Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementation of Transplantation and Restoration Development Technology as Alternative Income Marine Tourism on Karangrang Island Pangkajene Kepulauan South Sulawesi: Penerapan Teknologi Pengembangan Transplantasi dan Restorasi Sebagai Wisata Bahari Pendapatan Alternatif di Pulau Karanrang Pangkajene Kepulauan Sulawesi Selatan Paharuddin Paharuddin; Mauli Kasmi; Sulkifli Sulkifli; Irawan Irawan; Andi Ridwan Makkulau; Andryanto Aman
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.836 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1226

Abstract

Integration technology Ornamental coral transplantation and sustainable restoration for marine tourism is a transformation from the utilization of the results of coral transplantation towards marine tourism. This program is a model of community empowerment for regional development. The aim of the project is to enhance Cobia's creativity through planned and high-quality replanting to ensure sustainability. The method used is to divide the medium and hexagonal corals into finished sized coral slices that are ready to be planted. After constructing and designing the ecological ledges that make up the blind coral, they are built on an artificial platform placed under the sea, making it older than the natural one. Green technology agriculture through community projects for sustainable cultivation and tourism.Improving the quantity and quality of ornamental coral reef resources and marine tourism, developing innovative ideas to present innovative products that can be marketed to industry and society, and accelerating the recovery of marine ecosystems. coral reefs damaged by destructive fishing. AbstrakTeknologi integrasi transplantasi karang hias dan restorasi lestari untuk wisata bahari merupakan transformasi dari pemanfaatan hasil transplantasi karang has kearah wisata bahari. Program ini merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan daerah.. Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kreativitas Cobia melalui penanaman kembali yang terencana dan berkualitas tinggi untuk memastikan keberlanjutan. Metode yang digunakan adalah dengan membagi karang sedang dan heksagonal menjadi irisan karang berukuran jadi yang siap ditanam. Setelah membangun dan merancang tepian ekologis yang membentuk karang buta, mereka dibangun di atas platform buatan yang ditempatkan di bawah laut, membuatnya lebih tua dari yang alami. Pertanian teknologi hijau melalui proyek masyarakat untuk budidaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya terumbu karang hias dan wisata bahari, mengembangkan ide-ide inovatif untuk menghadirkan produk-produk inovatif yang dapat dipasarkan kepada industri dan masyarakat, serta mempercepat pemulihan ekosistem laut. terumbu karang yang rusak akibat penangkapan ikan yang merusak.
Pengaruh Penambahan Cangkang Kerang Sebagai Agregat Terhadap Kuat Tekan Beton Irwan Gani; Muhammad Nadir; Paharuddin; Amir Yusuf
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2023): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v6i1.110

Abstract

Kerang air tawar telah menjadi salah satu hewan yang cukup penting bagi insan perikanan. Selain sebagai biofilter, bahan makanan ikan dan hewan lainnya juga dagingnya bisa dikomsumsi oleh manusia. Pemanfaatan kerang hanya sebatas daging kerang yang dimanfaatkan sebagai makanan dan kulit kerang sebagai hiasan. Cangkang kerang mengandung zat kapur (Kalsium karbonat CaO) sehingga baik digunakan dalam pencampuran beton Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan cangkang kerang terhadap perubahan mutu/kuat tekan beton. Metode yang digunakan adalah pengujian kuat tekan di laboratorium beton (eksperimental). Sampel yang diuji adalah sampel dengan tiga variasi campuran cangkang kerang yaitu 0% cangkang (4 sampel), 10% cangkang (4 sampel) dan 25% cangkang (4 sampel). Tahapan pelaksanaan meliputi; pembuatan benda uji silinder beton, perawatan benda uji dan pengujian kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya kuat tekan beton pada penambahan 10% cangkang kerang dan mengalami penurunan kuat tekan beton pada penambahan 25% cangkang kerang. Proporsi penambahan cangkang kerang yang ideal untuk pencampuran beton pada penelitian ini adalah 10% karena dapat meningkatkan kuat tekan beton.
PENERAPAN TEKNOLOGI TRANSPLANTASI DAN RESTORASI KARANG UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA BAHARI MASYARAKAT PULAU KARANRANG, KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN Paharuddin; Mauli Kasmi; Sulkifli; Irawan; Andi Ridwan Makulawu; Hadiratul Kudsiah; Ni Wayan Purnama Sari; Rikoh Managor Siringoringo
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.23949

Abstract

The development of Integrated Coral Transplantation and Restoration Technology for Marine Tourism is a program aimed at increasing community creativity through the planned, high-quality replanting of coral reefs sustainably. The method involves dividing coral reefs into slices ready to be planted on ecological edges that form artificial coral reefs, which are then placed underwater to make them older than natural coral. This technology can be developed through community projects for sustainable cultivation and tourism. Its goal is to increase the quantity and quality of decorative coral reef resources and marine tourism and accelerate the recovery of damaged coral reef ecosystems caused by destructive fishing practices. By developing innovative ideas, products can be marketed to industries and communities. This technology is also a model for community empowerment for regional development  ---  Pengembangan teknologi Integrasi Transplantasi dan Restorasi Terumbu Karang untuk Wisata Bahari merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat melalui penanaman kembali terumbu karang yang terencana dan berkualitas tinggi, serta berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah dengan membagi terumbu karang menjadi irisan karang yang siap ditanam di atas tepian ekologis yang membentuk terumbu karang buatan, kemudian ditempatkan di bawah laut agar lebih tua dari yang alami. Teknologi ini dapat dikembangkan melalui proyek masyarakat untuk budidaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya terumbu karang hias dan wisata bahari serta mempercepat pemulihan ekosistem laut terumbu karang yang rusak akibat penangkapan ikan yang merusak. Dengan mengembangkan ide-ide inovatif, produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada industri dan masyarakat. Teknologi ini juga merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan daerah.
Evaluation of Drainage Network System (Case Study of Pangkajene Kepulauan State Agricultural Polytechnic Campus Area) Nur Aulia; Irawan Alham; Paharuddin
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/modern.v2i6.7039

Abstract

The purpose of this research is to identify the condition of highway drainage channels and evaluate the existing highway drainage network system in accommodating runoff discharge, channel dimensions and flow direction in channels that occur inundation in the Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic Campus area which is expected to help solve flooding problems in the area. The research method used is descriptive quantitative, which is a method of calculation and description of the results of field data processing. Secondary data collection includes; rainfall data for the last 10 years, obtained from the Department of Resources; topographic maps, drainage network maps and situation maps, obtained from the Politani Pangkep Campus planning section. Primary data collection is obtained from direct measurements in the field using a Waterpass measuring instrument to measure elevation and channel length. The results of this study found that the drainage capacity < 2-year and 5-year return period Plan Flood Discharge, so planning is needed to increase drainage capacity