Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Developing English Textbook For Second Semester Students Of Syariah Banking Department At Islamic Institute Of Ma’arif NU Metro Lampung In Academic Year 2015/ 2016. dian anggraini
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 1 No 1 (2016): Iqra : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.311 KB)

Abstract

Tujuan utama dari mengajar bahasa Inggris di IAIM NU Metro Lampung adalah untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris siswa agar mereka dapat mengerti dan memahami materi bahasa Inggris dan mereka dapat berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan kata-kata sederhana. Bahasa inggris telah diajarkan dalam lembaga sebagai bahasa asing. Bahasa Inggris diajarkan untuk memberikan siswa dengan kesempatan yang lebih besar untuk belajar bahasa Inggris, sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan bahasa Inggris mereka. Namun, pengajaran bahasa Inggris di departemen perbankan syariah memiliki sejumlah masalah yang perlu diperhitungkan. Masalah utama adalah bahwa bahan pelajaran Bahasa Inggris yang tepat tidak tersedia. Bahan yang digunakan pada saat ini tidak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Masalah lain yang saat ini muncul adalah: motivasi & minat siswa dalam belajar bahasa Inggris masih rendah sehingga pencapaian siswa dalam bahasa Inggris tidak memuaskan dan siswa tidak menyadari dengan manfaat belajar bahasa Inggris. Dalam hal ini, siswa perlu bahan yang sesuai dengan bidang mereka. Jadi, mereka bisa menarik minat dan motivasi ketika mereka belajar bahasa Inggris. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini melakukan analisis kebutuhan, mengembangkan bahan Bahasa Inggris, melakukan validasi ahli, revisi materi, mencoba bahan, dan merevisi bahan. Untuk melakukan analisis kebutuhan, kuesioner didistribusikan kepada siswa dan guru diwawancarai. Untuk melakukan validasi ahli, kuesioner diberikan untuk membaca pakar dan ahli konten. Kuesioner juga diberikan kepada siswa dan guru diwawancarai untuk melakukan try-out. Data dari hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa setuju untuk mengembangkan bahan bahasa Inggris yang cocok dan terkait dengan kehidupan mereka, ada yang mendengarkan, membaca diikuti dengan kosa kata, menulis, dan berbicara. Data dari validasi ahli menunjukkan bahwa ada beberapa poin yang baik dan lemah dari bahan dikembangkan sehingga orang-orang yang lemah perlu direvisi. Dari try out dari bahan dikembangkan data menunjukkan penerapan materi yang dikembangkan dalam memotivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris. Hal ini tercermin dalam data yang dikumpulkan dari kuesioner dan hasil mencoba out. Data yang dikumpulkan dari pengamatan menunjukkan bahwa siswa terlibat aktif dalam proses belajar dan mengajar selama mencoba. Salah satu alasan adalah bahwa topik yang dibahas adalah menarik dan terkait dengan kehidupan mereka. Selain itu, tugas-tugas harus dilakukan siswa dapat mengaktifkan pengetahuan mereka tentang topik dan keterampilan bahasa. Berdasarkan hasil try out, beberapa revisi yang dibuat agar bahan menjadi lebih baik dan mereka akhirnya bisa sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Kata kunci: buku teks bahasa Inggris, pengembangan materi
Analisis Kandungan Cesium dan Uranium Dalam Bahan Bakar U3Si2/Al Pasca Iradiasi Boybul Boybul; Yanlinastuti Yanlinastuti; Arif Nugroho; Dian Anggraini; Rosika Kriswarini; Aslina Br. Ginting
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.623 KB) | DOI: 10.17146/urania.2017.23.2.3568

Abstract

Telah dilakukan pemisahan hasil fisi isotop 137Cs dan 235U dengan tujuan untuk mengetahui kandungan isotop 137Cs maupun 235U dalam PEB U3Si2/Al dengan densitas uranium 2,96 gU/cm3 pasca iradiasi. Langkah awal yang dilakukan untuk menentukan kandungan isotop 137Cs dan 235U adalah pemotongan PEB U3Si2/Al. Posisi pemotongan dilakukan pada bagian atas, tengah dan bawah dengan berat masing masing 0,095 g; 0,1103 g dan 0,1441g. Potongan PEB U3Si2/Al dilarutkan dalam 25 mL HNO3 6N dan HCl 6N sehingga diperoleh larutan PEB U3Si2/Al. Pemisahan 137Cs dilakukan dengan metode penukar kation dan metode pengendapan. Pemisahan 137Cs menggunakan metode penukar kation dilakukan dengan memipet 150 µL larutan PEB U3Si2/Al pasca iradiasi kemudian ditambahkan zeolit Lampung 1000 mg. Sementara itu, pemisahaan dengan metode pengendapan dilakukan dengan menambahkan serbuk CsNO3 sebagai carrier seberat 700 mg dan HClO4. Isotop 137Cs terikat dengan zeolit berada pada fasa padat dalam bentuk 137Cs-zeolit dan isotop U berada pada fasa cair atau supernatan. Proses pengendapan dilakukan di dalam ice batch dengan temperatur - 4oC hingga terbentuk endapan 137CsClO4. Besarnya kandungan isotop 137Cs dalam padatan 137Cs-zeolit maupun endapan 137CsClO4 diukur dengan menggunakan spektrometer-g. Pemisahan 235U dalam supernatan dilakukan dengan metode kolom penukar anion menggunakan resin Dowex 1x5-NO3. Supernatan sebanyak 500 µL dari masing-masing potongan bagian atas, tengah dan bawah sebagai umpan dimasukkan  ke dalam kolom dan ditambahkan resin Dowex 1x8-NO3 seberat1,2 g. Efluen U dielusi dengan HNO3 8N dan efluen Pu dielusi dengan HCl 0,1N+HF0,036N. Efluen U yang keluar dari kolom dikenakan proses elektrodeposisi untuk selanjutnya diukur kandungan 235U dengan spektrometer-α. Kandungan 137Cs menggunakan metode penukar kation diperoleh sebesar 401,0335 µg/gPEB; 451,1094 µg/gPEB dan 343,9651 µg/g PEB masing-masing untuk potongan bagian atas, tengah dan bawah dengan recovery sebesar 99%, sedangkan dengan metode pengendapan diperoleh 137Cs masing masing sebesar 393,4581 µg/gPEB ; 452,0525 µg/gPEB dan 330,7839 µg/gPEB dengan recovery sebesar  98%. Kandungan 235U diperoleh sebesar 45208 µg/gPEB; 50896 µg/gPEB dan 44336 µg/gPEB untuk potongan bagian atas, tengah dan bawah dengan recovery sebesar 68%.Kata kunci: Isotop 137Cs, 235U, PEB U3Si2/Al densitas uranium 2,96 gU/cm3.
PEMISAHAN CESIUM DALAM PEB U3Si2/Al PASCA IRADIASI DENGAN METODE KOLOM PENUKAR KATION MENGGUNAKAN RESIN DOWEX Arif Nugroho; Dian Anggraini; Boybul Boybul; Sutri Indaryati; Iis Haryati; Rosika Kriswarini; Aslina Br. Ginting
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 24, No 2 (2018): Juni, 2018
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.788 KB) | DOI: 10.17146/urania.2018.24.2.4306

Abstract

PEMISAHAN CESIUM DALAM PEB U3Si2/Al PASCA IRADIASI DENGAN METODE KOLOM PENUKAR KATION MENGGUNAKAN RESIN DOWEX. Perhitungan burn up bahan bakar nuklir secara merusak dapat ditentukan dari kandungan hasil fisi isotop 137Cs. Oleh karena itu perlu dilakukan pemisahan isotop 137Cs dengan uranium yang terdapat di dalam pelat elemen bakar (PEB) U3Si2/Al pasca iradiasi. Pemisahan 137Cs dilakukan dengan metode kolom penukar kation menggunakan resin Dowex dengan variasi berat 1; 2; 3; 4; 5 dan 6 g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan isotop 137Cs di dalam PEB U3Si2/Al pasca iradiasi dan dibandingkan dengan kandungan 137Cs yang dipisahkan dengan metode penukar kation menggunakan zeolite Lampung dan metode pengendapan CsClO4. PEB U3Si2/Al densitas 2,96 gU/cm3 bagian tengah kode RI-SIE2 pelat sisi 20 IDA 0045 dengan berat 0,1103 g dilarutkan dengan HCl 6N dan  HNO3 6N sehingga diperoleh larutan uranil nitrat. Larutan U3Si2/Al pasca iradiasi dipipet sebanyak 150 μLdan ditambah 2 mL aquadest kemudian ditambahkan Cs carrier sebanyak 20 μL dan 1 mL HCl 12 M. Campuran larutan tersebut digunakan sebagai umpan dimasukkan ke dalam kolom penukar anion (kolom pertama) yang berisi resin R-Cl- variasi berat 1; 2; 3; 4; 5 dan 6 g. Efluen yang keluar dari kolom penukar anion dimasukkan ke dalam kolom penukar kation (kolom kedua) yang telah berisi resin R-NH4+ dengan variasi berat 1; 2; 3; 4; 5 dan 6 g. Isotop 137Cs yang terikat dengan resin R-NH4+di dalam kolom kemudian dielusi menggunakan HCI 1 M sebanyak 15 mL. Efluen kemudian dikisatkan sampai diperoleh volume ± 2 mL. Besarnya kandungan isotop 137Cs dalam efluen diukur dengan menggunakan spektrometer gamma dengan waktu cacah 500 detik. Hasil pengukuran diperoleh kandungan isotop137Cs di dalam sampel PEB U3Si2/Al densitas 2,96 gU/cm3 pasca iradiasi sebesar 0,000445 g/gPEB g dan parameter optimal pemisahan 137Cs dengan metode kolom penukar kation menggunakan resin Dowex seberat 2 g dengan recovery sebesar 98,67%. Hasil pemisahan 137Cs dengan metode kolom penukar kation tidak jauh berbeda dengan hasil pemisahan137Cs dengan metode penukar kation maupun metode pengendapan CsClO4. Kandungan 137Cs yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan untuk perhitungan burn up.Kata kunci :U3Si2/Al, isotop137Cs, kolom penukar kation resin Dowex, burn up
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV.B SD NEGERI 62 PEKANBARU Dian Anggraini; Jesi Alexander Alim; Syahrilfuddin Syahrilfuddin
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstarck : This research was aimed to increase learning proces and student achievement of science lesson V.C grade years of 2014 / 2015. Subject of this research is student IV.B grade of state elementary school 62 Pekanbaru which is total 30 students, consisted of 21 girls and 14 boys. This was a classroom research which has two cycles.the data shown either learning proces icreased. The basic score of daily examination as 12,04% which 25 students passed and 10 students failed. The ending of daily examination was as 71,43%. The second daily examination alsos increased from basic score as 21,44% which 32 students passed and 3 students failed. The ending of second daily examination was 94,43%. Based on the expalanation above it can be concluded that the imlpementation learning cooperatif type think pair share (TPS) increased students’ achievement in science lesson of students IV.B grade of state elementary school 62 Pekanbaru.Keywords : Cooperatif Think Pair Share (TPS), Students Achievement The Result Of Science Studies
ANALISIS Zr DALAM PADUAN UZr (6%) MELALUI PENGUKURAN SENYAWA Zr-ARSENAZO III MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Dian Anggraini; . Yanlinastuti; . Noviarty; . Masrukan
Urania : Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 18, No 2 (2012): Juni 2012
Publisher : website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/urania.2012.18.2.637

Abstract

ANALISIS Zr DALAM PADUAN UZr (6%) MELALUI PENGUKURAN SENYAWA KOMPLEK Zr-ARSENAZO III TELAH DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODESPEKTROFOTOMETRI. Larutan sampel dibuat melalui pelarutan ingot UZr 6% menggunakanpelarut HF 1 M dan HNO3 1 M dipanaskan pada temperatur 95 0C. Pembentukan senyawakomplek UZr dilakukan dengan mereaksikan larutan UZr (6%) dengan arsenazo III (0,1%).Verifikasi terhadap pembentukan dan pengukuran senyawa komplek Zr-arsenazo III dilakukandengan menggunakan larutan standar Zr SRM Spek pada berbagai konsentrasi, bahanpengomplek arsenazo III (0,1%) dan bahan pelarut HCl. Hasil verifikasi menunjukkan bahwakondisi optimum pembentukkan senyawa komplek Zr-arsenazo III diperoleh pada panjanggelombang 666,3 nm, pelarut HCl 9 N, waktu stabil 30 menit sampai dengan 3,5 jam dankonsentrasi arsenazo III (0,1%) sebesar 80 ppm. Daerah kerja analisis diperoleh mulai dari 0,04ppm sampai 0,5 ppm dengan akurasi dan presisi masing- masing sebesar 1,846% dan 0,868%.Sebelum analisis perlu dilakukan proses pemisahan Zr dari matrik U karena adanya uranium didalam sampel dapat mengakibatkan kenaikkan nilai absorbansi. Proses pemisahan Zr daripaduan UZr dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan TBP/Kerosin (7:3) dengan waktukontak selama 10 menit. Hasil analisis Zr dalam larutan fasa air diperoleh sebesar 5,82% denganrekoveri 91,84% dan presisi metode (RSD) 0,08%.
HUBUNGAN KOORDINASI MATA DAN KAKI DENGAN KEMAMPUAN PASSING PADA PERMAINAN SEPAK TAKRAW SISWA SMPN 1 TELUK KUANTAN Dian Anggraini; Drs. Saripin., M.Kes AIFO '; Kristi Agust
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 2 (2016): Wisuda Oktober 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT, The problem in this study were students in movement, especially at the time of passing students have not been so good, it is suspected because of foot-eye coordination is not optimal. This study aims to determine whether there is a corelation between eye coordination and foot with passing ability in the game of sepak takraw at students of SMP Negeri 1 Teluk Kuantan, in this study a sample of the entire population of students who take extra sepak takraw with a total of 36 people. Based on the research that has been done on the student SMP Negeri 1 Teluk Kuantan who follow extracurricular sepak takraw to determine the extent to which the corelation between the eye and foot coordination with sepak takraw passing ability of students, obtained r = 0454 included the category enough. Tests of significance using the formula t test Significance. From the calculation results are known t = 2.97, while t table = 1.697. So t = 2.97> t table = 1.697. Then the conclusion can be drawn as follows: There is a significant corelation between the eye and foot coordination with passing ability in the game of sepak takraw at students of SMP Negeri 1 Teluk Kuantan "accepted.Keywords : Coordination, Eye-foot, Passing, Sepak Takraw
THE KINETIC AND DIFUSSION ION EXCHANGE OF Cs ON ZEOLITE BAYAH, LAMPUNG, AND TASIKMALAYA Dian Anggraini; Noviarty Noviarty; Arif Nugroho
Jurnal Zeolit Indonesia Vol. 9 No. 2 (2010)
Publisher : Jurnal Zeolit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ion exchange of Cs on NH4-Zeolite which has been activated become a zeolite monocation has been conducted on natural zeolite from Bayah, Lampung, and Tasikmalaya. On these three types of zeolite, the process of ion exchange of Cs with ammonium ion was conducted at various time (from 1 hour up to 24 hours) and temperature (303 K and 323 K). Cation exchange kinetics and diffusion process on each type of zeolite was observed and calculated the parameters included diffusion coefficient and activation energy using Arrhenius formula. The study showed that diffusion coefficient from Cs-ions into zeolite of Bayah, Lampung, and Tasikmalaya almost same, which is about 2,3 10-13 , 2,3 10-13 and 2,1 10-13 m2.det.-1 at temperature 303 K, and 9,3 10-14, 9,6 10-14, and 9,6 10-14 m2.det.-1 at temperature 323 K. The parameter calculation result of ion exchange reaction is activation energy Ea (kJ/mol) on that types of zeolite are almost same value, which is 36.61, 36.61, and 31.09 for each zeolite of Bayah, Lampung, and Tasikmalaya. The study showed that Ea value was greater than the previous study by using artificial zeolite (zeolit-A with Ea = 9,96 kJ/mol), so it can be concluded that Cs-ions exchange into natural zeolite has a greater barrier because the composition of natural zeolite more complex which was might contain more than one types of zeolite structure.
STUDI XRD MANGAN OKSIDA BIRNESSITE YANG DIPREPARASI MELALUI METODE SOL-GEL DAN KERAMIK Dian Anggraini; Amir Awaluddin; Pepi Helza Yanti
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 2 (2014): Wisuda Oktober 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Birnessite  is a naturally occurring layered manganese oxide found as a manganese nodules  in sea floor or    soil deposit. In this study, birnessite was synthesized  using two types of methods, solid state ceramic  approach and sol-gel reaction both KMnO4 and maltose were used as reactants in these two methods.  The products were then characterized using XRD for determination of phases, crystallinity and purity. The results showed  the both techniques lead to  the  formation of birnessite with different crystallinity and purity. The ceramic method produced  more crystalline and pure birnessite than that of sol-gel.  The typical reaction parameters for the synthesis birnessite by the ceramic method were 3:1 mole ratio (KMnO4over maltose) calcination at  700o C for 7 hours with  the  93,7%  purity  of  birnessite. However,  by  the sol-gel  method birnessite  produced only  31,8%  with the following condition  4:1 mole  ratio (KMnO4 over maltose) and calcination temperature of 450o C for 2 hours.
Mengintegrasikan Metode Collaborative dan Discovery: Cara Baru dalam Pengajaran Bahasa Hasri Fendi; M. Aries Taufik; Rahmi Eka Putri; Dian Anggraini; Imam Hanafi; Fenny Ayu Monia
Diwan: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 12 No. 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.432 KB) | DOI: 10.15548/diwan.v12i2.612

Abstract

This study is conceptual research. It outlines the integration of collaborative model and discovery methods in language teaching. This concept has an advantage that it stimulates students to construct new knowledge through a collaborative and explorative way. This study discusses about the model of collaborative discovery method in which this model involves students to explore the knowledge both individually and in groups. The collaboration of individual and group study will encourage students’ active participation in learning. The model of collaborative discovery method becomes an ideal choice in language teaching.
INTERAKSI TERMOKIMIA BAHAN BAKAR U3SI2 TMU 2,96 GU/CM3 DENGAN MATRIKSS AL DAN KELONGSONG ALMG2 Aslina Br. Ginting; Dian Anggraini; Maman Kartaman
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 9 No 1 Mei 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.104 KB) | DOI: 10.17146/jfn.2015.9.1.3560

Abstract

INTERAKSI  TERMOKIMIA  BAHAN BAKAR  U3Si2 TMU  2,96 gU/cm3 DENGAN MATRIKS Al  DAN  KELONGSONG AlMg2. Sebelum melakukan pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan inti  elemen bakar U3Si2-Al pasca iradiasi, terlebih dahulu dilakukan pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan U3Si2-Al pra iradiasi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan menguasai metode uji untuk selanjutnya digunakan dalam pengujian interaksi kelongsong AlMg2 dengan inti  elemen bakar U3Si2-Al pelat elemen bekar (PEB) pasca iradiasi di hotcell. Pengujian  pra iradiasi dilakukan dengan pemanasan PEB  U3Si2-Al di dalam tungku DTA (Differential Thermal Analysis) dengan variasi temperatur sebagai simulasi proses radiasi di dalam reaktor. PEB U3Si2-Al dengan tingkat muat uranium (TMU) 2,9 gU/cm3 berukuran 10x10 mm dipanaskan di dalam tungku DTA  pada temperatur 450, 550; 650; 900 dan 1350oC dengan waktu tunda selama 1jam. Analisis mikrostruktur diamati menggunakan SEM/EDS. Interaksi termokimia antara bahan bakar U3Si2 dengan matriks Al maupun kelongsong AlMg2 mulai terjadi pada temperatur 550oC yang ditunjukkan dengan adanya interaksi unsur Al dengan uranium serta migrasi unsur Mg ke batas frame bahan bakar. Pada pemanasan 630oC terjadi peleburan matriks Al dan kelongsong AlMg2. Lelehan matriks Al dan kelongsong AlMg2 secara langsung berinteraksi dengan U3Si2 membentuk aglomerat dan senyawa baru U(Al,Si)x serta UAlx pada pemanasan 900oC dan 1350oC. Pembentukan aglomerat terjadi semakin besar dengan meningkatnya temperatur pemanasan. Interaksi termokimia dan pembentukan senyawa U(Al,Si)x dan UAlx teridentifikasi pada termogram DTA.