cover
Contact Name
Yoga Adwidya
Contact Email
-
Phone
+6289619714482
Journal Mail Official
baktibudaya.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Zoetmulder/G Building, 1st Floor, Faculty of Cultural Sciences Sosiohumaniora 1 St., Bulaksumur, UGM, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26559846     DOI : https://doi.org/10.22146/bb
Bakti Budaya mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tulisan yang dimuat berupa temuan penelitian atau re?eksi pengajaran yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, objek material penelitian dan kajian, tetapi juga aspek aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifkasi dan menyelesaikan permasalahan. Bakti Budaya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober dan diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Articles 65 Documents
TANDUK ALIT Volume 3(1), April 2020 Bakti Budaya
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.005 KB) | DOI: 10.22146/bb.55507

Abstract

Pencegahan Faham Radikalisme melalui Khotbah yang santunPelatihan Penulisan Folklor bagi Siswa SMAN 1 Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa YogyakartaSosialisasi Rupa Bumi di Pemerintah Kabupaten MagelangOmotenashi sebagai Strategi Pengelolaan Homestay: Pembelajaran bagi Pengelola Kampung Homestay Borobudur Desa Ngaran II,  Borobudur,  Magelang,  Jawa Tengah
April 2020 Tjahjono Prasodjo
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.874 KB) | DOI: 10.22146/bb.55508

Abstract

Jurnal Bakti Budaya, sesuai dengan misinya, selalu berupaya untuk memublikasikan artikel yang berkaitan dengan konsep, strategi, refleksi, dan hilirisasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan mengingat pentingnya saling berbagi informasi tentang permasalahan keterlibatan dan kemanfaatan perguruan tinggi bagi kehidupan bermasyarakat. Kemudian, upaya itu diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dalam mengembangkan dan meningkatkan fungsi kemanfaatan perguruan tinggi bagi masyarakat. Permasalahan yang mendesak saat ini, antara lain, adalah bagaimana hilirisasi kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat menyentuh langsung dan memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
Pendekatan Interdisiplin dalam Pengembangan Kesadaran Gaya Hidup Bijak dan Ramah Lingkungan Aris Munandar; Karlina Maizida; Rahmawan Jatmiko
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.187 KB) | DOI: 10.22146/bb.55506

Abstract

AbstractThe rapid development of technology triggers  attitudes and behaviors of consumerism. The two things have a cause and effect relationship that cause multiple pressures on the environment in the form of resource exploitation to support innovation, and waste from innovation products of short use duration to meet consumer desires. Therefore, it is necessary to be aware of consumerism behavior that is triggered by the innovation of various technology products and their impact on the environment. With this awareness, it is expected that the community can develop a wise and environmentally friendly lifestyle as an effort to reduce the rate of exploitation of natural resources and increase the uncontrolled waste of technological innovation products. The interdisciplinary approach by combining cultural sciences and psychology provides a formulation of conceptual and practical solutions to environmental problems due to consumerism that is increasingly rampant both in urban and rural areas. This interdisciplinary approach applied in the community service program for the labor force group provides sustainable benefits because it increasingly empowers this group in disseminating wise and environmentally friendly lifestyles to the living environment and work environment.-----------AbstrakPerkembangan teknologi yang pesat memicu sikap dan perilaku konsumerisme. Kedua hal yang memiliki hubungan sebab akibat tersebut menimbulkan tekanan yang berlipat ganda terhadap lingkungan berupa eksploitasi sumber daya untuk mendukung inovasi dan limbah dari produk inovasi berdurasi pemakaian pendek untuk memenuhi hasrat konsumen. Oleh karena itu, perlu penyadaran akan perilaku konsumerisme yang dipicu oleh inovasi beragam produk teknologi serta dampaknya bagi lingkungan. Dengan kesadaran ini diharapkan masyarakat dapat mengembangkan gaya hidup yang bijak dan ramah lingkungan sebagai upaya menekan laju eksploitasi sumber daya alam serta peningkatan limbah produk inovasi teknologi yang tidak terkontrol. Pendekatan interdisipliner dengan menggabungkan ilmu budaya dan psikolog memberikan rumusan solusi yang bersifat konseptual dan praktis bagi persoalan lingkungan akibat perilaku konsumerisme yang semakin merajalela baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Pendekatan interdisipliner ini diterapkan dalam program pengabdian kepada masyarakat bagi kelompok angkatan kerja dalam memberikan manfaat yang berkelanjutan karena semakin memberdayakan kelompok ini dalam menyebarluaskan gaya hidup bijak dan ramah lingkungan kepada lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerja.
Digitalisasi Cagar Budaya di Indonesia: Sudut Pandang Baru Pelestarian Cagar Budaya Masa Hindu-Buddha di Kabupaten Semarang Aditya Revianur
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.032 KB) | DOI: 10.22146/bb.55505

Abstract

AbstractOur recent technologies, such as digital photography, 3D scanner, and augmented reality, provide an alternative idea to preserve cultural heritages, i.e. building, artefact, and structure. The main point of this article is to continue the discourse on the advantages of digital preservation on several cultural heritage sites in Semarang, called Ancient Medang Project. Semarang Regency located in Central Java Province that has many cultural heritages from ancient Java period, such as temples, artefact, sculptures, etc. However, mostly cultural heritages in Semarang Regency have been lost due to rapid modernization. The writer and several local communities who concern about cultural heritage preservation created a project to digitalize the cultural heritage in Semarang to prevent further destruction and encourage the importance of the cultural heritage sites to the public through digital media. This project is a multidisciplinary project that involved archaeologists, IT experts, and the local community to create an interactive system database regarding cultural heritages in Semarang. Three main perspectives were carried out to develop the project, i.e. content information based on archaeological surveys, construction of website design, and evaluation. The first perspective was used to collect information regarding the archaeological aspects of cultural heritage in Semarang. The second perspective was conducted to develop website prototype based on data from previous study. The final perspective was to evaluate and enhance the website prototype. The results show that the cultural heritage digitization is not only useful for preservation, but also for public engagement and facilitate cultural learning.----------AbstrakKemajuan teknologi terkini, seperti fotografi digital, pemindai 3D, dan augmented reality, memberikan ide alternatif untuk melestarikan warisan budaya, misalnya bangunan, artefak, dan struktur. Poin utama dari artikel ini adalah untuk melanjutkan wacana tentang manfaat digitalisasi pelestarian pada beberapa situs warisan budaya di Semarang, yang disebut dengan Proyek Medang Kuno. Kabupaten Semarang terletak di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki banyak warisan budaya dari zaman Jawa kuno, seperti kuil, artefak, patung, tetapi sebagian besar warisan budaya di Kabupaten Semarang telah hilang karena modernisasi yang cepat. Penulis dan beberapa komunitas lokal yang peduli dengan pelestarian cagar budaya menciptakan sebuah proyek untuk mendigitalkan cagar budaya di Semarang untuk mencegah perusakan lebih lanjut dan mendorong pentingnya situs cagar budaya kepada publik melalui media digital. Proyek ini adalah proyek multidisiplin yang melibatkan arkeolog, pakar IT, dan masyarakat setempat untuk membuat basis data sistem interaktif mengenai warisan budaya di Semarang. Tiga perspektif utama dilakukan untuk mengembangkan proyek, yaitu informasi konten berdasarkan survei arkeologi, konstruksi desain situs web, dan evaluasi. Perspektif pertama digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai aspek arkeologis warisan budaya di Semarang. Perspektif kedua dilakukan untuk mengembangkan prototipe situs web berdasarkan data dari penelitian sebelumnya. Perspektif ketiga adalah untuk mengevaluasi dan meningkatkan prototipe situs web. Hasilnya menunjukkan bahwa digitalisasi warisan budaya tidak hanya berguna untuk pelestarian, tetapi juga untuk keterlibatan publik dan memfasilitasi pembelajaran budaya.
Penerapan Budaya Ramah Lingkungan pada Siswa-Siswi Sekolah Gajahwong: Pendidikan Alternatif Berbasis Eco-Friendly Ira Karunia; Isna Ardyani Fataya; Maria Ardianti Kurnia Sari; Amin Basuki
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.155 KB) | DOI: 10.22146/bb.55504

Abstract

AbstractSekolah Gajahwong is an informal school which is located in Yogyakarta and has the main concern to educate the students to save the planet Earth from plastic trash by reusing, reducing, and recycling. Through the main concern, they keep improving to do some activities that can make the students to have willingness by applying the eco-friendly concepts. The methods are done by applying the eco-friendly concepts, for example making decorations from bottle caps, making cardboard train, and planting fruits and vegetables. Those activities become the application of Bloom’s taxonomy (1956); Cognitive and Psychomotor Domain. Students of American Studies Master’s Program try contribute and give their hand to achieve the goals through an annual event in Charity Act. As the result, Charity Act gives Sekolah Gajahwong and American Studies Master’s Program’s students to build a good relationship among others. Also, they can apply the concepts into the classroom learning activities including their everyday life. The successful of Charity Act is due to a good teamwork between all American Studies Master’s students from batch 2018 and 2019 who are supported by lecturers. -----------AbstrakSekolah Gajahwong adalah sekolah informal di Kota Yogyakarta yang berfokus untuk mengedukasi siswa dalam menyelamatkan bumi dari sampah plastik dengan cara menggunakan ulang, mengurangi, dan mendaur ulang. Hal ini terus ditingkatkan agar dapat membuat siswa memiliki keinginan untuk menerapkan konsep ramah lingkungan. Metode-metode yang digunakan dalam pengaplikasian konsep ramah lingkungan, antara lain, adalah membuat dekorasi dinding dari tutup botol, membuat kereta dari kardus, dan menanam buah dan sayur. Hal tersebut selaras dengan domain kognitif dan psikomotor yang dalam taksonomi Bloom (1956), yakni sebuah pendidikan alternatif yang berfokus pada bagaimana siswa dapat mengaplikasikan konsep atau teori. Mahasiswa S-2 Pengkajian Amerika membantu Sekolah Gajahwong untuk mencapai tujuannya melalui sebuah acara tahunan yang disebut Charity Act. Hasil yang berhasil dicapai dari Charity Act adalah terbangunnya relasi yang baik antara siswa-siswi Sekolah Gajahwong dan Tim PKM S-2 Pengkajian Amerika serta mereka dapat menerapkan konsep ramah lingkungan dalam kegiatan belajar dan keseharian hidup. Kesuksesan Charity Act juga dipengaruhi oleh kerja sama tim PKM S-2 Pengkajian Amerika tahun ajaran 2018 dan 2019 serta dukungan dari pihak dosen.
Cerita “Sunan Têmbayat” sebagai Sumber Penggubahan Motif Batik Ciri Khas Desa Jarum di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten Wisma Nugraha Christianto; Rudy Wiratama
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.114 KB) | DOI: 10.22146/bb.55503

Abstract

AbstractTěmbayat, or well-known as Bayat in Klaten Regency is a region which has a rich tradition, religious and historical value according to Javanese perspective. One of its main factors is the presence of the saint Sunan Těmbayat’s graveyard site and some other shrines, supported by some folktales which have flourished there for generations. Bayat’s geographical condition which lies on the karst land on the foot of Sewu Mountain can’t make its society depend on agricultural sectors, so Bayat people nowadays are much known as entrepreneurs and craftsmen such as batik home industry. This article will show the results of “Pengabdian Kepada Masyarakat” (Social Responsibility Program) of  Javanese Program of Language and Literature Department in Faculty of Cultural Sciences, Gadjah Mada University, which assisted the villagers of Jarum, Bayat county, Klaten Regency as one of prominent batik industrial centers. The main output of this program is to compose a new traditional-based batik pattern related with stories about Sunan Těmbayat or Ki Agěng Pandhanaran as a local specialty through textual and contextual approaches on both written and oral literary sources.-----------AbstrakWilayah Těmbayat atau yang lebih dikenal sebagai kecamatan Bayat di Kabupaten Klaten merupakan sebuah daerah yang kental dengan nilai tradisi, sejarah, dan religi di mata orang Jawa. Salah satu faktor pendukung dari fenomena ini adalah keberadaan situs sejarah makam Sunan Těmbayat dan beberapa petilasan lainnya di daerah ini, yang didukung dengan berbagai folklor yang meliputinya. Kondisi alam wilayah Bayat yang terdiri atas tanah kapur di kaki Pegunungan Sewu menjadikan masyarakatnya tidak dapat menggantungkan diri dari sektor pertanian sehingga orang-orang Bayat identik dengan kaum pedagang dan perajin, yang salah satunya dalam bidang industri batik yang kini bergerak menuju skala nasional. Artikel ini menguraikan hasil-hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Sastra Jawa, Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada yang berbentuk pendampingan terhadap masyarakat Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten sebagai salah satu sentra industri batik yang menonjol. Luaran utama dari kegiatan ini adalah terciptanya sebuah pola batik bercorak tradisi terkait dengan cerita “Sunan Těmbayat” atau “Ki Agěng Pandanaran” sebagai ciri khas setempat melalui pendekatan tekstual dan kontekstual terhadap sumber-sumber kesusastraan tertulis maupun lisan.
Inisiatif Pengembangan BUMDesa sebagai Wirausaha Sosial M. Zamzam Fauzanafi; Bambang Hudayana
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.729 KB) | DOI: 10.22146/bb.55501

Abstract

AbstractOne of the mandates of Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa is the establishment of BUMDes (Village-Owned Enterprises) as village businesses that are used for village income sources. The process of establishing the BUMDes was colored by efforts of various stakeholders to place this business entity as an important element in economic development and to have social benefits. BUMDes is expected to have a vision and mission as a social entrepreneur so that it can empower small and micro scale businesses (UKM) and marginalized communities. During 2015 until now, villages have moved to have BUMDes, but in general villages have not succeeded in forming and managing BUMDes as social entrepreneurs. The Community service activity encourage BUMDes to have a role as social entrepreneurs so that the existence of BUMDes is very relevant to improve the welfare and empowerment of small and marginal communities. The activities that have been carried out are a training and field visits which are participated by BUMDesa managers in several villages in D.I. Yogyakarta. The results of community service activities are: change in orientation and role of BUMDesa from village business for village government to village business for village people, BUMDesa synergizing with village institutions as an effort to improve community welfare especially in local economic development, and BUMDesa development with social entrepreneurship vision.----------AbstrakSalah satu mandat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah pembentukan lembaga BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sebagai usaha desa yang dipakai untuk sumber pendapatan desa. Proses pembentukan BUMDes diwarnai oleh upaya dari berbagai stakeholder untuk menempatkan badan usaha ini sebagai elemen penting dalam pengembangan ekonomi dan memiliki manfaat sosial. BUMDes diharapkan memiliki visi dan misi sebagai wirausaha sosial sehingga bisa memberdayakan usaha skala kecil dan mikro (UKM) dan masyarakat yang terpinggirkan. Selama tahun 2015 sampai sekarang, desa-desa bergerak untuk memiliki BUMDes, tetapi umumnya desa tidak berhasil membentuk dan mengelola BUMDes sebagai wirausaha sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendorong BUMDes memiliki peran sebagai wirausaha sosial sehingga keberadaan BUMDes sangat relevan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat kecil dan marjinal. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah menyelenggarakan pelatihan dan kunjungan lapangan yang diikuti oleh pengelola BUMDesa di beberapa desa di D.I.Yogyakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: perubahan orientasi dan peran BUMDesa dari usaha desa untuk pemerintah desa menjadi usaha desa untuk rakyat desa, sinergisasi BUMDesa dengan lembaga desa sebagai upaya peningkatan kesejateraan masyarakat khususnya dalam pengembangan ekonomi lokal, dan pengembangan BUMDesa yang bervisi wirausaha sosial.
Pendampingan Pendokumentasian dan Penulisan Sejarah Keluarga di Desa Beji, Ngawen, Gunung Kidul Mutiah Amini; Uji Nugroho Winardi; Wildan Sena Utama; Bambang Purwanto; Abdul Wahid; Arif Akhyat; Farabi Fakih
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.449 KB) | DOI: 10.22146/bb.55500

Abstract

AbstractThe Department of History conducted a community service (PkM) on the topic of documenting and writing family history in Beji Village, Ngawen, Gunung Kidul. The PkM activities are conducted by lecturers and students of History in six months in 2019. Writing and documenting family history is carried out in a participatory method by a coloboration with village residents. The PkM activities were carried out in three stages. First, on May 4, 2019 a dialogue was held between the PkM team and the village stakeholders regarding the plan to write and document the family history of Beji Village. Secondly, on July 15, 2019 the PkM team observed the Nyadran process held by the Beji Village community. Third, the PkM team provides assistance in writing family history and documenting important figures who intersect with culture and art, cultural traditions, and multicultural identities in Beji Village. At the end of this PkM activity, a family history of the village leader has produced, namely the family history of Mbah Yatmo, a prayer reader at the Sadranan ceremony in Beji Village.----------AbstrakDepartemen Sejarah melakukan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan topik pendokumentasian dan penulisan sejarah keluarga di Desa Beji, Ngawen, Gunung Kidul. Seluruh kegiatan PkM dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Ilmu Sejarah dalam waktu enam bulan pada tahun 2019. Penulisan serta pendokumentasian sejarah keluarga yang dilakukan secara partisipatif bersama warga. Kegiatan PkM tersebut dilaksanakan dalam tiga tahapan kegiatan. Pertama, pada 4 Mei 2019 diadakan dialog antara tim PkM dan pemangku desa mengenai rencana penulisan dan pendokumentasian sejarah keluarga Desa Beji. Kedua, pada 15 Juli 2019 tim PkM melakukan observasi proses Nyadran yang diselenggarakan oleh masyarakat Desa Beji. Ketiga, tim PkM melaksanakan pendampingan penulisan sejarah keluarga dan pendokumentasian tokoh penting yang bersinggungan dengan kebudayaan dan kesenian, tradisi kultural, dan identitas multikultural di Desa Beji. Pada akhir kegiatan PkM ini dihasilkan contoh penulisan sejarah keluarga tokoh desa, yaitu sejarah keluarga Mbah Yatmo, seorang pembaca doa dalam upacara Sadranan di Desa Beji.
Pelatihan Penyusunan Wacana Persuasif dan Promotif Melalui Media Sosial untuk Branding Desa Wisata Kleco, Samigaluh, Kulon Progo Novi Siti Kussuji Indrastuti
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.888 KB) | DOI: 10.22146/bb.55499

Abstract

AbstractIn the industrial era 4.0 internet media was put forward for everything. Therefore, at the Kleco Peak in Purwoharjo Village, Samigaluh District, Kulon Progo Regency, which is one of the tourist villages in the Menoreh Mountains region, need effective online media promotion to inform and promote the potential of their village. Nevertheless, the number of human or community resources capable of creating and operating online promotional media in the region is still limited. Therefore, the Indonesian Language and Literature Study Program, Faculty of Cultural Sciences UGM held training on the preparation of persuasive and promotive discourse through social media for branding of Kleco Village, Samigaluh, Kulon Progo. In this training methods were used for presentation, discussion, question and answer, practice and participation, and evaluation. The material presented in this training includes the promotion of tourism through social media, marketing the potentials of the Peak Kleco through photos on social media and persuasive-promotive discourse on social media for the Peak Kleco tourism branding.----------AbstrakPada era industri 4.0 dikedepankan media internet untuk segala. Oleh karena itu, di Puncak Kleco yang berada di Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, yang termasuk salah satu desa wisata di kawasan Pegunungan Menoreh sangat diperlukan media promosi yang efektif dalam bentuk daring untuk menginformasikan dan mempromosikan potensi desa mereka. Meskipun demikian, sumber daya manusia atau masyarakat yang mampu menciptakan dan mengoperasikan media promosi dalam bentuk daring di kawasan itu masih terbatas jumlahnya. Oleh karena itu, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM mengadakan pelatihan penyusunan wacana persuasif dan promotif melalui media sosial untuk branding Desa Kleco, Samigaluh, Kulon Progo. Dalam pelatihan ini dipergunakan metode presentasi; diskusi dan tanya jawab; praktik dan partisipatif; serta evaluasi. Materi yang dipaparkan dalam pelatihan ini meliputi promosi wisata melalui media sosial, memasarkan objek wisata Puncak Kleco melalui foto di media sosial, dan wacana persuasif serta promotif di media sosial untuk branding wisata Puncak Kleco.
Perencanaan Partisipatif Menyusun Rencana Aksi Menanggulangi Perkawinan Usia Dini di Temanggung, Jawa Tengah Setiadi Setiadi; Atik Triratnawati; Suzie Handajani; Agung Wicaksono; Khidir M. Prawirosusanto; Nurul Friska Dewi
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.804 KB) | DOI: 10.22146/bb.55498

Abstract

AbstractA Community Service Activity (PkM) are carried out by the Anthropology Department Team in Wonotirto Village, Temanggung Regency. Early marriage is still a challenge for quality family development. There is a fact that, for the target community, getting married at an early age is not a problem, while from a government perspective it is a serious problem, especially the adverse impacts on social, economic, and reproductive health aspects. Participatory solution of early marital problems is important to be made as a priority. Preliminary observations show that there are economic and cultural reasons that encourage someone to be married off at an early age. The PkM results several important things related to the condition of the community and their understanding of early marriage. First, in general, the community realizes the importance of more mature planning in preparing for the formation of a new family. Second, early marriages that occurred in the last decade were caused by pregnancy due to the promiscuity of children, the habit of watching porn videos, and dropping out of school while the previous decade was due to arranged marriages. Third, adolescents targeted by the program have committed to campaign for the prevention of early marriage. They post and disseminate messages on prevention of early marriage through the WA group. Fourth, young people want the facilitation for  activities of post-school youth.----------AbstrakKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan oleh Tim Departemen Antropologi di Desa Wonotirto, Kabupaten Temanggung. Pernikahan usia dini masih merupakan tantangan bagi pembangunan keluarga yang berkualitas. Ada fakta bahwa bagi masyarakat sasaran kegiatan, menikah pada usia dini bukan sebuah masalah, sementara dari perspektif pemerintah hal tersebut merupakan permasalahan serius, terutama dampak buruk dalam aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan reproduksi. Penanganan secara partisipatif masalah perkawinan usia dini penting untuk dijadikan sebagai prioritas. Observasi awal menunjukkan adanya alasan ekonomi dan kultur yang mendorong seseorang dinikahkan pada usia dini. Tahapan-tahapan PkM menghasilkan beberapa hal penting terkait dengan kondisi masyarakat dan pemahaman mereka tentang perkawinan usia dini. Pertama, secara umum, masyarakat menyadari pentingnya perencanaan lebih matang dalam menyiapkan pembentukan keluarga baru. Kedua, perkawinan usia dini yang terjadi pada satu dasawarsa terakhir disebabkan oleh adanya kehamilan akibat pergaulan bebas anak-anak, kebiasaan menonton video porno, dan putus sekolah, sedangkan dasawarsa terdahulu akibat perjodohan. Ketiga, anak-anak remaja sasaran program telah berkomitmen mengampayekan pencegahan perkawinan usia dini. Poster dan pesan-pesan sosialisasi pencegahan perkawinan usia dini mereka sebarkan melalui grup WhatsApp. Keempat, remaja menghendaki adanya fasilitasi kegiatan bagi remaja pascasekolah.