Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERBAIKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN PADA UKM ANEKA CEMILAN DI KECAMATAN CILEUNYI, KABUPATEN BANDUNG Edy Subroto; Rossi Indiarto; Ernah Ernah
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v3i1.6663

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia termasuk kelompok usaha kecil menengah (UKM). UKM aneka cemilan “Hikmah”, yang memproduksi dan menjual berbagai macam cemilan juga mengalami penurunan produksi dan penjualan lebih dari 50%. Kegiatan ini bertujuan membina kelompok UKM dalam memperbaiki produksi, mutu produk, serta menerapkan digital marketing sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, praktis, dan sangat cocok diterapkan di era adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan pada Mitra UKM aneka cemilan yaitu peningkatan penggunaan teknologi modern dengan diberikan alat-alat produksi penunjang produktivitas UKM, diantaranya adalah mesin penggiling bumbu dengan kapasitas 500 gram/menit, dan mesin perajang bawang yang beroperasi secara kontinyu. Keterampilan mitra UKM juga mengalami peningkatan melalui pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan pelatihan digital marketing dengan konsep Less Contact Economy. Melalui kegiatan ini mitra UKM dapat memperbaiki proses produksi, mutu produk, dan penjualan melalui digital marketing sehingga dapat bertahan ditengah pandemi Covid 19.
HUBUNGAN KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU DARI BERBAGAI PROVINSI DI INDONESIA Mahani, Mahani; Savitri, Sherlin Regiena; Subroto, Edy
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 4 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.21 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v7i4.27486

Abstract

ABSTRACTHoney contains secondary metabolites, including flavonoid compounds, which have antioxidant activity. The diversity of bee species and food plant sources in Indonesia will have an impact on differences in the composition of secondary metabolites in honey, it is necessary to analyze the influence of feed sources and bee species so as to improve the quality of the honey they produce. This study aims to determine the relationship between total flavonoid levels and antioxidant activity of honey from various provinces in Indonesia. The flavonoid test used UV-vis spectrophotometry; the antioxidant activity test was carried out using the DPPH method. The total flavonoid content contained in honey ranged from 4.04-47,033 mg/100g, A. cerana honey (North Sumatra) produced the highest total flavonoid content, while G. thorasica (West Sumatra) honey produced the lowest total flavonoid content. The antioxidant activity (IC50) contained in honey ranged from 3,589-64,271 mg/ml, H. itama honey (Sumsel) produced the highest antioxidant activity, while G. thorasica honey (West Sumatra) produced the lowest antioxidant activity. Flavonoid contents influence antioxidant activity that is equal to 25.27%, while 74.72% is influenced by other factors. Based on these data, the higher the flavonoid content, the stronger the antioxidant activity of honey.Keywords: Antioxidant Activity, Flavonoid, Bee Species, Feed SourceABSTRAKMadu mengandung metabolit sekunder, antara lain senyawa flavonoid, yang memiliki aktivitas antioksidan. Keberagaman spesies lebah dan sumber tanaman pakan di Indonesia akan berdampak pada perbedaan komposisi metabolit sekunder pada madu, hal itu perlu adanya analisis mengenai pengaruh dari sumber pakan dan spesies lebah sehingga dapat meningkatkan kualitas madu yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan madu dari berbagai provinsi di Indonesia. Uji flavonoid menggunakan Spektrofotometri Uv-vis, pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Kadar total flavonoid yang terkandung dalam madu berkisar antara 4.04-47.033 mg/100g, madu A. cerana (Sumut) menghasilkan kadar total flavonoid tertinggi, sedangkan madu G. thorasica (Sumbar) menghasilkan kadar total flavonoid terendah. Aktivitas antioksidan (IC50) yang terdapat dalam madu berkisar antara 3.589-64.271 mg/ml, madu H. itama (Sumsel) menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi, sedangkan madu G. thorasica (Sumbar) menghasilkan aktivitas antioksidan terendah. . Kadar flavonoid memiliki pengaruh terhadap aktivitas antioksidan yaitu sebesar 25,27%, sedangkan 74,72% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan data tersebut, semakin tinggi kadar flavonoid, maka aktivitas antioksidan madu cenderung menguat.Kata Kunci: Aktivitas Antioksidan, Flavonoid, Spesies Lebah, Sumber Pakan
PENINGKATAN MUTU, PRODUKSI, DAN DAYA SAING UKM OLAHAN PISANG DAN SINGKONG DALAM UPAYA KEBANGKITAN UKM PASCA PANDEMI Edy Subroto
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12067

Abstract

Kondisi pemulihan pasca pendemik Covid-19 menuntut usaha kecil menengah (UKM) untuk bangkit, termasuk kelompok UKM olahan pisang dan singkong yang ada di Desa Cileunyi Kulon, Kabupaten Bandung. Oleh sebab itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu UKM olahan pisang dan singkong tersebut dalam meningkatkan mutu, produksi, dan daya saing. Kegiatan dilakukan melalui modernisasi mesin dan peralatan produksi serta pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan sanitasi pada proses pengolahan. Modernisasi mesin dan peralatan produksi meliputi mesin pengemas kontinyu, mesin perajang keripik pisang dan singkong, mesin pengemas double fungsi (sealing dan cuting), pengemas vakum, serta penepung bumbu. Mesin dan peralatan telah diujicobakan dan dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat digunakan oleh pelaku UKM dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Sedangkan pelatihan CPPOB dan sanitasi telah meningkatkan pemahaman pelaku UKM dalam menjaga mutu dan keamanan pangan. Secara umum, kegiatan ini telah membantu pelaku UKM olahan pisang dan olahan  singkong di Desa Cileunyi Kulon untuk meningkatkan mutu, produksi, dan daya saing untuk terus bangkit dan berkembang pasca pandemi Covid-19.
PELATIHAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) PADA PELAKU USAHA KECIL MENENGAH DI DESA CIMEKAR, KABUPATEN BANDUNG Edy Subroto; Robi Andoyo; Rossi Indiarto; Aldila Din Pangawikan
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12624

Abstract

Desa Cimekar merupakan salah satu Desa di Kabupaten Bandung yang memiliki berbagai usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi berbagai produk olahan pangan, seperti keripik dan aneka cemilan, aneka sambal, madu, kopi, dan lain-lain. Beberapa UKM tersebut belum mengaplikasikan prinsip cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB kepada kelompok UKM olahan pangan di Desa Cimekar agar dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Kegiatan PPM ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didukung oleh Universitas Padjadjaran dengan dibantu beberapa mahasiswa yang terlibat. PPM yang dilakukan meliputi survey kondisi UKM olahan pangan di Desa Cimekar, penyampaian materi pelatihan dan diskusi terkait berbagai permasalahan UKM, dan pendampingan serta evaluasi program. PPM ini telah meningkatkan pemahaman pada pelaku UKM terhadap penerapan CPPOB, sanitasi, keamanan pangan, dan aturan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi UKM olahan pangan di Desa Cimekar untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produknya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan usaha.