Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN FRAIS BARU PADA CV. XYZ Rachadian, Febri Muhammad; Agassi, Ereika Arie; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.1, Januari 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.93 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.1.15-20

Abstract

Perkembangan teknologi sangat pesat sehingga dunia perindustrian harus mengikuti perkembangannya. Penerapan teknologi diharapkan dapat meningkatkan proses produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Pada industri pembuatan mesin cetak di CV XYZ, mesin-mesin yang digunakan telah hampir lebih dari 20 tahun. Ada indikasi bahwa mesin-mesin tersebut sudah lewat umur pakainya. Alternatif yang digunakan selama ini ialah penggantian komponen yang rusak. Peneliti ingin membandingkan alternative tersebut dengan  penambahan mesin frais baru. Untuk itu diperlukan analisis kelayakan investasi penambahan mesin baru. Dalam perkiraan kurun waktu 10 tahun dan suku bunganya 15 % dengan menggunakan NPV, penambahan mesin frais menarik sebesar Rp 461.201.000 dibandingkan penggantian komponen yang rusak sebesar Rp 211.227.000. Sebaliknya pada PBP, penggantian komponen yang rusak masih mengungguli dengan 1 tahun 4 bulan dibandingkan penambahan mesin frais baru selama 2 tahun 1 bulan. Begitupun juga PI penggantian komponen yang rusak masih menarik sebesar 4,2 dibandingkan PI penambahan mesin frais baru sebesar 2,56. Dapat disimpulkan bahwa dalam jangka waktu 10 tahun, alternatif penggantian komponen yang rusak masih lebih baik dibandingkan penambahan mesin frais baru. Namun, untuk investasi jangka panjang, mungkin saja alternatif penambahan mesin frais baru lebih menarik. Kata Kunci: penggantian komponen rusak, mesin frais baru, mesin cetak Abstract The rapid development of technology makes the world of industry must follow its development. Application of technology is expected to improve the production process so it can be produce a quality product. On the industrial manufacture of printing machines in CV XYZ, the machines have been used almost more than 20 years. There are indications that those machines passed the age lifetime. The alternatives that have been used during this time are the replacement of defective parts. Researchers wanted to compare these alternatives with the addition of a new milling machine. It required the addition of investment feasibility analysis of a new machine. The approximate period of 10 years and interest rates of 15% by using the NPV, the addition of milling machines attract Rp 461.201 million compared to replacement of defective parts of Rp 211.227 million. In contrast to the PBP and PI, the replacement of defective parts that are still ahead for 1 year 4 months and 4.2 compared to the addition of a new milling machine for 2 years and 1 month and 2.56. That can be concluded within 10 years, the alternative replacement of defective parts is still better than the addition of a new milling machine. However, for long-term investment it may be an alternative addition of a new milling machine more interesting. Key word: replacement of defective parts, new milling machine, printing machine
PEMILIHAN PEMASOK DAN PENENTUAN KUANTITAS PESAN PAKAN TERNAK MENGGUNAKAN MULTI OBJECTIVE LINEAR PROGRAMMING Ratnasari, Sintya; Diesya, Stephani; P., Yogie Budi; Yuniaristanto, Yuniaristanto; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.488 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.3.163-168

Abstract

Artikel ini merupakan pengembangan dari artikel Musyafak, dkk (2012) yang membahas mengenai penilaian kinerja supplier pakan ternak menggunakan Analytic Network Process(ANP) dan Rating Scale (Studi kasus PT. DMC, Malang, Jawa Timur). PT. DMC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan yang memerlukan pakan ternak dari pihak ketiga. Dalam artikelnya, Musyaffak, dkk sudah melakukan penilaian kinerja dari masing-masing pemasok tetapi belum menggunakan penilaian tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah pesanan pakan ternak yang optimal.  Saat ini terdapat tiga pemasok yang bekerja sama dengan perusahaan sehingga pemilihan pemasok merupakan hal yang penting bagi departemen pembelian. Enterprise Resource Planning(ERP) sistem dalam proses pemilihan pemasok dapat menghasilkan penyimpanan biaya dan waktu. Artikel ini bertujuan untuk penentuan pemasok dan jumlah pakan ternak yang harus dipesan pada setiap pemasok dengan menggunakan Multi Objective Linear Programming. Model tersebut dikembangkan berdasarkan tiga kunci utama ERP. Fungsi Tujuan dari model untuk meminimasi biaya, defect rate, delivery delay rate dan supplier rate. Model dipecahkan dengan bantuan Microsoft Excel Solver Software. Hasil menunjukan, pesanan untuk ketiga pemasok adalah 100, 100 dan 32 tons.
PENGEMBANGAN SISTEM DISKON UNTUK PEMBELI KAIN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONSEP WAKTU NILAI UANG: STUDI KASUS Prabarini, Novitria Arie; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.3, September 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.809 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.3.181-186

Abstract

PT XYZ adalah suatu perusahaan tekstil yang memproduksi dan menjual kain grey. Dari data dua tahun terakhir,  perusahaan memiliki masalah dalam memenuhi permintaan pembeli dan telah mengalami kehilangan kesempatan penjualan hingga 9%. Masalah tersebut dapat mengakibatkan kepercayaan pelanggan semakin menurun, bahkan perusahaan dapat kehilangan pembeli. Perkembangan bisnis fashion secara pesat diduga mempengaruhi volume permintaan. Pengembangan sistem diskon yang tepat berdasarkan waktu pemesanan dapat mendorong pembeli untuk lebih cepat dalam melakukan pemesanan sehingga perusahaan dapat menyusun rencana produksi dengan baik. Pada penelitian ini telah dikembangan sistem diskon melalui tiga langkah, yaitu: identifikasi faktor yang dipertimbangkan oleh pembeli dalam mengambil keputusan pemesanan;  formulasi diskon yang mempertimbangkan nilai waktu dari uang (time value of money); dan  prosedur operasi standar sebagai dasar perusahaan mengimplementasikan sistem diskon yang diusulkan. Dari hasil contoh numerik dapat ditunjukkan bahwa sistem usulan dapat digunakan perusahaan mendorong  pembeli memesan lebih awal, rencana produksi dapat disusun lebih cepat, dan pemenuhan permintaan dapat dilakukan lebih baik sehingga hubungan pemasok-pembeli dapat lebih baik. Kata kunci: hubungan pemasok-pembeli, nilai waktu dari uang, prosedur operasi standar, sistem diskon   Abstract XYZ Ltd. is a company which manufactures and sells textile gray fabric. Data from the last two years, the company has problems in fulfilling the demand of buyers and have experienced lost sales opportunities up to 9%. The problem can result in decreased customer confidence, even the company may lose buyers. The rapid development of the fashion business is expected to affect the volume of demand. The development of appropriate discount system based on the appropriate ordering time can encourage buyers to more quickly in an order so that the company can plan production well. In this study, the system has cultivated a discount through three steps, namely: identification of the factors considered by the buyer in making a decision ordering; discounts formulation that considers the time value of money, and standard operating procedures as a basis for implementing the company's discount system proposed. From the numerical example results. It can be shown that the proposed system can be used by company to encourage buyers to order early, the production plan can be developed more quickly, and the order fulfillment can be improved so that the supplier-buyer relationship can be enhanced. Keywords: supplier-buyer relationship, time value of money, standard operating procedures, discount system
Analisis Masalah Untuk Menentukan Minimasi Waste Pada Proses Produksi di PT. XYZ Fauziah Amelia Ananda; Wahyudi Sutopo
Teknoin Vol. 26 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol26.iss2.art5

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur di Indonesia yang memiliki karakteristik make-to-order dalam proses produksinya. Salah satu produk yang ada di perusahaan tersebut adalah baja slab, yang di mana baja slab ini merupakan komponen utama untuk proses produksi baja selanjutnya. Dari hasil observasi diketahui bahwa perusahaan sering tidak dapat mencapai target produksi dikarenakan adanya pemborosan dalam proses produksi yang berupa cacat dan delay, yang kemudian menambah biaya produksi. Oleh karena itu, minimalisasi waste penting untuk dilakukan. Metode yang digunakan yaitu VSM, dengan FMEA dan 5W+1H sebagai metode penunjang. Berdasarkan data yang diperoleh, ada empat waste terbesar yang menghambat efisiensi produksi baja slab, yaitu defect, overproduction, waiting, dan unnecessary motion. Dalam penelitian ini digunakan tools yaitu Process Activity Mapping, Quality Filter Mapping, dan Future Value Stream Mapping.
Usulan Perbaikan Sistem Handling Cargodoring Di Pelabuhan Peti Kemas Untuk Meminimalkan Biaya Distribusi Logistik Maryanie, Dwi Indah; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.3, September 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.593 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.3.171-178

Abstract

Sistem handling pelabuhan peti kemas merupakan masalah krusial karena berkaitan dengan waktu, biaya, dan kepuasan konsumen. Sistem handling yang baik terlihat dari waktu melakukan bongkar muat. Apabila waktu yang dihabiskan relatif singkat, maka sistem handling tergolong baik. Tiga tahapan umum dalam sistem handling, yaitu (1) Stevedoring, (2) Cargodoring dan (3) Receiving. Dari keseluruhan tahapan tersebut, proses cargodoring merupakan proses yang paling banyak menghabiskan waktu bongkar muat, sehingga biaya logistik di Indonesia menjadi tinggi. Fokus penelitian untuk memberi solusi sistem handling cargodoring yang baik pada pelabuhan di Indonesia. Selain itu, akan dibahas pula pelabuhan logistik lain yakni Pelabuhan Fremantle, Australia sebagai pembanding agar diperoleh gambaran mengenai sistem handling cargodoring yang digunakan di sana. Metode benchmarking digunakan dalam pengambilan solusi perbaikan, serta kajian Container Management, Reverse Logistic, dan Layout Study untuk membantu menemukan solusi perbaikan. Hasil penelitian diketahui bahwa pelabuhan di Indonesia masih menggunakan head truck dalam proses cargodoring, sedangkan di Fremantle telah menggunakan kereta api, akibatnya waktu bongkar menjadi terlalu lama. Hasil penelitian ini adalah berupa gagasan perbaikan sistem handling cargodoring yakni dengan menggunakan kereta api seperti di Fremantle, tetapi dikembangkan menggunakan kereta semi otomatis tanpa kepala, yang memanfaatkan tenaga air laut dan sistem conveyor sebagai alat bantu pendorong peti kemas. Kata kunci: biaya distribusi logistik, cargodoring, peningkatan kinerja, pelabuhan peti kemas     Handling system at the container port is a crucial issue because it is related to time, logistics cost, and customer satisfaction. A good handling system can be seen from its time for loading and unloading. If the process takes short time, then this handling system is quite good. There are three general phases in the handling system, named (1) Stevedoring, (2) Cargodoring, and (3) Receiving. Based on the whole of those phases, cargodoring is process that spends the most time for loading and unloading, causing logistic cost of Indonesia high. This paper is focussed on efforts to give solution for good cargodoring handling system at the ports in Indonesia. In addition, this study will discuss about other logistics port which is Fremantle port, Australia to obtain as an overview of cargodoring handling system used there. Benchmarking method is used in making solution for this improvement, moreover, about Container Management System, Reverse Logistic, and Layout Study to help more in finding those solutions. Based on analysis, it is known that ports in Indonesia are still using head truck in cargodoring process, while Fremantle port has been using railway. This is a reason why handling time becomes so long. The result of this paper is an idea to make cargodoring system better by using railway like in Fremantle, but it is developed by using semi-automatic train without head, by using sea water as fuel and using conveyor system as a tool for driving containers. Key Words: logistics cost, cargodoring, performance improvement, container port
INDUSTRI 4.0: TELAAH KLASIFIKASI ASPEK DAN ARAH PERKEMBANGAN RISET Prasetyo, Hoedi; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 1, Januari 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.658 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.1.17-26

Abstract

AbstrakIstilah Industri 4.0 lahir dari ide tentang revolusi industri keempat. Keberadaannya menawarkan banyak potensi manfaat. Guna mewujudkan Industri 4.0, diperlukan keterlibatan akademisi dalam bentuk riset. Artikel ini bertujuan untuk menelaah aspek dan arah perkembangan riset terkait Industri 4.0. Pendekatan yang digunakan adalah studi terhadap beragam definisi dan model kerangka Industri 4.0 serta pemetaan dan analisis terhadap sejumlah publikasi. Beberapa publikasi bertema Industri 4.0 dipilah menurut metode penelitian, aspek kajian dan bidang industri. Hasil studi menunjukkan Industri 4.0 memiliki empat belas aspek. Ditinjau dari metode penelitian, sebagian besar riset dilakukan melalui metode deskriptif dan konseptual. Ditinjau dari aspeknya, aspek bisnis dan teknologi menjadi fokus riset para peneliti. Ditinjau dari bidang industri penerapannya, sebagian besar riset dilakukan di bidang manufaktur. Ditinjau dari jumlahnya, riset terkait Industri 4.0 mengalami tren kenaikan yang signifikan. Artikel ini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai apa itu Industri 4.0, perkembangan dan potensi riset yang ada di dalamnya. AbstractIndustry 4.0: Study of Aspects Classification and Future Research Direction. The term Industrial 4.0 refers to the idea about fourth industrial revolution. In order to realize Industry 4.0, academic involvement is required in the form of research. This article aims to define the aspects and future direction of research related to Industry 4.0. Literature review of various definition and concept models of Industry 4.0. was conducted to acquire the aspects. Mapping and analysis of several publications were conducted to determine the future direction of research. Publications were sorted according to research methods, aspects and type of industry. The result shows that Industry 4.0 has fourteen aspects. Based on research methods, most of the research is done through descriptive and conceptual methods. Business and technology aspects become the focus of the researchers and most of the research is done in manufacturing industry. Based on quantities, Industrial 4.0 research has experienced a significant upward trend. This article is expected to illustrate the concept, future development and research trend of Industry 4.0.Keywords: Industry 4.0; Literature Review; Research Trend
Analisis Penerapan Activity Based Costing dalam Perhitungan Biaya Distribusi Saluran di PT. X Sutopo, Wahyudi; Fadlilah, Antika Adzary Sekar; Pramesti, Nidya Yutie; Istiqomah, Silvi
Tekinfo | Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Study Programme of Industrial Engineering, Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i2.331

Abstract

PT. X adalah produsen perlengkapan kecantikan dan kosmetik. Sekarang ini, biaya pada supply chain dirasa meningkat, dan pihak manajemen berkeyakinan bahwa kenaikan biaya di rantai pasok ini dapat dikaitkan dengan naiknya penjualan, tapi mereka yakin bahwa faktor-faktor lain ada yang perlu ditangani. PT. X memasok produknya dengan tiga saluran berbeda: retail, convenient store dan mass merchant. Penerapan metode Activity Based Costing (ABC) ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung setiap biaya pada masingmasing aktivitas dengan dasar alokasi yang berbeda untuk masing-masing distribusi channel berdasarkan aktivitas sebenarnya. Sehingga dengan mencari faktor yang mempengaruhi biaya supply chain dan dilakukan pengolahan menggunakan metode ABC, maka dapat menghasilkan nilai profit yang dapat digunakan untuk menilai persentase kontribusi sebenarnya tiap saluran. Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa distribusi convenient store sebenarnya tidak menghasilkan profit yang signifikan, sehingga saluran ini bisa tidak digunakan lagi oleh perusahaan dalam keputusan distribusi barangnya. Dengan demikian akan diperoleh akumulasi profit yang lebih besar dan dapat menurunkan biaya pada supply chain PT. X.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN PUSAT INFORMASI DAN INTENSITAS PUBLIKASI KEGIATAN WISATA TERHADAP KONTRIBUSI EKONOMI SEKTOR PARIWISATA Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 1, Januari 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.346 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.1.43-48

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan pusat informasi dan intensitas publikasi kegiatan wisata terhadap Kontribusi Ekonomi Sektor Pariwisata. Model matematis dikembangkan untuk memprediksi  kontribusi ekonomi dari Industri Pariwisata jika aksesibilitas ke Obyek Wisata ditingkatkan melalui peningkatan ketersediaan informasi dan intensitas publikasi. Model yang dihasilkan berupa Simultaneous Equation Model terdiri dari 5 persamaan. Jumlah  wisatawan nusantara,  jumlah  wisatawan mancanegara, dan lama tinggal dapat diprediksi dengan menggunakan model usulan. Kata kunci: aksesibilitas, pusat informasi pariwisata, intensitas publikasi, kontribusi ekonomi.   In this paper, we propose an analysis of Interactions between accessibility and Economic contribution of Tourism sector. This model was  developed to estimate the impact of information centre and tourism publication. Simultaneous Equation Models are estimated and tested consists of 5 equations. The findings suggest that the government improving of accessibility to tourism objects has significant impact to increasing the number of tourism arrival. The number of domestic tourist arrivals, the number of international tourist arrivals, and their long-stay at hotels has predicted by proposed-models. Key Words: accessibility, information centre, publication of tourist, economic contribution.
An Agri-Food Supply Chain Model to Enhance the Business Skills of Small-Scale Farmers Using Corporate Social Responsibility Sutopo, Wahyudi; Hisjam, Muh.; Yuniaristanto, Yuniaristanto
Makara Journal of Technology Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.285 KB) | DOI: 10.7454/mst.v16i1.230

Abstract

In general, small-scale vegetable farmers experience problems in improving the safety and quality of vegetables for supplying high-class consumers in modern retailers. Farmer Group and/or Cooperative (FGC) should be able to assist its members to meet the relevant provisions of modern retail on product specifications, delivery terms, and internal business requirements. This study proposed an agri-food supply chain (ASC) model that involves the corporate social responsibility (CSR) activities to enhance the business skills of the FGC as supplier of modern retailer. Multi-objective optimization programming is developed to determine the amount and timing of supply, level of farmers training skills, quality improvement target, and the CSR total cost. The results show that the proposed model can be used to determine the priority of programs in order to empower farmers groups as modern retail suppliers.
Strategi Submit ke Jurnal Internasional Sutopo, Wahyudi
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.529 KB)

Abstract

Strategi Submit ke Jurnal Internasional