cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,276 Documents
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI Liva Maita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.193 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Pendahuluan : Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI.Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang reflek oksitosin atau reflek let- down.Permasalahan ASI yang tidak keluar pada hari- hari pertama kehidupan bayi seharusnya bisa di antisipasi.Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memperlancar pengeluaran ASI adalah dengan melakukan pijat oksitosin. Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di BPM Ernita, Amd.Keb.Jenis penelitian ini adalah Quasy Experiment.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas hari pertama yang ada di BPM Ernita Amd.Keb pada bulan Februari – Maret 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dianalisa menggunakan uji statistic T test Dependent dengan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : ada pengaruh yang signifikan antara pijat oksitosin terhadap produksi ASI dimana p value = 0,000 (p
EVALUASI PROGRAM AUDIT MATERNAL PERINATAL (AMP) DI KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH Mohamad Anis Fahmi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.972 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Kabupaten Temanggung telah melaksanakan audit maternal perinatal (AMP), namun tren kematian ibu dan bayi belum menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program AMP di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini deskriptif dengan unit analisisnya adalah tahap pencatatan dan pelaporan program AMP. Dilaksanakan di dinas kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas. Responden adalah pengelola program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Rata-rata umur petugas AMP adalah 42 tahun dan bertugas selama 8 tahun. Sebagian besar berpendidikan D3 (62,50%) dan belum pernah pelatihan pelaksanaan AMP. Sebanyak 20,83% puskesmas yang mempunyai buku pedoman AMP dan 41,67% mempunyai formulir pemberitahuan kematian. Semua puskesmas melakukan otopsi verbal setelah melaporkan kematian kurang dari 24 jam, namun hanya 3 yang menulis dalam formulir. Rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan AMP rutin, namun di puskesmas 50%. Tidak ada grafik dan peta, data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Diperlukan distribusi formulir AMP, pertemuan lintas sektor secara rutin, dan pelatihan AMP kepada pengelola program KIA dalam hal teknis maupun program untuk meningkatkan program AMP di Kabupaten Temanggung.
TANTANGAN REVOLUSI KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DALAM BUDAYA SUMBA TIMUR Domianus Namuwali; Uly Agustine
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.194 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Status Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia masih tinggi. Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia pada tahun 2012 yang menunjukkan bahwa angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 359/100.000 kelahiran hidup. Pemerintah NTT menerbitkan Peraturan Gubernur No 22 tahun 2009 tentang Revolusi KIA sebagai upaya prioritas dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak di NTT. Tingginya kematian ibu dan anak di Sumba Timur di tengarai sebagai akibat masyarakat, termasuk ibu hamil, masih mempraktekan kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan revolusi KIA. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan tantangan revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dalam budaya Sumba Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam (indept interview). Partisipan pada penelitian ini ibu hamil, suami, bidan desa dan kepala Puskesmas. Dari hasil wawancara didapatkan bahwa ibu hamil mempunyai kebiasaan untuk periksa kehamilan ke dukun untuk urut supaya janin bentuk bulat, jangan turun, lurus dan melahirkan normal. Tantangan revolusi KIA dalam budaya Sumba Timur adalah ibu hamil masih memeriksakan kehamilan ke dukun untuk urut.
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN KALA I Moh Wildan; Jenie Palupi; Sukartini -
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 2 (2016): April 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.77 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Background: Most pregnant mother experienced the feeling of anxiety prior to the delevires of their babies. This pre-labour anxiety requires a serious attention from the health professionals involved in helping the labour process, including the midwife, because it potentially increases into a higher degree of anxiety when no immediate action is taken to overcome it. The objective of this research was to obtain in depth information on the difference to degree of anxiety which was experienced by pregnant mother prior and post to obtaining therapeutic communications. Methods: This Research used “one group pre test-post design” with total responden of 30 expecting mather admitted to Elisabeth Hospital, Situbondo. The data obtained were then analized using Chi Square statistical tes on 5 % level significance and degree of freedom 4. Results: The result showed that the value of the computed Chi Square X2 (10,582) is higher than that of the stsndard value of X2 presented in Chi Square tables (9,488). Therefore te hypotesis which said that there was a difference degree of anxiety experienced by pregnant mother prior and post to obtaining therapeutic communications was accepted. The value of the contingency coefficience was only 0,392, hence there was a positive correlation, even thought it was no so strong. Conclusion: It could be concluded that the degree of anxiety experienced by pregnant mother facing labour process at term I decreased upon obtaining therapeutic communications from the midwife. Keywords: Therapeutic communications, anxiety, labour
Fitoremediasi Tumbuhan Avicennia Marina Jenis Rhizophora Terhadap Konsentrasi Timbal (Pb) Pada Tanah Fitri Rokhma Lia; Pratiwi Hermiyanti; Hadi Suryono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 2 (2017): April 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.548 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh faktor fisik (suhu, dan kadar air) kimia (Pb, Cd, Cr, Zn,Ag dan Cu) dan biologi (bakteri dan virus). Pencemaran tanah oleh logam berat seperti Pb berasal dari aktivitas manusia. Sumber pencemar Pb diantaranya adalah industri cat, baterai dan bahan bakar bensin (EPA, 2007). Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis fitoremediasi tumbuhan avicennia marina jenis rhizophora terhadap konsentrasi timbal (Pb). Pohon mangrove yang ditanam sebanyak 0, 3, dan 4 pohon, dengan (waktu kontak) 0, 7, 14 hari. Manfaat penelitian ini sebagai masukkan yang dapat diaplikasikan untuk acuan dalam aplikasi fitoremediasi di masyarakat yang bermukim di sekitar industry cat dan baterai. Jenis penelitiannya merupakan eksperimen semu, dengan desain penelitian menggunakan Pre-Post Test Control Group, Populasi dan sampel pada penelitian tersebut adalah pohon Mangrove (Avicennia marina) jenis Rhizophora dengan jumlah sampel sebanyak 27 sampel, sedang variabel independen penelitian ini adalah Jumlah Tumbuhan mangrove (Avicennia marina) jenis Rhizophora dengan variasi 0, 3 pohon dan 4 pohon, dengan waktu pengambilan sampel tanah yang ditetapkan 7 hari dan 14 hari, untuk variabel dependen yaitu kandungan kadar Pb. Analisa data yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode analisis of varian (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil konsentrasi Pb pada tanah akan berkurang dengan adanya proses fitoremediasi menggunakan tanaman avicennia marinaa. Efektifitas tanaman avicennia marinaa dalam menurunkan pencemar Pb dengan menggunakan 4 pohon yaitu 81,92%, sedangkan apabila menggunakan 3 pohon sebesar 72,13%. Setelah dilakukan uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara konsentrasi Pb dengan menggunakan 3 macam jumlah tanaman yang berbeda (0,3, dan 4) pohon dalam proses fitoremediasi. Signifikansi Pb dalam proses fitoremediasi pada hari ke-0 (uji anova, p = 0,000), pada hari ke-7 (uji anova, p = 0,000), dan pada hari ke-14 (uji anova, p = 0,00). Rekomendasi yang dapat diberikan bagi peneliti lain yaitu dengan menguji konsentrasi Pb, lahan dan jenis tanaman yang berbeda untuk mengembangan ilmu dan teknologi mengetahui fitoremediasi menggunanakan tanaman. Keywords :Fitoremediasi tanaman avicennia marinaa, Pb.
EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN (SIMKES) TERHADAP PELAPORAN KOMUNIKASI DATA (KOMDAT) ONLINE KEMENKES RI Widya Ariesanti; Asih Prasetyowati; Endah Widaningtyas
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.014 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Guna meningkatkan kualitas data dan peningkatan penggunaan informasi maka diperlukan evaluasi kinerja terhadap Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dengan obyek input, proses, dan output SIMKES di DKK Brebes. Evaluasi terhadap faktor input menunjukkan bahwa sebagain besar teknologi telah tersedia, kejelasan tupoksi belum jelas, tersedianya dana SIMKES hanya digunakan hanya untuk pengiriman, semua puskesmas belum membuat kebijakan dan petunjuk teknis tentang penggunaan SIMKES. Perilaku SDM yang dilihat dari ketrampilan menunjukan bahwa petugas memerlukan pelatihan dan seluruh informan memiliki motivasi yang cukup baik. Evaluasi terhadap faktor proses menunjukkan bahwa pengumpulan dan penyajian data SIMKES sudah dilaksanakan sedangkan analisis laporan SIMKES belum sepenuhnya dilakukan. Sebagian besar puskesmas mengirimkan laporan secara manual ke Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes belum pernah dilakukan umpan balik secara rutin kepada puskesmas. Diperlukan petunjuk teknis tentang pelaksanaan SIMKES serta SK Tim SIMKES mulai dari tingkat Kabupaten sampai puskesmas. Perlu adanya pelatihan secara menyeluruh untuk petugas pemegang program di puskesmas. Perlu dilakukan umpan balik secara rutin dan puskesmas perlu membuat struktur organisasi dan uraian tupoksi yang jelas.
Pemberian Stimulasi Usia 1-3 Tahun Dengan Perkembangan Balita (Di Desa Tawangrejo Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan) nurlailis saadah; Budi Yulianto; Anis Yudha Nomitasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 2 (2016): April 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.91 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Jumlah anak usia 1-3 tahun di posyandu Desa Tawangrejo Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan sampai dengan bulan Agustus 2009 tercatat sebanyak 101 balita .Dari hasil studi pendahuluan yang di laksanakan bulan Juli 2009 terhadap 20 balita dengan menggunakan KPSP , menunjukkan 12 balita (60%) mempunyai perkembangan normal (nilai KPSP ≥ 9), sedangkan 8 balita (40%) mempunyai perkembangan tidak normal (nilai KPSP ≤ 7) dan dilakukan penilaian ulang setelah 2 minggu, apabila menunjukkan nilai yang sama yaitu 7 maka ada kemungkinan penyimpangan. Dari 12 balita (60%) yang mempunyai perkembangan normal dinilai cara pemberian stimulasinya diketahui bahwa 6 balita (50%) cara pemberian stimulasinya baik, 4 balita (33,3%) cara pemberian stimulasinya cukup baik, dan 2 balita (16,7%) cara pemberian stimulasinya kurang baik. Kemudian dari 8 balita (40%) yang mempunyai perkembangan tidak normal dan dilakukan penilaian tentang cara pemberian stimulasinya diketahui bahwa 6 balita (75%) cara pemberian stimulasinya kurang baik dan 2 balita (25%) cara pemberian stimulasinya tidak baik.
PENGARUH PENDAMPINGAN INSPEKSI PERAWATAN PENCEGAHAN (PREVENTIF MAINTENANCE ) ALAT ELEKTROKARDIOGRAFI DI PUSKESMAS SUKASARI TANGERANG BANTEN Atika Hendryani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.226 KB) | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Latar Belakang. Peralatan medis dan kesehatan dewasa ini menjadi sangat kompleks dan canggih sehingga membutuhkan lingkungan dan pemeliharaan yang semakin khusus agar dapat digunakan secara optimal. Alat kesehatan dapat berfungsi dan berjalan sesuai fungsinya jika penggunaan dan pemeliharaan alat tersebut sesuai dengan petunjuk penggunaan dan pemeliharaan alat yang baik. Pemeliharaan yang baik pada sebuah alat kesehatan akan mencegah potensi bahaya yang ada pada peralatan tersebut sehingga tidak mencederai manusia dan lingkungannya. Disamping itu juga dapat mengurangi biaya pemeliharaan, meningkatkan utility, serta selalu dalam keadaan siap untuk digunakan. Peralatan kesehatan di puskesmas merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Puskesmas harus memastikan bahwa peralatan medis penting mereka aman, akurat, handal dan beroperasi pada tingkat kinerja yang optimal. Dalam kenyataan sehari-hari sering dijumpai masalah adanya alat rusak atau tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga pelayanan kesehtan menjadi terganggu atau tidak berjalan sama sekali. . Banyak hal yang dapat menyebabkan sebuah alat atau mesin rusak atau tidak berfungsi, salah satu diantaranya adalah karena pemakaian alat yang tidak sesuai dengan prosedur. Kesalahan dalam pengoperasian suatu peralatan kesehatan dapat mengakibatkan kerusakan peralatan, hasil pemeriksaan tidak seperti yang diharapkan bahkan terkadang dikarenakan kesalahan pengoperasian, harus dilakukan pemeriksaan ulang yang berakibat adanya inefisiensi dan ketidakpuasan pasien. Agar terhidar dari permasalahan tersebut, maka pemahaman tentang Inspeksi pemeliharaan pencegahan (Inspection and Preventive Maintenance) peralatan kesehatan yang benar harus dipahami dan dipelajari, sehingga alat dapat digunakan secara benar dan mengurangi keluhan kerusakan alat. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pada tingkat pengetahuan petugas terhadap prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi setelah dilakukan pendampingan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Metode : Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan menggunakan metode kualitatif berupa wawancara dan observasi langsung terhadap petugas di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten untuk mengetahui pemahaman petugas mengenai prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi. Tahap kedua pembuktian dengan metode statistik menggunakan metode uji tanda (sign test) . Hasil : Dengan uji tanda (sign est) terhadap tindakan petugas dalam pemeliharaan pencegahan sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan menunjukkan tingkat α = 0,016 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh pengetahuan petugas terhadap prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi setelah dilakukan pendampingan pada Puskesmas Sukasari Tangerang Banten. Kesimpulan : Inspeksi dan pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance) alat elektrokardiografi di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten sebelum dilakukan pendampingan belum dilaksanakan tetapi setelah dilakukan pendampingan kepada petugas terlihat adanya perubahan tindakan petugas dalam melakukan upaya pemeliharaan pencegahan terhadap alat elektrokardiografi. Dari hasil pendampingan di Puskesmas Sukasari Tangerang Banten dihasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan alat elektrokardiografi sebagai acuan melaksanakan prosedur pemeliharaan pencegahan (prentive maintenance). Keyword : Preventive Maintenance, Elektrokardiografi, Pemeliharaan Pencegahan, Puskesmas
RELATIONSHIP CENTERED CARE DENGAN METODE PRECEPTORSHIP UNTUK MENURUNKAN STRES DAN MENINGKATKAN PERILAKU CARING MAHASISWA PROFESI NERS Made Indra Ayu Astarini; Ah. Yusuf; Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.968 KB) | DOI: 10.33846/sf8406

Abstract

Perubahan lingkungan belajar dari lingkungan akademis ke lingkungan klinik dapat memicu munculnya stres. Ketidaksiapan mahasiswa dalam praktik akan menimbulkan perilaku tidak caring terhadap pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh penerapan relationship centered care dengan metode preceptorship terhadap penurunan stres dan peningkatan perilaku caring mahasiswa praktik profesi Ners. Desain penelitian ini adalah quasy experimental dengan pre-post test control design. Besar sampel adalah 12 sampel untuk setiap kelompok (24 responden), dan teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Variabel independen adalah relationship centered care dengan metode preceptorship. Variabel dependen adalah stres dan perilaku caring. Pengumpulan data melalui pengisian kuesioner dan juga lembar observasi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan Mann-Whitney U test untuk mengetahui perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat stres yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan p= 0,001. Begitu juga dengan perilaku caring p= 0,001 yang artinya terdapat perbedaan antara kelompok control dan kelompok perlakuan. Relationship centered care dengan metode preceptorship dapat diterapkan pada mahasiswa praktik profesi Ners karena dapat mengurangi tingkat stres mahasiswa dan dapat meningkatkan perilaku caring mahasiswa.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT PAYUDARA TERHADAP INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM DI BPM KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2015 Safrina Safrina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.577 KB) | DOI: 10.33846/sf7102

Abstract

Pendahuluan: Pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan semenjak persalinan kala 3 dan 4 dengan pemberian oksitosin. Hormon oksitosin ini sangat berperan dalam proses involusi uterus. Proses involusi akan berjalan dengan bagus jika kontraksi uterus kuat sehingga harus dilakukan tindakan untuk memperbaiki kontraksi uterus. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara pijat oksitosin dan Pijat payudara terhadap involusi uteri pada ibu post partum di BPM Kota Pematangsiantar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan Post Test Only Design With Control Group. Hasil: Proses involusi uterus pada subyek tidak berlangsung sama (homogen) hal ini sangat mungkin terjadi karena pada dasarnya proses involusi itu sendiri sangat dipengaruhi oleh umur dan paritas tiap-tiap subyek. nilai p.value/signifikan adalah 0,539 atau lebih besar dari  yang sudah tentukan yaitu 0,05, maka dapat diputuskan bahwa tidak ada perbedaan involusi uterus pada kedua perlakuan yaitu pijat oksitosin dan pijat payudara. Kesimpulan: Pada dasarnya kedua perlakuan sangat bermanfaat bagi ibu post partum. Kata kunci: Involusi uteri, pijat oksitosin, pijat payudara

Page 1 of 128 | Total Record : 1276


Filter by Year

2015 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2023): Oktober 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 14 (2023): Nomor Khusus Februari 2023 Vol 14 (2023): Nomor Khusus Juni 2023 Vol 14 (2023): Nomor Khusus April 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Desember 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus November 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue