cover
Contact Name
Irpan
Contact Email
redaksi.jep@upnvj.ac.id
Phone
+6285782578137
Journal Mail Official
redaksi.jep@upnvj.ac.id
Editorial Address
Jl. RS. Fatmawati No. 1, Jakarta Selatan
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 2656050X     DOI : 10.33822/.v3i1
Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi Adalah jurnal ilmiah Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Terbit secara berkala 1 tahun 2 kali. Mengangkat tulisan hasil penelitian maupun pemikiran ilmiah yang mencakup bidang ilmu komunikasi, komunikasi pembangunan, public relations, periklanan, dan jurnalistik.
Articles 92 Documents
Strategi Komunikasi Pencegahan Korupsi Melalui Film Pendek (Studi Kasus Kampanye Anti-Corruption Film Festival ACFFEST 2018) Sandy Permata; Lufti Avianto
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.579 KB) | DOI: 10.33822/jep.v1i02.956

Abstract

Film merupakan salah satu medium yang digunakan KPK dalam melakukan pendidikan dan kampanye antikorupsi, khususnya bagi generasi muda. Untuk itu, KPK menyelenggarakan program Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) pada 2018. Dari film bermuatan nilai antikorupsi diyakini akan efektif memberikan pengetahuan, meningkatkan kesadaran yang pada akhirnya mengubah perilaku masyarakat. Dalam program ini, KPK memilih tujuh proposal yang kemudian diproduksi menjadi film dengan program pendampingan yang komprehensif untuk memastikan kualitas secara teknis perfilman dan substansi nilai antikorupsi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan KPK dalam program ACFFest 2018. Serangkaian strategi komunikasi, baik berupa promosi kegiatan, maupun melalui media massa cetak dan online, serta media publikasi online dan media sosial yang dikelola KPK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KPK telah berhasil menyelenggarakan program ACFFest 2018 dengan indikator output jumlah proposal yang dihasilkan melebihi target yang ditetapkan. Selain itu, melalui format kompetisi proposal, KPK juga memiliki ruang yang lebih luas untuk mengontrol terhadap kualitas teknis film dan substansi pesan pada tujuh film yang dihasilkan.
TANTANGAN DI ERA INDUSTRI 4.0: PENGARUH INTENSITAS TAYANGAN PROGRAM TELEVISI TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA Eka Septiani; Nur Indah Sari; Sri Mulyani
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.71 KB) | DOI: 10.33822/jep.v2i1.1033

Abstract

Television media is one of the challenges we are currently facing  in era 4.0. The challenge that we face through television media are, among other things,how we can choose educational television programs, especially those that still prioritize the use of Indonesian language that is good and correct in its presentation. Ironically, most television programs presented no longer heed the standard Indonesian language. This study aims to find out how teenagers in this case are students can view and choose television programs that they watch every day. Based on these objectives, researchers used descriptive analysis methods through questionnaires. The selected sample was taken as many as 30 student randomly. From the result of the analysts, the data shows that television programs are currently very influential in facing challenge in era 4.0 againts the standard use of Indonesian among teenagers. Today’s television programs are lacking especially in terms of language in the screening so that it becomes a challenge for teenagers so that they are able to maintain the use of goog and correct Indonesian. Keyword: television programs, the challenge of era 4.0, Indonesian language shift.
Komunikasi Konflik Jawara Banten Antar Venus; Lukman Saleh Waluyo
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.747 KB) | DOI: 10.33822/jep.v3i1.1520

Abstract

Jawara Banten adalah pertemuan budaya lokal yang luar biasa dari bagian budaya orang Indonesia. Mereka membangun standar budaya sendiri yang tidak sama dengan masyarakat Sunda, Betawi, dan Jawa yang memisahkan wilayah tempat tinggal mereka di tepi utara wilayah Banten. Terlepas dari kenyataan bahwa individu-individu ini berasal dari wilayah Cirebon dan Demak yang datang untuk pada abad keenam belas, namun mereka tampaknya mempunyai hubungan sosial dan obudaya yang otentik dengan asal mereka. Penelitian ini dilaksanakan untuk menggali lebih dalam bagaimana cara berkomunikasi Jawara Banten khususnya dalam komunikasi. Metode yang digunakan adalah campuran dari metode paremiologi dan metode wawancara mendalam. Penelitian dilaksanakan selama sembilan bulan (April-Desember 2019) termasuk 12 responden wawancara dan tiga buah buku tentang bahasa Jawa untuk melakukan studi paremiologi. Dari hasil tersebut, peneliti mendapat temuan penelitian sebagai berikut: (1) Komunikasi Jawara Banten konsep besarnya adalah “Deduluran” (2) Selain “Sedulur” ada juga konsep “Sebatur” yang masih turunan dari konsep deduluran. Konsep “Sebatur” ini lebih memperecepat untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah dan akhirnya damai. (3) Ada perubahan kultur dalam berkonflik di Banten, kalau dulu berkelahi biasanya ada istilah “wes ijen bae, ijen siji-siji ning alon-alon”. Jadi seperti duel dan tidak berkelahi ramai-ramai. Sekarang sudah berkurang karena diselesaikan dulu dengan cara musyawarah. (4) Dalam lingkungan masyarakat Jawara Banten ada larangan yang tidak boleh dilakukan dalam pergaulan antar manusia, ada istilahya “Aje  Julid, Aje ngelunjak, Aje Mencangak, Aje Syirika, Aje Ilok Ngebohong, Aje Ilok Ngulungani, Aje Ilok Makan Uong”  karena kurang baik untuk dipakai dalam pergaulan.
PENGAMBILAN GAMBAR DAN KENDALANYA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PROGRAM ACARA PAHLAWAN UNTUK INDONESIA DI MNCTV fajar muharam
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.11 KB) | DOI: 10.33822/jep.v2i1.992

Abstract

Program Pahlawan untuk Indonesia dapat dinilai sebagai program yang sukses karena dapat menginspirasi berbagai pihak disamping itu juga memiliki nilai edukasi. Pahlawan untuk Indonesia memberikan penghargaan kepada figur yang terpilih karena telah tanpa pamrih mendedikasikan hidup untuk kepentingan orang banyak. Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan produksi program televisi, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru produksi program televisi yang biasa disebut kameramen, kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan Program director(PD). Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, penyebaran kuesioner, serta melalui studi pustaka. Hasil penelitian tersebut adalah melalui pembiasaan diri awal melakukan kegiatan Pra produksi, Produksi dan Pasca Produksi itu sendiri tanpa bergantung pada team lain.Penelitian ini membuktikan Seorang Kameraman Televisi dalam sebuah produksi program Pahlawan Untuk Indonesia sangatlah penting untuk memahami dan menguasai sebuah perencanaan dan pengendalian visual serta kendalanya. Bukan saja menguasai satu bagian tetapi juga di dituntut mampu berkomunikasi dengan baik dan dapat bekerja  sama dengan segala instansi yang terkait. Selain bertanggung jawab penuh semua hal yang terkait dengan visual, cameraman Televisi juga harus mampu memberikan sebuah informasi kepada khalayak berupa visual yang disuguhkan oleh user kameraman di semua posisi kamera 1 sd kamera 8.
Analisis Semiotika Logo Brodo Footweardi Media Sosial Twitter (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes) Canditra Sultanatta; Siti Maryam
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 1, No 1 (2018): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.159 KB) | DOI: 10.33822/jep.v1i01.448

Abstract

Seiring berkembangnya dunia periklanan, peran logo sangat penting sebagai identitas suatu produk. Tujuan Penelitian menganalisis makna logo Brodo Gentleman Footwear berdasarkan teori semiotika Roland Barthes Kajian Teoritis definisi konsep. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan Data dilakukan dengan melakukan depth interview, pengamatan dan studi pustaka. Hasil Penelitian menunjukan bahwa logo Brodo adalah teks ukiran Brodo dengan font yang membentuk silhouette ayam jago berwarna hitam dengan background putih. Tulisan Brodo begitu simple dan unik serta memberikan kesan kejantanan dan gagah yang berarti logo Brodo cukup menggambarkan identitas produk yang dijual, yaitu produk laki-laki yang gentlemen.kesimpulan: Logo Brodo ingin memperlihatkan bahwa logo tersebut cerminan dari pendiri Brodo, dan terdapat element fisik yang terdiri atas bentuk logo Brodo secara keseluruhan, Warna yang ada pada logo Brodo yaitu hitam dan putih, Teks yang terdapat di fisik logo yaitu “Brodo” yang dibuat menggunakan font gotham dan menggunakan warna dasar hitam pada tulisan Brodo dan warna putih pada background logo. Element non fisik dalam logo Brodo yang terdiri atas tujuan bahwa saat konsumen melihat logo tersebut akan selalu ingat cita rasa produk kebanggaan Indonesia, dan kegagahan produk Brodo. Dalam penelitian ini sesuai dengan teori semiotika Roland Barthes maka didapat makna yang terkandung dalam logo Brodo. Saran: Brodo dapat mempertahankan cita rasa fashion yang khas. Kata Kunci:Semiotika, Logo, Twitter, Roland Barthes.
KEBERAGAMAN PARIWISATA DAN BUDAYA SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT (Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga di Kota Singkawang) Dea Varanida
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.733 KB) | DOI: 10.33822/.v3i1.1361

Abstract

Sebagian besar setiap daerah di Indonesia saat ini telah menyadari akan pentingnya pariwisata untuk kemajuan dalam mengembangkan potensi daerahnya. Bukan hanya untuk memajukan pariwisata, namun juga untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat daerah tersebut. Kemudian dari pada itu, pariwisata juga sudah tidak seperti dahulu lagi namun semakin berkembang maknanya bukan hanya untuk berekreasi semata tapi sudah semakin luas artiannya. Pariwisata sudah menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari maysarakat  dan sudah menjadi kebutuhan yang wajib untuk dilakukan. Maka dari itu melalui sektor pariwisata masing-masing daerah meningkatkan wisata alam maupun budaya untuk meningkatkan perekonomian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  dengan menggunakan metode deskriptif paradigma kualitatif melalui beberapa tahapan yaitu observasi pendahuluan, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa narasumber yang sesuai untuk menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Disparpora untuk mengembangkan sektor pariwisata dimulai dengan melakukan tahapan pendataan, perencanaan, dan pelaksanaan. Selanjutnya, terdapat media-media baru yang lahir dalam Komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh komunikator maupun komunikan dalam mengembangkan promosi yang dilakukan yaitu dari pihak swasta maupun dari masyarakat sehingga melahirkan identitas dalam keberagaman pariwisata dan budaya yang ada di Kota Singkawang.
Stand Up Comedy, Retorika Generasi Milenial Ifah Atur Kurniati
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.613 KB) | DOI: 10.33822/jep.v1i02.955

Abstract

Generasi milenial hadir dengan berbagai fenomena komunikasi baru. Generasi yang sarat ekspresi. Mengungkapkan kegelisahan dan kritik melalui media baru. Stand Up Comedy, merupakan gaya baru dalam berkomunikasi di ruang public. Mulai trend di Indonesia pada 10 tahun terakhir, Stand Up Comedy kini tengah menjadi sebuah hal yang awam dan diterima di kalangan milenial. Stand Up Comedy dapat dilihat dari sisi retorika, yakni adalah seni mengatur komposisi kata-kata dan kesan menarik yang ditujukan untuk mempengaruhi dan mengubah pendengar. Studi retorika sesungguhnya adalah bagian dari disiplin ilmu komunikasi, karena di dalam retorika terdapat penggunaan simbol-simbol yang dilakukan oleh manusia. Retorika berhubungan erat dengan komunikasi persuasi, sehingga retorika juga dapat di katakan suatu seni dari mengkonstruksikan argument. Seorang comedian (pembicara) yang tertarik untuk membujuk pendengarnya untuk mempertimbangkan tiga bukti retoris yaitu logika (logos), emosi (pathos) dan etika/kredibilitas (ethos). Stand Up Comedy dalam pertunjukannya di hadapan public tidak bisa lepas dari tiga bukti retoris tersebut. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus eksploratif. Alasan yang mendasar penggunaan pendekatan tersebut karena permasalahan yang ada membutuhkan penggalian mendalam terhadap fakta dan data.
Manajemen Komunikasi Pemerintah Desa dalam Melaksanakan Forum Keamanan Terpadu (Kajian Pada Kelurahan Balekambang Jakarta Timur) Yayu Sriwartini
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 1, No 1 (2018): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.165 KB) | DOI: 10.33822/jep.v1i01.438

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan manajemen komunikasi dalam struktur pemerintahan kelurahan dalam membangun sumber daya manusia dan lingkungan yang berkualitas,  terutama kaitannya  dalam menciptakan keamanan, ketertiban lingkungan serta mengembangkan  potensi warga agar dinamis dan produktif.           Adapun tujuan penelitian adalah untuk memberikan gambaran yang detil dan komprehensif mengenai (1) perencanaan kegiatan komunikasi dan proses pengorganisasi dalam menjalankan Forum Keamanan Terpadu; (2)  bentuk forum komunikasi dan evaluasi yang dibangun dalam melaksanakan Forum Keamanan Terpadu. Manajemen Komunikasi danTeori Likert Empat Sistem menjadi landasan dalam penelitian ini untuk menganalisis temuan di lapangan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan  menggunakan paradigm interpretif. Adapun subyeknya  adalah Pemerintahan Kelurahan Balekambang Jakarta Timur. Sementara objek kajiannya adalah tentang manajemen komunikasi dalam melaksanakan forum keamanan terpadu.  Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara dengan  key informan,  yakni Lurah Balekambang, sedangkan  informan¸adalah ketua Wanra, ketua FKDM, ketua POKDAR,ketua LMK dan Ketua Karang taruna.   Dalam  mengolah dan menganalisa data, peneliti melakukan beberapa tahapan. Dalam penelitian ini juga akan dilakukan uji keabsahan data. Jika dilihat dari perspektif teori likert dalam komunikasi organisasi, pimpinan Kelurahan Balekambang sangat adaptif terhadap situasi lingkungan setempat. Tentu saja persetujuan didirikannya Forum Keamanan Terpadu ini merupakan bagian dari upaya pimpinan mengakomodasi gagasan warga. Dalam pandangan teori ini, gaya kepemimpinan Lurah Balekambang lebih menunjukkan gaya konsultatif dan partisipatif.
Penerapan Media Relations dalam Mempertahankan Reputasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia As’ari Nurdiansyah; Risma Kartika
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.042 KB) | DOI: 10.33822/jep.v3i1.1519

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia adalah salah satu sektor terpenting bagi perekonomian bangsa, karena Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan berbagai macam produk dari usaha pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Kekayaan alam Indonesia yang melimpah terutama sektor pertanian menjadikannya sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dibawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman wajah pertanian Indonesia terus menunjukan taringnya kepada dunia dengan beberapa perubahan besar yang dilakukan. Perubahan besar yang telah dilakukan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bukan berarti dalam perjalanannya tidak mengalami permasalahan. Adanya berita negatif di media massa membuat masyarakat terbayang akan buruknya kinerja Kementerian Pertanian RI. Setiap pemberitaan negatif yang menyangkut Kementerian Pertanian RI akan memberikan dampak buruk bagi reputasi yang selama ini sudah dibangun dengan susah payah. Dibutuhkan suatu strategi tertentu, dan juga upaya-upaya konkrit dalam menjalin hubungan baik antara organisasi dan media massa dalam hubungan media atau media relations. Hubungan media yang baik akan menghasilkan pemberitaan yang baik pula di media massa. Dari pemberitaan tersebut, maka akan membentuk reputasi yang baik dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap suatu lembaga/instansi. Oleh karena itu untuk mempertahankan reputasi, humas Kementerian Pertanian melakukan media relations. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan media relations dalam mempertahankan reputasi Kementerian Pertanian RI. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah humas pemerintah, media relations dan reputasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini adalah dengan melakukan media relations humas Kementerian Pertanian RI berhasil memepertahankan reputasinya walaupun diterpa beberapa pemberitaan negatif. Hal tersebut karena kejujuran humas dalam memberikan indormasi serta pengelolaan relasi, mengembangkan jaringan dan mengembangkan strategi yang sudah berjalan dengan baik. Sehingga, setiap berita negatif yang menimpa Kementerian Pertanian RI tidak bertahan lama. 
STRATEGI MNC GROUP DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KOMPETISI DI PASAR BISNIS INDUSTRI MEDIA PENYIARAN 4.0 Tuty Mutiah; Geofakta Razali; Agung Raharjo
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.162 KB) | DOI: 10.33822/jep.v2i1.973

Abstract

Saat ini tengah memasuki era disrupsi teknologi yang bergeser pada era Revolusi Industri 4.0. World Economic Forum (WEF) menyebut Revolusi Industri 4.0 adalah revolusi berbasis Cyber Physical System yang secara garis besar merupakan gabungan tiga domain yaitu digital, fisik, dan biologi. Sehingga membuat industri pertelevisian semakin mempunya tantangan dengan Revolusi Industri 4.0 dan di era digital ketika sebagian besar persebaran informasi berlangsung di dunia maya, industri pertelevisian menghadapi persaingan dengan media-media online yang relatif lebih mudah diakses. Hal ini menuntut stasiun televisi untuk terus menghadirkan inovasi, baik dalam program tayangan maupun dalam media penyiaran, salah satunya dengan menyediakan akses untuk menonton siaran televisi secara online. Revolusi industri menjadi tantangan bagi industri televisi di tanah air, tidak terkecuali televisi-televisi lokal di indonesia. Sumber pendanaan dan teknologi menjadi salah satu kendala bagi tv lokal bersaing di era revolusi industri. Belum lagi keterbatasan sumber daya manusia yang diakui ikut menjadi penentu untuk memenangi persaingan. Beragam strategi terus diupayakan agar pertelevian di indonesia mampu bertahan di tengah kemajuan tekonologi dan daya saing industri. Salah satunya penguatan konten program televisi.

Page 1 of 10 | Total Record : 92