cover
Contact Name
Andi Mi'rajusysyakur Muchlis
Contact Email
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Phone
+6285289757062
Journal Mail Official
jurnalperikanan.unanda@gmail.com
Editorial Address
Jl. Anggrek Non Blok, Kota Palopo, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fisheries Of Wallacea Journal
ISSN : 27210456     EISSN : 27466876     DOI : -
Fisheries of Wallacea Journal merupakan jurnal publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian ilmiah pada berbagai bidang ilmu perikanan diantaranya, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Budidaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Ilmu dan Teknologi Kelautan, Sosial Ekonomi Perikanan dan bidang-bidang lain yang terapannya sangat berhubungan dengan bidang perikanan. Penelitian tersebut harus memenuhi syarat ilmiah, baik yang dilakukan oleh individu dosen, dosen secara berkelompok maupun dosen berkolaborasi dengan mahasiswa bimbingannya dan umum
Articles 30 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KEPALA UDANG PADA PAKAN TERHADAP TINGKAT KECERAHAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) Riansah Riansah; Andi Idrus; Harfika Sari Baso
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 2 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i2.581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna ikan koi (Cyprinus carpio L.) yang dilakukan di wadah berkapasitas 30 liter dengan air 15 liter perwadah. Metode penelitian ini menggunakan RAL (rancangan acak lengkap) dengan tiga perlakuan A, B, C. Tiap perlakuan di ulang sebanyak tiga kali dengan menggunakan pencampuran pelet komersial dengan tepung kepala udang. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Agustus-September 2019. Berlokasi di Unit Penelitian Jl. Yusuf Arif, Kelurahan Amassangan, Palopo. Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa terjadi peningkatan warna merah dan orange pada ikan koi, peningkatan warna tertinggi terjadi pada perlakuan tepung kepala udang 10%, selanjutnya diikuti dengan perlakuan tepung kepala udang 15%, perlakuan tepung kepala udang 20%, terjadi peningkatan warna yang berbeda-beda dalam setiap perlakuan disebabkan karena ikan memiliki tingkat penyerapan yang berbeda terhadap jenis pigmen warna dan dosis yang diberikan.
Pengaruh Nitrat Substrat Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria verrucosa Di Tambak Budidaya Desa Lare-Lare Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan Patahiruddin Patahiruddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 1 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i1.314

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan rumput laut membutuhkan nutrient. Nitrat merupakan salah satu nutrient yang mempengaruhi pertumbuhan dan menjadi unsur hara yang esensial bagi tumbuhan dan algae aquatik serta sangat mempengaruhi tingkat produktivitas perairan. Rumput laut (Gracilaria verrucosa) merupakan salah satu jenis alga merah (Rhodophyta) yang banyak dibudidayakan di tambak dan menjadi bahan dasar penghasil agar. Agar digunakan sebagai pengental yang larut dalam air dan pengemulsi dalam industri makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, tekstil, minyak bumi, dan bioteknologi. Produksi G.verrucosa di tambak dapat mencapai hasil minimal satu ton kering per hektar setiap periode. Tingginya permintaan, harga tinggi, bibit mudah diperoleh dan masa panen yang singkat menjadikan G.verrucosa sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor  budidaya perikanan.Penelitian ini menggunakan metode Metode Morgan-Wolf untuk menganilisis nitrat substrat. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2015 di daerah tambak budidaya G.verrucosa di Desa Lare-Lare Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan selama 40 hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan nitrat di substrat tambak yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan G.verrucosa. Dengan adanya kegiatan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi tambahan tentang kegiatan budidaya G.verrucosa, sehungga kegiatan budidaya yang dilakukan dapat meningkatkan produksi yang akan mempercepat terjadinya perubahan-perubahan kondisi social sebagai akibat dari peningkatan pendapatan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nitrat di substrat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan G.verrucosa tetapi pengaruhnya tidak signifikan. Bukti pengaruh tersebut terlihat dari adanya pengurangan jumlah nitrat pada setiap pengukuran kandungan nitrat. Kata kunci : Pertumbuhan, unsur hara, nitrat, substrat, kandungan agar.  ABSTRACTSeaweed growth requires nutrients. Nitrate is one of the nutrients that affect growth and is an essential nutrient for plants and aquatic algae and greatly affects the level of aquatic productivity. Seaweed (Gracilaria verrucosa) is one type of red algae (Rhodophyta) which is widely cultivated in ponds and is the basis for producing agar. Agar is used as a water-soluble thickener and emulsifier in the food, medicine, cosmetics, paper, textile, petroleum, and biotechnology industries. G.verrucosa production in ponds can reach at least one dry ton per hectare per period. High demand, high prices, easy to obtain seeds and a short harvest period make G.verrucosa as one of the leading commodities in the aquaculture sector.This dedication uses the counseling method implemented on 30 February 2019 with the aim of introducing effective and efficient G.verrucosa cultivation technology. With the presence of community service activities, it is hoped that there will be an increase in the participation of G.verrucosa farmers in counseling activities aimed at facilitating the community (target) in implementing production strategies to accelerate changes in social, political and economic conditions so that they can (in the long term) increase their level personal life and G.verrucosa cultivator community in Lakawali, East Luwu Regency, South Sulawesi. The impact and benefits of this activity are an increase in knowledge, skills, and attitudes of G.verrucosa farmers. The success of the extension activity was marked by the emergence of active participation of G.verrucosa farmers in adopting G.verrucosa cultivation technology. Keywords: Growth, productivity, agar content, extension, cultivation technology.
PENGARUH KERAPATAN BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa PADA TAMBAK BUDIDAYA BANDENG (Chanos chanos) DI KABUPATEN LUWU SULAWESI SELATAN Patahiruddin Patahiruddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 1 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i1.323

Abstract

ABSTRAKRuang lingkup akuakultur yaitu pengelolaan pertumbuhan, pengembangbiakan dan pemuliaan organisme. Perkembangan teknologi akuakultur menunjukkan bahwa ikan bandeng (Chanos chanos) dapat dibudidayakan bersama dengan G.verrucosa. Kegiatan budidaya G.verrucosa banyak memberikan keuntungan, salah satunya yaitu permintaan agar-agar pada saat ini terus meningkat. Dalam pengembangan budidaya rumput laut faktor-faktor  ekologis dasar yang berkaitan dengan pertumbuhan maupun kehidupannya perlu diketahui. Produksi rumput laut G.verrucosa di tambak dapat mencapai hasil minimal satu ton kering per hektar setiap periode Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak kerapatan bibit G.verrucosa terhadap pertumbuhan yang dipelihara di tambak budidaya bandeng. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Suli Kecamatan Suli Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan dari bulan Agustus 2015 sampai Januari 2016.Perlakuan kerapatan bibit G.verrucosa yang digunakan yaitu kerapatan: 150gr/m2, 250 gr/m2 dan 350 gr/m dengan menggunakan metode dasar dan kerapatan bibit bandeng 2/m2 berukuran 3-4 cm dengan bobot rerata 3 gram/ekor. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter lingkungan berupa salinitas, suhu, pH dilakukan setiap 10 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan biomassa G.verrucosa tertinggi terjadi pada padat penebaran 150 gr/m2sebanyak 3,69 % dan 2,51 % berat kering per hari dengan kerapatan bibit bandeng 2/m2. Kata kunci : Akuakultur, teknologi, kondisi ekologis, produksi, metode dasar.  ABSTRACTThe scope of aquaculture is the management of growth, breeding and breeding of organisms. The development of aquaculture technology shows that milkfish (Chanos chanos) can be cultivated together with G.verrucosa. G.verrucosa cultivation activities provide many benefits, one of which is the demand for agar at this time continues to increase. In the development of seaweed cultivation, basic ecological factors related to growth and life need to be known. G.verrucosa seaweed production in ponds can reach at least one dry ton per hectare per period. This study aims to determine the impact of G.verrucosa seedlings on growth maintained in milkfish ponds. This research was conducted in Suli Village, Suli District, Luwu Regency, South Sulawesi Province from August 2015 to January 2016.The density treatment of G.verrucosa seeds used is density: 150gr / m2, 250 gr / m2 and 350 gr/m2 using the basic method and density of 2/ m2 milkfish measuring 3-4 cm in size with an average weight of 3 grams /head. Sampling and measurement of environmental parameters in the form of salinity, temperature, pH are carried out every 10 days. The data obtained were analyzed by analysis of variance (ANOVA). The results showed that the highest growth rate of G.verrucosa biomass occurred at 150 gr /m2 stocking density of 3.69% and 2.51% dry weight per day with the density of 2/m2 milkfish seeds. Keywords: Aquaculture, technology, ecological conditions, production, basic methods.
PENGARUH KETINGGIAN AIR TERHADAP KONSUMSI OKSIGEN LARVA IKAN MAS KOI (Cyprinus carpio) Kifly Kifly; Irman Halid; Harfika Sari Baso
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 2 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i2.582

Abstract

         Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak diminati oleh berbagai lapisan masyarakat di dalam negeri maupun di luar negeri karena komposisi warna yang dimilikinya. Salah satu jenis ikan hias air tawar yang digemari oleh masyarakat adalah ikan koi. Salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak disenangi karena keindahannya seperti memiliki bentuk, warna dan corak yang indah. Ikan mas koi memiliki potensi yang cukup menjanjikan dibidang bisnis            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat konsumsi oksigen larva ikan koi (Cyprinuscarpio) pada wadah pemeliharaan akuarium dengan tinggi air yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018 di laboratorium UPTD Balai Benih Ikan (BBI) Bantimurung Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  4 perlakuan, 3 ulangan pada pemeliharaan larva ikan koi yaitu Perlakuan A : Tinggi air 15 cm, Perlakuan B : Tinggi  air 20 cm, Perlakuan C : Tinggi air 25 cm dan Perlakuan D : Tinggi air 30 cm.
ANALISIS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa Linn) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria sp Andi Rahmi Zulkarnain; Irman Halid; Ummi Maksum Marwan
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 1 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i1.315

Abstract

ABSTRAKBudidaya Gracilaria sp. banyak dilakukan untuk memenuhi dan meningkatkan produksinya, namun demikian masih banyak ditemukan kendala sehingga hasil produksinya belum stabil. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan rumput laut adalah dengan penambahan bahan alami yaitu ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa Linn) untuk mengoptimalkan pertumbuhan Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa Linn) dengan dosis yang berbeda (100 ml, 150 ml dan 200 ml) terhadap laju pertumbuhan Gracilaria sp. Penelitian ini dilaksanakan di unit percobaan tambak rumput laut milik salah satu petani rumput laut di Kota Palopo dari bulan Agustus sampai September 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental riset dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penimbangan bobot Gracilaria sp. dilakukan setap 10 hari selama 40 hari waktu penelitian. Kualitas air meliputi suhu, pH dan salinitas yang diukur secara bersamaan tiap pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun ketapang tidak berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan Gracilaria sp. namun secara deskriptif laju pertumbuhan tertinggi terdapat pada perlakuan A (100 ml) yaitu sebesar 2,45%. Kata Kunci: Ekstrak, Daun Ketapang, Pertumbuhan, Rumput Laut  ABSTRACTCultivation of Gracilaria sp. done a lot to fulfill and increase production, however, there are still many obstacles so that their products are not yet stable.One effort to increase seaweed growth is the addition of natural ingredients that is ketapan leaf extract (Terminalia catappa Linn) to optimize the growth of Gracilaria sp. This study aimed to determine the effects of extracts of leaves of Ketapang (Terminalia catappa Linn) at different doses (100 ml, 150 ml and 200 ml) to the growing rate of Gracilaria sp. This study was conductedThe experimental unit seaweed farms belonging to one of the seaweed farmers in Palopo from August to September 2019. This study used an experimental method of research with a randomized block design (RAK). Weighing the weight of Gracilaria sp. do setap 10 days during the 40 day study period. Water quality include temperature, pH and salinity were measured simultaneously for each sample. The results showed that the leaf extract was not significantly different ketapan to the growing rate of Gracilaria sp. but descriptively highest growth rates are in treatment A (100 ml) that is equal to 2.45%. Keywords: Extract, Leaf Ketapang, Growth, Seaweed
KERAPATAN BENIH DAN SALINITAS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) PADA MEDIA AIR PAYAU Patahiruddin Patahiruddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 2 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i2.577

Abstract

Ikan Nila Merah (Oreochromis nilotica) adalah merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer dibudidayakan di Indonesia. Ikan nila merah merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dapat hidup dengan kisaran salinitas yang luas atau euryhaline.Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah penebaran dan salinitas yang memberikan pertumbuhan maksimal pada benih ikan nila merah yang dipelihara di air payau.Perlakuan yang digunakan adalah tingkat kerapatan 1-3 ekor/liter air dengan salinitas 5‰-15‰.Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali.Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan nila merah berumur 3 minggu dengan ukuran 2-3 cm dengan bobot rerata 0,165 gr per ekor.Wadah penelitian yang digunakan sebanyak 27 buah baskom dengan volume air 15 liter setiap baskom.  Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan uji yang dipelihara selama 42 hari. Sebagai data penunjang, juga dilakukan pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kandungan oksigen.Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kerapatanbenih dan salinitas tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus) tetapi berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup.Laju pertumbuhan individu meningkat dengan bertambahnya umur dengan berkurangnya kerapatan.Tingkat kelangsungan hidup menurun dengan meningkatnya salinitas. Laju pertumbuhan individu terbesar diperoleh pada tingkat kerapatan 2 ekor/liter pada salinitas 5‰ dengan berat rerata 1,804 gr dan derajat kelangsungan hidup terbesar 90% pada kerapatan 1 ekor/liter dengan salinitas 10‰ . Kualitas air yang didapatkan selama penelitian sangat menunjang kelayakan hidup bagi ikan nila merah.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus, Linn) DENGAN DOSIS PAKAN YANG BERBEDA Reski Angriani; Irman Halid; Harfika Sari Baso
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 2 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i2.583

Abstract

Ikan nila salin (Oreochromis niloticus Linn) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein hewani karena memiliki daging yang tebal serta rasa yang enak, dan juga berpotensi untuk dibudidayakan karena mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Pakan merupakan salah faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pakan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila salin (Oreochromis niloticus Linn). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2018 di unit percobaan Dinas Perikanan Kota Palopo. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan nila salin (Oreochromis niloticus Linn) berukuran 1,5-2,5 cm atau 15-25 gram/wadah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap  (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu perlakuan A (pemberian pakan 6%), B (pemberian pakan 7%), C (pembrian pakan 8%), pakan pellet yang digunakan Hi Pro Vite 781-1, dengan kandungan protein 31-33%, memiliki nutrisi yang tinngi dan protein sesuai untuk pertumbuhan ikan. Variabel yang diukur adalah pertumbuhan, konversi pakan, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pakan berbeda tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidupdan konversi pakan (p>0,05).
PENGARUH PEMBERIAN Monosodium Glutamate (MSG) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa Ripai Ripai; Henny Tribuana Cinnawara; Harfika Sari Baso
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 1 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i1.317

Abstract

ABSTRAKBudidaya rumput laut Gracilaria verrucosa banyak dilakukan untuk memenuhi dan meningkatkan produksinya, namun masih banyak kendala, sehingga hasil produksinya belum stabil. Hal ini dapat dilihat dengan pemberian nutrien yang diharapkan akan meningkatkan pertumbuhannya. Tujuan  penelitian adalah  menganalisis laju pertumbuhan Gracilaria verrucosa.  Metode yang digunakan adalah metode eksperimental riset dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penambahan konsentrasi (MSG) pada media pemeliharaan yang terdiri dari 4 tingkat yaitu kontrol (0 gram , 5  gram, 10 gram, dan 15 gram dengan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa penambahan Monosodium glutamate (MSG) dengan konsentrasi yang berbeda tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak selama 42 hari pengamatan. Data yang didapatkan selama penelitian meliputi laju pertumbuhan relatif dan spesifik dan parameter kualitas air. Berdasarkan hasil analisis, perlakuan terbaik terlihat pada perlakuan B dengan kosentrasi (MSG) 5 gram, disusul dengan` perlakuan C dengan kosentrasi (MSG) 10 gram, dan terendah didapatkan pada perlakuan D dengan kosentrasi (MSG) 15 gram. Semakin tinggi konsentrasi Monosodium glutamate (MSG)   yang diberikan maka pertumbuhan Gracilaria verucosa akan semakin rendah.Kata kunci : Monosodium glutamate (MSG); Pertumbuhan; rumput laut Gracilaria verucosa.  ABSTRACTSeaweed cultivation of Gracilaria verrucosa done a lot to fulfill and increase production, but there are still many obstacles, so that their products are not yet stable. It can be seen with the provision of nutrients that are expected to enhance growth. The aim of the study to determine the growth of Gracilaria verrucosa. The method used is an experimental method with a completely randomized design (CRD). Treatment of increasing concentration (MSG) on maintenance media consisting of 4 levels, control (0 gram, 5 gram, 10 gram and 15 gram with 3 repetitions. The results showed that the addition of monosodium glutamate (MSG) with different concentrations had no differently to the absolute growth during 42 days of observation. Data obtained during the study include relative and specific growth rate and water quality parameters. The best results obtained in the treatment of B with concentration (MSG) 5 grams, continued treatment with a concentration C (MSG) 10 grams, and the lowest was obtained in treatment D with concentration (MSG) 15 grams. The higher the concentrationmonosodium glutamate (MSG)  given the verucosa Gracilaria growth would be lower.Keywords: Monosodium glutamate (MSG); Growth; verucosa Gracilaria seaweed.
ANALISIS PEMBERIAN DOSIS TEPUNG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius hypopthalamus) Nirmayanti Nirmayanti; Andi Idrus; Ummi Maksum Marwan
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 2 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i2.579

Abstract

Ikan patin memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat dan gurih dan juga berpotensi untuk dibudidayakan karena mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Pakan merupakan salah faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pakan yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus – September 2019 di Balai Penelitian Perikanan Kota Palopo. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan patin siam (Pangasisu hypophthalmus) berukuran 1-2, cm atau 0.5 gram/wadah.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulanganya itu perlakuan A (pemberian dosis pakan 4%), B (pemberian dosis pakan 6%), C (pembrian dosis pakan 8%), pakan yang digunakan pellet komersil.  Variabel yang diukur adalah pertumbuhan, dan konversi pakan, Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis pakan yang berbeda tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, dan konversi pakan (p>0,05).
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN AGAR RUMPUT LAUT Gracilaria sp. DENGAN LOKASI BERBEDA DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN LUWU Andika Putra Syam; Suardi Suardi; Marhayana Syarifuddin
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 1, No 1 (2020): 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v1i1.318

Abstract

ABSTRAK            Rumput laut Gracilaria sp. merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil agar-agar yang sudah berhasil dibudidayakan di tambak dan banyak dihasilkan di Indonesia. faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya rumput laut salah satunya adalah tingkat pertumbuhan yang baik. Sedangkan kualitas rumput laut sangat ditentukan oleh kandungan agar, yang merupakan produk dari hasil fotosintesis rumput laut (Alamsjah et al.2010). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kandungan agar rumput laut Gracilaria sp. pada lokasi berbeda di Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus – 5 Oktober 2019 di tambak Kabupaten Luwu, yakni pada lokasi Desa Paconne, Bassiang Timur dan Cimpu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan analisis deskriptif. Hasil pengukuran di lokasi penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan rumput laut Gracilaria sp. tertinggi terdapat pada lokasi Paconne dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 3.89 %/hari, sedangkan kandungan agar tertinggi terdapat di lokasi Cimpu sebesar 28.74 %/hari. Kata Kunci : Gracilaria sp, pertumbuhan, kandungan agar.  ABSTRACTSeaweed Gracilaria sp. is one type of agar seaweed that has been successfully cultivated in ponds and is widely produced in Indonesia. One of the most important factors that determine the success of a seaweed cultivation business is the good growth rate. While the quality of seaweed is largely determined by the agar content, which is a product of seaweed photosynthesis (Alamsjah et al. 2010). The purpose of this study was to determine the rate of growth and content of seaweed Gracilaria sp. at different locations in Luwu Regency. This research was conducted on August 24 - October 5, 2019 in the pond of Luwu Regency, namely at the locations of Paconne Village, East Bassiang and Cimpu. This study used an experimental method with descriptive analysis. The measurement results at the study site showed that the growth rate of Gracilaria sp. the highest is in the Paconne location with an average growth of 3.89% / day, while the highest agar content is in the Cimpu location of 28.74% / day. Keywords: Gracilaria sp, growth, agar content.

Page 1 of 3 | Total Record : 30