Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PELAKSANAAN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN KOMPETENSI INTI KURIKULUM 2013 KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Abdurrahman Aziz; Sutrisno Sutrisno
Teknologi dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, dan Pengajarannya Vol 40, No 1: Februari 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v40i12017p031

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan penilaian pada kompe-tensi inti kurikulum 2013 Keahlian Teknik Gambar Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan penilaian (1) Kompetensi Inti-1 sebesar 87,50% terlaksana baik, penilaian paling ba-nyak menggunakan teknik observasi, dan paling sedikit menggunakan teknik jurnal; (2) Kompetensi Inti-2 sebesar 83,33% terlaksana baik, penilaian terbanyak menggu-nakan teknik observasi, dan paling sedikit menggunakan teknik penilaian antar peser-ta didik; (3) Kompetensi Inti-3 sebesar 91,67% terlaksana baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik tes tulis, dan paling sedikit menggunakan teknik penilaian se-cara lisan; (4) Kompetensi Inti-4 sebesar 79,17% terlaksana baik, penilaian terbanyak menggunakan teknik tes praktik, dan paling sedikit menggunakan teknik portofolio.
Analisis Terjadinya Flare Berdasarkan Pergeseran Sudut Rotasi Group Sunspot pada Bulan Januari – Maret 2015 Melalui LAPAN Watukosek Mochamad Fatchur Rouf Hasan; Sutrisno Sutrisno; Bambang Setiahadi
JPSE (Journal of Physical Science and Engineering) Vol 1, No 1 (2016): JPSE (Journal of Physical Science and Engineering)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.154 KB)

Abstract

A research to determine the solar activity in the months from January to March 2015, and analyze the characteristics of flare on the rotation angle shifting of the sunspot group of sunspot sample observed, has been conducted. The method was observation and descriptive analysis of quantitative data. Determination of coordinates of sunspot was done using the software IDL. These observations were made in the Aerospace Observation Center (BPD) LAPAN Watukosek. Data were analyzed in the form of a sketch-owned BPD Sunspot LAPAN Watukosek, ie sunspot sketch of months from January to March in 2015 and the data was taken from NOAA. The results showed that the flare is not always the case in large class of sunspot groups, however, the small class was able to produce a flare. Most flares ware occur after experiencing a shift angle in the preceding or following although with angles that were not too large (<10°). The highest solar activity was occurred in January 2015 with the appearance of a sunspot group consisting of as many as 130 in 1063 sunspots. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um024v1i12016p019
MISKONSEPSI SIFAT KEASAMAN LARUTAN GARAM PARA GURU KIMIA DAN REKONSTRUKSI KONSEPTUALNYA Sutrisno Sutrisno; M Muchson; Hayuni Retno Widarti; Oktavia Sulistina
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 3, No 2 (2018): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.401 KB) | DOI: 10.17977/um026v3i22018p010

Abstract

Telah terjadi miskonsepi untuk konsep hidrolisis atau konsep sifat keasaman larutan garam pada sebagian besar guru kimia di sekolah menengah, baik SMA maupun SMK di Jawa Timur. Dari sejumlah 49 orang guru, hanya 10 orang (20%) guru yang mampu dengan baik dan benar menjelaskan sifat keasaman larutan garam (NaCl, KBr, NH4Cl, dan HCOOK). Sebagai langkah memperbaiki konsep hidrolisis dan untuk mencegah terjadinya miskonsepsi yang dialami dilakukan melalui rekonstruksi miskonsepsi (konsep-salah). Setelah memperoleh rekonstruksi konsep ini, menyadari bahwa Pengetahuan/ Ilmu Kimia merupakan ilmu yang sistematik, menarik, mudah untuk dipelajari dan dibelajarkan. Sebanyak 95% menyatakan ya/yakin, dan yang menyatakan biasa saja/ragu, dan tidak yakin masing-masing 2,5%. Demikian juga, setelah memperoleh kegiatan rekonstruksi konsep ini, peserta (para guru) sadar bahwa terjadi miskonsepsi pada dirinya.
PERSEPSI GURU MGMP KIMIA SMA DAN SMK KABUPATEN MALANG TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS LABORATORIUM DAN NON LABORATORIUM Hayuni Retno Widarti; Sutrisno Sutrisno; Darsono Sigit; Oktavia Sulistina
Jurnal KARINOV Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.858 KB) | DOI: 10.17977/um045v2i1p19-25

Abstract

Telah dilakukan kegiatan workshop terkait pembelajaran kimia berbasis laboratorium dan non laboratorium pada forum musyawarah guru matapelajaran (MGMP) Kimia SMA dan SMK Kabupaten Malang. Tujuan penelitian adalah mengetahui persepsi guru-guru kimia terhadap pelaksanaan workshop terkait pembelajaran berbasis laboratorium dan non laboratorium. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket yang terdiri dari 8 item terkait manfaat dan pentingnya kegiatan workshop. Angket diberikan kepada 52 guru kimia, yang terdiri dari 31 orang guru kimia SMA, 30 guru orang kimia SMK, dan 1 orang guru kimia MAN. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat kegiatan dari sisi hakikat pembelajaran kimia, memperdalam dan memperluas pengetahuan tentang pembelajaran kimia berbasis laboratorium dan non laboratorium, meningkatkan pengetahuan tentang pembelajaran kimia, dan guru akan mengimplementasikan hasil workshop dalam pembelajaran di kelas masing-masing 100%. Terkait guru mengalami kesulitan dalam membuat perencanaan pembelajaran, khususnya pembelajaran siswa aktif (inkuiri) sebesar 100%. Guru melakukan pembelajaran dengan model konvensional 44,4%. Guru senang dengan diadakannya workshop dan mengikutinya dengan antusias sebesar 100%, dan 100% respon guru positif terhadap kegiatan pembuatan perangkat pembelajaran dalam workshop yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan perencanaan.  Rata-rata hasil angket 94,45% memberikan respon positif. Saran yang diberikan adalah sebagian besar guru berharap untuk sering diadakan workshop  untuk sharing terkait kendala pembelajaran, meningkatkan kualitas pembelajaran dan perbaikan konsep kimia.
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN LARUTAN PENYANGGA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Ferdina D. Sulistianingrum; Sutrisno Sutrisno; Muhammad Su&#039;aidy
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 2, No 1 (2017): J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.046 KB) | DOI: 10.17977/um026v2i12017p031

Abstract

Inkuiri terbimbing merupakan pembelajaran inkuiri yang melibatkan peserta didik dalam mengumpulkan dan mengolah data, memahami makna kesimpulan, dan membuat penjelasan. Penelitian ini bertujuan  untuk  (1) mengetahui keterlaksanaan  proses  pembelajaran  inkuiri terbimbing, (2) mendeskripsikan keterampilan proses sains peserta didik melalui penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing, dan (3) mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Penelitian ini menerapkan Posttest-only Control Group Quasy Experimental Design. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2 di SMA Negeri 2 Batu. Kelas XI MIA 1 berlaku sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran ekspositori dan kelas XI MIA 2 berlaku sebagai kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing. Instrumen penelitian ini adalah instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran larutan penyangga yang menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing termasuk dalam kategori sangat baik (rerata keterlaksanaan = 95,35%). Keterampilan proses sains peserta didik yang menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing menunjukkan kategori sangat baik (94,70%) dengan rincian (1) keterampilan memprediksi 87,92%, (2) keterampilan mengobservasi 99,17%, (3) keterampilan mengklasifikasikan 93,75%, (4) keterampilan mengukur 95,42%, (5) keterampilan menganalisis 94,00%, (6) keterampilan mengkomunikasikan 95,00%, dan (7) keterampilan menyimpulkan 97,67%. Skor rata-rata hasil belajar kognitif larutan penyangga kelas eksperimen adalah 75,20 yang lebih tinggi dari pada kelas kontrol yang skor rata-ratanya adalah 69,13.
Aktivitas Antibakteri Metabolit Sekunder dari Ekstrak Metanol Biji Alpukat (Persea americana Mill) Rini Retnosari; Sutrisno Sutrisno; Karim Handoyo
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.644 KB) | DOI: 10.17977/um026v1i12017p016

Abstract

Metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri telah diisolasi dari ekstrak metanol biji alpukat       (Parsea americana Mill). Proses isolasi diawali dengan ekstraksi menggunakan metanol, dilanjutkan dengan fraksinasi dan pemisahan menggunakan berbagai teknik kromatografi seperti kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Dari proses isolasi tersebut diperoleh komponen K-1 yang berwujud padat dan berwarna putih. Komponen K-1 mempunyai titik lebur 67-70˚C, larut dalam kloroform, etil asetat, dan etanol. Komponen K-1 mempunyai λmaks pada 219,0 nm mengindikasikan adanya transisi π→π* dan 344,0 nm mengindikasikan adanya transisi nπ*. Berdasarkan hasil interpretasi spektrum IR, komponen ini mengandung gugus -OH, gugus -C=O ester, ikatan -CH, dan ikatan C=C. Komponen K-1 diduga golongan saponin. Uji aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus mengindikasikan ekstrak metanol biji alpukat dan komponen K-1 aktif sebagai antibakteri, sehingga kedepannya memiliki prospek bagi pengembangan obat tradisional. An antibacterial activity of secondary metabolite has been isolated from methanol extract of avocado seed (Parsea americana Mill). The isolation process has started with extracting using methanol, then fractioning and purifying by chromatography technique such as vacuum liquid chromatography and gravitation column chromatography. The white solid of K-1 component has been isolated from this process. The melting point of K-1 component was 67-70˚C and dissolved in chloroform, ethyl acetate, and ethanol. K-1 component has λmaks at 219,0 nm (π→π* transition) and 344,0 nm (n→π* transition). Based on IR spectrum interpretation, this component contained –OH group, -C=O group of ester, -CH bond, and C=C bond. K-1 component was predicted as saponin group. The antibacterial activity assay against Escherichia coli and Staphylococcus aureus indicated that methanol extract of avocado seed and K-1 component showed antibacterial activity toward both bacteria, so that this component has future chances for traditional medicine development.
EXPERIENTIAL MARKETING DAN PEMBENTUKAN LOYALITAS PELANGGAN Chintata Ardisa; Sutrisno Sutrisno; Titis Shinta Dewi
PERWIRA - Jurnal Pendidikan Kewirausahaan Indonesia Vol 1 No 1 (2018): PERWIRA - Jurnal Pendidikan Kewirausahaan Indonesia
Publisher : Perkumpulan Pendidik Kewirausahaan Indonesia (Perwira Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.534 KB)

Abstract

When a marketer involves Experiential Marketing as a marketing approach to a product or service being sold (Andreani 2007: 7), will affect the increase brand awareness, brand equity, and customer loyalty. Use of experiential marketing to create brand loyal customers to the brand. The purpose of this research is to find out whether the experiential marketing (on sense, feel, think, act and relate) on Yamaha motorcycles affect customer loyalty, partially, simultaneously and know subdominant variable in influencing customer loyalty. Type of this research is quantitative research. The population is Yamaha motorcycle customers in the Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) community of Malang. Simple random sampling technique be appointed 86 respondents, Test the validity and reliability to know the validity and reliability of the instrument. Data analysis using descriptive analysis technique, a test of classical assumption for multiple linear regression analysis. The results of the study found a positive and significant influence partially between (1) sense, (2) feel, (3) think, (4) act lifestyle (5) Relation to customer loyalty. Also found simultaneous influence between experiential marketing on customer loyalty. The dominant variable is the sub variable of feel.
Peningkatan Kompetensi Profesionalisme Guru MGMP Kimia SMA dan SMK Kabupaten Malang dengan Penguatan Materi Kimia dan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Danar Danar; I Wayan Dasna; Husni Wahyu Wijaya; Nani Farida; Ubed Sonai Arrazi; Meyga Ferama Sari; Sutrisno Sutrisno
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5760

Abstract

ABSTRAK Sudah diselesaikan kegiatan workshop tentang penguatan materi ikatan kimia, penguatan materi kimia koordinasi dan penulisan karya ilmiah pada diskusi bersama musyawarah guru matapelajaran (MGMP) Kimia SMA Kabupaten Malang. Tujuan penataran adalah memahami pandangan guru-guru kimia terhadap pelaksanaan kegiatan tentang penguatan materi ikatan kimia, penguatan materi kimia koordinasi dan penulisan karya ilmiah. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket. Instrumen Asesmen tentang ikatan kimia, kimia koordinasi dan penulisan karya ilmiah. Angket dan instrumen diberikan kepada 37 guru kimia. Elaborasi data memakai deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat diperoleh pemecahan atas persoalan yang dihadapi guru kimia di Kabupaten Malang, diperlihatkan oleh eskalasi capaian pemahaman sebesar 10,88% (berdasarkan dari pre-test dan post-test), dan pemahaman guru terhadap tentang ikatan kimia dan senyawa koordinasi sebesar 83,69%. Kata Kunci: Ikatan Kimia, Senyawa Koordinasi, Karya Ilmiah  ABSTRACT Workshop activities have been carried out related to strengthening chemical bonding material, strengthening coordination chemical material, and writing scientific papers at the Chemistry Subject Teacher Consultation Forum (MGMP) of Malang High School Chemistry. The attempt of the study was to wrap up the perception of chemistry teachers on the implementation of workshops related to strengthening chemical bonding material, strengthening coordination chemistry, and writing scientific papers. The research was conducted by giving a questionnaire. Assessment instruments on chemical bonds, chemical coordination, and writing scientific papers. Questionnaires and instruments were given to 37 chemistry teachers. Data analysis used descriptive qualitative and quantitative using percentages. The outcomes of this social welfare activity were able to find solutions to the problems faced by chemistry teachers in Malang Regency, denoted by an enhance in understanding achievement through education and training by 10.88% (based on initial and final tests), and teachers' knowledge of chemical bonds and compounds coordination of 83.69%. Keywords: Chemical Bond, Compounds Coordination, Scientific Work