Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA REMAJA TERHADAP STATUS ANEMIA PADA SISWI SMK NEGERI 2 KOTA TEGAL Umriaty Umriaty; Meyliya Qudriani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i2.1383

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia. Riskesdes 2013 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada perempuan usia ≥ 15 tahun sebesar 22,7%. Anemia pada remaja putri dapat berdampak terhadap prestasi belajar dan daya tahan tubuh. Lebih  jauh lagi anemia pada remaja dan Wanita Usia Subur (WUS) akan terbawa hingga menjadi ibu hamil anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap status anemia pada remaja puteri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan purposive sampling sebanyak 83 siswi SMK Negeri 2 Kota Tegal sebagai responden. Tingkat keepercayaan pada penelitian ini adalah 95 %. Analisis yang digunakan dengan menggunakan chi square. Hasilnya sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan baik (51,8 %), mempunyai persepsi kerentanan yang positif (55,4%), dan mempunyai persepsi keseriusan yang negatif (56,6%). Jumlah siswi yang mengalami anemia yaitu sebesar 13,3 % siswi. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan    (p value 0,399), persepsi kerentanan (p value 0,215) dan persepsi keseriusan (p value 0,145). Diharapkan Dinas Kesehatan tidak hanya memberikan suplementasi zat besi pada remaja putri, namun juga diiringi dengan pemberian informasi yang adekuat tentang anemia dan dampaknya. Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi, Anemia Remaja
PERILAKU SEKSUAL BERISIKO GENERASI Z PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH TEGAL TIMUR KOTA TEGAL Meyliya Qudriani; Umi Baroroh; Seventina Nurul Hidayah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 01 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.3114

Abstract

Generasi Z yang lahir di antara tahun 1995-2010. biasanya disebut dengan generasi internet dimana mereka lebih banyak berhubungan sosial dengan smartphone sejak kecil. Masalah seksualitas di kalangan remaja yang berakar dari informasi melalui smartphone masih sangat beresiko tidak terkecuali bagi generasi Z. Tujuan penelitian yaitu menggambarkan perilaku seksual berisiko generasi Z pada masa Covid 19. Metode penelitian kualitatif, dilakukan di Wilayah Tegal Timur bulan Mei – Juni 2021. Pengambilan data dijalankan dengan teknik indepth interview sesuai pedoman Sampel informan diambil secara purposive sampling dengan informan utama yaitu remaja yang berumur antara 17-20 tahun yang berperilaku seksual berisiko sebanyak 4 orang. Sedangkan informan triangulasi yaitu Dinas Kesehatan Kota Tegal Bagian Pencegahan Penyakit Menular Seksual sebanyak 1 orang. Hasil Penelitian didapatkan bahwa masa pandemi tak menyurutkan aktivitas sebagian remaja dalam melakukan seks pranikah. Perilaku seksual berisiko untuk semua informan utama pernah berperilaku berisiko. Perilaku ini didapatkan dari media social, pergaulan dan pertemanan. Perilaku seksual berisiko dari informan utama yang dilakukan diantaranya melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang belum sah dan juga berganti-ganti. Secara garis besar program yang telah dilaksanakan oleh Dinkes sudah sesuai. Dan juga dalam pelacakan serta tindak lanjutnya juga sudah tepat.
THE QUALITY SERVICE FOR PATIENTS OF BPJS WITH ANTENATAL PATIENTS SATISFACTION IN THE COMMUNITY HEALTH CENTERS IN TEGAL CITY Meyliya Qudriani; Nilatul Izah; Nora Rahmanindar
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1678

Abstract

The Social Insurance Administration Organization or known as BPJS is one form of social protection to ensure the community in order to realize the provision of health insurance and meet the health needs of the community. To realize the 1945 Constitution, article 28 and Law no. 36 of 2009, the government must provide health services that are equitable, fair, and affordable for the people of Indonesia. In the service of pregnant women patients will get satisfaction in the service at the health center both independently and in collaboration, therefore every pregnant woman needs to require at least four visits during the antenatal period, namely one visit during the first trimester, one visit during the second trimester and two times visit during the third trimester. The purpose of this study was to determine the quality of BPJS patient services with antenatal care patient satisfaction at the Community Health Center in Tegal City. The study design was descriptive-analytic with the cross-sectional approach. The population in this study were all pregnant women in the Community Health Center in Tegal City in July 2019. The sampling technique used in this study was the accidental sampling technique, with the total sample obtained was 70 respondents. The results of this study are the characteristics of respondents about BPJS ownership obtained; all respondents already have BPJS (100%), most respondents were at the gestational age 4-6 months gestation (42.9%), and most respondents were multipara (61.4%). The satisfaction of pregnant women in terms of tangibility, reliability, assurance, responsiveness, and empathy, most respondents were satisfied with ANC services at the Community Health Center in Tegal City.Keywords: BPJS, antenatal care, quality
EFEK MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERPACARAN REMAJA DI SMAN 5 KOTA TEGAL Meyliya Qudriani; Umriaty Umriaty
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1193

Abstract

Media social dapat mempengaruhi perilaku dari penggunanya, dari pengaruh yang baik sampai pengaruh yang buruk. Dampak baik media social diantaranya penunjang untuk menumbuhkan minat belajar, mencari informasi tentang pendidikan, Sedangkan pengaruh buruk mengakses media social dan kurangnya pengawasan dalam menggunakan media social dapat mengakibatkan penyalahgunaan dalam mengakses media social, diantara mengakses situs-situs yang berbau pornografi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh paparan media sosial terhadap perilaku berpacaran pada remaja di SMA 5 Kota Tegal.Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan populasi penelitian siswa SMA 5 Kota Tegal kelas XII dengan jumlah 223 responden. Sampel yang digunakan sejumlah 99 responden yang didapatkan menggunakan teknik sampling simple random sampling.Hasil penelitian paparan media social sebagian besar berdampak pada perilaku negative 79 responden (79,8%). Responden yang pernah melakukan pacaran 73 responden (73,3%), dengan gaya berpacaran 18 responden yang pernah melakukan ciuman (18,2%), 11 responden yang pernah bercumbu dengan pasangannya (11,1%) dan 1 responden pernah melakukan hubungan seksual dengan pasangannya (1%). Namun, jika dilihat dari perilaku berpacaran sebagian besar mempunyai perilaku yang tidak beresiko 77 responden (77,8%). Hasil Uji Chi Square didapatkan p value 0,039. Kata Kunci: Media Sosial, Pacaran 
Peningkatan Pengetahuan Karyawati Yogya Mall Tentang Anemia Pada Wanita Usia Subur (WUS) Meyliya Qudriani; Umriaty Umriaty
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.011 KB) | DOI: 10.30591/japhb.v3i2.2010

Abstract

Anemia atau yang sering disebut kurang darah oleh orang awam merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia subur (WUS). Anemia pada wanita usia subur (WUS) dapat  menimbulkan kelelahan, badan lemah, penurunan kapasitas dan produktivitas kerja. Jumlah pekerja di Kota Tegal menurut satuan kerja pengawas ketenagakerjaan Karesidenan Pekalongan mencatat bahwa jumlah pekerja mencapai 13.018 orang dengan presentase pekerja laki-laki 58,24% dan perempuan 41,76%. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah pekerja wanita di Kota Tegal masih tergolong banyak. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan memberikan penyuluhan tentang anemia pada wanita usia reproduksi dan juga pengecekan kadar haemoglobin (Hb) pada peserta serta pemberian tablet penambah darah kepada peserta yang mengalami anemia. Cek kadar Hb ini dilakukan agar peserta mengetahui apakah dirinya mengalami anemia atau tidak. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksakan selama 2 hari yaitu pada tanggal  24 dan 25 Juli 2019 dengan peserta karyawan wanita Yogya Mall dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Kegiatan diawali dengan menilai sejauh mana tingkat pengetahuan peserta tentang Anemia pada Wanita Usia Subur (WUS) kemudian dilanjutkan pemberian penyuluhan tentang anemia pada WUS dan pemeriksaan kadar HB pada peserta pengabdian masyarakat. Pada pemeriksaan kadar hemoglobin didapatkan peserta yang mengalami anemia yaitu 24 orang dan diberikan konseling individu serta diberikan tablet Fe.
Peningkatan Persepsi Kecukupan ASI Pada Ibu Menyusui Ratih Sakti Prastiwi; Meyliya Qudriani; Novia Ludha; Riska Arsita
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1337.543 KB) | DOI: 10.30591/japhb.v1i1.687

Abstract

Capaian ASI Eksklusif di Indonesia masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Pada tahun 2016 cakupan ASI Eksklusif mengalami penurunan dimana pada tahun 2013 capaian mencapai 38% menjadi 29.5%. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI Eksklusif adalah persepsi ibu menyusui akan kecukupan ASI-nya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan persepsi ibu menyusui tentang kecukupan produksi ASI. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan seputar ASI Eksklusif, penilaian kecukupan ASI, faktor yang mempengaruhi produksi ASI, Cara peningkatan produksi ASI. Kegiatan ini diberikan kepada ibu menyusui yang bayinya berusia 0-6 bulan sehingga secara langsung dapat membantu peningkatan angka capaian ASI Eksklusif untuk wilayah Margadana. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang kecukupan ASI sebesar 3.32 point. Hal ini menunjukkan penyuluhan merupakan salah satu cara membantu masyarakat untuk merubah sikap dan perilakunya untuk lebih sehat secara mandiri.   Kata kunci—ASI Eksklusif, Persepsi, Menyusui
PERILAKU IBU PRIMIPARA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL Ulfatul Latifah; Seventina Nurul Hidayah; Meyliya Qudriani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1226

Abstract

Alasan ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif diantaranya ibu primipara dimana menyusui merupakan pengalaman pertama yang tidak mudah diterapkan sehingga akhirnya menyerah dan menggantinya dengan susu formula untuk bayi. Cakupan ASI Eksklusif tertinggi di Kota Tegal ada di Wilayah Puskesmas Tegal Barat sebesar 66,7% namun angka tersebut masih dibawah cakupan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi penerapan ASI Eksklusif pada ibu primipara. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan bulan Maret 2018. Sampel informan diambil secara purposive sampling terdiri dari informan utama dan informan triangulasi Jumlah informan utama 2 orang ibu primipara yang menyusui dan informan triangulasi adalah keluarga dekat ibu. Hasil wawancara didapatkan informasi tentang berbagai perasaan, pemahaman dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, motivasi menyusui, praktik menyusui, hambatan dan dukungan yang didapatkan ibu dalam proses menyusui. Dengan informasi ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti di dalam memberikan konseling menyusui. Bagi pemerintah bisa digunakan sebagai bahan evaluasi keberhasilan program menyusui sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan cakupan pemberian ASI secara eksklusif di Wilayah Kecamatan Tegal Barat Kata Kunci  : Penerapan Menyusui,  Ibu Primipara
Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting pada Balita Ratih Sakti Prastiwi; Meyliya Qudriani; Istiqomah Dwi Andari
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.159

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah besar di dunia, meskipun dalam satu decade sudah mengalami penurunan namun prevalensinya masih cukup besar. Stunting yang tidak tertangani memiliki dampak panjang pada kehidupan anak. Adanya pandemic COVID-19 menambah beban dalam pelaksanaan penanganan stunting. Oleh karena itu ibu menjadi sasaran yang tepat untuk membantu mencegah terjadinya stunting pada anak. Ibu sebagai pengasuh utama anak harus memiliki informasi yang cukup untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan ibu terkait pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan dan praktek pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2020 melibatkan 35 ibu yang memiliki balita. Peserta mendapatkan materi terkait stunting dan pencegahannya. Ibu juga diajarkan mengenai deteksi dini stunting melalui cara membaca KMS. Tim juga melakukan demonstrasi memasak makanan untuk anak dimulai dari teknik pengolahan bahan makanan serta teknik memasak yang benar sehingga nutrisi makanan tetap terjaga. Teknik ceramah didukung dengan demonstrasi sangat membantu peserta dalam memahami informasi yang diberikan. Agar tercapai tujuan penurunan angka stunting maka perlu dilakukan pemberian pendidikan kesehatan lebih sering agar informasi yang didapatkan oleh ibu lebih banyak. Dengan pengetahuan yang tepat dan benar maka secara langsung dapat merubah sikap dan perilaku ibu menjadi lebih sehat.Abstract: Stunting is still a significant problem in the world. Although in a decade it had decreased, its prevalence was still quite large. Untreated stunting has a lasting impact on a child's life. The existence of the COVID-19 pandemic adds to the burden in the implementation of handling stunting. Therefore, mothers are the right person to help prevent stunting in children. Mothers, as the primary caregivers of children, must have sufficient information to detect and prevent stunting. Therefore, it is necessary to increase the knowledge of mothers related to stunting prevention. Community service was carried out through providing health education and practice of making complementary foods. The activity was held on November 13, 2020, involving 35 mothers who have toddlers. Participants received material related to stunting and its prevention. Participants also taught about early detection of stunting by reading Health Card. The team also conducted a cooking demonstration starting with food processing techniques and proper cooking techniques to maintain food nutrition. The lecture technique supported by demonstrations helped the participants understand the information provided. Health education to reduce the stunting rate needs to be done more frequently so that mothers can obtain more information. The proper and correct knowledge can directly change the mother's attitude and behavior to become healthier.
PERTUMBUHAN BAYI BERDASARKAN FREKUENSI DAN DURASI MENYUSU Juhrotun Nisa; Umriaty Umriaty; Meyliya Qudriani
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 4, No 1 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i1.163

Abstract

Bayi ASI eksklusif berpeluang mengalami pertumbuhan normal 1,62 kali lebih besar dibandingkan bayi ASI non eksklusif, tetapi berat badan bayi dapat menurun salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh faktor frekuensi pemberian ASI dan jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung didalam ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, dimana populasinya adalah bayi usia 0 s/d 6 bulan yang menjalani ASI Ekslusi. Teknik pengambilan sample dengan accidental sampling dan teknik analisa dengan chi square. Hasil penelitian menujukan bahwa 90.9% frekuensi menyusu bayi lebih dari 8 kali perhari, dengan durasi menyusu lebih dari 15 menit setiap kali menyusu sebanyak 87.9% dan berat badan bayi berada di pita kuning sebanyak 6.1%. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi. Kata kunci: Frekuensi Menyusu, Durasi Menyusu, Pertumbuhan Bayi.