cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
simbolonsilvi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat-Pamulang Tangerang Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Piston: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/pjte.v5i2.19158
Core Subject : Engineering,
Ansor Salim Siregar, Mulyadi Mulyadi, Syaiful Arief Analisis Kegagalan Laminasi Komposit Epoksi/Serat Karbon Pada Sayap Pesawat Tanpa Awak DOI: 10.32493/pjte.v5i2.18596 Parlindungan Pandapotan Marpaung, Herbert H. Rajagukguk Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158
Articles 87 Documents
Plate Mold dengan Software Simulasi (Solidworks 3D) Djuhana Djuhana; Ahmad Dwi Yulianto; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.627 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v3i2.7222

Abstract

Pembuatan mold merupakan proses awal untuk memproduksi suatu produk. Tujuan perancangan ini adalah membuat cetakan mold yang menghasilkan produk berkualitas. menggunakan produk sampel yang telah dimodifikasi yaitu glove box, kemudian merancang sistem three-plate mold pada produk glove box. Saat ini banyak produk-produk yang ada disekitar kita terbuat dari plastik. Plastik yang memiliki sifat mudah dibentuk, ringan dan murah, menjadi material yang banyak digunakan di dunia industri. Oleh sebab itu plastik merupakan Salah satu material yang penggunaannya terbanyak di dunia, hampir semua produk yang kita temukan menggunakan plastik. Ada beberapa proses pengolahan material plastik salah satunya menggunakan metode injection molding, yaitu sebuah metode dimana material plastik yang telah meleleh akibat panas dan gesekan di dalam barel yang kemudian di injeksikan ke dalam mold atau cetakan. . Berbagai bentuk produk yang dibuat ditentukan di dalam mold. Pembuatan mold merupakan proses awal untuk memproduksi suatu produk. Kualitas suatu produk ditentukan di langkah pembuatan mold. Oleh karena itu perancangan mold harus dilakukan dengan baik. Untuk hasil pembahasan perhitungan tekanan mold dan material nya yaitu Alloy Steel, dengan tekanan gaya 120N pada bidang seluas 1.5 m2, jadi tekanan yang dialami yaitu 80N/m2 atau 80 Pa dan sedangkan tekanan gaya 360N yaitu 240N/m2 atau 240 Pa. dan perhitungan Runner dan Gate (Temperatur) menguji 2 titik injection yaitu dengan hasil yang berbeda, untuk perhitungan cooling (pendingin) yang di dapatkan yaitu sebesar 74.5900 sekon ditunjukan dengan warna merah dan 0.0000 sekon ditunjukan dengan warna biru, untuk perbandingan nya hasil nya pun berbeda yaitu 119.3613 sekon ditunjukan dengan warna merah dan 6.8613 sekon bagian terendah ditunjukan dengan warna biru. Kata kunci: Mold, Alloy Steel, Injection, Produk dan cetakan produk.
Efek Air Gap pada Rancang Bangun dan Uji Performa Generator Listrik Fluks Aksial Berbasis Magnet Permanen NdFeB ‪Achmad Maulana Soehada Sebayang; Candra Kurniawan; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.021 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.543

Abstract

Dalam penelitian ini telah dianalisis efek air gap terhadap performa generator listrik tipe fluks aksial berbasis magnet permanen NdFeB. Analisis performa dilakukan dengan mengukur output tegangan generator listrik fluks aksial terhadap ukuran air gap dan kecepatan putar rotor. Air gap antara stator dan rotor divariasikan dari 7 sampai 20 mm. Dari hasil eksperimen, peningkatan remanansi magnet berbanding lurus terhadap peningkatan output tegangan. Sebaliknya, peningkatan ukuran air gap menurunkan tegangan output secara linier. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan magnetik flux density secara exponensial. Pada ukuran air gap 7 mm dan kecepatan rotor 1500 rpm, dihasilkan output tegangan maksimal untuk Br = 0,2 dan 1,3 Tesla berturut-turut sebesar 10,4 dan 67,7 volt.
Kajian Eksperimental Kondisi Pahat Aus 0,6 mm dengan Menggunakan Sensor Audio pada Proses Bubut untuk Material Benda Kerja S45C Prasetyo Prasetyo; Heri Widiantoro
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4206.323 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19543

Abstract

Kerugian akibat keausan pahat dapat berdampak pada kualitas produk dan membengkaknya biaya produksi. Karakteristik kondisi pahat dapat mendeteksi kondisi nyata pahat terhadap keausannya, karena pahat merupakan faktor penting dalam proses pemotongan logam. Kondisi pahat yang menjadi fokus kajian adalah bagian flank. Hal ini dipilih sebagai dasar untuk kriteria kegagalan pahat serta kemudahan dalam pengukuran tingkat keausannya. Penelitian ini menggunakan mikrofon sebagai sensor audio untuk mendeteksi tingkat keausan pahat. Penggunaan sensor audio guna mendapatkan frekuensi keausan pahat pada proses pembubutan untuk material benda kerja S45C. Pengukuran tingkat keausan pahat yaitu flank wear dengan VBmax 0,6 mm. Pengambilan data awal menggunakan pahat dengan flank wear 0 mm (pahat baru) serta pahat aus sebesar 0,6 mm. Data penelitian terbagi menjadi 3 level (level 1, level 2, level3) dengan masing-masing level terdiri dari kecepatan pemotongan (m/min) 180, 220, dan 260, Deep of cut (mm) sebesar 0.125, 0.375, 0.6, serta feeding saat proses pemotongan (mm/min) sebesar 0.08, 0.12, 0.16 dengan putaran mesin tetap. Sinyal proses dilakukan sebagai tahap akhir pengolahan data. Data hasil proses sinyal dijadikan referensi sebagai informasi awal dalam prediksi kerusakan. Data hasil penelitian menunjukan kondisi optimal proses pemotongan adalah sesaat sebelum frekuensi 9,801 mV pada level 3 parameter pemotongan. Pada kondisi tersebut keausan pahat mencapai 0,6 mm dan segera harus diganti. Sementara kondisi pahat yang baik (aus 0 mm) didapatkan data frekuensi sebesar 1,537 mV. Peningkatan frekuensi lebih dari 6 kali ini diakibatkan oleh kenaikan parameter pemotongan, luasan kontak antara pahat insert dan benda kerja (keausan) serta akibat dari metode pencekaman pahat insert.
Efek Penambahan SiO2 dan B2O3 terhadap Suhu Sintering, Sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur pada Keramik SiC Nadha Ananda Putri; Sudiati Sudiati; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.406 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i1.7354

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat keramik SiC dengan penambahan SiO2 dan B2O3 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan persentase aditif SiO2 dan B2O3 dan Suhu Sintering terhadap perubahan sifat Fisis, Struktur Kristal dan Mikrostruktur. Komposisi SiO2 dan B2O3 divariasikan yaitu 5%, 10%, dan 20% berat. Masing-masing bahan baku dan bahan aditif ditimbang, dicampur menggunakan media air dan digiling menggunakan High Energy Milling selama 32 menit. Selanjutnya campuran tersebut dikeringkan didalam oven dengan suhu 80°C. Kemudian serbuk tersebut dicampurkan dengan perekat PVA sebanyak 5% berat dan dilanjutkan dengan cetak dengan gaya 12 ton untuk membentuk pellet. Kemudian pellet tersebut di sintering pada suhu 800°C dan 900°C. Hasil karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C memiliki densitas sebesar 2.91 g/cm 3 dan 2.78 g/cm 3 serta nilai porositas sampel sebesar 27,09 % dan 22.07%. Hasil analisa XRD yang optimum pada sampel 5% SiO2 dan 5% B2O3 dengan suhu 900°C menghasilkan fasa dominan yaitu moissanite (SiC) untuk kedua bahan aditif dan fasa minor yaitu cristobalite (SiO2 ) dan boron (B2O3 ). Pengujian mikrostruktur menunjukkan bentuk yang tidak beraturan dengan ukuran diameter butiran rata-rata 515.58 nm pada 5% SiO2 dan 669.74 nm pada 5% B2O3.
Rancang Bangun dan Unjuk Kerja Generator Mini Magnet Permanen NdFeB Fluks Radial sebagai Lampu Indikator Emergency Achmad Maulana Soehada Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.067 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i2.3190

Abstract

Rancang bangun generator mini tipe fluks radial telah berhasil dibuat dimana rotor didesain dengan menggunakan bahan magnet permanen NdFeB berbentuk rectangular sebanyak 8 buah (kerapatan fluks magnet 1,28 T). Stator dibuat dengan menggunakan 7 buah kumparan dari kawat tembaga dengan diameter sebesar 0,3 mm dan jumlah lilitan sebanyak 218. Unjuk kerja generator minifluks radial diukur sebagai fungsi kecepatan putar rotor (540 sampai 660 rpm) terhadap output tegangan, arus listrik, daya listrik dan intensitas cahaya yang dihasilkan. Hasil unjuk kerja generator listrik tanpa beban menunjukkan output tegangan maksimum adalah sebesar 219 volt pada kecepatan putar rotor 660 rpm. Pada saat kecepatan putar yang sama dan diberi beban lampu pijar 10 W diperoleh output tegangan, arus listrik, daya listrik dan intensitas cahaya masing-masing sebesar 185 V, 0,36 A, 66,6 W dan 280 Cd. Dengan demikian generator minifluks radial ini dapat diaplikasikan sebagai lampu indikator emergensi (tanda bahaya), khususnya di jalan tol (daerah licin).
Analisis Pengaruh Komposisi Arang Kayu pada Pembuatan Beton terhadap Densitas, Daya Serap Air, dan Uji Tekan Muhamad Akbar; Fifit Astuti; Djuhana Djuhana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.34 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v3i1.7489

Abstract

Penggunaan beton sebagai bahan konstruksi bangunan di Indonesia semakin meningkat, khususnya pada industri beton siap pakai. Permasalah yang sering ditemui adalah produk beton yang rapuh, beton yang terlalu berat, dan beton yang kurang mampu menyerap air. Tujuan beton penelitian ini untuk menganalisis beton yang dicampurkan dengan kemposisi bubuk arang kayu yang digabungkan dengan cor beton untuk mengetahui efek positif dan negatif dari penambahan bubuk arang kayu tersebut terhadap kuat tekan beton. Metode dan langkah-langkah yang dilakukan seperti metode saat analisis pada beton yang meliputi densitas, daya serap air dan uji kuat tekan. Hasil mengujian diketahui bahwa kuat tekan beton normal < 100 kg/cm2 . Beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 10 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 15 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 20 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 20 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 30 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 20 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 40 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 30 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 50 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 40 kg/cm2 , beton normal ditambah arang kayu dengan masa pengeringan 60 hari ditambah serbuk arang kayu memiliki kuat tekan 45 kg/cm2 . Sedangkan untuk penyerapan air terjadi kenaikan 4.63% pada hari ke 10. Disimpulkan bahwa penggunaan arang kayu tidak menambah kuat tekan beton karena kuat beton kemposisi arang kayu justru mengalami penurunan. Namun densitas dan daya serap airnya justru mengalami peningkatan.
Efek Aditif SiO2 Terhadap Suhu Sintering Keramik Alumina dan Karakteristiknya Djuhana Djuhana; Mulyadi Mulyadi; Sunardi Sunardi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.231 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3224

Abstract

Sintering keramik alumina dilakukan dengan aditif SiO2 dari pasir silika. Komposisi silika divariasikan yaitu 0 %, 5 % dan 10 % berat. Kedua bahan baku ditimbang,  di campur menggunakan media aquades dan digiling menggunakan rotary ball mill selama 10 jam. Selanjutnya capuran tersebut di keringkan untuk menguapkan aquades menggunakan pengering pada suhu 100oC selama 12 jam. Kemudian campuran serbuk tersebut diukur distribusi ukuran partikel menggunakan Laser Particle Size. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan perekat PVB sebanyak 2% berat dan dilanjutkan dicetak dengan gaya 10 tonf untuk membentuk pellet. Kemudian pelet tersebut disintering menggunakan Thermolyn Furnace pada suhu 1200, 1300, 1400 dan 1500oC dengan waktu penahanan 2 jam dan heating rate 10oC/menit. Hasil pengukuran particle size menunjukkan bahwa serbuk setelah di milling memiliki ukuran diameter rata-rata adalah 18,48 µm. Hasil dari karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 10 % SiO2 dan suhu sintering 1500oC memiliki bulk densitas tertinggi 3,36 g/cm3 dan porositas 1,06 %,  hardness vickers tertinggi = 780 Hv. Penambahan SiO2 sampai 10 % berat tidak menimbulkan rekasi dengan Al2O3, terlihat tida ada pembentukan fasa baru dari hasil XRD, dan fasa yang terbentuk adalah fasa corundum (α-Al2O3).
Optimalisasi Desain Struktur Bogie Las Light Rail Transit (LRT) Menggunakan Perhitungan Finite Elemen Method (FEM) Mustasyar Perkasa; Wahyu Sulistiyo
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.172 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v2i2.3610

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan faktor keamanan bogie las lokomotif yang telah ada. Sasaran kegiatan penelitian ini yaitu didapatkannya desain optimal dari bogie las tersebut dengan cara rekayasa geometri dan struktur sehingga didapatkan efek penguatan. Dari hasil pengujian struktur bogie las frame lokomotif DH, struktur bogie frame masih perlu dilakukan penguatan karena pada saat pengujian statis tegangan maksimum yang terjadi hampir mendekati tegangan luluh materialnya. Untuk itu perlu dilakukan redesain untuk bogie frame dengan rekayasa geometri dalam bentuk penguatan pada struktur framenya. Penambahan penguatan ini akan di simulasikan dengan menggunakan sofware finite elemen method (FEM). Tujuannya dilakukan analisa kekuatan struktur bogie las frame lokomotif DH adalah untuk memastikan disain bogie las frame baru memenuhi standar keamanan sebelum melalui proses pengujian, atau sering disebut sebagai tahap verifikasi disain yang selanjutnya disain bogie frame ini dijadikan sebagai salah satu alternatif disain.
Analisis Pengaruh Temperatur Mold terhadap Perpindahan Kalor pada Polimer dalam Proses Injection Molding Menggunakan Software Autodesk Moldflow Adviser Suhaeri Suhaeri; Sugiyarto Sugiyarto; Rachmasari Pramita Wardhani; Djuhana Djuhana
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.089 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v4i2.9630

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh temperatur mold terhadap perpindahan kalor dalam polimer dan pengaruhnya terhadap cacat produk yang terjadi pada kover dudukan pelat sepeda motor. Produk ini terbuat dari plastik dan diproduksi dengan metode injection molding. Penelitian ini dilakukan menggunakan software Autodesk Moldflow Adviser. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa terjadi perpindahan kalor sebesar 80.213,68 Joule pada temperature mold 30°C, 60.689,01 Joule pada temperature mold 40°C dan 54.425,55 Joule pada temperature mold 50°C. Potensi cacat produk sink mark sebesar 0,1084 mm pada temperature mold 30°C, 0,1124 mm pada temperature mold 40°C, dan 0,1169 mm pada temperature mold 50°C. Potensi cacat warpage sebesar 1,418 mm pada suhu 30°C, 1,521 mm pada suhu 40°C, dan 1,6382 mm pada suhu 50°C. Pada temperature mold 50°C didapatkan parameter setting yang lebih efektif dan efisien.
Perancangan Generator Magnet Permanen Fluks Aksial pada Turbin Crossflow dengan Variasi Head dan Celah Udara Achmad Maulana Soehada Sebayang; Silviana Simbolon
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.268 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v3i2.7226

Abstract

Energi listrik adalah salah satu energi yang dihasilkan dari hasil konversi berbagai jenis energi utama, salah satunya adalah energi air. Potensi yang terdapat pada energi air sangatlah besar, untuk itu diperlukan sebuah mesin turbin air beserta dengan generator yang sesuai dengan sistem dari turbin air yang dirancang. Beberapa parameter penting yang dapat mengoptimalkan kinerja dari generator, salah satunya adalah jarak celah udara antara rotor dengan stator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji kinerja generator magnet permanen fluks aksial satu phasa menggunakan magnet NdFeB bertipe stator tunggal dengan rotor ganda. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan jarak celah udara ( 0,004 m dan 0,006 m ) dengan jumlah magnet dan kumparan yang konstan. Dalam pelaksanaan pengujian dilakukan dua tahap yaitu pengujian tanpa beban dan pengujian berbeban lampu AC 9W/220V dengan kecepatan putar yang berbeda sesuai dengan putaran turbin air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran tertinggi terdapat pada kecepatan 975 Rpm dengan jarak celah udara 0,004 m yaitu 88 Volt tanpa beban dengan frekuensi 195 Hz. Sedangkan pengujian berbeban menunjukkan hasil yaitu tegangan keluaran sebesar 88 volt dengan frekuensi 124,96 Hz serta arus 0,12 ampere. Daya listrik maksimal generator fluks aksial adalah sebesar 10,56 Watt.