Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemodelan Sistem Komunikasi Pembangunan Pertanian Berbasis Cyber Extention Di Kabupaten Kolaka Zaitun, Zaitun; Widayati, Weka; Rianda, La; Husain, Najib
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL PANGAN DAN PERKEBUNAN (Realitas Pangan dan Perkebunan saat ini dan Prospe
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/11342

Abstract

Cyber extension merupakan sistem informasi penyuluhan pertanian melalui media internet yang dibangun untuk mendukung penyediaan materi penyuluhan dalam memfasilitasi proses pembelajaran agribisnis pelaku utama dan pelaku usaha agar berdaya saing.Penelitian ini bertujuan untuk (1) MenganalisisKerangka konseptual model cyber extention,(2) Menganalisis model adopsi pengelolaan sistem komunikasi pembangunan  pertanian berbasis cyber extention  yang spesifik.  Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kolaka.  Informan 6 orang dari  BP4K, pengguna 20 orangdi 3 Kecamatan. Metode analisis yang digunakan adalah qualitative research.  Hasil penelitian menunjukan secara kualitatif model terapan cyber extention di Kabupaten Kolaka mengacu dari Kementan. Secara aplikatif di lapangan mengalami perubahan sistem, admin level 4 membagi admin di tiap Kecamatan untuk memudahkan perolehan data dan informasi ke cyber extention pusat, hal ini terjadi sebab (1) luasnya cakupan daerah penyuluhan pertanian yang tersebar di Kabupaten Kolaka dan banyaknya sumber data; (2) infrastruktur dan sarana-prasarana (rendah/kurang stabilnya pasokan listrik dan keterbatasan jaringan koneksi internet atau infrastruktur komunikasi, dana Pemda terbatas); (3) Keterbatasan Sumber Daya Manusia (Kompetensi admin yang tidak sesuai dengan bidang kerja teknologi komunikasi informasi, kurangnya kemampuan narasi menulis informasi dalam sebuah berita informatif); (4) Kebijakan yang sering berubah akibat pergantian pucuk kepemimpinan di BP4K. Hasil analisis berdasarkan kriteria pengelolaan sistem komunikasi pembangunan pertanian berbasis cyber extention aplikatif di Kabupaten Kolaka tidak berkualitas, disebabkan kurangnya kepercayaan untuk kemandirian dalam melaksanakan pengelolaan sistem komunikasi penyuluhan pertanian dari pusat ke pihak pengelola BP4K di Kabupaten Kolaka.
PROGRAM QUALITY CONTROL MENUJU SEKOLAH ISLAM LAYANAN UNGGUL (STUDI KASUS SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA PEKANBARU) ZAITUN, ZAITUN
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Juni
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality Control di sekolah diperlukan untuk melakukan tindakan perbaikanterus menerus terhadap peserta didik, pendidik, intrumental pembelajaran,kurikulum dan faktor-faktor penggerak pendidikan termasuk manajemensekolah. Sehingga menghasilkanout put yang sesuai dengan harapan yaknisesuai dengan visi, misi, tujuan sekolah yang diukur.Melalui penggunanaanQuality Control ini, maka sekolah akan terkontrol kualitasnya dengan baik danmempunyai standar mutu yang jelas.
MANFAAT MOTIVASI BELAJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL G12 Zaitun, Zaitun
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.12388

Abstract

Abstract: Learning is an obligation as well as a spiritual need of human. Especially in the global era that all sophisticated has given various consequences and influence both positive and negative. The positive value must provide good for learners but the negative value with a series of moral decadence cases such as cheating in learning activities, plagiarism, lazy, immoral, free sex, deteriorating of polite values need to be handled by the return to a moral formation which oriented in motivation. This paper offers the motivation to learn based on the local wisdom of G12 as a motivator to learn because motivation and encouragement become something important in improving the learning effort in achieving the expected goals. The purpose of this paper was to foster and improve the motivation to learn based on local wisdom G12 as well as preserve the G12 and explore the values of motivation contained therein. The method used was descriptive qualitative with content analysis as well as Peirce's semiotics where collected primary and secondary data, then described, analyzed, and so found the result and conclusion that the benefits of learning motivation based on G12 include: fostering religious values in the students, moral formation, increase the spirit of learning, enrichment of learning for educators, educators as role models in learning and inheritance of local wisdom values.Keywords: the benefits of learning motivation,  local wisdom, G12 Abstrak: Belajar merupakan kewajiban sekaligus kebutuhan rohani manusia. Apalagi di era global yang serba canggih telah memberikan berbagai konsekuensi serta pengaruh baik itu positif maupun  negative. Nilai positif pastinya memberikan kebaikan bagi peserta didik namun nilai negative dengan serentetan kasus dekadensi moral seperti mencontek dalam aktivitas pembelajaran, plagiat,malas,asusila, free sex,pudarnya nilai sopan santun perlu ditangani dengan kembali pada pembinaan akhlak berorientasi pada motivasi. Tulisan ini menawarkan motivasi belajar berbasis kearifan local G12 sebagai pendorong dan penggerak untuk belajar karena motivasi dan dorongan menjadi sesuatu yang penting dalam meningkatkan usaha belajar dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan tulisan ini adalah untuk menumbuhkan serta meningkatkan motivasi belajar  berbasis kearifan local G12 sekaligus melestarikan G12 serta menggali nilai-nilai bermuatan motivasi yang ada didalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatatif dengan dengan anaisis isi dan semiotic Pierce dimana dikumpulkan data primer dan skunder,selanjutnya di deskripsikan, dianalisis dan sehingga ditemukan hasil dan kesimpulan  bahwa manfaat motivasi belajar berbasis G12 antara lain : menumbuhkan nilai religious dalam diri peserta didik,  pembinaan akhlak mulia, meningkatkan semangat belajar, pengayaan pembelajaran bagi pendidik, pendidik sebagai role model dalam pembelajaran dan pewarisan nilai-nilai kearifan local..Kata kunci: Manfaat motivasi belajar, kearifan lokal, G12
PENERAPAN STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK PADA GURU PAUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNYARAGI KOTA CIREBON Sekriptini, Ayu Yuliani; Zaitun, Zaitun
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera Volume 1
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v1i2.308

Abstract

Program Stimulasi, deteksi, dan Intervensi Dini Tumbub Kembang (SDIDTK) merupakan program pembinaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang pada masa lima tahun pertama kehidupan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam melakukan SDIDTK pada anak usia pra sekolah. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah guru PAUD di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan mitra dari 8 sekolah PAUD di wilayah kerja Puskesmas Sunyaragi yang diikuti oleh 22 Guru PAUD. Evaluasi dilaksanakan dengan evaluasi kognitif, psikomotor dan monitoring langsung ke lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru PAUD sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan PKM ini. Sejumlah 22 orang guru lulus  mengikuti semua tahapan dalam kegiatan PKM ini dengan indikator terdapat peningkatan pengetahuan tentang SDIDTK dan tumbuh kembang pada anak dari nilai rata-rata pretest 41,6 (SD = 18,9) menjadi nilai rata- rata posttest 65,6 (SD = 17,6), dengan rata-rata peningkatan skor 24,0 (SD = 18,3); dan kemampuan psikomotor peserta 100% lulus dalam kegiatan praktikum. Hasil screening tumbuh kembang pada 80 murid pra sekolah ditemukan 85% anak prasekolah yang gizi baik, anak dengan tinggi badan normal 86,25% dan 78,75% anak prasekolah perkembangnya sesuai berjalan sesuai dengan tahapan usia.
ANALISIS WARUNG WAJIK PECEREN DAN WARUNG SARI TEBU MANIS SEBAGAI BRANDING KULINER DI KOTA WISATA BERASTAGI KABUPATEN KARO Zaitun, Zaitun
Jurnal Akademi Pariwisata Medan Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Akademi Pariwisata Medan
Publisher : Politeknik Pariwisata Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36983/japm.v8i1.40

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar minat wisatawan yang datang berkunjung ke warung wajik dan warung sari tebu manis sehingga di ketahui apakah kedua tempat tersebut layak di jadikan branding kuliner di kota wisata Berastagi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dimana menjelaskan kondisi yang sebenarnya yang terjadi di lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, interview dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat di ketahui bahwa secara umum minat pengunjung untuk menikmati menu di warung wajik peceren lebih baik di bandingkan minat pengunjung di warung tebu manis. Harga yang ditawarkan di kedua warung ini sangat relative dan tergolong tidak begitu mahal serta pengunjung yang datang ke warung wajik peceren biasanya membeli wajik yang menjadi ciri khas warung tersebut untuk di bawa sebagai oleh oleh keluarga di rumah sedangkan pengunjung yang menikmati menu di warung tebu manis dimana secara umum pengunjung yang datang hanya menikmati menu yang di tawarkan khususnya air tebu Berastagi dan tidak di bawa pulang sebagai oleh oleh buat keluarga.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN DI SMP SWASTA MUHAMMADIYAH KUALA KAPUAS TAHUN 2016/2017 Zaitun, Zaitun
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 10 No. 02 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 10, Nomor 02, Desemb
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Kemampuan Guru  Dalam   Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Bimbingan Berkelanjutan  penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan enam orang guru mata pelajaran diantaranya mata pelajaran  Pendidikan Agama Islam Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, dan Penjaskes. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April  2015 di SMP Negeri 4 Kapuas Barat  Satu Atap semester II tahun pelajaran 2014/2015. Prosedur pelaksanaan tindakan merupakan suatu siklus kegiatan yang terdiri dari empat tahap, yaitu : (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kemampuan guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu sebesar 17 %( siklus I (75%), siklus II (92%) Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan bimbingan berkelanjutan dapat berpengaruh positif terhadap kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran  SMP Negeri 4 Kapuas Barat Satu Atap digunakan sebagai salah satu alternatif membantu guru dalam menuysun rencana pelaksanaan pembelajaran. 
PENGARUH PERBEDAAN KONDISI TANAH TUMBUHAN CIPLUKAN PADA MORFOLOGI, ANATOMI DAN METABOLIT SEKUNDER Andriani, Lili; Perawati, Santi; Zaitun, Zaitun
Jurnal Farmasetis Vol 9 No 1 (2020): Mei
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/farmasetis.v9i1.707

Abstract

Physalis angulata L is a herbal plant that has many benefits empirically as a drug of diarrhea, diabetes, hives and so on. It usually grows in tropical and subtropical areas. Factors affecting plant life are soil conditions, altitude and temperature. The purpose of this research is to determine the effect of differences in plant soil conditions on morphology, anatomy, and secondary metabolites of the captured.  The research methods include identifying morphology, anatomical identification, and screening phytochemicals secondary metabolites. The results showed that morphology of the (Riau) province has a color of yellowish green leaves while the skin (Jambi) color is dark green leaves. The fruit petals of the Physalis angulata (Riau) are purplish while the shell (Jambi) is green. In anatomical examination (leaf) both have epidermis, palisade tissue, conveyance and stomata, (STEM) both have epidermis tissue, base tissue, tissue amplifier, (root) both have epidermis, cortex, and carrier tissue. The secondary metabolite of the plant contains alkaloids, flavonoids, saponins, triterpenoids, polyphenols (leaves) alkaloids, flavonoids, saponins, triterpenoids, quinone, polyphenols (stems), triterpenoids, quinone (roots). So there was a difference between the cipering (Riau) and the shell (Jambi) that was from the color of the leaf, the height of the stem, and the color of the petals on the fruit while the other is the same In terms of anatomical structure and secondary metabolite in the Physalis angulata (Riau) and the Physalis angulata (Jambi) has no specific differences.
Pengaruh Pembenah Tanah Terdahap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Dengan Berbagai Pola Tanam Pada Tanah Podsolik Arjuna, Ridha; Syafruddin, Syafruddin; Zaitun, Zaitun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5408

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dengan berbagai pola tanam pada tanah podsolik. Penelitian ini dilakukan di Gampong Teureubeh, Mukim Jantho, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar dari bulan Agustus sampai Desember 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 5 x 2 dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 30 satuan percobaan. Faktor yang diteliti adalah pembenah tanah (A) dan pola tanam (S). Faktor pembenah tanah terdiri dari A0=NPK 400 kg ha-1, A1=biochar 10 ton ha-1, A2=pupuk kandang 10 ton ha-1, A3=biochar 10 ton ha-1 + NPK 400 kg ha-1 dan A4=pupuk kandang 10 ton ha-1 + NPK 400 kg ha-1. Faktor pola tanam terdiri dari S1=monokultur kedelai dan S3=tumpangsari jagung-kedelai. Penggunaan pembenah tanah belum mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penggunaan pola tanam monokultur secara umum menghasilkan pertumbuhan tanaman kedelai yang lebih baik dan penggunaan pola tanam tumpangsari menghasikan hasil tanaman kedelai yang lebih baik. Terdapat interaksi antara pembenah tanah dan pola tanam terhadap bobot brangkasan basah dengan yang terberat yaitu kandang 10 ton ha-1 pada pola tanam monokultur kedelai.The Effect of Soil Amandement on Soybean (Glycine max L.) Growth and Yield with Multiple Cropping at Podsolic SoilAbstract. This research aims to determine the effect of soil amandement on soybean growth and yield multiple cropping at podsolic soil. This research take a place at Gampong Teureubeh, Mukim Jantho, Jantho Town District, Aceh Besar from August to December 2016. This research used Randomized Block Design (RAK) with 5 x 2 factorial pattern with 3 replications to obtain 30 experimental units. The factors studied were soil amandement (A) and multiple cropping (S). The soil amandement factor consisted of A0=NPK 400 kg ha-1, A1=biochar 10 ton ha-1, A2=pupuk kandang 10 ton ha-1, A3=biochar 10 ton ha-1 + NPK 400 kg ha-1 and A4=pupuk kandang 10 ton ha-1 + NPK 400 kg ha-1. Factor of multiple cropping consist of S1 = soybean monoculture and S3 = intercropping of corn-soybean. The application of soil amandement has not affected the growth and yield of soybean crops. The general results of application monoculture multiple cropping is better in soybean crop growth and the result of application intercropping multiple cropping is better in soybean crop yields. There is an interaction between soil amandement and multiple cropping on wet weighted weights with the heaviest cage of 10 ton ha-1 in soybean monoculture multiple planting.
Learning Gurindam Dua Belas Based on Role Playing with Audio Visualt to Strenghten Social Sensitivity Value of Students Zaitun, Zaitun
International Conference on Elementary Education Vol. 2 No. 1 (2020): Proceedings The 2nd International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.832 KB)

Abstract

Gurindam Dua Belas is a local wisdom of the Riau Community which is full of character values, let alone taught to students through a targeted learning model. This study aimed to describe the strengthening of student's character through learning Gurindam Dua Belas based on Role Playing with Audio Visual. The research method carried out with Research and Development by Borg and Gall by looking at one of the character values, namey social sensitivity. Researchers conducted pre-test and post-test to find out whether Guridnam Dua Belas learning based on Role Playing with Audio Visual can improve care value in students. The sample in this study were students of the Maritime University of Raja Ali Haji Tanjungpinang from several faculties with a total sample of 174 people. The result is an increase in social sensitivity value in students after implementing the model
Religious Coaching and Mental Health: Case Study at MAN Indragiri Hilir Gaffar, Marwan; Raja Ahmad, Raja Rahima Munawarah; Zaitun, Zaitun; Zein, Nurhayati; Kasmiati, Kasmiati; Thahir, Musa
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 8 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i8.2645

Abstract

This research is motivated by the mental inadequacies of students who can hinder the goals of education and teaching in the school environment. Therefore, mental health guidance is needed through religious formation. Based on these phenomena, this study aims: 1) to find out the efforts made by teachers in developing religious and mental health of students in MAN Indragiri Hilir; and 2) to analyze the presence or absence of the influence of religious guidance on the mental health of students in MAN Indragiri Hilir. The research method used was a quantitative study conducted on 56 students. Data collected through observation, interviews and questionnaires. After the data is collected completely, a data analysis is done using a simple linear regression test with the help of SPSS version 23.00 for Windows. The results obtained from this study include: 1) religious guidance conducted by teachers in mentally developing students, including: habituation of Dhuha prayer, Dhuhr prayer in congregation, reading Asmaul Husna and giving Jariyah every Friday in each class. While activities outside of effective learning hours include social service and apostolic assembly; and 2) there is an influence of religious guidance on the mental health of students by 53.7% on mental health in MAN 2 Indragiri Hilir