FX. Didik Purwosetiyono
Universitas PGRI Semarang

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI PIKAT BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN DAN LKS PADA MATERI DIMENSI TIGA SISWA KELAS X Purwosetiyono, FX. Didik
AKSIOMA Vol 2, No 1/Maret (2011): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan melihat implementasi pembelajaran matematika materi dimensi tiga kelas X dengan strategi PIKAT berbantuan CD Pembelajaran dan LKS efektif. Instrumen yang akan digunakan berupa 1) Rencana Pembelajaran (RPP),   2) Lembar Kerja Siswa (LKS), 3) Lembar Observasi. Implementasi lapangan difokuskan populasi SMA N 1 Toroh Kabupaten Grobogan yang memiliki 5 kelas dengan teknik claster sampling, terpilih XA sebagai kelas eksperimen dan XD sebagai kelas kontrol. Variabel independen penelitian kreativitas siswa dan variabel dependen hasil belajar. Data diperoleh melalui observasi dan tes dan diolah dengan uji banding t dan uji pengaruh regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Berdasarkan observasi pada tahap uji coba respon guru, respon siswa terhadap pembelajaran, dan keterlaksanaan diperoleh skor rataan 3,33 berkriteria baik,  2) Implementasi pembelajaran mencapai efektif yang ditandai oleh: a) Rataan kreativitas dan hasil belajar siswa secara individu melebihi KKM=65, dan secara klasikal lebih dari 85% siswa memperoleh nilai 65, pada uji kreativitas thitung =15,605 sedangkan ttabel =1,69, dan pada uji hasil belajar  thitung =5,784 sedangkan ttabel =1,69, thitung > ttabel artinya kreativitas dan hasil belajar siswa mencapai tuntas. b) Pengaruh kreativitas terhadap hasil belajar dengan persamaan Y = -13,793+1,191X  artinya variable kreativitas (X) memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar (Y) juga dengan R Square 0,165 artinya variable kreativitas (X) memberikan kontribusi terhadap hasil belajar (Y) sebesar 16,5%, c) Rataan kelas eksperimen sebesar 79,24 dan kelas kontrol sebesar  70,61, maka kelas eksperimen memiliki rataan hasil belajar lebih baik secara signifikan dari pada rataan kelas kontrol. Berdasar ketiga hal tersebut diatas pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan strategi PIKAT berbantuan CD pembelajaran mencapai efektif. Kata kunci  : Pengembangan, Perangkat pembelajaran, strategi PIKAT, kontekstual, CD pembelajaran
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN VIDEO YANG DIKEMAS DALAM BENTUK CD INTERAKTIF PADA MATA KULIAH INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ., Rasiman; Nugroho, Aryo Andri; Purwosetiyono, FX. Didik
AKSIOMA Vol 3, No 1/Maret (2012): Aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran matematika dengan memanfaatkan video yang dikemas dalam bentuk CD Interaktif pada mata kuliah inovasi pembelajaran matematika pada mahasiswa dapat mencapai tuntas dan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan memanfaatkan video yang dikemas dalam bentuk CD Interaktif pada mata kuliah inovasi pembelajaran matematika terhadap hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III jurusan pendidikan matematika IKIP PGRI Semarang yang terdiri dari sembilan kelas. Dengan teknik purposive sampling dipilih dua kelas, kelas 3D sebagai kelas eksperimen dan kelas 3C sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian dalam penelitian ini yaitu kreativitas mahasiswa (X) sebagai variabel bebas dan hasil belajar (Y) sebagai variabel terikat. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes hasil belajar. Olah data dengan uji banding dan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji ketuntasan dengan rata-rata 73,25 artinya telah mencapai ketuntasan dan terjadi perbedaan prestasi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditunjukkan dengan rata-rata 73,25 pada kelas eksperimen dan 68,30 pada kelas kontrol serta diperoleh variabel kreativitas mahasiswa berpengaruh positif terhadap prestasi belajar dengan persamaan regresi  dan pengaruhnya sebesar 12 %. Hal tersebut menunjukkan pembelajaran kelas eksperimen mencapai efektif.   Kata Kunci : Video, CD Interaktif, Efektif, Inovasi
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BERBASIS BERPIKIR ANALISIS PADA MATERI ANALISIS KOMPLEKS Rasiman, Rasiman; Purwosetiyono, FX. Didik; RUBOWO, MAYA RINI
AKSIOMA Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran dengan Pendekatan Konstruktivisme Berbasis Berpikir Analisis Pada Materi Analisis Kompleks Semester VII terhadap prestasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasy Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester gasal 2012/2013 Semester VII IKIP PGRI Semarang yang terdiri dari sembilan kelas. Dengan teknik purposive sampling dipilih dua kelas, kelas VIIG sebagai kelas eksperimen dan kelas VIID sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian dalam penelitian ini yaitu aktivitas mahamahasiswa (X) sebagai variabel bebas dan prestasi belajar (Y) sebagai variabel terikat. Cara pengambilan data dengan observasi dan tes hasil belajar. Olah data dengan uji banding dan uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran  mencapai efektif yang ditandai oleh: a) Rataan aktivitas dan nilai akhir mahasiswa secara individu melebihi KKM=70, dan secara klasikal lebih dari 85% mahasiswa memperoleh nilai 65, diperoleh rataan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa mencapai ketuntasan, b) Pengaruh aktivitas terhadap nilai akhir dengan persamaan  artinya variable aktivitas (X) memberikan pengaruh positif terhadap nilai akhir (Y) juga dengan R Square 1,000 artinya variable aktivitas (X) memberikan kontribusi terhadap nilai akhir (Y) sebesar 67,4 %, c) Rataan kelas eksperimen sebesar 75,33 dan kelas kontrol sebesar  72,56, maka kelas eksperimen memiliki rataan nilai akhir lebih baik secara signifikan dari pada rataan kelas kontrol. Kata Kunci : Konstruktivisme, Berpikir Analisis, Analisis Kompleks,  Efektif
PENGEMBANGAN DESAIN PERAGA INTERAKTIF MATEMATIKA BERBASIS E-LEARNING UNTUK MEMBENTUK KREATIVITAS MAHASISWA PADA MATA KULIAH WORKSHOP Zuhri, M. Saifuddin; Purwosetiyono, FX. Didik; ., Sutrisno
AKSIOMA Vol 5, No 2/september (2014): aksioma
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning untuk membentuk pola kreativitas mahasiswa. Adapun target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu menyusun Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning dalam membentuk kreativitas mahasiswa.Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan Thiagarajan.Penelitian terdiri atas dua tahap, tahun pertama diharapkan akan dihasilkan Desain Peraga Interaktif matematika berbasis E-learning yang dapat membentuk kreativitas mahasiswa melalui beberapa tahap meliputi tahap pendefinisian dan perencanaan (draft I), selanjutnya dilakukan tahap pengembangan melalui validasi ahli (draft II) dan uji coba lapangan terbatas (draft III). Pembelajaran workshop Matematika dengan desain peraga interaktif mencapai valid, yaitu dengan rata-rata penilaian validator baik yaitu 4,0 menunjukkan perangkat pembelajaran tersebut sudah baik dengan sedikit revisi (revisi diperlukan untuk perbaikan agar perangkat menjadi lebih baik).Pembelajaran workshop matematika dengan desain peraga interaktif sudah terlaksana dengan baik. Keterlaksanaan pembelajaran berdasarkan temuan ternyata mahasiswa dan dosen mata kuliah workshop memberikan respon bahwa pembelajaran matematika dengan desain peraga interaktif berjalan dengan baik. Implementasi pembelajaran dengan desain peraga interaktif mencapai hasil belajar yang baik ditandai Rataan kelas eksperimen sebesar 79,24 dan kelas kontrol sebesar 74,11, maka kelas eksperimen memiliki rataan hasil belajar lebih baik secara signifikan dari pada rataan kelas kontrol. Kata Kunci : Pengembangan, Desain Peraga Interaktif, E-learning, Hasil belajar.
KEMAMPUAN SPASIAL PERCEPTION DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN TEORI VAN HIELE DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Amalia Mareta Pungkasari; FX. Didik Purwosetiyono; Agnita Siska Pramasdyahsari
Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika Vol 3 No 1 (2020): Prismatika: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/prismatika.v3i1.1123

Abstract

Difficulties in learning geometry relate to spatial abilities. Students with good spatial skills will be able to solve geometric problems. In helping students overcome difficulties in learning geometry, they used the Van Hiele's learning theory. This qualitative descriptive study aimed to describe the spatial perception ability in solving geometric problems based on Van Hiele's theory in terms of mathematical ability. The subjects in this study were three junior high school students with high, medium, and low math abilities. Subjects were given a spatial ability test and an interview twice. The triangulation time and subject was carried out to test the credibility of data. Based on the results of data analysis, students with high, medium, and low math abilities were able to observe objects from different perspectives. Subjects with medium math abilities were able to observe the object from different perspectives. However, subjects with high and low math abilities have some difficulties in observing objects from different perspectives.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Kontekstual Ditinjau dari Komunikasi Matematis Siswa Endang Sri Sukaesih; Intan Indiati; FX Didik Purwosetiyono
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 4 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i4.5882

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian kualitatif yang bertujuanmendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam memecahkan masalah kontekstual ditinjau dari komunikasi matematis siswa pada materi program linear. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA di Semarang. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi waktu dan triangulasi teknik. Hasil penelitian adalah: (1) siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi cenderung memiliki 4 indikator pemahaman konsep matematis, satu indikator yang tidak terpenuhi yaitu pada indikator memberi contoh dan bukan contoh. (2) siswa dengan kemampuan komunikasi matematis sedang cenderung tidak memiliki 3 indikator kemampuan pemahaman konsep matematis, subjek hanya mampu mengklasifikasi objek berdasarkan sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya dan menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari. (3) Siswa dengan kemampuan komunikasi matematis rendah cenderung tidak memiliki 3 indikator pemahaman konsep matematis, subjek hanya mampu dalam mengklasifikasi objek berdasarkan sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya dan menyajikan konsep dalam berbagai macam representasi matematika.
Analisis Kesalahan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Prosedur Newman Ditinjau Dari Gaya Kognitif Yuni Kartikasari; Widya Kusumaningsih; FX Didik Purwosetiyono
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 6 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v3i6.7901

Abstract

Jenis penelitian adalah kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan kesalahan siswa menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur newman bergaya kognitif. Teknik penelitian menggunakan purposive sampling pada kelas VIII, dipilih 3 siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent dan 3 siswa yang memiliki gaya kognitif field independent. Instrumen penelitian berupa GEFT, tes soal cerita matematika dan pedoman wawancara. Penentuan subjek menggunakan uji GEFT untuk menentukan siswa bergaya kognitif field dependent dan field independent. Selanjutnya dilakukan tes soal cerita matematika unuk mengetahui kesalahan siswa pada prosedur newman, dan pedoman wawancara yang digunakan untuk melakukan kegiatan berupa tanya jawab untuk mencapai tujuan penelitian. Dari penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi kategori pada prosedur newman semakin banyak kesalahan yang dilakukan subjek. Subjek dengan gaya kognitif field dependent melakukan kesalahan pada tahapan transformasi, tahpan ketrampilan proses, tahapan penulisan kesimpulan. Untuk tahapan ketrampilan proses melakukan kesalahan pada operasi matematika sehingga hal ini juga mempengaruhi kesalahan yang dilakukan pada tahapan selanjutnya yakni penulisan jawaban. Sedangkan subjek dengan gaya kognitif field independent cenderung melakukan  kesalahan tahapan transformasi, ketrampilan proses dan penulisan jawaban. Untuk tahapan penulisan jawaban kesalhan yang dilakukan yakni dengan tidak menuliskan kesimpulan dan jawaban yang tepat.
Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Trigonometri Ditinjau dari Kemampuan Matematika Indah Husna; FX Didik Purwosetiyono; Dhian Endahwuri
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v2i6.6787

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu mampu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, mampu mengklarifikasi objek-objek, mampu mengaitkan berbagai konsep matematika,mampu menerapkan konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemahaman matematis siswa dalam penyelesaikan trigonometri berdasarkan kemampuan matematika siswa. Tahapan penyelesaian soal trigonometri sesuai dengan pemecahan masalah menurut Polya ada 4 tahap, yaitu : memahami soal, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan soal sesuai rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas XI MIA yang selanjutnya dipilih 3 siswa yaitu, 1 siswa rendah, 1 siswa sedang dan 1 siswa tinggi berdasarkan kemampuan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan matematika, tes soal trigonometri, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) subjek dengan kemampuan matematika rendah memenuhi aspek kemampuan pemahaman matematis. 2) subjek dengan kemampuan matematika sedang mampu memenuhi aspek kemampuan pemahaman matematis 3) subjek dengan kemampuan matematika tinggi mampu memenuhi aspek kemampuan pemahaman matematis
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Word Problem Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Mahmud Tri Wijayanto; FX Didik Purwosetiyono; Dina Prasetyowati
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v3i1.7026

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII dalam menyelesaikan word problem ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa SMP selanjutnya dipilih berdasarkan tes gaya belajar yaitu 1 siswa gaya belajar visual, 1 siswa gaya belajar auditori, dan 1 siswa gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuisioner gaya belajar, tes word problem dan pedoman wawancara untuk memunculkan berpikir kreatif. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) siswa dengan gaya belajar visual mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), dan berpikir merinci (Elaboration). 2) Siswa dengan gaya belajar auditori mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), dan berpikir merinci (Elaboration). 3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memunculkan berpikir lancar (Fluency), berpikir luwes (Flekxibility), berpikir merinci (Elaboration) dan berpikir orisinil (Originality).
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa SMK Soleha Soleha; Rasiman Rasiman; FX. Didik Purwosetiyono
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari gaya belajarnya yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah siswa SMK kelas XI di Semarang.Kemudian dipilih 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya auditorial, dan 2 siswa dengan gaya kinestetik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket gaya belajar, tes pemecahan masalah dan wawancara untuk menganalisis kesulitan siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, dan menggunakan triangulasi teknikdan waktu. Hasil penelitian yaitu kesulitan yang dialami siswa dengan gaya belajar visual yaitu kesulitan dalam melakukan prosedur matematik yang benar karena tidak melakukan pemeriksaan kembali pada jawaban yang ditulis. Kesulitan yang dialami siswa dengan gaya belajar auditorial yaitu kesulitan dalam menentukan strategi karena tidak lengkap dalam menentukan pemecahan masalah, kesulitan dalam melakukan prosedur matematik yang benar karena tidak melakukan pemeriksaan kembali pada jawaban yang ditulis. Kesulitan yang dialami siswa dengan gaya belajar kinestetik yaitu kesulitan dalam memahami masalah karena tidak menuliskan hal yang ditanyakan dalam soal, kesulitan dalam melakukan prosedur matematik yang benar karena tidak melakukan pemeriksaan kembali pada jawaban yang ditulis.