Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Post-earthquake quality of life among students Rusmini Rusmini; Lale Wisnu Andrayani; Hamdan Hariawan
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 9, No 2: June 2020
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.854 KB) | DOI: 10.11591/ijphs.v9i2.20377

Abstract

Quality of life is one of the many psychological impacts of post-disaster. One of the impacts of the North Lombok earthquake in 2018 was that many school buildings and residences were damaged and collapsed. This research aimed to determine the quality of life of boarders and public students displaced after the earthquake in North Lombok. This research was comparative research with cross-sectional design. The samples of this research were 85 students consist of 40 students of emergency public school and 45 students of emergency Islamic boarding school. This research variable was the quality of life of boarders and public students. Measurement of this study using KIDSCREEN-27 and analyzed by bivariate and multivariate analysis with the value of α<0.05. This study showed the quality of life for boarders students higher than public students (p=0.008).
Pengaruh Pemenuhan Kebutuhan Personal Hygiene terhadap Konsep Diri Pasien Imobilisasi Fisik Diana Pefbrianti; Hamdan Hariawan; Sitti Rusdianah Jafar
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v2i2.84

Abstract

Masalah personal hygiene akan berdampak pada kesehatan dan psikis seseorang. Gangguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri, sedangkan gangguan psikologis dapat terjadi karena kondisi tersebut dapat menurunkan keindahan penampilan dan reaksi emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemenuhan kebutuhan personal hygiene terhadap konsep diri pasien dengan imobilisasi fisik di ruang internis RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan pre and post test design yang melibatkan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di ruang internis RSUD Ratu Zalecha Matapura yang mengalami imobilisasi fisik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling dengan jumlah 16 sampel untuk setiap kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan pemenuhan kebutuhan personal hygiene dan kelompok kontrol. Data yang diambil berupa konsep diri pasien menggunakan kuesioner. Data konsep diri dianalisis dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon sign rank dengan nilai signifikan α <0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemenuhan kebutuhan personal hygiene terhadap peningkatan konsep diri pada pasien imobilisasi fisik di RSUD Ratu Zalecha Martapura dengan hasil uji statistik P = 0,00 (P <0,05). Pemenuhan kebutuhan personal hygiene menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan konsep diri pasien. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih spesifik mengenai personal hygiene pasien imobilisasi fisik terhadap konsep diri
Hubungan Gaya Hidup (Pola Makan dan Aktivitas Fisik) Dengan Kejadian Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB Hamdan Hariawan; Akhmad Fathoni; Dewi Purnamawati
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v1i1.16

Abstract

Statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil ada hubungan pola makan dengan kejadian DM (p=0.02 < α=0.05) dan ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian DM (p=0.009 < α=0.05). Hasil Penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan gaya hidup (pola makan Perubahan struktur masyarakat dari pola agraris ke masyarakat industri banyak memberikan andil terhadap perubahan gaya hidup yang dapat memicu peningkatan Penyakit Tidak Menular, salah satunya adalah Diabetes Melitus (DM). Beberapa diantara gaya hidup tersebut adalah pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik menjadi salah satu pemicu timbulnya DM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian DM di RSU Provinsi NTB tahun 2013.Desain penelitian ini adalah observasional analitik, dari segi waktu bersifat retrospektif study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang terdiagnosa diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang, dan tehnik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Ujidan aktivitas fisik) dengan kejadian DM di RSU Provinsi NTB tahun 2013. Sehingga disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih memperhatikan diet pasien DM selama memberikan asuhan keperawatan dan bagi penderita DM untuk mengontrol pola makannya dan memaksimalkan aktifitas fisik.
Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Remaja Ambon Hamdan Hariawan; Martini Tidore; Greeny Z. Rahakbauw
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.994 KB) | DOI: 10.32807/jkt.v2i1.46

Abstract

Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). Upaya pencegahan PTM ditujukan untuk menurunkan angka prevalensi PTM yang semakin meningkat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran perilaku pencegahan PTM pada remaja dalam bentuk aktivitas CERDIK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa MAN Ambon dengan usia remaja yaitu usia 16 – 19 tahun dengan besar sampel 50 responden. Perilaku yang diukur terdiri dari pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan Penyakit tidak Menular. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan pengetahuan cukup (60%), memiliki sikap yang baik (54%) dan sering (96%) melakukan aktivitas-aktivitas CERDIK sebagai perilaku sehat dalam pencegahan penyakit tidak menular. Perilaku yang paling sering dilakukan adalah aktivitas fisik dalam bentuk aktivitas olahraga yang merupakan bagian dari aktivitas program pemerintah dalam bentuk program CERDIK.
INTERVENSI NONFARMAKOLOGIK UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN PREOPERASI: LITERATURE REVIEW Diana Pefbrianti; Hamdan Hariawan; Setyo Kurniawan; Hery Sasongko; galih Noor Alivian; Ah Yusuf
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 2 (2018): April 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.035 KB) | DOI: 10.33846/9201

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan merupakan suatu hal yang biasa terjadi pada pasien yang akan menjalani pembedahan. Kecemasan yang terjadi pada pasien pre operasi dapat dirasakan sejak mulai dijadwalkan untuk operasi hingga waktu operasi tiba. Intervensi nonfarmakologi dapat diberikan pada pasien yang mengalami kecemasan preoperasi. Tujun literatur review ini untuk memberikan gambaran mengenai beberapa intervensi nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk menurunkan kecemasan pada pasien yang mengalami kecemasan preoperasi. Metode: Metode yang digunakan dalam literature review ini diawali dengan pemilihan topik, kemudian ditentukan keyword untuk pencarian jurnal menggunakan Bahasa Inggris melalui beberapa database antara lain Sciencedirect, Ebscho, dan Pro Quest. Hasil: Didapatkan beberapa intervensi nonfarmakologi di dalam review ini yang dapat menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi. Intervensi teresebut adalah edukasi preoperatif, pemberian minyak lavender, Wack Wednesday, healing touch, dan hand reflexology. Kesimpulan: Banya intervensi nonfarmakologi yang telah dikembangkan untuk menurunkan kecemasan pasien preoperasi. Pemberian edukasi merupakan cara yang paling sederhana untuk menurunkan kecemasan pasien preoperasi.
The Individual Coaching Improves Spiritually Muslim Patients Hospitalized Hamdan Hariawan; Oedojo Soedirham; Abu Bakar
Jurnal Ners Vol. 14 No. 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.496 KB) | DOI: 10.20473/jn.v14i1.8568

Abstract

Background: Inpatients who are attached in intravenous devices tend to experience physical discomfort. This condition can lead to the decrease in performing Salat as a Muslim prayer. The purpose of this study was to determine the effect of individual coaching on knowledge, attitude, and practice of Salat among Muslim inpatient. This study used quasi-experimental design.Mehods: The samples were 36 Muslim inpatients. The data were collected by self-constructed questionnaire and analyzed by using Independent t-test and Mann Whitney test with α ≤ 0.05.Results: Before giving intervention, the means of pretest score in both groups were 14.33+2.17 and 14.39+2.28 for knowledge, 26.17+2.31 and 26.50+3.17 for attitude, and 10.00+2.91 and 10.50+3.45 for practice. There was no significant difference scores of knowledge (p=0.941), attitude (p=0.924), and practice (p=0.635) between two groups before giving intervention. However, after giving intervention, these scores have changed to 19.00+1.72 and 14.89+2.29 for knowledge, 26.97+2.25 and 26.61+2.81 for attitude, 15.33+3.80 and 10.50+3.45 for practice and there was higher significance scores of knowledge (p=0.000), attitude (p=0.003), and practice (p=0.000) after giving intervention.Conclusions: Coaching is the suitable method to increase Muslim inpatients knowledge, attitude, and ability to practice Salat. This study recommends the nurse to do coaching as a nursing intervention in helping patient to perform Salat
Mental-Emotional Disorder among Post-Earthquake Responders in Ambon Maluku Cut Mutia Tatisina; Ahmad An Naufal; Hamdan Hariawan
Jurnal Ners Vol. 15 No. 1Sp (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v15i1Sp.18970

Abstract

Introduction: The purpose of this study was to explain the factors related to mental-emotional disorder among post-earthquake responders in Ambon, Maluku. Methods: The design was observational analytics with a cross-sectional approach. Respondents were 174 people living near the epicenter and taken by simple random sampling. The independent variables were age, sex and work status, damage to the residence, the family members dying from earthquakes, and assistance from the government. The dependent variable was mental-emotional disorders. Data of mental-emotional disorder were collected using the SRQ 20 (Self-Reported Questionnaire) and analyzed using logistic regression (α <0.05).Results: The results showed 69% of respondents experienced mental-emotional disorders. Communities who were 17-25 years (OR = 0.05; 95% CI = 0.005 - 0.491) tend to experience mental-emotional disorders. Communities with moderate category of residence damage (OR = 0.313; CI95% = 0.115 - 0.856) tend to experience mental-emotional disorders. Communities with family members dying from earthquakes (OR = 2,616; CI95% = 1,228 - 5,577) tend to experience mental-emotional disorders. Communities who did not get residence compensation (OR = 2,575; CI95% = 1,073 - 6,177) tend to experience mental-emotional disorders.Conclusion: There were factors related to mental-emotional disorder among post-earthquake victims, such as teenagers who were 17-25 years old, community with residence damage and injured or died family members, and those who did not get assistance. Assisting still needs to be done to prevent mental-emotional disorders of people affected by earthquake.
PENGARUH METODE MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN DSME KADER POSBINDU Hamdan Hariawan; Suardi Zurimi; Adolfina Bumbungan
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.548

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan sifat penyakit kronis dan komplikasinya. Posbindu (Pos Binaan Terpadu) merupakan sarana Kesehatan dengan salah satu tujuaannya untuk mengendalikan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus. Kader Posbindu dapat difasilitasi pengetahuan melalui pendidikan Kesehatan dengan metode mind mapping.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping terhadap pengetahuan dan praktik DSME Kader Posbindu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasy experiment dengan pendekatan pre-post with control group design. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Air Besar Kota Ambon dengan besar sampel 32 orang. Variabel yang digunakan adalah metode mind mapping dan kemampuan melakukan DSME (Diabetes Self Management Education) dalam bentuk Pengetahuan dan Praktik DSME. Pengetahuan responden berupa pengetahaun dasar tentang diabetes melitus, sedangkan praktik berupa kemampuan melakukan senam kaki sebagai rangkaian dari DSME. Analisis yang digunakan adalah uji t dan uji mann whitney.Hasil: Secara statistik tidak ada perbedaan pengetahuan pada kelompok dengan metode mind mapping dan kelompok kontrol yang didberikan metode ceramah. Tetapi secara praktik metode mind mapping lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan. Tetapi secara statistik metode mind mapping meningkatkan kemampuan praktik DSME dalam bentuk praktik senam kaki diabetic.  Kesimpulan: Metode mind mapping dapat menjadi metode alternatif dalam memfasilitasi pengetahuan dan praktik kader Posbindu dalam melakukan DSME (Diabetes Self Management Education).
Penerapan Diabetes Self-Management Education (DSME) Melalui Media Leaflet Interaktif Hamdan Hariawan; Suardi Zurimi; Martini Tidore
Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.727 KB) | DOI: 10.47747/pengabdiankepadamasyarakat.v1i1.102

Abstract

The prevalence of non-communicable diseases such as diabetes mellitus continues to increase every year. The incidence of its complications also increases if not given the right action as a form of prevention. One form of management and prevention of complications of diabetes mellitus is to improve patient self-care. One of the factors that affect the self-care of diabetes mellitus patients is the communication of health workers towards the self-care of DM sufferers. The output was the implementation of DSME socialization activities and the implementation of DSME by Health Center officers to diabetes mellitus patients through interactive leaflet media. The results of this Community Service are in the form of socialization to health center officers regarding how to conduct Diabetes Self-Management Education (DSME) using interactive leaflet media. The application of DSME socialization is in the form of counseling to health center officers about DSME which contains self-care for diabetes mellitus patients which includes an explanation of the definition of diabetes, causes, management, and prevention of complications.
PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN SENAM HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN DIRI PENDERITA HIPERTENSI Hamdan Hariawan; Cut Mutia Tatisina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.407 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v1i2.478

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap diatasi. Penyebab hipertensi hinggasaat ini secara pasti belum dapat diketahui, tetapi gaya hidup berpengaruh besar terhadap kasus ini. Hal yangdapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi adalah dengan senam hipertensi dan dukungan keluarga melaluipemberdayaan keluarga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhankepada keluarga sebagai pemberdayaan keluarga dan senam hipertensi kepada anggota keluarga yang menderitahipertensi. Hasil yang didapatkan berupa keikutsertaan keluarga dalam pemberdayaan keluarga dankeikutsertaan peserta dalam senam hipertensi. Kombinasi pemberdayaan keluarga dan senam hipertensimeningkatkan anajemen hipertensi dengan p