Entit Puspita
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENGAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI LESSON STUDY Endang Sri Rahayu; Dadang Juandi; Entit Puspita
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 9, No 1 (2007): JPMIPA: Volume 9, Issue 1, 2007
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i1.35724

Abstract

Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui penerapan model pembinaan propesi guru yang dikenal dengan nama "Lesson Study". Kegiatan Lesson Study dilakukan dalam tiga tahapan yaitu Plan (perencanaan), Do (pelaksanaan) dan See (repleksi) yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan menggunakan instrumen penelitian berupa Lembar Observasi dan Lembar Kerja Siswa dengan topik penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar suku sejenis dan bukan sejenis, penelitian dilaksanakan terhadap siswa kelas VII SMPN I Jatinangor, observasi kelas dilakukan oleh 25 guru matematik pada hari Rabu tanggal 22 Desember 2006 bertepatan dengan Implementasi putaran pertama kegiatan Lesson Study. Dari hasil analisis lembar observasi pembelajaran terungkap bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat memotivasi setiap anggota kelompok untuk bekerja sama secara bertanggung jawab mengerjakan tugas yang terdapat pada LKS. Nilai tugas matematik pada LKS yang diperoleh masing-masing kelompok berkategori tinggi, menunjukkan bahwa kegiatan'berdiskusi kelompok kecil untuk menyelesaikan masalah lebih memotivasi anak dalam menemukan solusi yang lebih baik. Hal-hal penting yang diperoleh guru sebagai observer dari kegiatan lesson study ini adalah adanya penambahan pengetahuan tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw; memilih media pembelajaran sederhana dan menyusun yang LKS dapat memotivasi dan membantu siswa bermatematika secara aktif; cara guru memberikan motivasi pada siswa; dan cara menjalin hubungan yang baik antara guru dengan siswa.
Standarisasi CPUE Ikan Kakap Merah PP Wilayah III di Sulawesi Utara Menggunakan Regresi Zero-Inflated Negative Binomial Imam Aji Nugroho; Nar Herrhyanto; Entit Puspita
Jurnal EurekaMatika Vol 9, No 2 (2021): Jurnal EurekaMatika
Publisher : Mathematics Program Study, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.38 KB) | DOI: 10.17509/jem.v9i2.39995

Abstract

Dalam menentukan kebijakan perikanan, salah satunya adalah pembatasan jumlah kapal nelayan yang beroperasi di suatu daerah, dibutuhkan suatu hasil penelitian yang dapat menjadi acuan kebijakan tersebut. Salah satu acuan untuk membatasi jumlah kapal yang beroperasi adalah dengan melihat kelimpahan dari perairan tersebut. Untuk mengestimasi kelimpahan dari suatu spesies dapat dengan menghitung nilai Standarisasi hasil upaya per tangkapan (CPUE), dan dalam penelitian ini objek utamanya merupakan spesies Kakap Merah (Red Snapper) dengan alat tangkap Rawai Dasar (Bottom Longline), dengan tujuan mengestimasi kelimpahan Kakap Merah menggunakan Regresi Zero-Inflated Negative Binomial (ZINB) dan mengetahui faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelimpahan Kakap Merah. Adapun proses Standarisasi CPUE Kakap Merah dilakukan dengan salah satu metode regresi yaitu Generalized Linear Model (GLM). Metode GLM digunakan karena dalam penelitian ini variabel respon (Y) yaitu jumlah ekor ikan memiliki tipe diskrit dan data tidak berdistribusi normal. Secara umum jika data nya diskrit maka disarankan untuk menggunakan distribusi Poisson, tetapi karna terjadi overdispersi dan didapat banyak sekali nilai nol (zero-inflation) dibandingkan data non-zero lainnya, maka dipilihlah distribusi Zero-Inflated Negative Binomial (ZINB) sebagai distribusi alternatif. Setelah dilakukan pemodelan regresi ZINB, didapat 2 model dimana model pertama untuk data diskrit, dan model kedua untuk zero-inflation, dengan faktor yang berpengaruh secara signifikan yaitu Bahan Alat tangkap (X4). Setelah model didapat dilakukan prediksi dengan data yang sama untuk menghasilkan nilai Standarisasi CPUE, kemudian nilai tersebut dibandingkan dengan nilai Nominal CPUE yang ditampilkan dalam grafik, hasilnya disimpulkan bahwa naik dan turun nya nilai Standarisasi CPUE tidak se-extrem Nominal CPUE, ini menandakan kelimpahan Kakap Merah yang sebenarnya masih cenderung stabil dan tidak terjadi penurunan.