Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RESPON TANAMAN ROSELA BUNGA MERAH (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK UREA PADA TANAH JENIS GRUMOSOL (VERTISOLS) Sinar Suryawati; Slamet Supriyadi; - Mahsun; Masrukhatin Na’imah
Agrovigor Vol 4, No 1 (2011): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v4i1.272

Abstract

This research aims to study the effect of combined aplication Arbuscular Mycorrhiza (AM) and Urea to the growth, productivity and quality of roselle plants (Hibiscus sabdariffa L.). The research was conducted at the experimental garden and the Laboratory of Agroecotechnology Department, Faculty of Agriculture, University of Trunojoyo. The study consist of six treatment combinations, repeated 3 times, and based on randomized block design. The observation parameters includes the growth, production and quality of leaf and flower. ANOVA showed that there is no significant effect of combination of AMF and urea on growth parameters, productivity and leaf quality observations, but the real impact on the quality of flowers. Aplication of urea up to 50 kg / ha is still giving the highest effect on growth, plant productivity, vitamine C and protein rosella flowers but decreased the content of vitamin C and protein of leaves. Aplication of AM up to 5 g / plant had the same pattern with the aplication of urea.
RESPON TANAMAN KEDELAI SAYUR EDAMAME TERHADAP PERBEDAAN JENIS PUPUK DAN UKURAN JARAK TANAM Anisa Fajrin; Sinar Suryawati; Sucipto -
Agrovigor Vol 7, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.908 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i2.1448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kedelai sayur edamame terhadap jenis pupuk dan ukuran jarak tanam serta kombinasi keduanya. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2012–Maret 2013 pada awal musim hujan di Desa Daleman, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep dengan jenis tanah latosol. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai sayur edamame, pupuk kompos, pupuk petroganik, pupuk NPK phonska dan pestisida sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul, meteran, timbangan dan peralatan lain yang mendukung penelitian. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk : kompos 1 ton/ha (P1), petroganik 1 ton/ha (P2), NPK Ponska 0,25 ton/ha (P3) dan faktor kedua adalah jarak tanam 12 x 25 cm (J1), 12 x 35 cm (J2), 15 x 25 cm (J3), 15 x 35 cm (J4). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan pada taraf 1% jika ada pengaruh perlakuan. Kombinasi  perlakuan jenis pupuk dan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Jenis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali bobot dan jumlah polong hampa. Pupuk NPK phonska memberikan nilai rata-rata parameter pengamatan tertinggi yang berbeda sangat nyata dibandingkan kompos dan petroganik. Ukuran jarak tanam tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan kecuali terhadap bobot polong per hektar.  Jarak tanam 12 x 25 cm2 menghasilkan bobot polong per hektar tertinggi yang berbeda sangat nyata dengan ukuran jarak tanam yang lain.Kata kunci: kedelai sayur edamame, jenis pupuk, jarak tanam.
RESPON DUA VARIETAS TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP MACAM NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK Catur Wasonowati; Sinar Suryawati; Ade Rahmawati
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.87 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1478

Abstract

Lettuce (Lactuca sativa L) is a common vegetables crops grown in the highland and lowlands.  A sample hydroponic lettuce cultivation provides an sources an alternative for farmers who have a narrow area, so that can server as an adequate source of income.  Providing nutrients to the two varienties of lettuce are expected to yield maximum production.  This tudy aims to determine the effect of nutrients on two varieties of lettuce plants.            The study was conducted in the greenhouse Agroekoteknologi Departement Faculty of Agriculture, University Trunojoyo Madurese from January to March 2011.  The method used was a factorial experiment based on Completely Randomized Design (CRD) with three replicates consisting of two treatment factors, the first factor are two different varieties of lecctuce and the second factor are two differwnt kinds of nutrients.            The results showed that the chief varieties of butter (V1) produces the number of leaves and dry biomass is higher than the varieties of cos (V2).  Nutrition in V1 generate the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length was higher than without the provision of (N0). V1 responses to nutrient hidrogroup (N1) resulted in higher leaf number than nutrition greentonik (N2), but the provision of dry biomass yield N2 higher than N1. Nutrition on V2 generate the number of leaves, wet biomass and dry biomass was higher than N0. V2 response to the provision of N1 and N2 produce the number of leaves, wet biomass, dry biomass, and root length are not significantly different.Key word : lettuce, varieties, nutrition, simple hydroponics
RESPON TANAMAN KEDELAI SAYUR EDAMAME TERHADAP PERBEDAAN JENIS PUPUK DAN UKURAN JARAK TANAM Anisa Fajrin; Sinar Sinar Suryawati2 Sinar Suryawati; Sucipto -
Agrovigor 2015: Vol 8, No 2 (2015) SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.989 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v0i0.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kedelai sayur edamame terhadap jenis pupuk dan ukuran jarak tanam serta kombinasi keduanya. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2012–Maret 2013 pada awal musim hujan di Desa Daleman, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep dengan jenis tanah latosol. Bahan yang digunakan adalah benih kedelai sayur edamame, pupuk kompos, pupuk petroganik, pupuk NPK phonska dan pestisida sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul, meteran, timbangan dan peralatan lain yang mendukung penelitian. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah jenis pupuk : kompos 1 ton/ha (P1), petroganik 1 ton/ha (P2), NPK Ponska 0,25 ton/ha (P3) dan faktor kedua adalah jarak tanam 12 x 25 cm (J1), 12 x 35 cm (J2), 15 x 25 cm (J3), 15 x 35 cm (J4). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan pada taraf 1% jika ada pengaruh perlakuan. Kombinasi perlakuan jenis pupuk dan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Jenis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan kecuali bobot dan jumlah polong hampa. Pupuk NPK phonska memberikan nilai rata-rata parameter pengamatan tertinggi yang berbeda sangat nyata dibandingkan kompos dan petroganik. Ukuran jarak tanam tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan kecuali terhadap bobot polong per hektar. Jarak tanam 12 x 25 cm2 menghasilkan bobot polong per hektar tertinggi yang berbeda sangat nyata dengan ukuran jarak tanam yang lain.Kata kunci: kedelai sayur edamame, jenis pupuk, jarak tanam.
UJI KEKERABATAN ANTARA SALAK JANTAN DAN SALAK BETINA (Salaccazalacca(Gertner) Voss) BANGKALAN Siti Fatimah; Sinar Suryawati
Agrovigor 2015: Vol 8, No 2 (2015) SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.492 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v0i0.984

Abstract

Salah satu penyebab penurunan produktifitas tanaman Salak di Kabupaten Bangkalan diduga karena terjadinya penurunan sifat akibat dari perkawinan (persilangan) antara tanaman yang mempunyai hubungan kekerabatan dekat. Kondisi ini merupakan permasalahan yang serius untuk segera ditangani, karena jika hal tersebut dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan menurunnya sifat tanaman bahkan dapat menyebabkan hilangnya variasi atau jenis salak yang ada.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara salak jantan dengan salak betina yang ada di Kabupaten Bangkalan. Informasi ini sangat penting dilakukan agar persilangan antara salak jantan dan salak betina yang berkerabat dekat dapat dihindarkan. Penelitian data morfologi salak jantan dilakukan dengan cara survey di sentra budidaya salak di Kecamatan Kramat Kabupaten Bangkalan sedangkan data morfologi salak betina diambil dari data penelitian Fatimah dkk (2011).Hasil menunjukkan bahwa di Bangkalan ditemukan ada dua jenis salak jantan yang memiliki perbedaan berdasarkan warna bunganya, yaitu salak jantan berbunga merah dan berbunga kuning. Selain warna bunga, data morfologi lain yang menonjol perbedaannya antara 2 jenis salak jantan tersebut adalah kedudukan duri dan jumlah duri pada pelepah. Pada salak jantan berbunga kuning mempunyai kedudukan duri berjajar dengan jumlah duri berkisar antara 300-500 sedangkan salak berbunga merah kedudukan duri pada pelepahnya berkelompok dengan jumlah duri lebih dari 600.Hasil analisa kluster antara 2 jenis salak jantan dan 11 jenis salak betina menunjukkan bahwa salak jantan mempunyai kesamaan sifat morfologi paling tinggi dengan salak betina kultivar salak air (G11) dan mempunyai kesamaan paling rendah dengan salak aren (G2).Kata kunci :salak jantan, salak betina, hubungan kekerabatan
EFEKTIFITAS APLIKASI AIR SENI SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK SULUR TANAMAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl.) Sinar Suryawati; - Sucipto; Nur Syamsiyah
Agrovigor Vol 2, No 2 (2009): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v2i2.248

Abstract

This research aims to determine the type of best plants vine of the long pepper as cuttings material and to determine the effectiveness of cow urine fertilizer in improving growth of cuttings. Research conducted during the dry season 2008 in the Demangan village Bangkalan district with 20-50 m height above sea level (asl), 25-33oC temperature and soil pH 5,5-6,5. Research designed factorial, consisting of 2 factors and 3 times replications using Random Design Group. The first factor is the type of vine cuttings consisting of: soil vine cutting (S1), climbing vine cuttings (S2), fruit vine cutting (S3) and the second factor is the application of cow urine fertilizer consisting of: no cow's urine (P0) , fresh cow's urine (P1), cow urine was fermented with EM4 (P2) each with a dose of 2 ml/20 ml water / plant given every 2 weeks until the cuttings was 12 weeks after planting (MST). The observed parameters include the bud emerge, amount of leaves and leaf area of plants, amount of roots and total plant dry weight. The results showed that there are interactions between the 2 factors tested against the number of roots and total plant dry weight, leaf area parameters are influenced only byvine cuttings type while the bud emerge andamount of leaves was not influenced by either factor. Climbing vine cuttings is the best type of long pepper vine because it has the highest leaf area, amount of roots and total dry weight. Cow urine fertilizer giving positive effect on the growth of cuttings, which fermented cow urine have better effect than fresh cow urine.
PENGUJIAN SENSORIS NUGGET AYAM FORTIFIKASI DAUN KELOR Sri Hastuti; Sinar Suryawati; Iffan Maflahah
AGROINTEK Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v9i1.2126

Abstract

Innovation chicken nuggets with fortification Moringa leaves can be expected as a source of protein as well as of other nutritional components needed by the body. Sensory testing nugget products have been set by the National Standardization Agency (BSN) is SNI No. 2346: 2011. The purpose of this study was to determine sensory and preference of chicken nuggets with fresh Moringa leaves and moringa leaf powder 2% fortification. The results showed that the sensory testing of the appearance, smell, taste and texture nuggets still appropriate ISO standard that is above 7. While testing of the texture, taste, color and odor generating value from moderate like to like.
Pengaruh Umur Panen Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kualitas Buah Okra Merah (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) Ah. Maftuh HAfidh Zuhdi; Sinar Suryawati; Achmad Djunaidi
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.825 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5059

Abstract

Buah okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) merupakan sayuran yang memiliki kandungan senyawa polifenol, karotenoid, flvonoid, dan vitamin yang dapat bertindak sebagai antioksidan. Kandungan senyawa antioksidan buah, salah satunya dipengaruhi oleh umur panen. Umur panen yang terlambat juga mempengaruhi tekstur buah sehingga akan menentukan layak tidaknya buah okra dikonsumsi sebagai sayur. Penelitian ini  bertujuan untuk  mengetahui pengaruh umur panen yang berbeda terhadap aktivitas antioksidan dan mengetahui umur panen buah okra terbaik untuk konsumsi sayur. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan umur panen, yaitu P1 (panen 3 hari setelah bunga mekar), P2 (panen 4 hari setelah bunga mekar), P3 (panen 5 hari setelah bunga mekar), P4 (panen 6 hari setelah bunga mekar), P5 (panen 7 hari setelah bunga mekar), P6 (panen 8 hari setelah bunga mekar), P7 (panen 9 hari setelah bunga mekar), P8 (panen 10 hari setelah bunga mekar). Umur panen buah okra merah 6 hari setelah bunga mekar merupakan perlakuan terbaik untuk sayur dengan nilai aktivitas antioksidan total 87,05%, panjang buah 12,22 cm/buah, diameter buah 1,19 cm/buah, bobot basah buah 18,61 g/buah, bobot kering buah 1,17 g/buah, kadar air buah 90,87%/buah, warna buah (L 13,90; a 4,30; b 15,48), dan tekstur buah (kekerasan 362,25 g/buah; daya patah 438,93 g/buah;  kealotan 5,47).
EFEK RAGAM TIANG PANJAT TERHADAP PRODUKSI CABE JAMU Eko Setiawan; Sinar Suryawati; Subhan -
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.145 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1479

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis tiang panjat yang digunakan dalam budidaya serta hubungannya dengan produksi tanaman cabe jamu (Piper retrofraktum Vahl). Observasi dilaksanakan pada awal musim kemarau, Juni 2009 di sentra budidaya tanaman cabe jamu di Kabupaten Sumenep. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tiang panjat yang digunakan oleh petani cabe jamu di Kabupaten Sumenep terdiri dari 12 species tanaman yang berasal dari 8 famili. Dari persamaan regresi tanaman tiang panjat dengan menggunakan tiga variabel independen (X1: lingkar batang tiang panjat, X2: lingkar kanopi cabe jamu, dan X3: tinggi pohon tiang panjat), diketahui bahwa tinggi tanaman tiang panjat (X3) mempunyai peran yang lebih dominan bila dibandingkan dengan variabel independen lainnya. Juga dilaporkan bahwa tanaman tiang panjat jenis Kelor, Kelandingan dan Jaranan mempunyai konstanta positif.Kata kunci : Piper retrofraktum Vahl, Produksi, Tiang panjat
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA PENAMBAHAN DUA SUMBER NUTRISI Afina Shifriyah; Kaswan Badami; Sinar Suryawati
Agrovigor Vol 5, No 1 (2012): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v5i1.303

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) harvest tend to reduced because  of  nutrients decreasing in the  growth media.  An effort  to increase its  production    is by adding nutrients  into  the growth media. This research aims to determine the effect of  nutrition  on growth  and production of  white oyster mushrooms. The nutrients used in this study is monosodium glutamate (MSG) and old  coconut  water.      The research method  used was  Complete Randomized Design  (CRD)  analysis  of variance  with  orthogonal  contrasts.  The treatments tested is the addition of nutrients after 3 times the harvest consists of four levels: control  (without  giving  nutrient solution), the provision of  nutrient solution Monosodium  glutamate  (MSG) 0.4%,  30%  old  coconut  water  and  nutrient combination of  MSG and old coconut water.  The results show that the addition of nutrients was not significantly different to the parameters of the total fresh weight, total  weight, mean  stalk  length,  average  diameter of  the bodies  and  biological efficiency of fruit.   However, it  significantly different  to the  parameters of maximum  hood width  average  and  buds  appearance time.   Based on  these observations we can conclude that feeding monosodium glutamate, old  coconut  water   and  combination of nutrients  monosodium  glutamate  and  old  coconut water  significantly  affect to maximum hood width  average  and  buds  appearance time.    Nutrition  as well as  without being given nutrients (control) of  body fresh  weight.  Nutrition old coconut water is better  than Monosodium  glutamate to maximum hood width average.  Monosodium glutamate or old coconut water nutrition  is better  than the  combination of nutrients monosodium  glutamate  and old  coconut  water  to the  long  shoots  appear.  Nutrition  increase wet weight up to 1.89%.