier homogen dengan koefisien konstan yang  melibatkan persamaan karakteristik dengan 2 akar, yaitu (1) r1, r2 dua bilangan riil yang berbeda. (2) r1, r2 dua bilangan kompleks. (3) r1, r2 dua bilangan riil yang sama, selanjutnya r1 dan r2 akan disebut akar-akar karakteristik. Kata Kunci: Relasi Rekurensi, Menara Hanoi, Persamaan Linier Homogen
Kegiatan Literasi Perpustakaan sebagai Sarana Pengembangan Minat Baca Anak Usia Dini di TK Masyithoh 25 Sokaraja Heru Kurniawan; Ikom Prasetyani
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 7, No 1 (2019): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v7i1.5069

Abstract

TK Masyithoh 25 Sokaraja library has an important role in developing the reading interest of their students. The activity which is developed is library literacy. Through this library literacy TK Masyithoh 25 Sokaraja is able to develop children's interest in reading. The library literacy activities which developed are the activities of borrowing and returning books, story telling activities for children, and literacy activities of reading aloud. The three activities in turn programmed are followed by students of TK Masyithoh 25 Sokaraja. Through these three activities, students of TK Masyithoh 25 Sokaraja can increase their reading interest which is characterized by: the child's needs for reading books, actions to looking for reading sources ; pleasure in reading; interest in reading; the desire to always read; and follow-up (following up on what they read).
DINAMIKA PROSES PEMEKARAN KECAMATAN PULAU MERBAU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Heru Kurniawan; Ali Yusri
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1: WISUDA FEBRUARI 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

After the implementation of regional autonomy and based on the laws of the local government, all central government employees who previously worked as a clerk in the center of the area assigned to each local government. One of the areas in the extract is a division of districts where the granting authority for a county / city to expand the sub-district / increase the number of sub-districts through the provision at the local level of government affairs under the authority of the village. One of the sub-districts of meranti, namely sub-district consists of two islands merbau namely desert islands and islets merbau. Merbau islands separated by desert island so difficult range of transport links and good communication pemerntahan affairs and public affairs. If seen the formation of sub-district in 2011 merbau island has been through the dynamics of the process so long as the proposed establishment of this district has been started since 2002, so long his view of the authors was interested in doing this research in the future because of the formation process is so long that for 9 years . When viewed from various aspects of the island has long merbau eligible for expandedKey words : Decentralization and Regional Autonomy, pemekeran for
Rekonstruksi dan Reaktualisasi Literasi Ekologi Sosial Islam Heru Kurniawan
Jurnal Penelitian Volume 13 Nomor 2 2016
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v13i2.1194

Abstract

Literacy on Islamic social ecology is the human interaction with the natural environment, technology, and social which is based on the basic principles of Islam. Reconstruction of literacy on Islamic social ecology that can be reconstructed is a basic tenet of Islam that affirms the human position as a "leader" by "mandate" to manage "Earth" or "natural environment and natural resources" as well as possible. Reconstruction of ecological literacy is then to be actualized in society. The process of actualization is actual activity in instilling awareness of the social ecology of Islam in the society which is done in the social space of families, communities, and schools organized by the state through policies and regulations. With the process of reconstruction and actualization, then the state will actively build social-ecological awareness of Islam in order to realize a base of awareness, knowledge, and values of Islamic social ecology in society.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN ENDED MATEMATIKA Hananto Purbonugroho; Teguh Wibowo; Heru Kurniawan
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2020): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui level berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah open ended matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini 3 siswa kelas VIII yang telah dipilih secara purposive yaitu siswa dengan kemampuan matematika tinggi. Uji Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes berpikir kritis. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi bisa memenuhi semua indikator berpikir kritis.
Multiple Liver Abscess Andi Zainal; Dona Alfina; Heru Kurniawan
The Indonesian Journal of Gastroenterology, Hepatology, and Digestive Endoscopy VOLUME 4, ISSUE 2, August 2003
Publisher : The Indonesian Society for Digestive Endoscopy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24871/42200354-58

Abstract

Liver abscess is a public health problem in few countries in Asia, Africa, and South America.1 As time goes, there were only few cases of amebic liver abscess found in developed countries, on the contrary more pyogenic liver abscess are found in those countries.2 Liver abscess could be caused by bacteria, parasite, or fungus 2. The common symptoms among the liver abscess are fever, chill, fatigue, loss of appetite, weight loss, right upper abdominal pain,2,4 in a few cases have symptoms like coughing, hiccup, pain in low right chest, or pain on the shoulder. We reported a male patient 38 years batak ethnic was admitted with major symptoms such as high fever follow by chill, right upper abdominal pain, nausea, vomiting, appetite loss, fatigue and sometimes coughing. Based on clinical, laboratory data, and abdominal USG found this patient suspected suffered from pyogenic liver abscess. Treatment of this patient consist of antibiotic (cefotaxime 2x1 IV, metronidazol 3x500mg orally and aspiration of the liver abscess). Aspiration was done 2 times with the interval 1 week, extracted 260cc totally yellow greenish watery fluid with no smell. On the follow up abdominal USG was repeated on Janurary 8, 2003 found enlarge of the liver, 3 small abscesses on the right lobe liver and so recovery process and then patient left the hospital in good condition after 3 weeks hospitalized. Keywords: Multiple liver abscess, public health problem, pyogenic liver abscess