Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF GENERATIVE LEARNING MODEL TO ENHANCE STUDENTS' LOGICAL-THINKING ABILITY IN SCIENCE LEARNING Henni Riyanti; Suciati Suciati; Puguh Karyanto
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.127 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.9044

Abstract

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAAbstractOne of the important 21st-century competencies that should be empowered is logical-thinking ability. Logical-thinking ability is one of the aspects in domain cognitive science that could not be implemented effectively in teaching and learning in the class. Then, this study was aimed to know the effectiveness of generative learning model to enhance students' logical-thinking ability. This research was also conducted by using a quasi-experimental study with pretest-posttest non-equivalent control group design. The sample was taken by using simple random sampling technique. The research involved two classes which were 67 participants consist of 34 students in Class VIII.9 as an experimental group and 33 students in Class VIII.7 as a control group. The researcher used the instruments of logical-thinking ability, they were multiple choice tests with five alternative answers that have been tested for its validity and reliability. The used analysis of data is t-test by SPSS 21. The result obtained t-count value is 2.44, t-table on significant level 0.05 is 1.99, and p-value = 0.017 (p <0.05). It can be concluded that the t-count > t-table, so H0 refused. This also indicates that the application of generative learning models provides a significant impact on students' logical-thinking ability. AbstrakSalah satu kemampuan penting abad 21 yang harus diberdayakan adalah kemampuan berpikir logis. Kemampuan berpikir logis adalah salah satu aspek dalam domain kognitif sains yang belum dapaat diimplementasikan dengan efektif dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran generatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini melibatkan dua kelas yang terdiri dari 67 partisipan dengan distribusi 34 siswa di Kelas VIII.9 sebagai kelompok eksperimen dan 33 siswa di Kelas VIII.7 sebagai kelompok kontrol. Peneliti menggunakan instrumen kemampuan berpikir logis yaitu tes pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah Uji-t menggunakan SPSS 21. Hasil yang diperoleh yaitu nilai thitung adalah 2.44, ttabel dengan nilai signifikansi 5% adalah 1.99 dan p-value = 0.017 (p < 0.05). Dengan demikia dapat disimpulkan bahwa nilai thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak. Hal ini juga menunjukkan bahwa model pembelajaran generatif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir logis siswa.
Analisis kemampuan berpikir ilmiah siswa kelas XI IPA kawasan pegunungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Aisyah Ferra Anggraini; Maridi Maridi; Suciati Suciati
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.909 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v6i2.10944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berpikir ilmiah siswa SMA Negeri  kelas XI IPA di kawasan pegunungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan berpikir ilmiah yang terdiri dari 25 item soal yang mengandung aspek berpikir ilmiah yaitu: (1) inquiry; (2) analisis; (3) inferensi; dan (4) argumentasi dan pengambilan data lainnya dengan wawancara. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Pakem dan SMA Negeri 1 Girimulyo  kelas XI IPA kawasan pegunungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keseluruhan jumlah populasi yaitu 280 siswa dengan jumlah sampel 78 siswa. Pemilihan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Data yang diperoleh selanjutnya diuji menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perolehan pada masing-masing aspek yaitu: (1) inquiry: 43% ; (2) analisis: 44% ; (3) inferensi: 42% ; dan (5) argumentasi: 55%. Hasil persentase menunjukkan bahwa kemampuan berpikir ilmiah masih kurang optimal karena rata-rata perolehan masih di bawah 50%. Hal ini disebabkan sebagian besar kemampuan berpikir ilmiah siswa di kawasan pegunungan DIY masih kurang dioptimalkan. Daerah pegunungan merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap kemampuan berpikir ilmiah siswa.  Scientific thingking skill analyze of students' XI IPA at mountainous region of Daerah Istimewa Yogyakarta. This study aims to analyze the scientific thinking of students of the eleventh grade of science class high school in the mountainous areas of Special Region of Yogyakarta (DIY). This type of research is qualitative descriptive. Data collection was carried out using a scientific thinking ability test consisting of 25 items containing scientific thinking aspects: (1) inquiry; (2) analysis; (3) inference; and (4) argumentation and other data collection by interview. The research was conducted at SMA Negeri 1 Pakem and SMA Negeri 1 Giriulyo in 11th grade of science class in the mountainous areas of Special Region of Yogyakarta. The total population is 280 students with a total sample of 78 students. Sample selection using cluster random sampling method. The data obtained are then tested using descriptive qualitative statistics. The results of the study show that the acquisition of each aspect: (1) inquiry: 43%; (2) analysis: 44%; (3) inference: 42%; and (5) argumentation: 55%. The percentage results indicate that the scientific thinking ability is still less than optimal because the average acquisition is still below 50%. This is because most of the scientific thinking abilities of students in the DIY  mountainous areas are still not optimized. Mountainous areas are factors that directly influence the ability of students to think scientifically.
Enhancing Students’ Argumentation Skill Using an Argument Driven Inquiry-Based Module Shinta Devi Amielia; Suciati Suciati; Maridi Maridi
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 12, No 3: August 2018
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v12i3.8042

Abstract

Argumentation skills as a form of communication to externalize ideas through scientific discourse is a very important in learning of science. As an integral part of the science, argumentation skills should be integrated as a component of learning science. The purpose of this study is to determine the effectiveness of argument driven inquiry-based module in enhanching the students’ argumentation skills. This study was conducted at one of the State Senior High School in Surakarta academic year 2016/2017. The pre-test and post-test research pattern with treatment and control class groups were used throughout the study. While the treatment group taught by using module based on argument-driven inquiry, the control group was taught by a module that commonly used in the school. As the study concluded, using argument driven inquiry-based module in the learning process is effective to enhance the quality of students’ argumentation skills.
Analisis Potensi Bahan Ajar Biologi Kelas XI Pada Kurikulum 2013 Dalam Memberdayakan Kemampuan Berkomunikasi Siswa Anggit Sasmito; Suciati Suciati; Maridi Maridi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 2 (2017): December (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.128 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i2.1931

Abstract

 The purpose of this research was to analyze the biology materials of the eleventh grade on the material of the human excretion system on the potential of empowering students' communication skills in one of the Senior High School in Madiun Regency. The research uses the descriptive method. The Technique of collecting data with teaching material is observed potency of empowering its communication skill directly based on communication skill assessment instrument covering twelve indicators which are divided on the four aspects namely expression aspect, evaluation, response, and negotiation. The teaching materials that were analyzed included two biology books from two different publishers, especially the material of human excretion system in Basic Competence 3.9 and 4.9 from 2013 curriculum. Data analyzed uses descriptive quantitative analysis. The result of analysis shows that the potential of empowerment of communication skill in teaching materials is still low, it’s indicated by the low of indicator and the low percentage of indicator that emerged, from the twelve indicators only four indicators that emerged: the first indicator 27,3%, the third indicator 18,2%, the eighth indicator 27,3%, and the twelfth indicator 27,3%. Based on the results of the analysis can be concluded that the biology materials eleventh grade on the material excretion system used in one of the Senior High School in Madiun Regency has not the potential to empower students' communication skills.   
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Lisan dan Tulisan melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siswa Kelas X SMA Maridi Maridi; Suciati Suciati; Bella Mawar Permata
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2019): BIOEDUKASI: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v12i2.31932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi  lisan dan  tulisan  siswa  melalui penerapan model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran biologi melalui penerapan model PBL sebagai tindakan penelitian. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus. Setiap siklus penelitian terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian meliputi: keterampilan komunikasi lisan dan tulisan siswa, keterlaksanaan sintaks, serta dokumentasi pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif komparatif dan alnalisis kritis. Prosedur penelitian meliputi: perencaranaan, tindakan, observasi, dan  refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari Pra-siklus, Siklus I, dan Siklus II hasil peningkatan rata-rata keterampilan komunikasi lisan (Pra-siklus/ Siklus I/ Siklus II) sebesar (30,81%/ 54,6%/ 63,7) dan keterampilan komunikasi tulisan (29,22%/ 62,01%/ 68,06%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model PBL dapat meningkatkan keterampilan komunikasi lisan sebesar 32,89% dan tulisan sebesar 38,84%.
Analisis Kualitas Pertanyaan pada Penggunaan Model Discovery Learning disertai Dialog Socrates Chrisnia Octovi; Linnasif Sari Dewi; Suciati Suciati
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.658 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas pertanyaan siswa pada penggunaan model discoverylearning disertai dialog Socrates. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subyek penelitiansiswa kelas XI SMA di Surakarta Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 26 siswa. Data kualitaspertanyaan siswa dikategorikan menjadi 3 (tinggi, sedang, rendah) yang diperoleh dari pertanyaan yangdibuat oleh siswa. Teknik non-tes digunakan untuk pengumpulan data yaitu menggunakan metodeobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kualitaspertanyaan yang dibuat siswa pada kategori sedang sebesar 75%. Berdasarkan hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa pertanyaan yang dibuat oleh siswa pada penggunaan model discovery learning disertaidialog Socrates mengalami peningkatan dari kategori rendah ke kategori sedang.
KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP KELAS VIII DALAM MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI ZAT ADITIF DAN ADIKTIF SELAMA PANDEMI COVID-19 Aninda Ayu Kartina; Suciati Suciati; Harlita Harlita
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 12, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v12i2.10364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterampilan berpikir kreatif materi aditif dan adiktif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP di salah satu sekolah di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode tes. Tes terdiri dari dua belas soal dengan empat aspek keterampilan berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, originality dan elaboration. Tes dilakukan online selama pandemi covid-19 menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterampilan berpikir kreatif siswa adalah: fluency (28,02%), flexibility (24,43%), originality (37,36%), dan elaboration (27,59%). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa sebesar 29,35%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi aditif dan adiktif selama pandemi Covid-19 tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan dalam desain pembelajaran ataupun bahan ajar yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa
Analisis Asesmen dalam Bahan Ajar Biologi terhadap Potensi Pemberdayaan Kemampuan Berkomunikasi Siswa Kelas XI Anggit Sasmito; Suciati Suciati; Maridi Maridi
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.716 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asesmen dalam bahan ajar biologi terhadap potensipemberdayaan kemampuan berkomunikasi siswa kelas XI salah satu SMA Negeri di Kabupaten Madiun.Penelitian menggunakan metode deskriptif. Asesmen yang dianalisis meliputi soal pilihan ganda dan essaydalam bahan ajar biologi kelas XI dari dua penerbit yang berbeda pada materi sistem ekskresi manusia.Analisis asesmen dalam bahan ajar terhadap potensi memberdayakan kemampuan berkomunikasimenggunakan 12 indikator penilaian kemampuan berkomunikasi. Analisis data secara deskriptif kuantitatif.Hasil analisis asesmen dalam bahan ajar didapatkan kemunculan 12 indikator yang meliputi 1) deskripsidata berbagai cara 0%, 2) deskripsi hubungan data 42,86%, 3) memaknai data berbagai cara 14,29%, 4)melihat isi materi dari berbagi sudut pandang 0%, 5) menunjukkan kebenaran data 0%, 6) membedakanfakta dan kesimpulan 0%, 7) mengklarifikasi pernyataan 0%, 8) memastikan pernyataan teman 0%, 9)merespon pernyataan teman 0%, 10) memisahkan ide 14,29%, 11) memperbaiki pendapat berdasarkanmasukan teman 0%, 12) menarik kesimpulan dari berdiskusi 28,56%. Kesimpulan dari hasil penelitianmenunjukkan bahwa asesmen dalam bahan ajar biologi kelas XI belum memberdayakan kemampuanberkomunikasi siswa dengan optimal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan perlu adanyapengembangan asesmen yang memiliki potensi pemberdayaan kemampuan berkomunikasi siswa.