Tri Esti Budiningsih
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

GAMBARAN CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA JEJARING SOSIAL DI SMA NEGERI 1 DAN SMA NEGERI 2 UNGARAN Wiryada, Okik Adishya Banu; Martiarini, Nuke; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Jejaring sosial merupakan media komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa kegiatan tatap muka secara langsung atau berkomunikasi menggunakan internet. Penggunaan internet jejaring sosial dapat memberikan efek negatif bagi penggunanya, seperti tindakan kekerasan simbolik yang tidak menimbulkan luka fisik, dilakukan seseorang terhadap orang lain melalui jejaring sosial dengan tujuan untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif berjenis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang. Sampel yang diambil berjumlah 622 siswa dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan angket, yaitu angket cyberbullying. Hasil penelitian ini adalah Hasil penelitian ini adalah 1) Gambaran cyberbullying pada remaja menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 2) Gambaran cyberbullying di SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 3) Gambaran cyberbullying pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 4) Gambaran cyberbullying pada usia 15 tahun, 16 tahun dan 17 tahun menunjukkan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. Abstract. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. But, there are some users in social networking are deviate and use their account as not as it should be. This study is a quantitative research with quantitative descriptive method. The quantitative descriptive type of research with analysis only at the level of description. Samples taken amounted to 622 students by using purposive sampling technique. Measuring instrument in this research using a questionnaire, the questionnaire about cyberbullying. The results of this study were 1) Overview of cyberbullying among adolescents showed that subjects who are victims have a higher category. 2) A description of cyberbullying in SMAN 1 and SMAN 2 Ungaran Ungaran showed that subjects who are victims have a higher category. 3) A description of cyberbullying on gender men and women showed that subjects who are victims have a higher category. 4) A description of cyberbullying at the age of 15 years old, 16 years old and 17 years old are showed that subjects who are victims have a higher category.
PERBEDAAN ACADEMIC SELF EFFICACY DITINJAU DARI JENIS GOAL ORIENTATION Widyaningsih, Widyaningsih; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 8, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Parameter prestasi belajar yang mengutamakan perolehan nilai akademis dan tingginya nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diduga akan mempengaruhi siswa untuk memilih cara- cara negatif sebagai manifestasi dari ketidakyakinannya terhadap kemampuannya sendiri. Padahal dalam menghadapi persaingan dan tantangan di dunia pendidikan sangat diperlukan academic self efficacy, khususnya untuk kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) dan persiapan ke perguruan tinggi. Tinggi rendahnya academic self efficacy sangat erat kaitannya dengan jenis goal orientation yang dimiliki siswa, yaitu mastery goal dan performance goal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan academic self efficacy antara siswa yang memiliki mastery goal dan siswa yang memiliki performance goal pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Godong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain komparasional. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Godong. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan academic self efficacy yang signifikan antara siswa dengan mastery goal dan siswa dengan performance goal di SMA Negeri 1 Godong, dimana tingkat academic self efficacy siswa yang memiliki mastery goal lebih tinggi daripada siswa yang memiliki performance goal dengan koefisien perbedaan sebesar 3,592 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0.01).Abstract. Learning achievement parameter prioritizes the acquisition of academic value and the high value of the minimum criteria (KKM) expected student affect to choose negative ways as manifestation of the uncomfortable student ability. However, to face competition and challenges in the education world needed academic self efficacy, specially for 12 grade students who will face the national examinition and to prepare to college. Low and high level of the academic self efficacy closely associated with the student type of goal orientation. The purpose of this research was to determine the differences of the academic self efficacy between student who have mastery goal and student who have performance goal in 12 grade students of SMAN 1 Godong. The method used in this research was quantitative with comparasional design. Subject of this research was 12 grade students of SMAN 1 Godong. The sampling technique used  was quota sampling. The result of this research showed that there were significant differences academic self efficacy between student with mastery goal and student with performance goal at SMAN 1 Godong, where academic self efficacy student with mastery goal is higher then student with performance goal with coefficient differences 3,592 and significant value p = 0,000 (p < 0,01).
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MINAT MEMBACA PADA ANAK Nursalina, Ade Irma; Budiningsih, Tri Esti
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi berprestasi dengan minat membaca yang ada pada anak kelas V di SD Negeri 1 Doplang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subyek penelitian ini berjumlah 32 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan angket motivasi berprestasi dan angket minat membaca. Skala motivasi berprestasi terdiri dari 31 aitem valid dengan koefisien validitas aitem antara 0,380 sampai dengan 0,756 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,953. Skala minat membaca pada anak terdiri dari 31 aitem valid dengan koefisien validitas aitem antara 0,364 sampai dengan 0,745 dan dan koefisien reliabilitas sebesar 0,947. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi atau p = 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,895 menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan minat membaca pada anak kelas V SD Negeri 1 Doplang. Tingginya motivasi berprestasi siswa diikuti dengan tingginya minat membaca pada anak tersebut dan sebaliknya. Tingkat motivasi berprestasi siswa berada pada kriteria rendah yaitu sebesar 53,1% dan indikator yang paling berpengaruh dalam motivasi berprestasi yaitu perilaku yang timbul dan terarah. Tingkat minat membaca pada subyek berada dalam kriteria rendah, yaitu sebesar 56,2% dan indikator yang paling berpengaruh dalam minat membaca yaitu kesadaran akan manfaat membaca. This study aims to determine the relationship of achievement motivation and interest in reading that of the children in class V SD Negeri 1 Doplang. This study is a quantitative correlation. The subjects of this study are 32 students. The sampling technique used was purposive sampling. The data were taken using a questionnaire of achievement motivation and interest in reading the questionnaire. Achievement motivation scale consists of 31 valid item to item validity coefficients between 0.380 to 0.756 and a reliability coefficient of 0.953. Childs interest in reading the scale consists of 31 valid item with item validity coefficients between 0.364 to 0.745 and 0.947 and a reliability coefficient of. The results show the significance or value of p = 0.000 with a correlation coefficient of r = 0.895 shows a significant positive relationship between achievement motivation and interest in reading in children fifth grade SD Negeri 1 Doplang. The high student achievement motivation followed by high interest reading on the child and vice versa. The level of student achievement motivation is at a low criterion is equal to 53.1% and the most influential indicator in the achievement motivation and purposeful behavior arises. The level of interest in reading on the subject is in the low criterion, ie by 56.2% and the most influential indicator in the interest of reading the awareness of the benefits of reading.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA GURU HONORER SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN WONOTUNGGAL KABUPATEN BATANG Setiawan, Heri; Budiningsih, Tri Esti
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu guru honorer sekolah dasar di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang yang berjumlah 67 orang. Penelitian ini menggunakan skala psychological well-being, dengan jumlah item 57 yang valid dengan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya sebesar 0,950. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dengan metode statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atau 61,2 persen (41 orang) menyatakan dirinya memiliki psychological well-being pada kriteria sedang. Sedangkan yang termasuk dalam kriteria tinggi hanya sebesar 7,5 persen (5 orang), dan kriteria rendah sebesar 31,3 persen (21 orang). Dari enam dimensi psychological well-being yang diteliti, yaitu dimensi penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi berada pada kategori yang sedang. Abxtract. This research is descriptive quantitative research. Population in this research used total sampling is all school honorer teacher in Kec. Wonotunggal Kab. Batang, amount of 67 subject. This research used psychological well-being scale, amount of 57 valid items with realiability coefficient alpha cronbach of 0,950. Analyze method used descriptive analyze with percentage descriptive statistique method. The result of research showed all of or 61,2 % (41 person) have psychological well-being on average criteria. The high criteria is 7,5 % (5 person), and low criteria of 31,3 % (21 person). From 6 dimention of psychological well-being which have been study, the dimension self acceptance, positive relationship to others, otonomy, environmental bend, life purpose, and personal grow is on average criteria.
KONSEP DIRI AKADEMIK MAHASISWA PENERIMA BEASISWA BIDIK MISI JURUSAN PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Hadi, Yusuf Prasetyo; Budiningsih, Tri Esti
Educational Psychology Journal Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Educational Psychology Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa penerima beasiswa bidik misi Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang yang berjumlah 66 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling yang berjumlah 66 mahasiswa penerima beasiswa bidik misi. Data penelitian diambil menggunakan skala konsep diri akademik, dengan jumlah item 36 yang valid dengan koefisien alpha cronbach reliabilitasnya sebesar 0,921. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dengan metode statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atau 63,6 persen (42 orang) menyatakan dirinya memiliki konsep diri akademik pada kategori tinggi. Sedangkan yang termasuk dalam kriteria sedang sebesar 28,7 persen (19 orang), dan kriteria rendah sebesar 7,7 persen (5 orang). Dari tiga dimensi konsep diri akademik yang diteliti, yaitu dimensi pengetahuan individu mengenai dirinya sendiri, pengharapan individu mengenai dirinya sendiri, dan penilaian individu mengenai dirinya sendiri berada pada kategori yang tinggi. This research is descriptive quantitative research. The population in this study is the mission of grantees viewfinder Department of Psychology, State University of Semarang, amounting to 66 people. This study uses total sampling totaling 66 grantees mission viewfinder. The data were taken using academic self-concept scale, the number of valid 36 items with a Cronbach alpha reliability coefficient of 0.921. Data analysis methods used are descriptive data analysis with descriptive statistical methods percentages.The results showed that most or 63.6 per cent (42 people) claimed to have academic self-concept in the high category. While the criteria are included in the 28.7 per cent (19 people), and a low of 7.7 percent criterion (5 people). Of the three dimensions of academic self-concept were investigated, namely the dimension of the individuals knowledge of himself, the individual expectations of himself, and the assessment of the individual himself is in the high category.
KESEPIAN PADA LANSIA DI PANTI WERDHA SULTAN FATAH DEMAK Setiawan, Bintang Mara; Budiningsih, Tri Esti; Andromeda, Andromeda
Developmental and Clinical Psychology Vol 2 No 1 (2013): Developmental and Clinical Psychology
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang bagaimana kesepian padalansia di Panti werdha Sultan Fatah Demak. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) danobservasi. Subjek pada dua orang narasumber primer yaitu lansia panti Werdha Sultan Fatah Demak, dan satuorang narasumber sekunder penelitian yaitu pengasuh lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesepiandari kedua narasumber primer sangat mendalam. Dengan kondisi yang dialami oleh subjek penelitian danlingkungan yang kurang mendukung menambah rasa kesepian kedua subjek semakin besar. Akan tetapi terdapatperbedaan sikap dalam menunjukkan kesepian yang dialami oleh kedua subjek.This study sought to describe more clearly and deeply about how loneliness in the elderly in nursing homes Fatah Sultan ofDemak. This study uses interviews (interviews) and observation. Subject to two primary sources, namely elderly Elderlynursing Sultan Demak Fatah, and one person secondary sources of research that elderly caregivers. Results of this studyindicate that the loneliness of the two primary sources is relatively very large. With the conditions experienced by the researchsubjects and a less supportive environment adds to the loneliness of the two subjects. But there is a difference in attitude suggestsloneliness experienced by two subjects.
EFEKTIVITAS PELATIHAN PUBLIC SPEAKING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KOMUNIKASI PADA FASILITATOR EXPERIENCE LEARNING (OUTBOUND) PT HUCLE CONSULTING Firmansyah, Imam; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i2.13334

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas pelatihan public speaking  terhadap peningkatan pengetahuan komunikasi publik pada fasilitator experience learning (outbound) PT Hucle Consulting. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah fasilitator experience learning (outbound) yang berjumlah 9 orang. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes pengetahuan dengan one group pretest posttest. Metode analisis data menggunakan teknik uji wilcoxon signed ranks test. Hasil dari penelitian ini adalah pelatihan public speaking yang telah dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang komunikasi publik pada fasilitator experience learning (outbound) pada PT Hucle Consulting.Kata Kunci: pelatihan; pengetahuan public speaking Abstract. This study aims at the effectiveness of public speaking training to increase knowledge of public communication on the facilitator’s learning experience (outbound) PT Hucle Consulting. Research carried out this is quasi-experimental research. The sample in this study is the facilitator learning experience (outbound), amounting of 9 people. Methods of data collection using a knowledge test with one group pretest posttest. Methods of data analysis using the Wilcoxon signed ranks test engineering test. The results of this study is the training of public speaking has been done to increase knowledge of effective public communication on the facilitator’s learning experience (outbound) in PT Hucle Consulting.
GAMBARAN CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA JEJARING SOSIAL DI SMA NEGERI 1 DAN SMA NEGERI 2 UNGARAN Wiryada, Okik Adishya Banu; Martiarini, Nuke; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i1.9577

Abstract

Abstrak. Jejaring sosial merupakan media komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa kegiatan tatap muka secara langsung atau berkomunikasi menggunakan internet. Penggunaan internet jejaring sosial dapat memberikan efek negatif bagi penggunanya, seperti tindakan kekerasan simbolik yang tidak menimbulkan luka fisik, dilakukan seseorang terhadap orang lain melalui jejaring sosial dengan tujuan untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif berjenis deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran, Kabupaten Semarang. Sampel yang diambil berjumlah 622 siswa dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan angket, yaitu angket cyberbullying. Hasil penelitian ini adalah Hasil penelitian ini adalah 1) Gambaran cyberbullying pada remaja menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 2) Gambaran cyberbullying di SMAN 1 Ungaran dan SMAN 2 Ungaran menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 3) Gambaran cyberbullying pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan menunjukan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. 4) Gambaran cyberbullying pada usia 15 tahun, 16 tahun dan 17 tahun menunjukkan bahwa subjek yang menjadi korban memiliki kategori tinggi. Abstract. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. Social networking are used by people to communicate with the other people without face to face communication or communication with internet. But, there are some users in social networking are deviate and use their account as not as it should be. This study is a quantitative research with quantitative descriptive method. The quantitative descriptive type of research with analysis only at the level of description. Samples taken amounted to 622 students by using purposive sampling technique. Measuring instrument in this research using a questionnaire, the questionnaire about cyberbullying. The results of this study were 1) Overview of cyberbullying among adolescents showed that subjects who are victims have a higher category. 2) A description of cyberbullying in SMAN 1 and SMAN 2 Ungaran Ungaran showed that subjects who are victims have a higher category. 3) A description of cyberbullying on gender men and women showed that subjects who are victims have a higher category. 4) A description of cyberbullying at the age of 15 years old, 16 years old and 17 years old are showed that subjects who are victims have a higher category.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KOMUNIKASI ANAK DAN ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA SMP N 13 SEMARANG TAHUN AJARAN 2011-2012 Rahmawati, Nurul; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i1.13328

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan belajar siswa dan kualitas komunikasi anak dan orang tua pada siswa SMP Negeri 13 Semarang serta untuk mengetahui hubungan antara kualitas komunikasi antara anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar siswa SMP Negeri 13 Semarang. Hipotesis pada penelitian ini adalah ada hubungan antara kualitas komunikasi anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 72 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling. Kebiasaan belajar diukur dengan skala kebiasaan belajar yang mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,97l. Skala kebiasaan belajar terdiri dari 66 aitem valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,344 sampai dengan 0,852. Sedangkan kualitas komunikasi antara anak dengan orang tua diukur dengan menggunakan skala kualitas komunikasi antara anak dan orang tua yang mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,964. Skala kualitas komunikasi antara anak dan orang tua terdiri dari 45 item valid dengan rentang koefisien validitas dari 0,338 sampai dengan 0,771. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment yang dikerjakan menggunakan bantuan program SPSS I 7.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan variabel kebiasaan belajar siswa tergolong tinggi. Demikian juga variabel kualitas komunikasi antara anak dengan orang tua juga tergolong tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas komunikasi antara anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar siswa. Korelasi kualitas komunikasi antara anak dan orang tua dengan kebiasaan belajar diperoleh koefisien r=0,717 dengan signifikansi atau p=0,000.AbstractThis study aims to determine students’ learning habits and quality of communication of children and parents on the students of SMP Negeri 13 Semarang as well as to determine the relationship between quality of communication between children and parents with the learning habits of students of SMP Negeri 13 Semarang. The hypothesis in this study is no relalionship between quality of communication with children and parents of students learning habits. Quantitative research is a correlational study. Subjects in this study amounted to 72 students. Sampling technique used is proportional stratified random sampling. study habits were measured by the scale of study habits that have a reliability coefficient of 0.97l. The scale consists of 66 study habits aitem valid with validity coefficients range from 0.344 to 0.852. While the quality of communication between children and parents were measured using a scale of quality of communication between children and parents who have a reliability cofficient of 0.964. The scale of the quality of communication between children and parents consisted of 45 aitem valid with validity coefficients range from 0.338 to 0.77 l. Correlation test using the product moment correlation technique is done using SPSS 17.0 for windows. Results showed students’ learning habit variables is high. Similarly, the variable quality of communication between children and parents are also quite high. The rerults showed that there is a relationship between quality of communication between children and parents with students’ learning habits. Correlation of quality of communication between children and parents with learning habits acquired cofficient r = 0.717 with a significance or p = 0.000.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT PARU dr. ARIO WIRAWAN SALATIGA Pohan, Junita Agnes; Budiningsih, Tri Esti
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 4, No 3 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v4i3.13342

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor  yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga pada tahun 2012. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, Pengambilan sampel berdasarkan kriteria-kriteria penelitian antara lain pasien yang tidak patuh, berusia dan terdaftar sebagai pasien di Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga minimal 2 bulan waktu penelitian diadakan Jumluh sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan mengunakan angket, yaitu angket faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat yang kemudian dianalisis dengan baniuan (SPSS) versi 17.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui dari sepuluh faktor diketahui ada tiga faktor yang paling dominan mempenguruhi ketidakpatuhan minum obat pasien tuberculosis di rumah sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga. Ketiga faktor itu antara lain faktor pengetahuam faktor sosio-ekonomi, faktor regimen obat, semua dalam kategori tinggi. Seiain itu ketujuh faktor yang lain dalam kategori rendah. Faktor itu antara lain faktor dukungan sosial, faktor pertimbangan keuntungan dan keefektifan, faktor sikap pertimbangan kerugian walau dan uang, faktor kepribadian, faktor dukungan petugas kesehatan, faktor komunikasi dokter dan pasien menjadi faklor kesepuluh dan menjadi faktor yang paling rendah. Disarankan kepada Rumah Sakit Paru dr.Ario Wirawan Salatiga untuk memberikan pemahaman mengenai penyakit tuberkulosis dan pengobatan yang harus diikuti pasien.