cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
Published by STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 601 Documents
GAMBARAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA PERILAKU MENGGOSOK GIGI ANAK USIA SEKOLAH Susanto, Herry; Khasanah, Nopi Nur; Rahayu, Weny Feftiana
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.011 KB)

Abstract

Menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Masalah  kesehatan gigi dan mulut paling banyak dialami oleh anak usia 6-12 tahun. Penyebab yang sangat mendasar adalah kurangnya kesadaran diri sendiri dan orang tua dalam membiasakan anak menggosok gigi yang baik dan benar serta tepat waktu. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi tubuh ketika kondisi gigi dan mulut tidak bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesehatan gigi dan mulut serta perilaku menggosok gigi pada anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan SOP gosok gigi. Jumlah responden sebanyak 119 siswa dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik. Hasil analisis diperoleh bahwa 119 siswa sebagian besar memiliki karakteristik usia 11 tahun dengan tingkat pendidikan sebagian besar kelas 4. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 44,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut tinggi dan sebanyak 55,5% memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut rendah. Selain itu, sebanyak 26,9% siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN Gebangsari 02 Semarang memiliki perilaku sesuai SOP dalam gosok gigi. Namun, 73,1% diketahui memiliki perilaku tidak sesuai SOP dalam gosok gigi. Terdapat 37 responden (31,1%) memiliki pengetahuan kesehatan gigi dan mulut tinggi namun perilaku menggosok gigi tidak sesuai SOP.   Kata kunci: kesehatan gigi dan mulut, anak usia sekolah, perilaku menggosok gigi   THE DESCRIBE DENTAL AND ORAL HEALTH TOWARD BRUSHING TEETH PRACTICE AMONG SCHOOL AGE CHILDREN   ABSTRACT Maintaining healthy teeth and mouth, can be done by brushing teeth properly. The majority dental and oral health problems are experienced by child aged 6-12 years. Those disorders are caused by the lack of self-awareness of the children and their parents in getting children to brush their teeth properly. This can affect the condition of the body when the oral condition is not hygiene. The purpose of this study was to determine the describe dental and oral health toward brushing teeth practice among school age children.This research was quantitative research with a descriptive research design. Data were collected by using questionnaires and observation of  brushing teeth practice. The number of respondents were 119 students selected by purposive sampling technique. Furthermore, the data were processed statistically. The results of the analysis showed that of 119 students, mostl of them aged 11 year as many as 44.5% with the level of education of most of them 4th grade accaunted for 34.5%. The results showed that 44.5% (n = 53) had high knowledge about dental and oral health and as many as 55.5% (n = 66) had knowledge of low oral and dental health. In addition, as many as 26.9% (n = 32) 4th, 5th and 6th grade students of Gebangsari 02 Elementary School Semarang had behavior in accordance with the standard practice in brushing their teeth. However, 73.1% (n = 87) were known to have inappropriate standard practice behavior in brushing teeth. There were 37 respondents (31.1%) having high dental and oral health knowledge but brushing behavior was not in accordance with the SOP.   Keywords: dental and oral health, school-age children, brushing teeth practice
KONSTRUKSI SOSIAL PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS TAT TWAM ASI Widhiasthini, Ni Wayan; Suwirja, I Wayan
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.197 KB)

Abstract

Pelayanan kesehatan yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih praktis menjadi standar pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Dalam rangka mewujudkan pelayanan prima, maka RSUP Sanglah Denpasar  menjadikan ?Tat Twam Asi?sebagai keyakinan dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran konstruksi sosial pelayanan kesehatan berlandaskan Tat Twam Asi serta faktor yang mempengaruhi. Penelitian dilakukan mulai bulan Juni sampai Agustus 2019 bertempat di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian dilakukan terhadap delapan informan yang terdiri atas unsur pimpinan, pelaksana dan penerima pelayanan menggunakan teknik wawancara mendalam.Hasil penelitian ini menemukan bahwa konsep Tat Twam Asibukan menjadi sesuatu yang baru dan dipandang sebagai objek penting dalam berperilaku di masyarakat dan di lingkungan RSUP Sanglah, namun pelaksanaannya dipengaruhi oleh berbagai faktor.Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi adalah faktor internal (sifat individualis dan tidak peduli dengan orang lain) dan faktor eksternal (lingkungan, role model dan peran pimpinan dalam melakukan rekonstruksi). Dapat disimpulkan bahwa gambaran konstruksi sosial petugas pemberi pelayanan dalam mengimplementasikan keyakinan dasar Tat Twam Asi yang sudah dilegitimasi oleh rumah sakit sudah terkonstruksi secara baik namun belum optimal sehingga perlu rekonstruksi sosial untuk memperdalam keyakinan dasar Tat Twam Asi.   Kata kunci: pelayanan kesehatan, konstruksi sosial, tat twam ASI   SOCIAL CONSTRUCTION OF HEALTH SERVICES BASED ON TAT TWAM ASI   ABSTRACT Easier, faster, and more practically health services is a standard health service that can improve servicequality and customer satisfaction. To realize standards excellent service, Sanglah General Hospitaluse "Tat Twam Asi" as a basic belief. This research was a descriptive qualitative study aims to explore the social construction of health services based on Tat Twam Asi and the contributing factors. This study was conducted at the Sanglah General Hospital in Denpasar on eight participants that consisted of leader elements, health care services, and health care recipients by using in-depth interview stechnique during June to August 2019. The results of this study found that the concept of Tat Twam Asi was not something new for health care services. It was seen as an important object on behavior in the community especially in the Sanglah General Hospital, however, the implementation was influenced by various factors. The influencing factors are internal factors (individual characteristics and caring to others) and external factors (environment, rolemodels and the role of leaders in reconstruction).Itcan be concluded that the socialconstruction of healths services on implementing the basic beliefs of Tat Twam Asi has been well constructed butneed to be optimized. Therefore, social reconstruction needs to be strengthened to deepen the basic beliefs of Tat Twam Asi.   Keywords: health services, social construction, and tat twam ASI
ANALISIS IMPLEMENTASI KOMUNIKASI SBAR DALAM INTERPROFESIONAL KOLABORASI DOKTER DAN PERAWAT TERHADAP KESELAMATAN PASIEN Nasution, Mahnum Lailan; Suza, Dewi Elizadiani; Astuti, Andriani Mei
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.658 KB)

Abstract

Teknik komunikasi SBAR merupakan salah satu indikator yang diprioritaskan untuk kualitas komunikasi yang efektif dalam tujuan keselamatan pasien (IPSG 2). Keselamatan pasien sangat tergantung pada tindakan tim medis dalam mengurangi medical error yang dapat dicegah dengan meningkatkan komunikasi yang efektif melalui sosialisasi komunikasi SBAR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi komunikasi SBAR dalam kolaborasi interprofesional antara dokter dan perawat pada keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain satu kelompok pretest-posttest. Responden penelitian terdiri dari 35 perawat dan 35 dokter spesialis sesuai dengan kriteria inklusi dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner komunikasi SBAR. Nilai uji validitas CVI=0,87 dan nilai uji reliabilitas Cronbach?s Alpha=0,62. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai signifikan sebelum dan setelah dilakukan sosialisai komunikasi SBAR p = 0,00 (p <0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata (Mean Rank) dokter spesialis 18,00 dan perawat 18,00 yang mengindikasikan bahwa sosialisasi komunikasi SBAR memiliki pengaruh secara signifikan terhadap keselamatan pasien.   Kata kunci: komunikasi sbar, keselamatan pasien, interprofesional kolaborasi   ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OF SBAR COMMUNICATION IN DOCTOR AND NURSING INTERPROFESSIONAL PATIENTS TO PATIENT SAFETY   ABSTRACT SBAR communication technique is the prioritized indicators for effective communication quality in patient safety goal (IPSG 2). Patient safety highly depends on medical team?s action in decreasing unwanted incidence which can be prevented by increasing effective communication through socializing SBAR communication. The purpose was to analyze the effect implementation of SBAR communication in interprofessional collaboration between doctors and nurses on patient safety. The research used quasi-experimental method with one group pretest-posttest design. The respondents were 35 nurses and 35 doctor specialists according to the inclusion criteria with purposive sampling. The research instruments were SBAR communication questionnaires. Validity Value with CVI=0.87 and reliability value with Cronbach?s Alpha=0.62. Data was analyzed using Wilcoxon Test. The results showed that there was a diffrence significant score of pre post SBAR implementation between doctor specialist and nurses p=0.04 (p<0.05). The result of the research showed that Mean Rank=18.00 from doctor specialist and nurses Mean Rank=18.00 which indicated that socializing SBAR communication could have significant change in mean rank value.   Keywords: SBAR communication, patient safety, interprofessional collaboration            
PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI TENTANG KATARAK DENGAN MEDIA BOOKLET Manuntung, Alfeus; Azizah, Isma; Sylvia, Ester Inung; Datak, Gad
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.879 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit dengan pengobatan jangka panjang bahkan seumur hidup. Diabetes sering menimbulkan komplikasi katarak. Katarak diabetik dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai perilaku yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan katarak diabetik. Metodologi penelitian menggunakan desain pra expriment dengan one group pretest dan posttest kepada 30 anggota Klub Prolanis Sanang Barigas Palangka Raya dengan pemilihan purposive sampling. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan 21 item pertanyaan yang valid dengan r tabel > 0,444 maka artinya 21 item pertanyaan tersebut dapat dinyatakan valid. Dan uji reliabilitas diperoleh alpha (0,927) > r tabel (0,444), maka artinya 21 item pertanyaan tersebut dapat dinyatakan reliabel. Tahap pelaksanaan hari ke-1 diberikan pretest tentang katarak diabetik, edukasi katarak diabetik dan booklet untuk dibawa pulang. Hari ke-4 subyek diingatkan untuk membaca booklet. Hari ke-7 subyek diminta menjawab kuesioner katarak diabetik. Hari ke-11 subyek diingatkan kembali untuk membaca booklet dan hari ke-14 subyek diminta untuk menjawab kuesioner katarak diabetik untuk evaluasi akhir. Hasil penelitian mengunakan analisis univariat untuk menjelaskan frekuensi variabel penelitian dan analisis bivariat dengan uji normalitas Uji Shapiro-Wilk dengan nilai signifikasi atau p value < 0,05 artinya data tidak berdistribusi normal sehingga perlu menggunakan uji wilcoxon. Hasil uji statistik wilcoxon test diperoleh p value 0,000 (<0,05) yang bermakna adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media booklet.   Kata kunci: booklet,edukasi,diabetes melitus, katarak diabetik, pengetahuan   INCREASE OF DIABETES MELITUS PATIENTS THROUGH EDUCATION ABOUT CATARAC WITH BOOKLET MEDIA   ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is one of the diseases with long-term treatment. Diabetes is often causes complications, one of them is cataracs. Diabetic cataracts can occur due to a lack of knowledge about the behavior to prevent these complications. This research aims to examine the effect of education with booklet on increasing knowledge of diabetic cataracts. The research methodology used the pra experiment design with one group pretest and posttest to 30 Prolanis Club Sanang Barigas Palangka Raya members with the selection of purposive sampling. The results of the questionnaire validity test with 21 question item which r tabel > 0,444 this mean These 21 question items is valid and reliability test was obtained alpha (0,927) > r tabel (0,444), this mean These 21 question items is reliable. On the first day the respondent was given a pretest about diabetic cataracts, diabetic cataract education and a booklet to take home. The fourth day respondents were reminded to read the booklet. The seventh day respondents were asked to answer a diabetic cataract questionnaire. The eleventh day, respondents were expected to read the booklet again and on the fourteen day respondents were asked to answer the diabetic cataract questionnaire for the final evaluation. Univariate analysis using to explain the frequency of research variables and bivariate analysis with the normality test of Shapiro-Wilk test with significance value or p value <0.05 this meaning the data are not normally distributed and need to use the Wilcoxon test. The Wilcoxon test results obtained p-value 0,000 (<0.05) which means there was an increase in knowledge after being given education with booklet.   Keywords: booklet, education,diabetic cataract, diabetes melitus, knowledge  
PENGARUH INHALASI AROMATERAPI MAWAR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR Fatimah, Siti Nur; Maliya, Arina
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.917 KB)

Abstract

Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh adanya cidera yang sangat besar mengenai tulang, mengakibatkan kerusakan pada tulang, otot, dan jaringan disekitarnya. Pembedahan menjadi salah satu penanganan fraktur. Tindakan pembedahan dapat menimbulkan kecemasan bagi beberapa orang. Terapi komplementer dapat digunakan untuk memberikan rasa nyaman dan mengurangi kecemasan, salah satunya yaitu dengan aromaterapi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh inhalasi aromaterapi mawar terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur ekstremitas. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi exsperiment dengan menggunakan pre-post test control group desain. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penilaian tingkat kecemasan dengan kuesioner HRS-A pada kedua kelompok. Uji validitas terhadap kuisioner mendapatkan hasil 0.90, sedangkan uji reliabilitasnya mendapatkan hasil 0.94. Sebelum dilakukan analisis data, dilakukan uji normalitas  data menggunakan kolmogorov-smirnov dengan hasil data berdistribusi tidak normal. Penelitian ini dilakukan bulan Januari sampai Maret 2019 di RS Ortopedi Surakarta. Hasil  analisis menunjukkan terdapat pengaruh inhalasi mawar terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur ekstremitas.   Kata kunci: fraktur, kecemasan, aromaterapi mawar   PENGARUH INHALASI AROMATERAPI MAWAR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS   ABSTRACT A fracture is a condition of bone continuity which is caused by a very large injury to the bone, resulting in damage to the bones, muscles, and surrounding tissue. Surgery is a fracture treatment. Surgery can cause anxiety for some people. Complementary therapy can be used to provide comfort and reduce anxiety, one of which is aromatherapy. The purpose of this study was to determine the effect of rose aromatherapy inhalation on anxiety levels in patients with preoperative limb fractures. This research design uses quasi experiment by using pre-post test control group design. The total sample of 30 respondents were divided into control and intervention groups with a purposive sampling technique. Data collection was performed by assessing anxiety levels with the HRS-A questionnaire in both groups. The validity test on the questionnaire got 0.90 results, while the reliability test got 0.94 results. Prior to data analysis, a normality test was conducted using the Kolmogorov-Smirnov data with abnormal distribution results. This research was conducted from January to March 2019 at Surakarta Orthopedic Hospital. The analysis showed that there was an effect of rose inhalation on the level of anxiety in patients with preoperative limb fractures.   Keywords: fracture, anxiety, rose aromatherapy
GAMBARAN PELAYANAN KESEHATAN PUBLIC SAFETY CENTER 119 Mushidah, Mushidah; Muliawati, Ratna; Musyarofah, Siti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.658 KB)

Abstract

Smart city  merupakan sebuah konsep pengembangan dan pengelolaan kota dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Aplikasi PSC 119 SIAGA Kabupaten Kendal merupakan salah satu program menuju Kendal Smart City  di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelayanan kesehatan PSC 119 SIAGA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada penanggungjawab dan pelaksana program. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kegawatdaruratan PSC 119 SIAGA Kabupaten Kendal sudah menggunakan sistem informasi berupa aplikasi yang dapat diunduh melalui play store. Layanan aplikasi yaitu lapor kecelakaan, kejahatan, dan kebakaran. Aplikasi ini menyediakan informasi ketersediaan kamar layanan kesehatan terdekat, ketersediaan darah dari PMI, dan informasi kesehatan. Kebutuhan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dalam menunjang pelayanan kegawatdaruratan semuanya sudah tercukupi. Kendala dalam menjalankan layanan ambulans adalah masyarakat ada yang kurang sadar untuk memberikan akses jalan pada mobil ambulans saat menggunakan fasilitas jalan.   Kata kunci: public safety center 119   THE DESCRIPTION OF THE PUBLIC SAFETY CENTER 119   ABSTRACT Smart city  is a concept of city?s development and management with Information and Communication Technology (ICT) to connect, monitor, and control various resources within the city more effectively and efficiently to maximize services to citizens and support sustainable development. The application of PSC 119 SIAGA Kendal District is one of the programs towards Kendal smart city  in the health sector. The purpose of this study was to determined the description of the PSC 119. This research is a descriptive study with a survey method. Data was collected by in-depth interview technique to the responsible person and the program implementer on August 2019. Data was  analyzed in a qualitative descriptive through the data reduction process. The results showed that the emergency services of PSC 119 SIAGA Kendal Regency had used an information system in the form of applications that could be downloaded through the play store. Application services that report accidents, crime, and fire. This application provides information on the availability of the nearest health service room, the availability of blood from PMI, and health information. The need for human resources, facilities and infrastructure to support emergency services has all been fulfilled. The obstacle in carrying out an ambulance service is that there are people who are less aware of providing road access to ambulances when using road facilities.   Keywords: public safety center 119
PENATALAKSANAAN 5 PILAR PENGENDALIAN DM TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DM TIPE 2 Arifianto, Danang; Marwanti, Marwanti; Daryani, Daryani; Suciana, Fitri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.476 KB)

Abstract

Penderita Diabetes Melitus mengalami peningkatan selama kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2013-2018 sebesar 1,6%. Penyakit Diabetes melitus apabila tidak tertangani secara benar, maka dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi, baik kronis maupun akut. Penatalaksanaan 5 pilar pengendalian DM tipe 2 ini dapat diterapkan pada penderita DM dalam upaya mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Penatalaksanaan 5 pilar pengendalian DM meliputi diet, pengobatan farmakologi, latihan fisik, edukasi dan monitor kadar gula darah. Metode penelitian  yang digunakan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitiannya didapatkan data p-value 0,003 (: 0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penatalaksanaan 5 pilar pengendalian DM tipe 2 dengan kualitas hidup pasien DM.   Kata kunci: 5 pilar penatalaksanaan diabetes melitus, kualitas hidup, pasien diabetes melitus   THE DESCRIBE DENTAL AND ORAL HEALTH TOWARD BRUSHING TEETH PRACTICE AMONG SCHOOL AGE CHILDREN   ABSTRACT Diabetes Mellitus have increased during at the last 5 years about 1,6%. Diabetes Mellitus have  not handled propoerly, it can lead to various kinds of complications, both chronic and acute. 5 pillars of diabetes mellitus  management can be applied to DM sufferers in an effort to prevent complications and improve quality of life. 5 pillars of diabetes mellitus management includes nutrition, phrmacological treatment, physical exercise, education, and monitorig of blood sugar levels. The research method used by using a cross secitonal approach. Data collection techniques usiang a questionaire. The research results obtained p value data of 0,003 (P value <0,003). it?s menaing that there is a significant relationship between 5 pillars management of diabetes mellitus with quality of life of Diabetes Melitus.   Keywords: 5 pillars of management type 2 diabetes mellitus, quality of life, patients with diabetes mellitus
MOTIVASI KINERJA PADA PENANGGUNGJAWAB UPAYA KESEHATAN MASYAKARAT BERDASARKAN MASLOW’S MODEL Khotimah, Husnul; Wathoniyah,, Zahrotul; Supriyadi, Bagus
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.63 KB)

Abstract

Motivasi  kinerja Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyakarat yang baik akan mempengaruhi Penilaian kinerja Puskesmas. Dengan menggunakan Maslow?s model pada kinerja mempengaruhi motivasi penanggungjawab program ditinjau dari Kebutuhan FisiologisKebutuhan Keamanan dan Keselamatan, Kebutuhan Sosial, Kebutuhan Penghargaan, Kebutuhan Aktualisasi Diri. Desain penelitian study corelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tlogosari pada bulan April sampai dengan Mei 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang diambil secara Total Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, dan dilakukan uji Analisa Spearman Rho dengan derajat kemaknaan p ? 0,05. Didapatkan p value 0,000, p < 0,05, ada Hubungan Motivasi Kinerja Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyakarat Berdasarkan Maslow?s Model. Kebutuhan berdasarkan Maslow?s Model dapat mempengaruhi Motivasi Kinerja Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyakarat sehingga dapat membantu ketercapaian Penilaian Kinerja Puskesmas menjadi lebih baik.   Kata kunci : motivasi kerja, hirarki maslow?s, kinerja, program upaya kesehatan masyarakat   ABSTRACT Motivation of the performance of the Responsible Community Health Efforts will influence the performance evaluation of the health center. Using Maslow's model on performance affects the motivation of program managers in terms of Physiological Needs, Security and Safety Needs, Social Needs, Award Needs, Self Actualization Needs. Correlational study design with a cross-sectional approach. The study was conducted at the Tlogosari Health Center in April until May 2019 with a total sample of 30 respondents taken in total sampling. The measuring instrument used was a questionnaire, and the Spearman Rho Analysis test was carried out with a significance level of p < 0.05. Obtained p-value 0,000, p <0,05, there is a correlation between the Motivation of Performance of Responsible Health Efforts Based on Maslow's Model. The needs-based on Maslow's Model can influence the Motivation of the Performance of Responsible Community Health Efforts so that they can help achieve the Performance Assessment of health center to be better.   Keywords: work motivation, hierarchy maslow, performance, public health efforts program
PENGARUH PENERAPAN KODE ETIK KEPERAWATAN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN Purnomo, Edi; Nasir, Andi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.07 KB)

Abstract

Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan harus senantiasa menjunjung tinggi kode etik keperawatan sebagai bentuk tanggung jawabnya baik terhadap pasien, tanggung jawabnya terhadap teman sejawat atau profesi lainnya, maupun tanggung jawabnya terhadap organisasi profesinya (PPNI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penerapan kode etik dari aspek tanggung jawabnya terhadap pelayanan keperawatan baik terhadap pasien, teman sejawat atau profesi lainnya maupun terhadap organisasi profesinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel metode nonprobability sampling dengan cara sampel jenuh (total sampling). Pengujian analisis dengan uji regresi linier, Uji statistik t Parsial dan Uji F hitung. Hasil penelitian menunjukkan adanya Pengaruh Penerapan Kode Etik pasien terhadap Pelayanan Keperawatan dengan nilai sig 0,01 < 0,05 , sedangkan Penerapan Kode Etik teman sejawat/profesi lainnya (nilai sig 0,78 > 0,05) dan Penerapan Kode Etik Organisasi Profesi PPNI (nilai sig 0,32 > 0,05) sehingga tidak ada pengaruh terhadap Pelayanan Keperawatan.   Kata kunci: kode etik klien, kode etik teman sejawat, kode etik organisasi profesi, pelayanan keperawatan   THE EFFECT OF IMPLEMENTATION OF NURSING CODE OF ETHICSNURSING SERVICES   ABSTRACT Nurses in providing nursing services must always uphold the nursing code of ethics as a form of responsibility both for patients, their responsibilities to peers or other professions, as well as their responsibilities to professional organizations (PPNI). This study aims to determine the form of the application of the code of ethics from aspects of responsibility for nursing services both to patients, colleagues or other professions as well as to the professional organization. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. Sampling nonprobability sampling method by means of saturated samples (total sampling). Test analysis with linear regression test, Partial t statistical test and F test count. The results showed the influence of the application of the patient's Code of Ethics to Nursing Services with a sig value of 0.01 < 0.05, while the application of the Code of Ethics of colleagues / other professions (sig value of 0.78 > 0.05) and the Application of the Professional Code of Ethics for the PPNI Professional Organization (sig value 0.32 > 0.05) so that there is no influence on Nursing Services.   Keywords: client code of conduct, colleague code of ethics, professional organization code of ethics, nursing services
FAKTOR RESIKO INFEKSI SALURAN KEMIH AKIBAT PENGGUNAAN KATETER Tarigan, Rosina; Suza, Dewi Elizadiani; Hariati, Hariati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 4 (2019): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.644 KB)

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi yang paling banyak terjadi di pelayanan kesehatan terutama disebabkan akibat pemasangan kateter. Terjadinya infeksi saluran kemih diakibatkan oleh beberapa faktor resiko.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor resiko penyebab infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter dengan menggunakan Systematic  review. Systematic  review dilakukan dengan pencarian dari pada elektronik database CINAHL, Proquest, Google Scholar, dan Science Direct yang bersumber dari tahun 2012 sampai 2018. Kata kunci yang digunakan meliputi catheter, urinary tract infection, risc factor. 180 arikel yang didapatkan, 53 artikrel yang direview dan hanya 10 artikel yang sesuai dengan kriteria. Faktor resiko penyebab infeksi saluran kemih pada pasien terpasang kateter, yaitu durasi penggunaan  kateter, usia, jenis kelamin, diabetes melitus dan sistem drainase. Berbagai faktor resiko menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih akibat pemasangan kateter akan tetapi infeksi tersebut dapat dicegah dan menurunkan angka infeksinya sehingga dapat menentukan intervensi yang tepat unruk melakukan pencegahan terhadap angka infeksi.   Kata kunci: faktor resiko, infeksi saluran kemih, kateter   RISK INFECTION RISK INFECTION FACTORS DUE TO USE OF CATERETERS   ABSTRACT Urinary tract infection is one of the most common infections in health services mainly due to catheter placement. The occurrence of urinary tract infections is caused by a number of recipe factors. The purpose of the study is to determine the risk factors for urinary tract infections in patients with catheters using Systematic review. Systematic review is done by searching the electronic databases of CINAHL, Proquest, Google Scholar, and Science Direct from 2012 to 2018. Keywords used include catheters, urinary tract infections, risk factors. 180 aricles obtained, 53 articels reviewed and only 10 articles that match the criteria. Risk factors for urinary tract infections in patients with catheters, namely duration of catheter use, age, sex, diabetes mellitus and drainase system. Various risk factors cause urinary tract infections due to catheter installation but these infections can be prevented and reduce the number of infections so that they can determine the right intervention to prevent infection rates.   Keywords: urinary tract infection, catheter, risk factor

Page 1 of 61 | Total Record : 601