cover
Contact Name
Donna Sampaleng
Contact Email
lppm@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : 10.52220
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 27 Documents
Impelementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Abad 21 Tjandra, Daniel S.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.805 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.33

Abstract

The era of globalization is inevitable, willing or unwilling to be ready or not ready for everyone to face globalization. The era of globalization can be said as an era of openness, an era of technology that is close to people's lives and even inherent in everyday life. Globalization colors and influences all aspects of life without exception the realm of education experiences or is affected by the effects of the times, globalization and technological sophistication. Education makes it possible to use all the advances of the times to produce an educational goal that shapes the complete human to face his day. 21st century learning provides a prominent change in the world of education, where learning is no longer focused on the results achieved, but on the learning process itself. Forming the competencies of students who have high-level thinking skills, are creative, communicative, and collaborative. This discussion will provide an understanding of 21st century learning implemented in Christian Religious Education subjects. Christian religious learning is expected to follow the development of 21st century learning so that in conveying learning content can prepare students to welcome the 21st century. Thus the curriculum in Indonesia is developed, and the 2013 curriculum is used now as part of responding to the challenges of the 21st century. Abstrak Era globalisasi tidak dapat dihindari, mau atau tidak mau siap atau tidak siap setiap orang menghadapi globalisasi. Era globalisasi dapat dikatakan sebagai era keterbukaan, era teknologi yang dekat dengan kehidupan masyarakat bahkan melekat dalam kehidupan sehari-hari. Globalisasi mewarnai dan mempengaruhi segala aspek kehidupan tanpa terkecuali ranah pendidikan mengalami atau tekena efek dari kemajuan zaman, globalisasi dan kecanggihan teknologi. Pendidikan memungkinkan meng-gunakan segala kemajuan zaman untuk menghasilkan sebuah tujuan pendidikan yang membentuk manusia secara lengkap untuk menghadapi zamannya. Pembelajaran abad 21 memberikan sebuah perubahan yang menonjol dalam dunia pendidikan, dimana pembelajaran bukan lagi dipusatkan kepada hasil yang dicapai, namun kepada proses pembelajaran itu sendiri. Membentuk kompetensi peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi. Pada pembahasan kali ini akan memberikan pemahaman tentang pembelajaran abad 21 yang diimplementasikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Pembelajaran Agama Kristen diharapkan mengikuti perkembangan pembelajaran abad 21 sehingga dalam menyampaikan konten pembelajaran dapat mempersiapkan peserta didik menyongsong abad 21. Dengan demikian Kurikulum di Indonesia dikembangkan, dan Kurikulum 2013 yang digunakan sekarang sebagai bagian dalam menjawab tantangan zaman abad 21.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Santosa, Donald Samuel Slamet; Sampaleng, Donna; Amtiran, Abdon
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.322 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.34

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of learning models on student learning achievement. This research is a quantitative, associative research. The location of this research is SD Pres. Jl. Ki Hajar Dewantara, Pasirgombong, Kec. North Cikarang, Bekasi, West Java. The population of this research is the elementary students of the President consisting of 4 classes with a total of 70 students with a sample size of 30 students. Research data were collected using a questionnaire technique that has been proven valid and reliable. In the first stage the data for each variable was analyzed using a simple frequency distribution and continued in the second stage by linear regression analysis. This calculation is done using the SPSS program for windows. The results of the study concluded that there is an influence of learning models on student achievement. For this reason, it is recommended that teachers improve their students' learning achievement through the use of the most appropriate learning models. While the supervision role of school principals and school supervisors is needed to ensure a good learning model organized by teachers. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, asosiatif. Lokasi penelitian ini adalah di SD Presiden Jl. Ki Hajar Dewantara, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Populasi penelitian ini adalah para siswa SD Presiden yang terdiri dari 4 kelas denganjumlah 70 orang siswa dengan besaran sampel sebanyak 30 orang siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik angket yang sudah terbukti valid dan reliabel. Pada tahap pertama data setiap variabel dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi sederhana dan dilanjutkan pada tahap kedua dengan analisis regresi linier. Perhitungan ini dilakukan dengan berbantu prgram SPSS for windows. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Untuk itu disarankan kepada guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswanya melalui penggunaan model pembelajaran yang paling sesuai. Sedangkan peran supervisi kepala sekolah dan pengawas sekolah diperlukan untuk menjamin baiknya model pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru.
Penyelenggaraan Pendidikan Kristen Sebagai Pemenuhan Hak Asasi Manusia Awulle, Clartje Silvia E.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.69 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.35

Abstract

This paper examines the organization of Christian education by the Theological College in the context of the fulfillment of human rights in the field of education. The writing of this paper uses qualitative discription methods and literature studies. In the context of human rights, the right to education is categorized as a positive right (positive right) because to realize these rights, it really requires an active role of the state so that the formulation of the right to education uses the term right to (right to) meaning that every citizen has the right to proper education as a basic human right that must be protected and fulfilled by the state with the aim that humans are protected their dignity, welfare and continuity of life. Having the opportunity to attend Christian education is a basic right of every Indonesian citizen who is a Christian who must be protected, guaranteed and fulfilled by the state. In the end all Christian citizens have the same opportunity to enjoy Christian higher education as a national education sub-system without discrimination. Abstrak Makalah ini mengkaji mengenai penyelenggaraan pendidikan kristen oleh Sekolah Tinggi Theologi dalam konteks pemenuhan hak asasi manusia (HAM) di bidang pendidikan. Penulisan makalah ini menggunakan metode qualitative discription dan studi literatur. Dalam konteks HAM, hak atas pendidikan dikategorikan sebagai hak positif (positive right) karena untuk merealisasikan hak-hak tersebut, sangat membutuhkan peran aktif negara sehingga rumusan hak atas pendidikan menggunakan istilah right to (berhak atas) artinya setiap warga negara berhak atas pendidikan yang layak sebagai hak dasar manusia yang harus dilindungi dan dipenuhi oleh negara dengan tujuan agar manusia terlindungi martabat, kesejahteraannya dan kelanjutan kehidupannya. Memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan kristen adalah hak dasar setiap warga negara Indonesia yang beragama kristen yang wajib dilindungi, dijamin dan dipenuhi oleh negara. Pada akhirnya semua warga negara Kristen memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati pendidikan tinggi kristen sebagai sub sistem pendidikan nasional tanpa diskriminasi.
Pendidikan Karakter dalam Membentuk Perilaku Etis Mahasiswa STAKN Kupang Natonis, Harun Y.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.36

Abstract

The objectives achieved in this determination are: To analyze character education in shaping the ethical behavior of students of the Kupang Christian State College (STAKN); identify the values of character education and ethical values; and analyze how character education in shaping the ethical behavior of students of STAKN Kupang. The method used in this study, namely: a qualitative descriptive method that discusses descriptively qualitative. The results obtained after the research are: Character Education is the process of developing character or attitude including the potential that exists in humans to be able to develop properly and benefit themselves, others and also the surrounding environment; In relation to Christian ethics, ethical behavior is an attitude or behavior that is in accordance with Christian teachings, such as: honest, responsible, open, loving, disciplined, polite, tolerance, respecting others, believing, and so on; the role of character education in the formation of the ethical behavior of Kupang STAKN students is very good. Only indeed it takes awareness from each party. No matter how good the rules are made to apply together, but if there is no awareness then the rules are just like an outer wrap that is thrown away and is useless. The aims and vision of the Kupang STAKN mission are very clear. But the success rate of its implementation is relatively dependent on the awareness of its implementation. Abstrak Tujuan yang dicapai pada penetian ini yakni: Untuk menganalisis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku etis mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang; mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter dan nilai-nilai etis; dan menganalisis bagaimana pendidikan karakter dalam membentuk perilaku etis mahasiswa STAKN Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni: metode deskriptif kualitatif yang membahas secara deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh setelah penelitian yakni: Pendidikan Karakter adalah proses pengembangan karakter atau sikap termasuk di dalamnya potensi yang ada dalam diri manusia agar dapat berkembang dengan baik dan bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan juga lingkungan sekitarnya; Dalam kaitannya dengan etika kristen, maka perilaku etis adalah sikap atau perilaku yang sesuai dengan ajaran Kristen, seperti: jujur, bertanggung jawab, terbuka, penuh kasih, disiplin, sopan, toleransi, menghargai orang lain, beriman, dan sebagainya; peranan pendidikan karakter dalam pembentukan perilaku etis mahasiswa STAKN Kupang sudah sangat baik. Hanya memang dibutuhkan kesadaran dari masing-masing pihak. Sebaik apapun aturan itu dibuat untuk diterapkan bersama, namu jika tidak ada kesadaran maka aturan itu hanyalah ibarat bungkus luar yang dibuang dan tidak berguna. Tujuan dan visi misi STAKN Kupang sangat jelas. Namun tingkat keberhasilan implementasinya relatif bergantung pada kesadaran pelaksanaannya.
Korelasi Kompetensi Guru PAK SMA Negeri Se-Jakarta dengan Identitas sebagai Hamba Tuhan Messakh, Jacob
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.941 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.37

Abstract

In the midst of the dynamics of intolerance that has penetrated the world of education in Jakarta, especially in the aftermath of the 2017 Jakarta Election, education for all and the ideals of independence attributed to the National Education System Law became a research concern. The focus is on Christian Religious Education Teachers (PAK) who are religious-based educators (religious). The deepening of Master's competence (PAK) is based on 1 Peter by providing background biblical texts as the basis of its epistemology. As a data collection instrument using a questionnaire to a number of 50 PAK Teacher respondents representing 5 regions namely: Central Jakarta, North Jakarta, Jakarta, South, West Jakarta and East Jakarta. The test uses a correlation regression test for each item questionnaire with five answer choices (Likert scale). The results show that there is a positive (unidirectional) relationship between the Competency variables as PAK Teachers and the identity variable as servants of God. With a correlation value of 0.715, it is shown that the correlation between PAK Teacher competency variables with self-identity as a servant of God is not only positive (unidirectional) but also included in the strong category. Abstrak Di tengah dinamika intoleransi yang merambah dunia pendidikan di Jakarta khususnya pasca Pilkada Jakarta 2017 silam, pendidikan untuk semua dan cita-cita kemerdekaan yang diatribusi ke dalam UU Sistem Pendidikan Nasional menjadi perhatian penelitian. Fokusnya adalah Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang merupakan pendidik berbasis keagamaan (religius). Pendalaman terhadap kompetensi Guru (PAK) didasarkan kepada Surat 1 Petrus dengan memberikan latar teks-teks Alkitab sebagai dasar epistemologinya. Sebagai instrumen pengumpulan data menggunakan angket kepada sejumlah 50 responden Guru PAK yang mewakili 5 wilayah yakni: Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta, Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Pengujian menggunakan uji regresi korelasi atas setiap butir angket dengan lima pilihan jawaban (skala Likert). Hasilnya menunjukkan, bahwa terdapat hubungan positif (searah) antara variabel Kompetensi selaku Guru PAK dengan variabel identias sebagai hamba Tuhan. Dengan nilai korelasi sebesar 0,715, maka ditunjukkan bahwa korelasi antara variabel kompetensi Guru PAK dengan identitas diri sebagai hamba Tuhan bukan hanya positif (searah) tetapi juga masuk dalam kategori kuat.
Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Berprestasi terhadap Kinerja Guru yang Bersertifikasi Setyanti, Eliana
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.761 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i1.38

Abstract

The teacher is the party most often accused of being the person most responsible for the quality of education. Teachers who have the ability in four teacher competencies, will be able to show better performance. A teacher's competence will also be better, if accompanied by a strong achievement motivation. Competence that is accompanied by the achievement motivation will affect the performance of teachers in all fields that are done. This research was conducted to obtain empirical evidence about the presence or absence of the influence of teacher competence and achievement motivation simultaneously and significantly to the performance of Certified Public Elementary School teachers in Kendal District, Kendal District. The population in this study were all certified elementary school teachers in the Regional Education Unit of the Kendal District, who were civil servants. While the sample selection method used is random sampling. Data about the variables in this study were obtained using a scale instrument (questionnaire). The data that has been collected will be analyzed with the classic assumption test and hypothesis test. To test the hypothesis in this study, multiple regression analysis was used. The results showed that the competence and achievement motivation did not significantly influence the performance of certified teachers. Abstrak Guru merupakan pihak yang paling sering mendapat tudingan sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan. Guru yang memiliki kemampuan dalam empat kompetensi guru, akan dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik. Kompetensi seorang guru juga akan lebih baik, jika dibarengi dengan adanya motivasi berprestasi yang kuat. Kompetensi yang dibarengi dengan adanya motivasi berprestasi akan mempengaruhi kinerja guru dalam segala bidang yang dikerjakan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang ada tidaknya pengaruh kompetensi guru dan motivasi berprestasi secara simultan dan signifikan terhadap kinerja guru SD Negeri yang Bersertifikasi di Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua guru SD Negeri yang bersertifikasi di UPTD Pendidikan Daerah Kecamatan-Kabupaten Kendal, yang berstatus sebagai PNS. Sedangkan metode pemilihan sampel yang digunakan adalah random sampling. Data tentang variabel-variabel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa skala (angket). Data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi berprestasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru bersertifikasi.
Kreativitas Guru Pendidikan Agama Kristen Meningkatkan Prestasi Siswa Telaumbanua, Arozatulo
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.824 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.44

Abstract

This research is based on concerns about moral values that are not good in children in the Tunas Mekar Integrated Kindergarten. Therefore, efforts need to be made to develop a positive attitude in children in a better direction. This research uses classroom action research methods. This research was conducted in Tunas Mekar Integrated Kindergarten, with a total of 14 children. One important aspect to be developed in children as provisions in living in the social environment of society is the social-emotional aspect. Every child needs to have good social skills and the ability to process emotions to build balanced relationships in a diverse social environment in terms of religion, ethnicity and language. This intelligence is commonly known as Interpersonal intelligence. The end of this study found the following results: the first cycle was 57.14%, the second cycle was 67.62%, the third cycle was 78.57%, the fourth cycle was 61.60%, the fifth cycle was 92.85% and the sixth cycle or the last cycle obtained 95.24% results. After doing the first cycle to the sixth cycle, fourteen children experienced high interpersonal intelligence development. Thus, the play method is very appropriate to be used to develop children's interpersonal intelligence. Abstrak Penelitian ini berdasarkan pada keprihatinan terhadap nilai moral yang tidak baik di dalam diri anak yang ada di TK Tunas Mekar Terpadu. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengembangkan sikap positif di dalam diri anak ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di TK A Tunas Mekar Terpadu, dengan jumlah 14 anak. Salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan pada anak sebagai bekal dalam hidup di lingkungan sosial masyarakat adalah aspek sosial-emosional. Setiap anak perlu memiliki keterampilan sosial dan kemampuan mengolah emosi yang baik untuk membangun hubungan yang seimbang di lingkungan sosial yang beraneka ragam baik agama, suku dan bahasa. Kecerdasan ini biasa dikenal dengan kecerdasan Interpersonal. Akhir dari penelitian ini ditemkan hasil sebagai berikut: siklus pertama di peroleh hasil 57,14%, siklus kedua 67,62%, siklus ketiga 78,57%, siklus kempat 61,60%, siklus kelima 92,85% dan siklus keenam atau siklus terakhir memperoleh hasil 95,24%. Setelah melakukan siklus I sampai siklus VI, empat belas anak mengalami perkembangan kecerdasan interpersonal dengan kategori tinggi. Dengan demikian metode bermain sangat tepat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak.
Penguatan Resiliensi Remaja Bermasalah melalui Pengembangan Materi Modul Bimbingan dan Konseling Simorangkir, Jungjungan; Lubis, Bernad; Nababan, Marina Letara; Simamora, May Rauli; Agustina, Winarti
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.422 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.56

Abstract

The purpose of this study is to develop guidance and counseling module material to strengthen the resilience of problem adolescents. The study was conducted at High Schools (SMA) throughout Tarutung District. The research method used is the ADDIE Research and Development model. Preliminary observations show that adolescents in Tarutung sub-district still have low resilience levels. There are 19 teenagers who are confused about whether they like challenges and only 3 teenagers who don't like challenges. This is intended to measure a person's strength when experiencing life's challenges with all his difficulties. In fact, there are 2 teenagers who answered that they would not rise again after being confronted with illness, injury, or other misfortunes. Some teenagers also do not have a good relationship with their families. But all teenagers have the belief that God is able to help them in dealing with existing problems. This module material contains religious values and pays attention to the task of adolescent development. The results of the module validation conducted by 10 material experts concluded that the module is very feasible to be applied by adolescents. Abstrak Tujuan penelitian ini mengembangkan materi modul bimbingan dan konseling untuk memberi penguatan resiliensi pada remaja bermasalah. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kecamatan Tarutung. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development model ADDIE. Observasi awal menunjukkan bahwa remaja di Kecamatan Tarutung masih memiliki tingkat resiliensi rendah. Terdapat 19 remaja kebingungan apakah menyukai tantangan dan hanya 3 remaja yang tidak menyukai tantangan. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur kekuatan seseorang ketika mengalami tantangan-tantangan hidup dengan segala kesulitannya. Bahkan terdapat 2 remaja yang menjawab tidak akan bangkit kembali setelah diperhadapkan dengan sakit penyakit, cidera atau kemalangan-kemalangan lainnya. Beberapa remaja juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya. Namun seluruh remaja memilliki keyakinan bahwa Tuhanlah yang dapat menolong mereka dalam menghadapi permasalahan yang ada. Materi modul ini mengandung nilai-nilai religius dan memperhatikan tugas perkembangan remaja. Hasil validasi modul yang dilakukan oleh 10 ahli materi menyimpulkan bahwa modul sangat layak untuk diterapkan oleh remaja.
Hubungan Kompetensi Pedagogik Guru dan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Setiyowati, Ester Putri; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.188 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.57

Abstract

Pedagogic competencies can bring change when teachers realize competencies in accordance with the existing education law, pedagogic competencies include pedagogic competencies which include: (a) understanding educational insights or foundations, (b) understanding of students, (c) development curriculum or syllabus, (d) instructional design, (e) educational and dialogical implementation of learning, (f) understanding of learning technology, (g) evaluation of learning outcomes, and (h) development of students to actualize their various potentials. The above are indicators that bring changes in student achievement. The method achieved in the analysis of this research is quantitative by selecting a survey using a Google form questionnaire and using SPSS version 23 software in analyzing data to meet the research principles. Learning achievement will be significant if pedagogical competences can be developed in the teaching and learning process. AbstrakKompetensi Pedagogik dapat membawa perubahan ketika guru mewujudkan sesuai dengan kompetensi yang ada dlam undang-undang pendidikan, kompetensi pedagogic itu antara lain kompetensi pedagogik yang meliputi: (a) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, (b) pemahaman terhadap peserta didik, (c) pengembangan kurikulum atau silabus, (d) perancangan pembelajaran, (e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, (f) pemahaman teknologi pembelajaran, (g) evaluasi hasil belajaran, dan (h) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.  Hal tersebut diatas adalah indikator yang membawa perubahan dalam prestasi belajar siswa. Metode yang dicapai dalam analisis penelitian ini adalah kuantitatif dengan memilih survey menggunakan Angket Google form dan menggunakan softwear SPSS versi 23 dalam menganalisis data untuk memenuhi kaidah-kaidah penelitian. Prestasi belajar akan menjadi signifikan jika kompetensi pedagogik dapat dikembangkan dalam proses belajar mengajar.
Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak melalui Metode Bermain Sinaga, Rida; Doang, Milka
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 2: Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.254 KB) | DOI: 10.52220/sikip.v1i2.58

Abstract

This research is based on concerns about moral values that are not good in children in the Tunas Mekar Integrated Kindergarten. Therefore, efforts need to be made to develop a positive attitude in children in a better direction. This research uses classroom action research methods. This research was conducted in Tunas Mekar Integrated Kindergarten, with a total of 14 children. One important aspect to be developed in children as provisions in living in the social environment of society is the social-emotional aspect. Every child needs to have good social skills and the ability to process emotions to build balanced relationships in a diverse social environment in terms of religion, ethnicity, and language. This intelligence is commonly known as Interpersonal intelligence. The end of this study found the following results: the first cycle was 57.14%, the second cycle was 67.62%, the third cycle was 78.57%, the fourth cycle was 61.60%, the fifth cycle was 92.85% and the sixth cycle or the last cycle obtained 95.24% results. After doing the first cycle to the sixth cycle, fourteen children experienced high interpersonal intelligence development. Thus, the play method is very appropriate to be used to develop children's interpersonal intelligence. Abstrak Penelitian ini berdasarkan pada keprihatinan terhadap nilai moral yang tidak baik di dalam diri anak yang ada di TK Tunas Mekar Terpadu. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengembangkan sikap positif di dalam diri anak ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di TK A Tunas Mekar Terpadu, dengan jumlah 14 anak. Salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan pada anak sebagai bekal dalam hidup di lingkungan sosial masyarakat adalah aspek sosial-emosional. Setiap anak perlu memiliki keterampilan sosial dan kemampuan mengolah emosi yang baik untuk membangun hubungan yang seimbang di lingkungan sosial yang beraneka ragam baik agama, suku dan bahasa. Kecerdasan ini biasa dikenal dengan kecerdasan Interpersonal. Akhir dari penelitian ini ditemkan hasil sebagai berikut: siklus pertama di peroleh hasil 57,14%, siklus kedua 67,62%, siklus ketiga 78,57%, siklus kempat 61,60%, siklus kelima 92,85% dan siklus keenam atau siklus terakhir memperoleh hasil 95,24%. Setelah melakukan siklus I sampai siklus VI, empat belas anak mengalami perkembangan kecerdasan interpersonal dengan kategori tinggi. Dengan demikian metode bermain sangat tepat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak.

Page 1 of 3 | Total Record : 27