Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sistem Informasi Perencanaan dan Pengukuran Kinerja Unit dengan Metode Analytical Hierarchy Process Widiyanto, Widiyanto; Suryono, Suryono; Kusumaningrum, Retno
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.18777

Abstract

Penilaian kegiatan untuk pengukuran kinerja menggunakan Analytical Hierarchy Process. Proses kegiatan unit kerja dimulai dari pengajuan proposal, pelaksanaan, dan laporan kegiatan. Input data proposal dilakukan oleh operator unit yang menghasilkan perencanaan kegiatan dan keuangan. Input data pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan data arsip kegiatan. Input laporan kegiatan dan keuangan menghasilkan data capaian, serapan anggaran, serta lama proses laporan kegiatan. Nilai kegiatan didapatkan dari total nilai capaian semua kegiatan yang dikalikan dengan bobot masing-masing indikator. Bobot indikator didapatkan dengan metode Analytical Hierarchy Process. Nilai kinerja dari unit didapatkan dari rata-rata nilai kegiatannya. Dengan adanya sistem informasi manajemen dapat membantu dan mempermudah penilaian kinerja unit menggunakan metode Analytical Hierarchy Process sehingga perencanaan dapat direalisasikan dengan baik dan terukur pada unit pengembang jurnal secara terintegrasi. Evaluasi kinerja dengan menilai kualitas suatu unit sistem menghasilkan nilai 60% dengan kriteria baik, dan informasi yang dihasilkan sebesar 80% dengan kriteria baik, serta kegunaan sistem dalam pemenuhan kebutuhan unit sebesar 80% dengan kriteria baik.
Peningkatan Kualitas dan Kemampuan Belajar Jarak Jauh Mahasiswa Universitas Terbuka Maulidia, Sri; Kuswanti, Eko; Arisanty, Melisa; Wiradharma, Gunawan; Widiyanto, Widiyanto
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 50, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v50i1.19703

Abstract

Pembelajaran jarak jauh saat ini menjadi primadona untuk diikuti oleh semua orang. Kondisi pandemi Covid19 menjadi alasan mengapa banyak lembaga pendidikan akhirnya harus memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh. Saat lembaga pendidikan lainnya belum menerapkan belajar jarak jauh, Universitas Terbuka sudah sejak lama menerapkan belajar jarak jauh tersebut. Kunci sukses belajar jarak jauh adalah implementasi keterampilan belajar mandiri. Masalahnya, menerapkan belajar jauh tidak mudah bagi sebagian besar masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas Terbuka sendiri.  Terlebih mahasiswa Unversitas Terbuka berasal dari berbagai kalangan, dari kalangan pejabat pemerintah hingga ada juga anak jalanan yang sangat perlu perhatian dari berbagai pihak. Salah satu yayasan yaitu yayasan Rabbani Sufi Institut Indonesia adalah yayasan yang menaungi peningkatan kualitas hidup anak jalanan. Banyak dari anak jalanan yang dikuliahkan di Universitas Terbuka dengan harapan dalam menunjang kehidupan yang lebih baik. Terkait permasalahan pembelajaran jarak jauh, perlu adanya pelatihan peningkatan kualitas kemampuan atau keterampilan belajar jarak jauh sehingga nantinya mahasiswa yang berasal dari anak jalanan ini bisa sukses kuliah di Universitas Terbuka. Pelatihan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan motivasi dan kualitas kemampuan pembelajaran jarak jauh mahasiswa dari Yayasan Rabbani Sufi Institut Indonesia.
Pseudo-Kebijakan Otonomi Desa: Analisis Kritis Berdasarkan Praktek di Lapangan Martitah, Martitah; Yudhanti, Ristina; Sumarto, Slamet; Widiyanto, Widiyanto
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI Vol 4 No 1 (2021): November
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v4i1.50942

Abstract

Kemandirian Desa merupakan tujuan utama dari pemeberian otonomi desa oleh Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (“UU Desa”). Sejumlah rekognisi terhadap hak asal-usul desa diberikan oleh UU Desa tersebut. Secara teknis, untuk mewujudkan kemandirian desa supaya makmur dan sejahtera, maka Pemerintah Indonesia membuat kebijakan afirmasi yang sangat kuat dengan dibentuknya Kementerian Desa dan juga dana desa. Penelitian ini menganalisis tentang perwujudan otonomi desa di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian studi kasus di Desa Selorejo, Girimarto, Wonogiri, Jawa Tengah. Artikel ini mengklaim, bahwa perwujudan otonomi desa di Indonesia bersifat semu. Hal ini ditunjukkan oleh keharusan desa mengikuti visi-misi Bupati dalam menginisiasi program-program pembangunan desa. Selain itu, intervensi pihak luar desa baik dari pemerintah yang lebih tinggi maupun korporasi dalam pembangunan desa juga sangat besar. Fakta lainnya yang mempengaruhi otonomi desa adalah kuatnya birokrasi pelaporan dana desa, sehingga menjadikan aparatur desa gamang dan takut dalam menyusun program pembangunan desa dan pelaksanaannya. Sebagai akibatnya, kemandirian desa yang dicita-citakan oleh UU Desa berjalan lambat dan kurang inisiatif. Berdasarkan temuan pengabdian ini, maka direkomendasikan agar ada pihak ketiga, seperti perguruan tinggi dan NGOs yang netral untuk melakukan program advokasi dan pemberdayaan kapasitas aparatur dan warga desa, sehingga mereka memiliki kemampuan mengorganisir diri secara independent dalam menyusun dan melaksanakan program-program desa.
Confronting E-Government Adoption in Indonesian Local Government Martitah, Martitah; Arifin, Saru; Sumarto, Slamet; Widiyanto, Widiyanto
JILS (Journal of Indonesian Legal Studies) Vol 6 No 2 (2021): Indonesian Legal Thoughts Amid Various World Legal Thoughts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jils.v6i2.47795

Abstract

Indonesia passed an e-government law in 2018, ushering the country's society into the information age across a range of sectors, including social, economic, communication, transportation, literacy, and public services. This transformation has benefited enormously from the facilitation of information technology in terms of productivity, comfort, compassion, and time elapsed. Local governments in Indonesia, on the other hand, are slowing the adoption of e-government, which has progressed to the second stage of implementation, which is the introduction or integration of cross-sectoral systems. This article claims that local governments face challenges in this second stage as a result of departmental egos that make it difficult to unite around shared objectives. The whole government approach is suggested in this paper as a concrete policy strategy for eradicating sectoral egos within local government departments. It places a premium on collaboration in order to accomplish the government's vision and objectives.
Pengembangan Perpustakaan Sekolah di SMA Dharma Karya UT Wahyuningsih, Sri Suharmini; Widiyanto, Widiyanto; Rahardjo, Djoko; Sasmita, Surya Adi
Jurnal Abdimas Vol 25, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v25i2.34507

Abstract

Perpustakaan sekolah sebagai pendukung dalam proses belajar mengajar di sekolah. Koleksi yang disediakan merupakan koleksi yang dapat mendukung mata pelajaran, menambah pengetahuan dengan berbagai pengayaan materi mata pelajaran yang diajarkan. Hasil evaluasi menunjukkan Perpustakaan SMA Dharma Karya UT belum memiliki sarana prasaran dan koleksi sesuai yang ditetapkan dalam standar nasional perpustakaan sehingga masih diperlukan untuk dikembangkan. Memperhatikan hal tersebut, maka perlu penambahan sarana prasarana dan koleksi. Tujuan dilakukan kegiatan ini untuk mengembangkan Perpustakaan SMA Dharma Karya UT, sehingga lebih layak dijadikan sumber belajar di sekolah dan juga disesuaikan dengan standar perpustakaan sekolah. Analisis dilakukan untuk mengetahui kondisi awal dari perpustakaan. Kemudian dilakukan pengembangan sesuai dengan standar perpustakaan sekolah. Hasil kegiatan pengembangan SMA Dharma Karya UT menunjukkan perpustakaan lebih diminati siswa dan guru, koleksinya dapat mendukung pengayaan pembelajaran dan, juga dapat mengimbangi akreditasi sekolahnya.
Search Behavior For Millennial Generation Information Majidah, Majidah; Widiyanto, Widiyanto
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 38, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v38i1.33544

Abstract

The purpose of this study was conducted to determine the behavior of millennial generation before, during and after searching for information. This research uses descriptive research with a quantitative approach and data collection methods using a questionnaire. The population in this study is the Open University library science students aged 20-24 years, who take tuton classes in the 2019.1 period. Samples were taken using the Slovin formula, so that a sample of 100 people was obtained. The questionnaire was distributed to online students through the Open Universits elearning page. The sample used in this study is accidental sampling in which the researcher chooses a sample from anyone who meets the criteria as a population. This research uses Ellis theory, in which the theory the researcher divides into 3 stages, namely before, during and after searching for information. The results showed that the behavior of Online Class Library Science Students after searching for information was positive, with a score of 3.09, this score was on an interval scale of 2.52 - 3.27. Behavior of Online Class Library Science Students when searching for information is positive, with a score of 3.08, this score is on an interval scale of 2.52 - 3.27. While the Online Class Library Science Student Behavior after searching for information is very positive, with a score of 3.30, this score is on an interval scale of 3.28 - 4.03. Based on the results of the study, the information seeking behavior of Online Class Library Science Students as a whole includes aspects before, during and after searching for information is positive, with a score of 3.16, this score is on an interval scale of 2.52 - 3.27