Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pemodelan Kinetika Reaksi Seri Etana – Etanol - Dietil Eter Achmad Chumaidi; Dwina Moentamaria; Heny Dewajani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2019: PROSIDING SNTKK 2019
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan Makanan Sehat dan Bimbingan Teknis Pengujian Formalin pada Makanan di Gapoktan Sumber Makmur Khalimatus Sa'diyah; Heny Dewajani; Nanik Hendrawati; Mutia Devi Hidayati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, September 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i3.584

Abstract

Salah satu upaya untuk memperpanjang umur makanan adalah dengan memberikan bahan tambahan pengawet. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 033 tahun 2012 menyebutkan tentang bahan aditif atau tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam makanan, khususnya formalin. Penggunaan formalin sebagai zat aditif makanan memmberikan efek samping yang kurang baik bagi tubuh manusia. Sehingga diperlukan cara untuk mendeteksi atau mengidentifikasi makanan berfomalin dan mensosialisasikannya kepada masyarakat. Masyarakat daerah pesisir seperti di Desa Kedung Bandeng – Sumbermanjing Wetan berpotensi sebagai mitra karena akses geografis dan aksestibilitas yang sulit terjangkau informasi, tingkat pendidikan masyarakat yang rendah serta ekonomi yang masih lemah. Tujuan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini adalah untuk memberikan penyuluhan terkait bahaya penggunaan formalin dan cara mendeteksi formalin pada makanan untuk kelompok tani (Gapoktan) Sumber Makmur – Desa Kedung Banteng. Kegiatan PPM ini dilakukan dalam bentuk pelatihan meliputi presentasi, diskusi dan simulasi penggunaan testkit formalin pada makanan. Pelatihan PPM ini diikuti oleh 30 peserta. Materi disampaikan oleh perwakilan Tim PPM dan simulasi pendeteksian formalin pada makanan dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan PPM berjalan lancar dan peserta sangat antusias mengikutinya. Kegiatan PPM berjalan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikutinya. Respon peserta menunjukkan bahwa kegiatan PpM ini memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan mitra. Tim PpM memaparkan solusi terkait edukasi bahaya formalin dengan jelas sehingga peserta merasa pendampingan yang diberikan sudah sesuai dan memuaskan.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BINAAN PANTI ASUHAN YAYASAN SITI FATIMAH PANDAAN Windi Zamrudy; Imron Rosyidi; Heny Dewajani; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDIMAS) Vol 8 No 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2021
Publisher : Publisher UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.486 KB) | DOI: 10.33795/jabdimas.v8i1.128

Abstract

The Department of Chemical Engineering at the State Polytechnic of Malang in carrying out its function, namely carrying out the Tri Dharma of Higher Education is required to carry out community service through various forms of activity, for this reason, collaboration with the Siti Fatimah Pandaan Orphanage Foundation is carried out. The purpose of this PkM is to provide counseling and understanding of the program which is expected to be a provision for assistants to be independent and can improve students' skills. The PkM program at the Siti Fatimah Pandaan Orphanage Foundation was chosen by considering the efficiency and intensity of program implementation. Aspects of the problems that are resolved in this PkM Program are improving the ability, competence, and understanding of the target audience. This PkM activity consists of several activities, including: 1) Assistance in the manufacture of hand sanitizers, 2) Submission of materials for making hand sanitizers. The results of the PkM showed an increase in participants' knowledge and skills in making hand sanitizers. In addition, increasing understanding of the introduction and application of production management and marketing of hand sanitizers. Furthermore, several PkM achievements that have been achieved include: Articles published in national journals with ISSN, and publication of activities on social media
STUDI LITERATUR PENGARUH JENIS KATALIS DAN SUHU REAKSI TERHADAP PROSES PIROLISIS GLISEROL MENJADI AKROLEIN Akh. Ifan Fitril Fadilah; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.228

Abstract

Meningkatnya produksi biodiesel menghasilkan peningkatan gliserol sebagai produk samping sekitar 10% berat gliserol pada industri biodiesel. Gliserol dapat dikonversi menjadi bahan kimia bernilai tinggi seperti acetaldehid, akrolein, formaldehid, dan acetol. Berbagai metode dapat digunakan untuk konversi gliserol antara lain pirolisis dan steam gasifikasi.  Proses pirolisis terjadi reaksi dehidrasi gliserol menghasilkan akrolein atau asetol sebagai produk reaksi utama tergantung kondisi reaksi dan permukaan asam katalis. Akrolein digunakan dalam kedokteran, pengolahan air, industri perminyakan sebagai biosida. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari kajian literatur dari beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengkonversi gliserol dan menentukan metode terbaik yang digunakan terhadap yield akrolein. Kajian dilakukan dengan membandingkan jenis katalis yang digunakan pada proses pirolisis serta suhu proses yang dilakukan peneliti sebelumnya.  Hasil dari kajian literatur berupa kesimpulan untuk mengetahui kondisi optimal dalam menghasilkan akrolein dari pirolisis gliserol.
PENINGKATAN KUALITAS GONDORUKEM DENGAN PENAMBAHAN CHELATING AGENT DAN ADSORBEN PADA PROSES PENGOLAHAN GETAH KARET (PINUS MERKUSII) DI PT. PERHUTANI ANUGERAH KIMIA Rahmad Abubakar Nur Hidayat; Satrio Nugroho; Heny Dewajani; Aris Yuni
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.255

Abstract

Gondorukem merupakan hasil getah yang disadap dari pohon pinus. Untuk meningkatkan harga jual gondorukem maka sebelum dijual ke pasaran getah pinus akan mengalami proses pemurnian. Oleh karenanya diperlukan perbaikan proses pemurnian dan pencucian getah karet sebagai bahan baku dengan cara penambahan bahan yang bersifat adsorbing dan dechelating yaitu Zeolit dan EDTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi EDTA, zeolit dan campuran EDTA-zeolit terhadap sifat fisik-kimia gondorukem. Tahapan pemurnian yaitu pencucian larutan getah dengan asam oksalat, kemudian penambahan konsentrasi zeolit 1%, 2%, 3% 4% EDTA 0,3%, 0,6%, 0,9%, 1,2% dan campuran zeolit 1, 2, 3, 4% dan EDTA 0,3, 0,6, 0,9, 1,2% dari massa getah. Lalu dilakukan distilasi untuk mendapatkan hasil gondorukem, kemudian dilakukan analisa kualitas produk. Analisa yang dilakukan adalah uji warna gardner, uji titik lunak,dan uji kadar asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi dan waktu hanya berpengaruh nyata terhadap warna, titik lunak dan bilangan asam gondorukem yang dihasilkan. Penambahan EDTA dengan konsentrasi 0,6% titik lunak yang dihasilkan berkisar antara 78°C – 88°C dengan bilangan asam berkisar antara 184,2 mg KOH/g – 201,65 mg KOH/g. Lamanya waktu berpengaruh terhadap titik lunak dan bilangan asam sedangkan variasi konsentrasi EDTA berpengaruh pada warna yang dihasilkan.
EVALUASI KINERJA ROTARY DRYER PADA INDUSTRI PUPUK NPK DENGAN KAPASITAS 800 TON/HARI Imam Aldi Septiaji; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.82

Abstract

Pengeringan merupakan salah satu proses penting dalam industri pembuatan pupuk, tidak terkecuali pupuk NPK, pupuk NPK dengan kadar air tinggi menyebabkan nilai jual pupuk rendah dan berdampak bagi tanaman.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja rotary dryer pada industri pupuk NPK dengan kapasitas 800 ton/hari. Rotary dryer dilengkapi dengan lifter dan burner, lifter merupakan komponen pencurah yang terdapat didalam rotary dryer yang berfungsi mendistribusikan bahan secara merata sedangkan burner merupakan sumber panas yang dihasilkan untuk di kontakkan dengan bahan yang tercurah dari lifter. Agar efisiensi dapat dicapai dengan baik metode perbandingan data aktual hendaknya mendekati  data desain, dengan menghitung neraca panas kita dapat mengevaluasi kinerja rotary dryer dalam kapasitas 800 ton/hari secara optimal, data aktual menunjukan adanya perbedaan signifikan karena adanya beberapa faktor yaitu panas yang hilang saat proses dan kondisi lifter yang berkarat, sehingga optimalisasi proses perlu dilakukan seperti perawatan yang berkala terutama pada sistem pemanas serta kondisi lifter yang baik agar pengeringan memenuhi target yang diharapkan yaitu kadar air kurang dari 2%.
ANALISA JUMLAH STAGE TEORITIS PADA KOLOM DISTILASI PABRIK PLASTICIZER Yufrida Amalia; Fannania Setyo Erdiyanti; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i1.9

Abstract

Proses finishing merupakan salah satu proses yang dilakukan di pabrik plasticizer dan bertujuan untuk mendapatkan hasil produk yang bebas dari pengotor. Pada proses ini digunakan steam distillation untuk memisahkan crude ester (produk) dari garam-garam hasil reaksi, sisa octanol, dan air. Selama ini di pabrik tersebut belum ada yang melakukan analisa jumlah stage secara teori pada kolom distilasi yang digunakan. Perhitungan jumlah stage  diperoleh dari grafik menggunakan metode McCabe Thiele. Selanjutnya dibandingkan antara hasil secara teori dengan keadaan aktual pada pabrik. Jumlah stage pada kolom distilasi secara teoritis telah sesuai dengan kondisi aktual pabrik yaitu sebanyak 8 stage. Letak stage umpan secara teoritis pada stage ke- 5 tetapi pada kondisi aktual di pabrik terletak pada stage pertama.
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PERSENTASE PENAMBAHAN NaOH PADA PROSES TREATING PERTASOL CA DI PPSDM MIGAS CEPU Rizqy Ianatus Saida; Tiara Retsa Putri Agustin; Heny Dewajani; Rieza Mahendra Kusuma
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.322

Abstract

Pertasol CA merupakan salah satu produk dari PPSDM Cepu yang digunakan sebagai solvent dalam berbagai industri seperti industri cat, varnish, tinta, dan ban. Produksi pertasol CA terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari konsumen PPSDM Migas Cepu. Permasalahan yang dihadapi pada produksi CA adalah adanya kandungan sulfur yang mempengaruhi mutu produk pertasol karena dapat menimbulkan korosi, menurunkan mutu produk, bau tidak enak saat pembakaran dan penurunan stabilitas pada penyimpanan. Untuk menghilangkan sulfur ini maka dilakukan proses caustic treating menggunakan NaOH sebagai pengikat sulfur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pengadukan dan persentase penambahan NaOH pada proses treating untuk meningkatkan kualitas pertasol CA. Variasi yang digunakan yaitu waktu pengadukan (15 menit, 30 menit dan 45 menit) dan persentase penambahan NaOH (5%, 10%, 15%, dan 20%) . Parameter uji pada penelitian ini antara lain uji densitas, uji warna, doctor test, analisis aromatic content, analisis copper strip corrosion, uji distilasi, dan analisis sulfur content. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah penurunan kadar sulfur sebesar 33.90% dari kadar sulfur awal 151.9 ppm dengan persentase penambahan NaOH terbaik sebesar 20% dan waktu pengadukan 15 menit. Dari hasil uji didapatkan densitas sebesar 750.4 kg/m3, uji warna +30, distilasi dengan suhu 58°C - 165°C, doctor test negatif, kandungan aromatik sebesar 16%, analisis copper strip corrosion nomor 1, dan sulfur content sebesar 100.4 ppm.
ANALISA EKONOMI PABRIK SABUN MANDI CAIR DARI VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN KAPASITAS 16.000 TON/TAHUN Muhammad Zufar Rusdi; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.415

Abstract

Sabun cair merupakan produk yang strategis karena saat ini masyarakat modern cenderung menyukai produk yang praktis dan ekonomis. Sabun merupakan garam natrium dari asam lemak yang berasal dari lemak hewani atau minyak nabati. Dalam pembuatan sabun banyak sekali jenis minyak yang dapat digunakan sebagai bahan baku, contohnya adalah minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan VCO. Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar kedua di dunia dan hal ini menjadi peluang untuk pengembangan kelapa menjadi aneka produk yang bermanfaat, salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). VCO memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku utama sabun mandi cair karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit. Pendirian pabrik sabun mandi cair dengan bahan baku VCO diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan memenuhi kebutuhan sabun masyarakat Indonesia. Pabrik direncanakan didirikan di Gresik, Jawa Timur  dengan kapasitas produksi 16.000 ton/tahun dan beroperasi selama 345 hari/tahun, 24 jam per hari. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa Total Capital Investment (TCI) yang dibutuhkan sebesar Rp 30.445.740.189,79, dan Total Production Cost (TPC) sebesar  Rp. 619.493.036.350. Laba kotor sebesar Rp 23.075.935.677,95, dan laba bersih sebesar Rp 16.208.154.974,57. Laju pengembalian modal (ROI) sebesar 53,2362 dan jangka waktu pengembalian modal (POT) selama 1,539 tahun. Breakeven Point (BEP) sebesar 54,1956%, Shutdown Point (SDP) pada 8.366,938 kg/tahun, dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 85,1087%.
SELEKSI BAHAN BAKU DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PABRIK SHOWER GEL DENGAN PENAMBAHAN MINYAK SAKURA (ESSENTIAL OIL CHERRY BLOSSOMS) Rossa Oliviana Putri; Heny Dewajani
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.491

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan sehari-hari. Salah satu kebutuhan sehari-hari yang mengalami peningkatan permintaan adalah sabun. Terdapat beberapa jenis sabun mandi yakni sabun mandi batang, sabun mandi cair, dan shower gel. Salah satu perbedaan sabun mandi cair dan shower gel berada dalam penggunaan jenis minyak sebagai bahan baku utamanya. Sabun mandi cair menggunakan minyak kelapa murni (VCO) sedangkan shower gel menggunakan pencampuran surfaktan, betaine, dan air sebagai bahan baku utamanya. Seleksi bahan baku dan penentuan kapasitas produksi harus dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pada umumnya essential oil digunakan sebagai aromaterapi dalam berbagai produk seperti produk kecantikan, personal care. Manfaat yang dihasilkan dari essential oil adalah memberikan relaksasi dan sensasi menenangkan saat pemakaian produk. Bunga Sakura atau Japanese cherry blossoms mempunyai khasiat yang tinggi antioksidan yang membantu membersihkan atau menangkal radikal bebas yang merusak kulit. Penambahan essential oil sakura pada shower gel memiliki keunggulan karena dapat memberikan efek relaksasi dan aroma yang menyegarkan. Perhitungan kapasitas pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi sabun mandi cair dilakukan untuk menentukan kapasitas produksi. Penggunaan data ekspor dan impor pada tahun 2014-2020 untuk mendapatkan hasil perkiraan 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi shower gel dengan penambahan essential oil sakura yang akan didirikan pada tahun 2024 di Karawang, Jawa Barat adalah sebesar 75.000 ton/tahun.