cover
Contact Name
Diena Juliana
Contact Email
knj@ejournalyarsi.ac.id
Phone
+6281225795630
Journal Mail Official
knj@ejournalyarsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Panglima Aim No.1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78232
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa Nursing Journal
ISSN : 2655772X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Khatulistiwa Nursing Journal (KNJ) merupakan jurnal keperawatan yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. KNJ merupakan sarana publikasi bagi para peneliti keperawatan yang terdiri dari dosen, praktisi atau mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil pemikiran dan penelitiannya. KNJ akan terbit 2 kali setahun yakni pada bulan Januari dan Juli, terdiri dari 5 artikel. Topik yang dapat dibahas pada KNJ antara lain : keperawatan dasar, keperawatan medical dan bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan keluarga dan komunitas, keperawatan gerontik, manajemen, dan pendidikan dalam keperawatan.
Articles 25 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Kematian Pasien HIV atau AIDS Di RSUD DR. Abdul Aziz Singkawang Rahman, Aulia; Kirana, Wahyu; Anggraini, Rara
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 2, Issue 2 : Juli 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i2.41

Abstract

Latar Belakang: Human Immunodeiciency Virus (HIV) atau  Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan masalah global yang dialami oleh negara di dunia. Berbagai masalah muncul pada pasien HIV atau AIDS diantaranya masalah fisik, psikologis dan sosial. Ketiga masalah tersebut merupakan stresor yang dapat menyebabkan kecemasan. Selain itu, kecemasan dapat muncul dari banyaknya berita tentang kematian pasien ODHA. Kematian orang lain yang mengalami masalah yang sama akan menjadi faktor munculnya kecemasan akan kematian.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan menghadapi kematian pasien ODHA (HIV atau AIDS) di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan terhadap 30 penderita ODHA di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.Hasil Penelitian: Hasil analisis data dengan uji Chi-Square ditemukan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan menghadapi kematian pasien ODHA dengan nilai p-value = 0,048.Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan menghadapi kematian pasien ODHA di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) Dengan Penanganan Primary Survey Di IGD RSU X Provinsi Kalimantan Barat Raffa, Rina; Anggreini, Yunita Dwi; Amaliyah, Nurul
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 2, Issue 1 : Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.40

Abstract

Latar Belakang: IGD (Instalasi Gawat Darurat) merupakan salah satu unit Rumah Sakit yang dimana perawat memberikan tindakan keperawatan gawat darurat yang memerlukan penanganan Primary Survey terkait dalam pengetahuannya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) dengan penanganan Primary Survey di IGD. Penelitian ini dilakukan di IGD RSU Yarsi Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelatif menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 16 responden. Uji data statistik ini menggunakan uji Chi-Squere dengan program SPSS.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan perawat dengan BTCLS 75 persen dengan kategori baik pada penanganan primary survey yang terampil dan 25 persen  dengan kategori kurang dalam pengetahuan perawat tentang BTCLS dengan penanganan Primary Survey tidak terampil. Maka didapatkan nilai p value =0,046 (p value lebih kecil dari 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang artinya ada hubungan pengetahuan perawat tentang BTCLS dengan penanganan Primary Survey.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan perawat tentang Basic Trauma Cardiac Life Support ada berhubungan dengan penanganan Primary Survey. Sehingga rumah sakit secara umum dan instalasi gawat darurat pada khususnya diharapkan melakukan pelatihan, workshop dan seminar untuk meningkatkan ketempilan dan pengetahuan perawat dalam penanganan keperawatan gawat darurat .
Pengaruh Terapi Bekam Pada Titik Refleksologi Dengan Aroma Terapi Lavender oil Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi wahdini, Rizqa; Safarudin, Syarif; Oktaviani, Diah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 1, Issue 1 : Januari 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i1.68

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan gangguan asimptomatik pada tekaan darah yang sering terjadi ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara persisten. Penyebab hipertensi belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan tekanan darah yaitu terapi bekam yang berfungsi meningkatkan permeabilitas pembuluh darah, dibantu dengan aromaterapi lavender yang memiliki efek relaksasi sehingga mampu memperbaiki metabolism dan memperlancar pembuluh darah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam pada titik refleksologi dengan menggunakan minyak aromaterapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian  : Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian quasi experimen dengan pre post test without control. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 16 orang. Hasil penelitian : Penelitian ini menunjukkan hasil signifikan yaitu terjadi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah dilakukan intervensi yaitu high hipertensi sebanyak 3 responden dengan persentase sebesar 18,75 persen, hipertensi grade 1 (ringan) sebesar 9 responden dengan persentase 56,25 persen, dan hipertensi grade 2 (sedang) sebanyak 4 responden dengan persentase sebesar 25 persen. Hasil uji wilcoxon didapat nilai P lebih kecil dari 0,05 (P= 0,000). Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi bekam pada titik refleksologi dengan aromaterapi lavender oil terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Tengah nisma, Nisma; Juliana, Diena; Lestari, Asih
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 3, Issue 1 : Januari 2021
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i1.54

Abstract

 ABSTRAKLatar Belakang: ASI merupakan makan pertama untuk bayi baru lahir dan ASI eksklusif diberikan kepada bayi selama 6 bulan tanpada adanya tambahan makanan atau cairan lain yang masuk. Sedangkan MPASI (makanan pendamng air susu ibu) diberikan kepada bayi usia 6 bulan keatas atau 180 hari. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui ada pengaruh antara tingkat pengetahuan dengan pemberian MPASI dan pengaruh sosial budaya dengan dengan pemberian MPASI yang terjadi diwilayah kerja puskesmas siantan tengah.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan studi deskriptif korelasi dengan .pendekatan cross sectional, serta menggunakan kuesioner atau angket sebagai instrumen. Teknik Sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Analisa data menggunakan chi square, dengan nilai p value lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian: Ada pengaruh anatara tingkat pendidikan dengan pemberiqan MPASI dini dengan hasil nilai analisis yang diperoleh (p value 0,179 karena nilai signifikansi pada 0,179 lebih kecil dari 0,05). Ada pengaruh antara pekerjaan responden dengan pemberian MPASI dini diperoleh nilai (p value 0,179 karena nilai signifikansi pada 0,179 lebih kecil dari 0,05). Ada pengaruh antara tingkat pengetahuan dengan pemberian MPASI dengan hasil nilai (p value=0,000) dan ada pengaruh atara sosial budaya dengan pemberian MPASI denan hasil nilai (p value= 0,001). Kesimpulan: terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pengetahuan dengan pemberian MPASI dan sosial budaya dengan pemberian MPASI. Kata kunci: MPASI, pengetahuan, sosial budaya.  ABSTRACT Background: Breast milk is the first food for newborns and exclusive breastfeeding is given to babies for 6 months without additional food or other fluids entering. Meanwhile, complementary foods (complementary foods for breast milk) are given to babies aged 6 months and over or 180 days. Research objectives to determine whether there is an influence between the level of knowledge with the provision of complementary foods and the socio-cultural influence with the provision of complementary foods that occur in the working area of the Central Siantan Health Center. Type of research: quantitative research using a descriptive correlation study with a cross sectional approach, and using a questionnaire as an instrument. The sampling technique used was total sampling with a sample size of 30 respondents. Data analysis used chi square, with p value smaller than 0.05. research result: There was an influence between the level of education and the provision of early complementary foods and the results of the analysis value obtained (p value 0.179 because the significance value was 0.179 smaller than 0.05). There is an influence between the respondent's job and the provision of early complementary foods obtained value (p value 0.179 because the significance value is at 0.179 smaller than 0.05). There is an influence between the level of knowledge with the provision of complementary foods and the resulting value (p value = 0,000) and there is an influence between the socio-culture with the provision of complementary foods and the resulting value (p value = 0.001) Conclusion: There is a significant level of knowledge with the provision of complementary foods and socio-culture with theprovision of complementary foods. keywords: MPASI, knowledge, socio-culture
Masalah Psikososial pada Remaja di Sekolah Asrama di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh Saputra, Fauzan; Jurisa, Enny; Iskandar, Iskandar
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 2, Issue 1 : Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.15

Abstract

Remaja yang melanjutkan pendidikan pada sekolah yang memiliki asrama berisiko mengalami masalah psikososial yang lebih tinggi dibandingkan remaja yang tidak tinggal di asrama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi masalah-masalah psikososial yang dialami oleh remaja yang tinggal di asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan descriptive quantitative dengan jumlah sampel sebanyak 106 siswa yang didapatkan dengan metode simple random sampling. Kuesioner yang digunakan yaitu Strenghts and Difficulties Questionaire (SDQ) versi bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan 30 persen remaja yang tinggal di asrama mengalami masalah psikososial, remaja laki-laki cenderung lebih banyak mengalami masalah psikososial (58 persen) seperti masalah teman sebaya (29 persen) dan masalah perilaku (15 persen), sedangkan remaja perempuan cenderung memiliki masalah emosional (14 persen). Disarankan agar pihak sekolah berkerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk melakukan deteksi dini masalah psikososial dan memberikan intervensi awal untuk menurunkan risiko dan dampak masalah psikososial remaja di masa yang akan datang.
Hubungan Pemberian Imunisasi Dasar dengan Pertumbuhan pada Balita (1-5 Tahun) di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe wati, Roslina
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 2, Issue 2 : Juli 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i2.49

Abstract

Imunisasi dasar sangat penting diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan untuk memberikan kekebalan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Berdasarkan estimasi global yang dilakukan WHO (World Health Organization) pelaksanaan imunisasi dapat mencegah kurang lebih 25 juta kematian balita tiap tahun. Untuk mengetahui hubungan pemberian imunisasi dasar dengan pertumbuhan pada balita (1-5 tahun)  Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi cross sectional dengan jumlah 104 yang didapatkan dengan metode Slovin. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap yaitu 69 persen. pertumbuhan balita (1-5 tahun) pada kategori gizi kurang 61 persen, dari hasil uji bifariat ada hubungan secara signifikan terhadap pertumbuhan pada balita (1-5 tahun) dengan nilai signifikan (p) sebesar 0.002. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk memberikan penyuluhan secara optimal kepada ibu untuk membawa anaknya ke posyandu untuk imunisasi.   
Gambaran Pengetahuan Perawat Terhadap Undang-Undang No.38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan Di RS X Pontianak Amaludin, Mimi; Raihan, Raihan; Hajimi, Hajimi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 1, Issue 1 : Januari 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i1.44

Abstract

Latar belakang : Undang-undang keperawatan dibuat untuk memberikan pelindungan dan kepastian hukum kepada perawat dan pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan pengetahuan perawat mengenai Undang-Undang No 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan. Metode : Desain penelitian ini mengunakan cross-sectional dengan jumlah sampel 56 responden. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa bahwa 23 persen perawat memiliki pengetahuan baik, 43 persen perawat memiliki pengetahuan cukup dan 34 persen perawat memiliki pengetahuan kurang. Sehingga di sarankan kepada organisasi perawat (PPNI) untuk melakukan sosialisasi kepada perawat baik yang ada di kota maupun desa.
Hubungan Paparan Gadget Dengan Perkembangan Emosional Pada Anak Usia Remaja Kelas VII dan VIII SMP Negeri 04 Pontianak Timur Sari, Lintang; Susanti, Ai Yeni; Hajimi, Hajimi
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 1, Issue 2 : Juli 2019
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v1i2.14

Abstract

Perkembangan mental emosional merupakan proses perkembangan individu dalam usaha menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pengalamannya. Masalah mental emosional dapat timbul jika terdapat suatu konflik dalam proses penyesuaian diri dengan lingkungan dan pengalaman pengalamannya. Pertukaran informasi yang begitu cepat dari penjuru dunia ikut membawa budaya luar yang berbeda dengan budaya Indonesia, sehingga dapat menggeser nilai-nilai budaya yang ada. Nilai-nilai budaya asing tersebut dirasakan oleh remaja begitu berbeda dengan nilai spiritual yang telah didapatkan. Situasi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam diri remaja sehingga memicu konflik nilai yang berakibat terjadinya penyimpangan perilaku. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Menganalisis hubungan paparan gadget dengan perkembangan emosional pada anak kelas VII dan VIII SMP Negeri 04 Pontianak Timur. Rancangan penelitian ini menggunakan uji kolerasi pearson product moment.  Disimpulkan bahwa  bahwa paparan gadget lebih besar dari 4 jam dengan interpretasi nilai abnormal yaitu sebanyak 71,1 persen yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paparan gadget dengan perkembangan emosional dibuktikan dengan nilai p value 0,000 kurang dari  a 0,05.
Rendam Kaki Air Hangat Jahe Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hidayat, Uti Rusdian; Putri, Sri Bintang
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 3, Issue 1 : Januari 2021
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v3i1.55

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kompleks yang menurunkan kualitas hidup pasien dengan akibat terjadinya komplikasi. Penangganan dapat diberikan rendam kaki air hangat jahe. Kandungan jahe yaitu minyak atsiri dapat memperlebar pembuluh darah yang nantinya berefek menurunkan tekanan darah. Sudah banyak yang menggunakan rendam kaki untuk menurunkan tekanan darah di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur.Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana pengalaman rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah Puskesmas Tanjung Hulu Pontianak Timur.Metode: Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan 5 orang yang diambil dengan teknik snowball sampling pengumpulan data diperoleh melalui teknik wawancara terstruktur.Hasil: Pengalaman partisipan yaitu perasaan yang dirasakan oleh partisipan memberikan rasa enak dan nyaman, manfaat dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri, waktu melakukan pada pagi hari dan waktu yang dilakukan sekitar 10-20 menit, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe dengan jahe diiris-iris ditumbuk digeprek, jenis jahe yang sering digunakan yaitu jahe putih dan jahe kuning, tidak ada efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe.Kesimpulan: Didapatkan 6 tema yaitu perasaan setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe, manfaat rendam kaki air hangat jahe dalam menurunkan tekanan darah, waktu melakukan rendam kaki air hangat jahe, prosedur dalam melakukan rendam kaki air hangat jahe, jenis jahe yang digunakan, efek samping yang muncul setelah melakukan rendam kaki air hangat jahe.Rekomendasi : Diharapkan bagi penderita hipertensi dapat memanfaatkan terapi rendam kaki air hangat jahe sebagai terapi alternatif dalam menurunkan tekanan darah.
Hubungan Pemberian ASI dan MP ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta (Balita Bawah 2 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam Hasanah, Sri; Masmuri, Masmuri; Purnomo, Aryanto
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 2, Issue 1 : Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.18

Abstract

Balita pendek masih menjadi masalah generasi diindonesia. Terjadinya stunting pada baduta sering kali tidak disadari, dan setelah dua tahun baru terlihat ternyata balita tersebut pendek.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI dan makanan pendamping ASI terhadap kejadian balita pendek pada baduta (balita bawah 2 tahun) diwilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional analitik korelatif dengan desain penelitian case control. Besar sampel yaitu 44 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square, dengan nilai P lebih kecil dari 0,05. Ada hubungan pemberian ASI dengan kejadian stunting (p value=0,000) dan pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting (p value=0,002). Terdapat Hubungan yang signifikan antara ASI dan makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam.

Page 1 of 3 | Total Record : 25