cover
Contact Name
Aris Setia Noor, SE.,M.Si
Contact Email
arissetianoor@gmail.com
Phone
+6285247409444
Journal Mail Official
arissetianoor@gmail.com
Editorial Address
Jalan Adhyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 26562928     DOI : 1031602
Core Subject : Social,
Dalam rangka memperluas media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Ilmu - Ilmu Sosial, Unit Jurnal dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-banjary Banjarmasin telah menerbitkan Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial dengan e-ISSN : 2656-2928 dan secara berkala sudah terbit 2 kali dalam satu tahun (bulan Maret dan September). Jurnal ini menampung gagasan ilmiah dan hasil penelitian dari Akademisi Perguruan Tinggi, dan Peneliti dari seluruh Indonesia.
Articles 41 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERANAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA ( STUDI KASUS PADA BEBERAPA HOTEL DI KOTA BANJARMASIN ) aris setia noor; berta lestari
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.318 KB) | DOI: 10.31602/.v1i1.1731

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi konsep akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan sebagai alat manajemen pada suatu perusahaan jasa dalam mencapai efektivitas pengendalian biaya dan untuk pertanggungjawaban dengan efektivitas pengendalian biaya.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey, dengan tujuan untuk mengetahui tanggapan dari sebagian populasi yang bersangkutan mengenai objek penelitian dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, diproses kemudian dianalisis serta dibandingkan dengan teori yang ada  sedangkan pengujian data diperlukan  langkah-langkah yaitu pengujian data dan rancangan pengujian hipotesis. Kata kunci : Akuntansi Pertanggungjawaban, Efektivitas Pengendalian BiayaThe purpose of this study was to determine and evaluate the concept of accounting is applied as a management tool in a service company in achieving effectiveness and cost control for accountability with the effectiveness of cost control.This research was conducted using survey methods, with the aim to determine the response of most of the population is concerned about the research object and using the questionnaire as a data collection tool, processed and then analyzed and compared with existing theories while testing the data necessary steps that the test data and design hypothesis testing.Keywords: Responsibility Accountancy, Financial Control Effectiveness
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN TREASURE CLUE TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK PADA SISWA KELAS V SDIT AL-FIRDAUS BANJARMASIN Aulia Safitri Ariany; Barsihanor Barsihanor; Tutus Rani Arifa
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v1i2.2555

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui efektivitas metode Treasure Clue terhadap hasil belajar dalam Pembelajaran tematik pada siswa kelas V SDIT Al- Firdaus Banjarmasin.Jenis penlitin yang digunakan pada penelitian ini eksperimen semu (Quasi Experimental Research), dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian dalam penelitian ialah seluruh siswa kelas V SDIT Al-Firdaus Banjarmasin berjumlah 43 orang. Dengan sampel 22 orang kelas VA yang menjadi kelompok kontrol dan 21 orang kelas VB yang menjadi kelompok eksperimen menggunakan metode Treasure Clue. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, dokumentasi dan tes. Instrumen untuk mengukur hasil belajar menggunakan pre-test dan post-test. Validasi instrumen tes validitas instrumen menggunakan rumus  Product Moment dengan bantuan program  Statistical Product and Service Solution  (SPSS) versi 21 dan mengetahui reliabilitas data menggunakan rumus cronbach’s alpha dengan bantuan program  Statistical Product and Service Solution  (SPSS) versi 21. Teknik analisi data menggunakan t-test. Setelah diketahui nilai normalitas dan homogenitas data. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai pre-test sebesar 54,32 dan nilai post-test sebesar 90,68. Kelompok kontrol diperoleh nilai pre-test sebesar 43,81 dan nilai post-test sebesar 81,67. Hasil uji hipotesis menunjukan nilai signifikan sebesar 0,003 <0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar pada pembelajaran tematik kelas V SDIT Al-Firdaus Banjarmasin antara pembelajaran yang menerapkan metode pembelajaran Treasure Clue dengan pembelajaran yang menerapkan pembelajaran konvesional.  Kata Kunci : Metode Treasure Clue, hasil belajar, pembelajaran Tematik.This study aims to determine the effectiveness of the Treasure Clue method for learning outcomes in Thematic Learning in fifth grade students of SDIT Al-Firdaus Banjarmasin. This type of research used in this study was quasi-experimental (Quasi Experimental Research), with Nonequivalent Control Group Design. The research population in this study were all fifth grade students of SDIT Al-Firdaus Banjarmasin totaling 43 people. With a sample of 22 VA class people who became the control group and 21 VB class people who became the experimental group using the Treasure Clue method. Data collection techniques using observation, documentation and tests. Instrument to measure learning outcomes using pre-test and post-test. The instrument validity test was validated using the Product Moment formula with the help of the Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 21 program and found out the reliability of the data using the Cronbach's alpha formula with the help of the Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 21 program. Data analysis techniques used t- test. After knowing the normality and homogeneity value of the data. In the experimental group, the pre-test value was 54.32 and the post-test value was 90.68. The control group obtained a pre-test value of 43.81 and a post-test value of 81.67. Hypothesis test results showed a significant value of 0.003 <0.05. From these results it can be concluded that there are differences in learning outcomes in the thematic learning of class V SDIT Al-Firdaus Banjarmasin between learning that applies the Treasure Clue learning method and learning that applies conventional learning                                                                                                                    Keywords: Treasure Clue Method, learning outcomes, Thematic learning 
KONTRIBUSI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PELAKSANAAN KINERJA GURU DI SD MUHAMMADIYAH MARTAPURA Latifah Latifah; Noor Fazariah Handayani
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v4i1.7356

Abstract

In this study, the analysis process carried out on the data that has been collected has been interpreted on the results of the process, so some conclusions are drawn as follows: Generally, the implementation of SBM in SD Muhammadiyah Martapura is classified as good, the level of teacher job satisfaction, especially after SBM is implemented, turns out to be quite high. , School performance which is manifested in the form of school accreditation scores is generally classified as good, There is a significant contribution from the implementation of SBM to the level of teacher job satisfaction, There is also a significant contribution from teacher job satisfaction to school performance results, There is a significant contribution from the implementation of SBM and teacher job satisfaction on the performance of SD Muhammadiyah Martapura. All hypotheses proposed in this study were significantly accepted.Keywords: Contribution, school-based management, job satisfaction.
PERSEPSI MASYARAKAT MILLENNIAL TERHADAP MAKNA KONFLIK sidik puryanto
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.492 KB) | DOI: 10.31602/.v1i1.1730

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran makna konflik bagi masyarakat di era sekarang, yang telah mengalami perkembangan dari era klasik, modern dan postmodern. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian fenomenologi. Hasil penelitian ini mengugkap bahwa telah terjadi pergeseran pandangan tentang makna konflik bagi masyarakat dari klasik, modern dan masyarakat millennial. Kesimpulan penelitian ini adalah pergeseran makna konflik menciptakan perbedaan paradigma dalam pemikiran oleh masyarakat, dan menciptakan perbedaan pandangan dalam upaya menyelesaikan setiap konflik.Kata kunci : persepsi konflik, paradigmatik konflik, dan masyarakat millennialthe study aims to analyze shifting of conflict means for the people in this era, it had been develop from the classic, modern and post-modern. Study use qualitative approach by fenomenology. The result is reveal that shifting of conflict means from multidimension of people, from classic, modern,and millennial society had been occurred. Conclusion of the study are shifting of conclict means distinguish of its paradigm, and according with how its solve.Keywords: perception of conflict, paradigmatic conflict, and millennial society
PERILAKU MEROKO REMAJA AWAL PADA PENDIDIKAN FORMAL BANJARMASIN INDONESIA jarkawi jarkawi; Akhmad Rizkhi Ridhani
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.558 KB) | DOI: 10.31602/.v1i1.1729

Abstract

Perkembangan remaja merupakan tahapan perkembangan dewasa. Karakteristik remaja awal dengan mencari identitas diri dan pengakuan diri pada usia 11/13 tahun sampai dengan usia 18/20 tahun yang dijalani setelah tahapan perkembangan masa anak-anak. Pada tahapan usia 11/13 tahun sampai deang 14/15 tahun disebut remaja awal. Sedangkan tahapan usia 14/16 tahun sampai dengan 18/20 tahun disebut remaja akhir. Tahapan perkembangan remaja awal pada pendidikan formal berada di tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama atau Madrasyah Ttsanawiyah. Remaja awal merupakan tahapan menentukan perkembangan pada tahap dalam kelompok. Meroko pada remaja awal dilakukan dimulai dengan ingin mencoba atau mengikuti gaya dan lagak  teman meroko. Dengan metode survey terhadap 1660 responden sebagai partisipan remaja awal dari usia 11 tahun sampai dengan 17 tahun, duduk di kelas VII, kelas VIII, kelas IX pada tahun 2017 untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta sebanyak 30 sekolah, pada Madrasyah Ttsanawiyah Negeri dan Swasta sebanyak 16 sekolah,menunjukkan bahwa remaja awal meroko sebesar 43.98 % melakukan perilaku meroko.8,70 % sekolah katagori sangat tinggiKata kunci: Perilaku meroko, Remaja awal, Pendidikan formalAdolescent development is a stage of adult development. Characteristics of early adolescents by seeking self-identity and self-recognition at the age of 11/13 years to the age of 18/20 years after the stages of childhood development. At the age of 11/13 years until 14/15 years old are called early adolescents. While the stages of age 14/16 years up to 18/20 years are called late teens. The stages of early adolescent development in formal education are at the level of junior high school education or Madrasyah Ttsanawiyah. Early adolescence is a stage of determining development at the stage in the group. Going on to the early teenagers starts with wanting to try or follow the style and attitude of friends playing. With a survey method of 1660 respondents as early adolescents from the age of 11 years to 17 years, sitting in class VII, class VIII, class IX in 2017 for Public and Private Middle Schools as many as 30 schools, at Madrasyah Ttsanawiyah Negeri and Private as many as 16 schools, showed that early adolescents shop for 43.98% doing behavioral behavior. 8.70% of category schools are very highKeywords: Smoking behavior, early adolescence, formal education
PENERAPAN MEDIA DIORAMA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA Miftahul Jannah; Abdul Basit
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v1i2.2553

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kelas III SD Islam Fatahillah Desa Sumber Kerang Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari 10 orang peserta didik dengan rincian 6 siswa dan 4 siswi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS menggunakan media diorama. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah hasil belajar kognitif siswa setelah menggunakan media diorama meningkat. Hal ini dapat dilihat dari data hasil pratindakan sebanyak 9 orang peserta didik (90%) mendapatkan nilai belum tuntas dan 1 orang peserta didik (10%) telah memperoleh nilai tuntas. Pada siklus pertama mengalami peningkatan yang mana 4 orang peserta didik (40%) siswa memperoleh nilai belum tuntas dan 6 orang peserta didik (60%) telah memperoleh nilai tuntas. Pada siklus 2 data hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang siginifikan yaitu 1 orang peserta didik (10%) belum memperoleh nilai tuntas dan 9 orang peserta didik (90%) telah memperoleh nilai tuntas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan media diorama dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III di SD Islam Fatahillah Desa Sumber Kerang Kabupaten Probolinggo.Kata kunci : media diorama, IPS, hasil belajarThis research was carried out in the Third grade of SD Islam Fatahillah Sumber Kerang Village Probolinggo Regency consisting of 10 students with details of 6 male students and 4 female students. This type of research was Classroom Action Research which was carried out in 2 cycles while the stages in doing this research includes planning, action, observation and reflection stages. This study aims to improve the learning outcomes of social science by using the Diorama Media. The data obtained in the study is the results of students 'cognitive learning after applied diorama media increased which can be seen from the students' pre-action results that there are 9 students (90%) who have received incomplete grades and 1 students (10%) get complete grades. In the first cycle , there was an increase, there were 4 students (40%) got incomplete grades and 6 students (60%) got complete grades. In the second cycle also experienced an increase in learning outcomes, namely there were 1 student (10%) who still did not get complete grades and 9 students (90%) others got complete grades. Thus it can be concluded that aplication of diorama media on social science learning can improve the learning outcomes of third grade students of SD Islam Fatahillah Sumber Kerang Village Probolinggo Regency.Keywords: diorama media. social science. learning outcomes.
HUBUNGAN ANTARA IKLAN ONLINE DENGAN MINAT BELI KONSUMEN Muzahid Akbar Hayat
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.305 KB) | DOI: 10.31602/jt.v1i1.1792

Abstract

The development of information technology has created a new media communications for the world of marketing communication with the emergence of Internet and website. Some companies take advantage of these developments add to the lines of communication, especially in the advertising area was made offline into online. Telkom Speedy is placing the ads at detik.com. whether these changes will affect the interests of consumers to buy a products. Based on the results of the research, between online advertising and has a medium interest in buying relationships that are positive and linear, online advertising has on the buying interest and have several other factors that affect the both variable television ads, brochures and direct marketing, the two variables of effect between the one with the other. Keywords: online advertising, internet, website, buying interest Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menciptakan suatu media komunikasi baru bagi dunia komunikasi pemasaran yaitu dengan adanya kemunculan internet dan website. Beberapa perusahaan memanfaatkan perkembangan tersebut dengan menambah jalur komunikasi terutama dalam bidang iklan yang tadinya dilakukan secara offline menjadi online. Salah satunya adalah Telkom speedy yang menempatkan iklannya didetik.com. perubahan tersebut apakah akan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, antara iklan online dan minat beli memiliki tingkat hubungan yang sedang dan linear positif, iklan online memiliki pengaruh terhadap minat beli dan terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi kedua variabel tersebut yaitu iklan televisi, brosur dan pemasaran langsung, kedua variabel saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya.Kata Kunci: iklan online, internet, website, minat beli
Pendidikan konflik menurut prespektif Ki Hajar Dewantara Sidik Puryanto
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v1i2.2552

Abstract

Kajian konseptual ini mengksplorasi tentang pandangan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan konflik di Negara plural yaitu Indonesia. Kecerdasan Ki Hajar Dewantara telah dituangkan pada teori yaitu ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, yang menunjukkan tentang karakteristik masyarakat Indonesia dan pendidikan yang ideal. Nilai ke-Indonesiaan dari konsep pendidikan konflik yang dijelaskan dari intepretasi Ki Hajar Dewantara merupakan korelasi antara persoalan  budaya dengan liberalisasi budaya barat yang semakin deras dan tidak terkendali. Penggunaan nilai budaya menjadi sarana kontrol terhadap globalisasi yang radikal. Penguatan nilai budaya Indonesia menjadi sintesa pendidikan konflik di era sekarang.Kata kunci: konflik, Ki Hajar Dewantoro, BudayaThis conceptual study explores Ki Hajar Dewantara's views on conflict education in a plural country, Indonesia. Ki Hajar Dewantara's intelligence has been outlined in the theory of ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, which shows the characteristics of Indonesian society and ideal education. The Indonesian value of the concept of conflict education explained by the interpretation of Ki Hajar Dewantara is the correlation between cultural issues and the liberalization of western culture which is increasingly swift and uncontrolled. The use of cultural values is a means of control against radical globalization. Strengthening Indonesian cultural values is a synthesis of conflict education in the current era.Keywords: conflict, Ki Hajar Dewantoro, Culture
KOMUNIKASI TERAPEUTIK BIDAN DAN PASIEN PASCA MELAHIRKAN OPERASI PADA RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALANGKA RAYA Ngalimun Ngalimun
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jt.v1i2.2557

Abstract

Therapeutic communication applied at the Islamic Hospital of Muhammadiyah Palangka Raya consists of four phases / stages, namely the pre-interaction phase, the action phase, the evaluation phase, and the documentation phase. In conducting therapeutic communication with patients, midwives use certain techniques such as recognizing and calling out the patient's name, giving greetings or greetings, shaking hands or touching, explaining medical actions to be taken, trying to find out the patient's condition through communication by giving patients the opportunity to explain his condition, pause for a moment, and ask related questions. The relationship between the midwife and the patient is important in therapeutic communication. Through a well-established relationship between the midwife and the patient, the midwife and the patient work together to achieve their goals. The goals of therapeutic communication include: helping patients to clarify and reduce the burden of feelings and thoughts, and can take effective action for patients. The therapeutic communication phases mainly consist of the pre-interaction phase, the action phase, the evaluation phase, and the documentation phase. Before meeting and conducting therapeutic communication to patients, a midwife needs to prepare herself before meeting with patients with different backgrounds and characters, while preparing themselves, midwives also study medical records of programs that have and will be implemented.Keywords: Therapeutic Communication, Midwives and Patients
MENANAMKAN NILAI KARAKTER DAN NILAI MORAL MELALUI PENDIDIKAN YANG MEMBUDAYAKAN nurmiati nurmiati
Jurnal Terapung : Ilmu - Ilmu Sosial Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.02 KB) | DOI: 10.31602/.v1i1.1733

Abstract

Tujuan tulisan ini memberikan pemahaman tentang pentingnya penanaman karakter agar memahami bahwa karakter adalah identitas yang harus selalu dijaga dan dikembangkan sesuai dengan akar budaya dan tata nilai serta norma yang bertujuan menjaga generasi penerus bangsa. Kolaborasi berbagai pihak dalam menanamkan nilai moral dan karakter melalui peran keluarga, sekolah dan masyarakat sangat penting sehingga proses belajar akan dapat membawa pada perubahan kearah yang lebih baik dalam mengembangkan potensi generasi muda kedepan.  The purpose of this paper is to provide an understanding of the importance of character planting in order to understand that character is an identity that must be maintained and developed in accordance with cultural roots and values and norms aimed at safeguarding the next generation. Collaboration of various parties in instilling moral and character values through the role of family, school and society is very important so that the learning process will be able to bring changes to a better direction in developing the potential of the young generation in the future.