cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 128 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SUSU PASTEURISASI DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia Ten. steenis) M., Herlina
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.24 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan ekstrak daun binahong dan metode pasteurisasi berbeda terhadap aktivitas antioksidan dan karakteristik fisikokimia susu pasteurisasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 2 dengan 5 kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor yaitu level ekstrak daun binahong dan metode pasteurisasi. Susu pasteurisasi dibuat dari susu rekonstitusi 10%, setiap sampel ditambahkan level ekstrak daun binahong 0%, 1%, 2% dan 3%, kemudian dipasteurisasi dengan metode LTLT (63oC selama 30 menit) dan HTST (72oC selama 15 detik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level ekstrak daun binahong meningkatkan aktivitas antioksidan, menurunkan kadar protein dan kadar lemak susu pasteurisasi, warna tidak dipengaruhi (tetap putih), aroma dan rasa menyimpang serta tingkat kesukaan panelis menurun seiring dengan penambahan level ekstrak daun binahong. Penambahan ekstrak daun binahong dapat meningkatkan aktivitas antioksidan namun tidak diikuti dengan peningkatan karakteristik fisikokimia susu pasteurisasi. Penambahan ekstrak daun binahong level 1% dengan metode pasteurisasi HTST cukup untuk menghasilkan susu pasteurisasi berkualitas dan disukai oleh panelis.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) SISTIM AEROPONIK Amiruddin, A.A.; Rukka, H.
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.006 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pupuk organik cair dari bokashi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam (Amaranthus tricolor L) serta respons petani terhadap inovasi pupuk organik cair dari bokashi pada pertumbuhan dan produksi tanaman bayam (Amaranthus tricolor L). Metode kajian disusun berdasarkan Rancangan Petak atau Plot yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 9 petak percobaan. Hasil kajian yang telah dikemukakan maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata tinggi tanaman bayam cukup baik pada P3 (30,17) dibandingkan dengan P2 (22,20) serta P1 (21,61) 4 MST sedangkan rata-rata jumlah daun tanaman bayam menunjukkan hasil yang cukup baik pada P3 (13,60) dibandingkan dengan P2 (13.30) dan P1 (12.87) 4 MTS. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa pemberian pupuk organik (POC) cair dari Bokashi dengan dosis 900 ml/ 10 liter air/ plot (P3) memberikan pengaruh dengan pertumbuhan tertertinggi dan jumlah daun tanaman bayam (Amaranthus tricolor L) lebih banyak dibanding antara P1 dan P2. Berat basah segar tanaman bayam umur 40 HST, Perlakuan P3 mencapai 9,86 gram, berat basah segar perlakuan P2 8,14 gram dan berat basah segar pada perlakuan P1 7,88 gram.
REKOMENDASI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI PADA LAHAN SUB-OPTIMAL BERDASARKAN ANALISIS HARA TANAH PADA TANAMAN PADI DI SULAWESI SELATAN Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.034 KB)

Abstract

Optimasi produktivitas padi di lahan sub-optimal merupakan salah satu peluang untuk meningkatkan produksi gabah Nasional. Belum optimalnya produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan, disebabkan oleh berbagai faktor salah satu diantaranya adalah rendahnya efisiensi pemupukan. Untuk meningkatkan produktivitas lahan suboptimal, termasuk lahan sawah bukaan baru, maka diperlukan penambahan hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang sering disebut pemupukan berimbang. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Pangkep berlangsung dari bulan Januari sampai dengan Desember 2016. Penelitian akan dilaksanakan dengan menggunakan metode observasi dengan pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling), kegiatan ini meliputi identifikasi lahan sawah sub-optimal, pengambilan sampel tanah, pengukuran unsur hara dan penetapan rekomendasi pemupukan berdasarkan kandungan unsur hara tanah. Berdasarkan hasil observasi dan pengujian 48 sampel dari 4 kecamatan menggunakan PUTS yaitu Kec. Labakkang, Kec. Bungoro, Kec. Segeri dan Kec. Mandalle menunjukkan semua pH tanah 5-6 yakni agak masam, secara umum kandungan N rendah, P sedang dan K tinggi hingga rekomendasi pemupukannya adalah Urea 250 kg/ha + 75 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha atau 5 t jerami/ha.
EFISIENSI KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI POTONG YANG DISINKRONISASI BERAHI DI KABUPATEN BANTAENG DAN KABUPATEN BULUKUMBA Nirwana, A.U.A.
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.923 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada ternak sapi potong yang disinkronisasi berahi menggunakan hormon PGF2α dan ternak yang berahi alami. Sebanyak 398 ekor sapi induk dibagi menjadi 4 kelompok. 2 kelompok masing-masing 100 dan 101 ekor diambil dari Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulukumba dan dilakukan IB dengan berahi alami. 2 kelompok berikutnya diambil dari Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Bulukumba masing masing 87 dan 110 ekor dan dilakukan IB dengan sinkronisasi berahi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program AIDA (Artificial Inseminnation Database Aplication dan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inseminasi buatan dengan sinkronisasi berahi di Kabupaten Bulukumba menunjukkan angka kebuntingan(AK) yang lebih tinggi dibandingkan di Kabupaten Bantaeng (P<0,05), namun AK hasil inseminasi buatan dengan tanpa sinkronisasi berahi memperlihatkan angka yang lebih tinggi di Kabupaten Bantaeng dibandingkan dengan Kabupaten Bulukumba(P<0,05). Kemudian di Kabupaten Bantaeng AK dengan dan tanpa sinkronisasi menunjukkan hasil yang tidak signifikan(P>0,5) sedangkan di Kabupaten Bulukumba nilai AK sinkronisasi berahi lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai AK tanpa sinkronisasi berahi (P> 0,01). Tingkat keberhasilan IB pada ternak sapi potong yang disinkronisasi berahi dengan menggunakan hormon PGF2α adalah 58,7% dan tingkat keberhasilan IB pada ternak sapi potong tanpa menggunakan hormon PGF2α (berahi alami) adalah 46,7%.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN AFRIKA (Vernonia amydalina) TERHADAP PERFORMA BROILER Damayanti, P.
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemberian ekstrak daun afrika dalam air minum terhadap performa ayam broiler. Materi penelitian yaitu ayam broiler sebanyak 100 ekor DOC, dan daun afrika. Pemberian ekstrak daun afrika dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu P0 : tanpa ekstrak daun afrika (control) P1: 1cc ekstrak daun afrika, P2: 3cc ekstrak daun afrika, P3: 5cc ekstrak daun afrika. Rancanagan Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah 4 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam broiler. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan P0 berbeda nyata dengan perlakuan P2 dan P3, tetapi P3 tidak berbeda nyata dengan perlakuan P2 dan P1 terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan, dan konsumsi air minum sedangkan konversi pakan setelah di uji lanjut tidak berpengaruh nyata dengan perlakuan atau non signifikan terhadap pada komsumsi pakan ayam broiler Kesimpulan yang didapat yaitu bahwa pemberian ekstrak daun afrika dapat meningkatkan konsumsi pakan, pertambahan berat badan, konsumsi air minum tetapi tidak meningkatkan konversi pakan.
PENGARUH TEPUNG DAUN INDIGOFERA DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS KARKAS BROILER Al-Rasyid, M.Y.A.; Saade, A.
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.851 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun indigofera pada ransum terhadap karkas ayam broiler dan mengetahui respon petani. Kajian dilaksanakan di lingkungan Kampus Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa dan pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan di rumah ketua kelompok tani Biring Balang Desa Je’nemadinging, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Waktu pelaksanaan kajian yaitu pada tanggal 20 Maret sampai dengan 24 April 2018 dan waktu pelaksanaan penyuluhan pada tanggal 26 April 2018. Kajian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan kontrol (P0) ransum (BP 11, tepung jagung, dedak dan mineral) tanpa pemberian tepung daun indigofera, (P1) ransum + 5% tepung daun indigofera, (P2) ransum + 10% tepung daun indigofera dan (P3) ransum + 15% tepung daun indigofera dan 4 ulangan dimana setiap unit percobaan terdiri dari 4 ekor ayam broiler. Jadi jumlah ayam broiler yang digunakan 64 ekor. Parameter yang diamati meliputi bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas dan persentase lemak abdominal. Efektivitas penyuluhan diukur dengan menggunakan rumus ginting. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas dan persentase lemak abdominal. Efektivitas penyuluhan yang telah dilaksanakan berada pada kategori efektif dengan persentase skor 71,64%.
PENGARUH PEMUASAAN PADA SIANG HARI DAN PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma longa) DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMANS BROILER J., Hardianti
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.903 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemuasaan pada siang hari dan penambahan tepung kunyit dalam pakan terhadap performa broiler. Sebanyak 100 ekor DOC yang digunakan dalam penelitian ini. Setiap kelompok perlakuan dari setiap ulangan dibagi secara merata ke dalam kandang beralas litter dan terbuat dari bambu berukuran 1 m x 1 m x 1 m. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P1: tanpa pemuasaan – tanpa penambahan tepung kunyit; P2: tanpa pemuasaan – penambahan 1% tepung kunyit; P3: pemuasaan siang hari (12 jam) – tanpa penambahan tepung kunyit; P4: pemuasaan siang hari (12 jam) - penambahan 1% tepung kunyit. Program pemuasaan dan penambahan tepung kunyit dilakukan pada umur 15 hari. Program pemuasaan pada pukul 06.00 – 18.00 Wita. Pakan yang digunakan adalah pakan dalam bentuk butiran (1-14 hari) dan pakan dalam bentuk tepung (mash) (15-35 hari). Air minum diberikan tidak terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemuasaan pada siang hari dan penambahan tepung kunyit dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan berat badan, konversi pakan, berat badan akhir dan persentase karkas.
PENGARUH PENYIRAMAN SEBELUM PENGANGKUTAN DENGAN JARAK BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM RAS PEDAGING Sara, U.; Azhar, M.
Jurnal Agrisistem Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.545 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman sebelum pengangkutan dengan jarak tempuh yang berbeda terhadap performa ayam ras pedaging. Sebanyak 54 ayam ras pedaging dibagi menjadi 3 kelompok, tiap kelompok terdapat 2 jenis perlakuan, yakni; perlakuan penyiraman (P0 = tanpa penyiraman; P1=dengan penyiraman), dan jarak tempuh (T0= 0 km (0 jam) ; T1= 30km (1 jam); dan T2= 60 km (2 jam)), kemudian dianalisis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara nyata, penyiraman dapat mengurangi tingkat penyusutan berat badan pada ayam ras pedaging (P<0.05), namun tidak mengubah temperatur rektal (P>0.05). Selain itu, perlakuan jarak tempuh ternyata tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan terhadap penyusutan berat badan dan temperatur rektal (P>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah penyiraman sebelum pengangkutan dapat mengurangi tingkat penyusutan berat badan pada ayam ras pedaging akibat stres panas, meskipun temperatur rektal ayam tidak mengalami perubahan.
PENGARUH BERBAGAI KADAR PROTEIN PAKAN TERHADAP TOTAL AMONIA (NH3) AIR PADA PEMBESARAN IKAN SIDAT (Anguilla sp) Puspa, A.
Jurnal Agrisistem Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.18 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh berbagai kadar protein pakan terhadap total amonia air pada pembesaran ikan sidat (Anguilla sp.). Penelitian dilaksanakan di Kampus Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, bulan Desember 2013 sampai Juni 2014. Formulasi pakan yang digunakan adalah pakan dengan berbagai kadar protein yaitu perlakuan A (35%), perlakuan B (40%), perlakuan C (45%) dan perlakuan D (50%) serta kontrol. Ikan uji yang digunakan adalah ikan sidat (Anguilla sp) dengan bobot berkisar 20-30 g dengan kepadatan 20 ekor per bak. Pengukuran total amonia nitrogen (TAN) dilakukan pada awal, pertengahan dan akhir penelitian menggunakan metode Phenate untuk mengetahui besarnya total amonia nitrogen (NH3-N) yang dieskresikan oleh ikan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan protein pakan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kandungan amonia dalam lingkungan perairan pada pembesaran ikan sidat (Anguilla sp.). Semua hasil pengamatan, kecuali pengamatan pada 0 jam menunjukkan semakin tinggi kandungan protein, maka semakin tinggi pula kandungan amonia dalam media pembesaran ikan sidat. Namun kandungan amoniak yang ditimbulkan tersebut masih berada dalam batas toleransi untuk pembesaran ikan sidat karena masih berada dibawah 1 ppm.
MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BUAH PISANG DAN PEPAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas L) Parawansa, I.
Jurnal Agrisistem Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.89 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui manfaat mikroorganisme lokal (Mol) buah pisang dan pepaya dan dosis Mol yang terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi jalar (Ipomea batatas L). Dilaksanakan di lahan praktek STPP Gowa, berlangsung dari bulan Juli sampai bulan September 2013. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 macam perlakuan yaitu: M0: Kontrol (tanpa perlakuan), M1: 75 cc Mol L-1 air, M2: 150 cc Mol L-1 air, M3: 200 cc Mol L-1 air. Diulang 3 kali sehingga terdapat 12 petak (demplot) dan diaplikasi sebanyak 3 kali yaitu pada umur 14, 21 dan 27 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis yang terbaik dalam penggunaan Mol terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi jalar (Ipomea batatas L) yaitu 75 cc L-1 air (M1), memberikan panjang batang 387 cm, jumlah daun 287 helai dan jumlah tunas 87 tanaman ubi jalar.

Page 1 of 13 | Total Record : 128