Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BITTERN PADA LIMBAH CAIR DARI PROSES PENCUCIAN INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN purwaningsih, dian yanuarita
Jurnal IPTEK Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.656 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i1.87

Abstract

ABSTRAKLimbah cair proses pencucian pada industri pengolahan ikan mengandung TSS, BOD, COD yang kadarnya melebihi baku mutu, maka dari itu diperlukan pengolahan sebelum dibuang ke badan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bittern dalam menurunkan kadar TSS limbah cair. Bittern mengandung magnesium dengan kekuatan ion yang tinggi sehingga dapat  dimanfaatkan sebagai koagulan. Penelitian ini diawali dengan mengkondisikan limbah cair agar mempunyai pH 11, kemudian ditambahkan bittern sebanyak 10%, 20%, 30%, dan 40% dari volume limbah cair yang digunakan. Selanjutnya dilakukan proses jartest, dengan kecepatan pengadukan awal  100  rpm selama 3 menit, dilanjutkan dengan pengadukan lambat 50 rpm selama 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Hasil terbaik diperoleh pada waktu pengadukan 30 menit dengan penambahan koagulan sebesar 40% dengan hasil akhir TSS 80 mg/L, BOD 48,63 mg/L, COD 93,50 mg/L.Kata Kunci : bittern, koagulan, limbah cair pengolahan ikan
Produksi Karbon Aktif Dari Kulit Singkong Dengan Aktivasi Kimia Fisika Menggunakan Gelombang Mikro Dian Yanuarita Purwaningsih; Agus Budianto; Ariska Asti Ningrum
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya kulit singkong hasil limbah industri makanan yang berpotensi mencemari lingkungan. Perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah kulit singkong tersebut, salah satunya adalah diolah menjadi karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben. Pembuatan karbon aktif dari kulit singkong dilakukan dengan cara kulit singkong diaktivasi menggunakan aktivator asam fosfat 2,5 % selama 24 jam dan kemudian diaktivasi kembali menggunakan microwave dengan variabel daya gelombang 80, 240, 400, 560, dan 800 watt. Pada hasil penelitian didapatkan karbon aktif kulit singkong terbaik pada variabel daya gelombang microwave 800 watt dengan bilangan iod sebesar 3.173,25 mg/gram memiliki kadar air 1%, kadar abu 5 %, kadar zat menguap 23%, serta kadar karbon terikat 72%. Dari penelitian ini kualitas karbon aktif dari kulit singkong telah memenuhi baku mutu SNI 06-3703-1995 yang memiliki ketentuan bilangan iod minimum 750 mg/gram dengan kadar air maksimum 15 %, kadar abu maksimum 10 %, kadar zat menguap mak simum 25%, serta kadar karbon terikat minimal 65 %.
Pelatihan Pembuatan Sabun Transparan pada SMA 17 untuk Meningkatkan Keterampilan Purwaningsih, Dian Yanuarita; Zuchrilah, Daril Ridho; Julaika, Sofiyya; Budianto, Agus; Udyani, Kartika; Ningsih, Erlinda
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.482 KB) | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2017.v1i1.150

Abstract

Kreatif anak muda saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat remaja. Pembekalan pengetahuan, pelatihan untuk meningkatkan kreatifitas anak muda sekarang sangat diminati oleh para remaja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan pembuatan sabun transparan yang merupakan salah satu produk home industry dapat menjadi modal bagi para siswa-siswi SMA untuk menumbuhkan kreatifitas mereka dan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mereka. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan sabun transparan sebagian teknologi yang ada di teknik kimia kepada para siswa SMA Negeri 17 Surabaya. Pengabdian pada masyarakat secara garis besar meliputi 3 kegiatan yaitu Pendataan peserta, penyampaian materi oleh tentor yaitu dosen, dan pendampingan praktek pembuatan sabun oleh mahasiswa. Kegiatan pelatihan ini berlangsung sehari dan dihadiri oleh 20 peserta . Praktek pembuatan sabun ini berjalan dengan lancar dan salah satu kelompok peserta sabun yang dibuat tidak berhasil
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini dan Pemberian Fasilitas Kebersihan di SD Negeri 1 Bangeran Udyani, Kartika; Purwaningsih, Dian Yanuarita; Ningsih, Erlinda; Budianto, Agus; Zuchrilah, Daril Ridho
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.872 KB) | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2019.v3i1.488

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan hidup seseorang. Dengan kondisi yang sehat, seseorang dapat hidup produktif. Untuk menjaga kesehatan, diperlukan sebuah kesadaran yang tinggi untuk melakukan perilaku hidup sehat. Desa Bangeran memiliki permasalahan kesehatan masyarakat umumnya ketika hujan dan terjadi pada anak-anak sekitar, akibat lingkungan yang kurang bersih. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan memberikan fasilitas untuk mendukung hidup bersih serta meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih warga. Salah satu sikap preventif terhadap masalah kesehatan adalah dengan memberikan pengarahan sedini mungkin terhadap anak-anak. Pengenalan sederhana hidup bersih seperti tata cara mencuci tangan yang benar, mencuci tangan sebelum makan, praktik mencuci tangan dengan sabun cuci, dan membuang sampah pada tempatnya. Adanya penyuluhan terhadap anak-anak dapat menurunkan rentannya permasalahan kesehatan, meninggikan semangat belajar, meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih serta lingkungan yang bersih dengan dukungan fasilitas yang disediakan.
Pembuatan Karbon Aktif dari Arang Bakau Menggunakan Gabungan Aktivasi Kimia dan Fisika dengan Microwave Udyani, Kartika; Purwaningsih, Dian Yanuarita; Setiawan, Rio; Yahya, Khalida
Jurnal IPTEK Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.395 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i1.479

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual arang bakau adalah dengan mengolah menjadi arang aktif atau karbon aktif.  Proses aktivasi arang dilakukan dengan beberapa cara antara lain aktivasi kimia, aktivasi fisika dan gabungan kimia dan fisika. Pada penelitian kali ini dilakukan aktivasi arang bakau menjadi arang aktif menggunakan metode gabungan aktivasi kimia dan fisika.  Aktivator kimia yang digunakan adalah H3PO4 sedangkan aktvasi fisika menggunakan microwave dengan beberapa parameter waktu sehingga diketahui luas permukaan dari arang aktif, nilai bilangan iodin, bentuk morfologi permukaan dari arang bakau sebelum dan sesudah diaktivasi menggunakan microwave.  Mula-mula dilakukan aktivasi kimia dengan merendam dalam larutan H3PO4 1 M  kemudian dilanjutkan pemanasan menggunakan microwave dengan daya 560 watt selama 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Dari hasil penelitian ini didapatkan bilangan iodin tertinggi sebesar 1196,60 mg/g pada daya 560 watt dan waktu aktivasi 10 menit dengan luas permukaan sebesar 936,221 m2/g.  Berdasarkan analisa morfologi permukaan menunjukkan bahwa arang bakau hasil aktivasi memiliki permukaan yang lebih porous dibandingkan sebelum aktivasi.
Penurunan Kadar Tss Dan Cod Pada Limbah Cair Industri Batik Dengan Metode Gabungan Koagulasi Dan Adsorbsi Suryanti, Tri; Ambarwati, Diah Ayu; Udyani, Kartika; Purwaningsih, Dian Yanuarita
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.539 KB)

Abstract

Salah satu industri yang menghasilkan limbah cair adalah industri batik. Dalam limbah cair industri batikterdapat kandungan berbahaya yang menyebabkan pencemaran lingkungan seperti logam berat, sehinggaperlu diolah agar aman untuk dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah cair industri batik dapat dilakukandengan metode gabungan koagulasi dan adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penambahan koagulan biji kelor terhadap penurunan COD (Chemical Oxygen Demand) dan TSS(Total Suspended Solid). Penelitian ini dimulai dengan menentukan koagulan terbaik antara koagulan bijikelor dan ekstrak biji kelor. Setelah itu koagulan terbaik digunakan untuk proses koagulasi dengan variabel60 gr, 80 gr, 100 gr, 120 gr, dan 140 gr. Selanjutnya hasil koagulasi diadsorbsi menggunakan karbon aktifsetinggi 25 cm. Pada lapisan bawah kolom digunakan zeolit setinggi 15 cm, kemudian pada atas kolom diisiijuk 15 cm. Setelah adsorbsi selesai sampel limbah yang sudah di-treatment kemudian diuji COD dan TSS.Pada hasil penelitian ini didapat % removal COD dan TSS maksimal pada variabel massa koagulan 60 gr,pada variabel tersebut dihasilkan % removal COD sebesar 85,95% dan % removal TSS sebesar 81,41%
Produksi Karbon Aktif Dari Kulit Singkong Dengan Aktivasi Kimia Fisika Menggunakan Gelombang Mikro Purwaningsih, Dian Yanuarita; Budianto, Agus; Ningrum, Ariska Asti
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.76 KB)

Abstract

Semakin banyaknya kulit singkong hasil limbah industri makanan yang berpotensi mencemari lingkungan. Perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah kulit singkong tersebut, salah satunya adalah diolah menjadi karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben. Pembuatan karbon aktif dari kulit singkong dilakukan dengan cara kulit singkong diaktivasi menggunakan aktivator asam fosfat 2,5 % selama 24 jam dan kemudian diaktivasi kembali menggunakan microwave dengan variabel daya gelombang 80, 240, 400, 560, dan 800 watt. Pada hasil penelitian didapatkan karbon aktif kulit singkong terbaik pada variabel daya gelombang microwave 800 watt dengan bilangan iod sebesar 3.173,25 mg/gram memiliki kadar air 1%, kadar abu 5 %, kadar zat menguap 23%, serta kadar karbon terikat 72%. Dari penelitian ini kualitas karbon aktif dari kulit singkong telah memenuhi baku mutu SNI 06-3703-1995 yang memiliki ketentuan bilangan iod minimum 750 mg/gram dengan kadar air maksimum 15 %, kadar abu maksimum 10 %, kadar zat menguap mak simum 25%, serta kadar karbon terikat minimal 65 %.
Kitosan Sebagai Koagulan Untuk Removal Warna Pada Limbah Cair Industri Pangan Purwaningsih, Dian Yanuarita; Anisa, Dea; Putri, Alif Drezely Ovy
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair dari industri pangan yang berasal dari hasil proses produksi dari diketahui masih mengandung warna yang cukup pekat sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan agar  tidak menimbulkan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar % removal warna dari limbah cair tersebut. Metode yang digunakan adalah metode koagulasi menggunakan kitosan. Kitosan terlebih dahulu dilarutkan pada asam asetat 2% sebelum ditambahkan ke dalam limbah cair. Penambahan larutan kitosan terhadap volume limbah cair yaitu 20, 30, dan 40% (v/v) dengan lama pengadukan 15, 45, dan 75 menit. Setelah pengadukan, limbah cair disaring, kemudian dianalisa kadar warna. Uji limbah awal didapatkan hasil 1778 TCU. Hasil optimal yang diperoleh pada penelitian didapat removal warna tertinggi 96% yaitu pada penambahan kitosan 30% dan lama pengadukan 45 menit
Kitosan Sebagai Koagulan Untuk Removal Warna Pada Limbah Cair Industri Pangan Dian Yanuarita Purwaningsih; Dea Anisa; Alif Drezely Ovy Putri
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair dari industri pangan yang berasal dari hasil proses produksi dari diketahui masih mengandung warna yang cukup pekat sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan agar  tidak menimbulkan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar % removal warna dari limbah cair tersebut. Metode yang digunakan adalah metode koagulasi menggunakan kitosan. Kitosan terlebih dahulu dilarutkan pada asam asetat 2% sebelum ditambahkan ke dalam limbah cair. Penambahan larutan kitosan terhadap volume limbah cair yaitu 20, 30, dan 40% (v/v) dengan lama pengadukan 15, 45, dan 75 menit. Setelah pengadukan, limbah cair disaring, kemudian dianalisa kadar warna. Uji limbah awal didapatkan hasil 1778 TCU. Hasil optimal yang diperoleh pada penelitian didapat removal warna tertinggi 96% yaitu pada penambahan kitosan 30% dan lama pengadukan 45 menit
Peningkatkan Mutu Minyak Goreng Curah dengan Penambahan Ekstrak Kulit Pisang Raja Sebagai Antioksidan Alami Dian Yanuarita Purwaningsih; Daril Ridho Zuchrilah; Intan Nurmala
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 4, No 1 (2019): EDISI MARET 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.668 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v4i1.1058

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin meningkat baik jumlah maupun harga. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat menggunakan minyak goreng curah. Minyak goreng curah adalah minyak goreng yang memiliki kualitas maupun higienitas di bawah baku mutu SNI 3555-1998, karena tanpa kemasan yang sesuai, minyak goreng akan mudah teroksidasi. Penelitian bertujuan untuk memperbaiki kualitas minyak goreng curah menggunakan ekstrak kulit pisang raja karena kulit pisang raja mengandung antioksidan alami yaitu flavonoid. Untuk memperoleh antioksidan alami tersebut, kulit pisang raja diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol dan etil asetat. Adapun berat ekstrak yang ditambahkan ke dalam minyak goreng curah yaitu 1; 1,5; 2; 2,5 gram dengan lama pengadukan yaitu 20, 40, 60 menit. Sampel kemudian dianalisis nilai bilangan asam, iod, peroksida. Hasil terbaik pada penelitian ini didapatkan pada penambahan ekstrak sebanyak 2,5 gram dan waktu pengadukan 60 menit dengan hasil bilangan asam 0,19827 meq/kg, bilangan iod 1,86817 meq/kg, bilangan perosida 1,94608 meq/kg.Kata  kunci:  minyak  goreng  curah;  kulit  pisang  raja;  antioksidan alami;  bilangan  asam;  iod; peroksidaABSTRACTCooking oil is one of the society necessity which is day by day increase terms of quantity and prices.To overcome these issues, of people use cooking oil is.Cooking oil is is cooking oil having of quality and higienitas under of quality standard sni 3555-1998, because without packaging appropriate, cooking oil will easily oxidized.Research aimed at improving the quality of cooking oil is use extract the skin of a banana the king because the skin plantain containing antioxidant natural that is flavonoid.To obtain antioxidant the natural, the skin of a banana the king extracted uses the method maceration with a solvent methanol and ethyl acetate.And the weight of the extract added to the cooking oil is such as 1; 1.5; 2; 2.5 grams with long stirring ie 20, 40, 60 minutes.Sample then analyzed point number acid, iod, peroxide.The best result in this study obtained to adding extract as many as 2.5 gram and time stirring 60 minutes with the result even though the number of the the action of dilute acids 0.19827 meq / from thirty to forty pounds , the number of the iod 1.86817 meq / from thirty to forty pounds , the number of the perosida 1.94608 meq kg.