cover
Contact Name
Agus Prayitno
Contact Email
agussprayitno09@sttimanuelpacet.ac.id
Phone
+6285259879525
Journal Mail Official
agussprayitno09@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sumberan No.3 Des. Sajen Kec. Pacet Kab. Mojokerto Jawa Timur
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Filadelfia : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Core Subject : Religion, Education,
Teologi dan Pendidikan Agama Kristen FILADELFIA merupakan wadah publikasi hasil penelitian di bidang teologi dan Pendidikan Agama Kristen bagi dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Imanuel Pacet, bahkan semua pihak yang berkompeten di bidang ini dari institusi mana pun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Mengasihi Saudara Naumi Kadarsi
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.631 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i1.5

Abstract

Strong individual traits influence humans to become a person who loves himself. The desire to actualize oneself and provide self-satisfaction results in becoming a more self-centered person. As a result something that is not in accordance with itself, people will tend to be angry or hate others because it does not match what he expected. Loving is not a new thing or command. Filadefia is a city built by a brother and given to his brother. Whereas the Philadelphian church mentioned in Revelation kitan is a faithful and diligent church obeying God's commands. Although the congregation does not have great strength in the midst of persecution that suppresses it, but his love for God shows faith and faithfulness to do God's commands. In writing, you often use the word Agape rather than philio. In this case John asserts that the command to love you proves that he is a follower of Jesus. Being a follower or disciple of Jesus means staying in God moving from death. Staying in God means following all the commands of God means not hating one another. It is not easy to carry out God's command to love you but on the basis of agape love that is the sacrifice of Jesus Christ who gave His life for friends, brothers and also called children of God. Give an example that every believer must do so that the designation of brothers, friends and children of God clearly makes a difference with the children of Satan and also proves the believer's obedience to Jesus Christ as his Lord and Savior.
Kedudukan Perempuan dalam Alkitab dan Masa Kini Berlina Lumban Gaol
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.804 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i1.6

Abstract

In the Genesis 1:27 " So God created the man was in the image of His, according to the image of God created His him ; male and female created His those " here means that God created the man both women and men with the same degree and according to the image of God, besides that also emphasizes that human beings are just as essential as the Creator . Equal or equivalent position and power, that is the intention of Allah. God's creation is not a sudden thought in the eternal past, God has a desire, a favor to get a universe in which He can fulfill its purpose. And humans were created to nurture and rule together . In another letter, Paul clearly says that there is no difference in status in Christ between a man and a woman. Abstrak: Di dalam Alkitab pada Kejadian 1:27 "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka" disini berarti bahwa Allah menciptakan manusia baik perempuan dan laki-laki dengan derajat yang sama dan menurut gambar Allah, disamping itu juga menekankan bahwa manusia itu sama hakekat dengan Sang Pencipta.kedudukan dan kekuasaan yang setara atau sepadan, itu adalah maksud dari Allah. Penciptaan Allah bukanlah pemikiran yang tiba-tiba dalam kekekalan lampau Allah memiliki keinginan, perkenanan untuk mendapatkan suatu alam semesta dimana Dia dapat menggenapkan tujuannya. Dan manusia diciptakan untuk memelihara dan memerintah bersama-sama. Di suratnya yang lain, dengan jelas Paulus mengatakan bahwa tidak ada perbedaan status di dalam Kristus antara seorang pria dan seorang wanita.
Hidup dalam Kasih antar Sesama Manusia di Era Milenial Liem Veronica Linggawati
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.654 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i1.7

Abstract

The Relationships between people in the world are often determined by mutual benefits, it means that if the relationship is only one-sided and the other party feels disadvantaged, then the relationship is threatened with cracking. The situation will be different if the relationship between humans is built on love. If we live in the love of God, then our relationships between humans will be well established, without having to harm others, on the other hand, live in love means ready to sacrifice for others who are experiencing difficulties without expecting anything in return. We are being faced by changes in civilization caused by the advancement of the information industry in millenial era now. Humans sometimes do not focus on pay attention to people around them, because they pay more attention to games or pay more attention to online media on gadgets, smartphones. In the millennial era, people seem to be progressing in the field of information, but are experiencing social degradation, being ego centric, not caring about the people around them. Abstrak : Hubungan antar sesama manusia di dalam dunia sering ditentunkan oleh sikap saling menguntungkan, artinya jika hubungan itu hanya menguntungkan sepihak dan pihak lain merasa dirugikan, maka hubungan tersebut terancam retak. Akan berbeda situasinya bila hubungan antar sesama manusia dibangun atas dasar kasih. Bila kita hidup dalam kasih Allah, maka hubungan kita antar sesama manusia akan terjalin dengan baik, tanpa harus merugikan pihak lain, sebaliknya hidup dalam kasih akan siap berkorban bagi orang lain yang sedang mengalami kesulitan tanpa mengharapkan imbalan atau balas jasa. Di era milenial sekarang ini kita diperhadapkan dengan perubahan peradapan yang disebabkan oleh kemajuan industri informasi. Manusia terkadang tidak fokus memperhatikan manusia disekitarnya, karena lebih memperhatikan game atau lebih banyak memperhatikan media online di gadget, smartphone. Di era milenial manusia nampaknya mengalami kemajuan dibidang informasi, tetapi mengalami degradasi sosial, bersikap ego sentris, tidak peduli dengan orang disekitarnya.
Kedisiplinan dalam Kasih Sebagai Dasar Melaksanakan Pendidikan Karakter Yesnita Yesnita
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.962 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i1.8

Abstract

Character education is not detached from the discipline of love and its evaporation to confront the moral crisis among the younger generations. Lack of discipline resulted in lack of responsibility. Discipline is not detached from the coaching that has been sought and carried out. The business of coaching in guiding the personality of one's behavior, acting in accordance with Christian values to become more mature, independent and integrity. Abstrak : Pendidikan karakter tidak terlepas dari kedisiplinan dalam kasih dan penguatannya untuk menghadapi krisisnya moral dikalangan generasi muda. Kurangnya kedisiplinan mengakibatkan kurangnya tanggungjawab. Kedisiplinan tidak terlepas dari pembinaan yang telah di upayakan dan dilaksanakan. Usaha pembinaan dalam membimbing kepribadian seseorang dalam berperilaku, bertindak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani untuk menjadi lebih dewasa, mandiri dan berintegritas.
Pemahaman Pembangunan Doktrin Kekudusan Allah bagi Mahasiswa Teologi Agus Prayitno
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.731 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i1.9

Abstract

An understanding of the doctrine of holiness in particular for College Theology students is still a confusion, due to a less clear definition of the meaning of holiness among students. For this discussion, the writer emphasizes more on the meaning of holiness for believers and specifically for theological high school students who will be incited as potential leaders. And that should be an example for those they lead. Some events of the leaders have not become a guarantee to be exemplary in holiness, even sometimes it is better for laypeople to protect holiness. Therefore in this writing theology students as prospective leaders must be good examples in terms of holiness. Because it will be seen and emulated for the people they lead.Abstrak : Pemahaman akan doktrin kekudusan secara khusus bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi masih menjadi suatu kerancuan, akibat definisi yang kurang jelas dari makna kekudusan dikalangan mahasiswa. Untuk dalam pembahasan ini penulis lebih menekankan apa sebenarnya makna kekudusan bagi umat percaya dan secara khusus bagi mahasiswa sekolah tinggi teologi yang akan duduka sebagai calon-calon pemimpin. Dan yang seharusnya menjadi teladan bagi yang dipimpinnya. Beberapa peristiwa para pemimpin belum menjadi jaminan untuk menjadi keteladanan dalam kekudusan, bahkan terkadang lebih baik orang awam untuk menjada kekudusan. Karena itu dalam penulisan ini para mahasiswa
TEORI TIDAK SESUAI DENGAN PRAKTEK Sarah Sarah; Berlina Lumban Gaol
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.203 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i2.10

Abstract

Dalam Perjanjian Lama menunjukkan pentingnya pembelajaran itu, Kitab Ulangan mengatakan Musa mengajarkan hukum dari Tuhan untuk melakukan pembelajaran secara berulang-ulang Ul. 6:7. Melalui pembelajaran orang dapat mengerti hukum serta firman Tuhan yang berlaku bagi setiap kehidupan. Etika kristen hadir sebagai ilmu pengetahuan yang didasari dan bersumber pada firman Tuhan. Sebagai teori Etika kristen diajarkan kepada setiap peserta didik sesuai prosedur sekolah. Tujuan dari pengajaran etika Kristen dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai penuntun arah hidup manusia pada kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan yang Maha Esa. Dalam hal ini pengumpulan data yang dilakukan ialah melalui wawancara, observasi lapangan serta melalui literature buku-buku atau study pustaka. Dengan demikian metode yang digunakan adalah metode kualitatif, sebagai prosedur dalam penelitian. rancangan penelitian kualitatif merupakan rancangan penelitian yang bermaksud untuk membuat deskripsi atau gambaran untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Menurut Alkitab etika merupakan sikap dan tingkah laku manusia di panggil untuk berteladan kepada Allah, firman Tuhan mengatakan hendaklah kamu suci, karena aku Tuhan Allahmu adalah suci (Im.19:2); dan dikatakan juga hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati (Luk. 6:36). Namun untuk meneladani Allah tidaklah mudah perlu suatu proses, sebab dalam kedagingannya manusia masih hidup Menurut kehendaknya sendiri.
PENGARUH HEDONISME KRISTEN DALAM PELAYANAN GENERASI MILENIAL Roy Yoanes Situmeang
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.019 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i2.11

Abstract

Perkembangan teknologi pada saat ini sangat pesat, yang bisa dilihat melalui kehidupan sehari-hari terutama pada generasi milenial yang mengikuti kemajuan zaman. Dalam kehidupan generasi masa kini sering kali terjadi penyimpangan yang membuat motivasi pelayanan  semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh hedonisme Kristen terhadap motivasi pelayanan generasi milenial. Supaya anak-anak muda tidak salah dalam menggunakan kesenangannya dalam melakukan setiap pelayanan yang dipercayakan. Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan penelitian kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif. Untuk mengetahui dan menemukan tingkatan dalam penulisan penelitian ini, maka menggunakan instrumen angket dengan diperkuat melalui wawancara terhadap pengisi angket atau pihak yang diteliti atau populasi yang akan diteliti. Hedonisme Kristen memiliki pengaruh yang positif dan negatif dalam pelayanan generasi millenial saat ini, hedonisme Kristen itu memberikan dampak yang besar dalam pelayanan generasi milenial. Melalui hedonisme Kristen maka akan dapat lebih mengerti apa saja kesenangan yang ada di dalam diri Allah itu sendiri. Karena hedonisme Kristen itu mengarahkan mereka kepada pelayanan yang lebih maksimal hanya untuk kesenangan Tuhan saja bukan untuk kesenangan diri sendiri.
STUDI BIBLIKA 1 YOHANES 4:19 TENTANG MENGASIHI DALAM PENINGKATAN KEPEDULIAN SESAMA Marselina Reni Susanti
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.407 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i2.12

Abstract

Kasih merupakan  perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia, perasaan ini akan timbul apabila manusia tersebut mempunyai rasa memiliki dan menyayangi. Kasih juga bisa dikatakan hubungan keterkaitan antara manusia tersebut dengan sesuatu, bukan hanya antara manusia dengan manusia, tetapi bisa juga antara Tuhan dengan manusia. Makna kasih yang sesungguhnya itu dimana manusia memberi yang terbaik buat orang lain, baik itu membahagiakan dan tidak merebut kebahagiaan orang lain, tetapi kasih yang mau dan rela berkorban seperti kasih Allah yang sempurna yang mengasihi semua orang, kasih Allah yang menjadi teladan bagi setiap orang sehingga dalam surat Yohanes yang pertama mengatakan kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi (1 Yohanes 4:19).Ketika seseorang tidak mengasihi maka akan memiliki dampak tersebut ia akan mengalami kepahitan, kebencian, dendam, mudah marah dan tidak ada lagi kedamaian dalam kehidupannya. Ketika seseorang memiliki kasih Allah dalam hidupnya maka ia akan memiliki kasih kepada semua, Kasih yang disertai tindakan yang nyata. Metode yang dipakai ialah metode kualitatif dan kuantitatif karena mengunakan berbagai sumber dan juga pendekatan penelitian  teologi biblika dengan cara metodelogi eksegesa, dan Hermeneutika. Metode eksegesa menurut Douglas Stuart dalam bukunya “Eksegesa perjanjian lama” merupakan suatu penelaahan yang cermat dan analitis.Oleh sebab itu kasih perlu dibuktikan melalui kehidupan sehari-hari terutama mengenai kepedulian terhadap sesama. Seseorang peduli bukan saja dengan perkataan. Tetapi bukti dari peduli ialah melalui suatu tindakan yang nyata. Seperti kasih Allah yang telah rela mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menebus semua dosa umat manusia.
MULTIPLIKASI PERAN GEMBALA PADA JEMAAT LOKAL: GURU SEKOLAH MINGGU SEBAGAI GEMBALA ANAK Theresia Endang Sulistyawati
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.294 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i2.13

Abstract

Memajukan kualitas pelayanan dan penggembalaan dalam suatu gereja tidak dapat dilakukan hanya oleh gembala sendirian, sepandai apapun seorang gembala tersebut. Diperlukan kerelaan gembala untuk membagikan perannya, secara khusus kepada guru-guru sekolah Minggu dan menjadikan mereka sebagai gembala anak. Memultiplikasi peran gembala sesungguhnya sangat membantu dan meringankan pekerjaaan gembala dalam melakukan pelayanannya, sebagimana telah dicontohkan secara nyata oleh Yesus sendiri. Metode dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan sumber pustaka sebagai bahan kajian dalam mengetahui topik pembahsan. Tujuan penulisaan adalah untuk menyampaikan pesan bahwa dalam tugas pelayanan diperlukan kerjasama yang baik untk memajukan gereja, memultiplikasi peran gembala adalah cara terbaik yang dapat dilakukan.
EFEKTIVITAS KEDISIPLINAN GURU DALAM MELAYANI. Dianto Gideon
FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Imauel Pacet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.734 KB) | DOI: 10.55772/filadelfia.v1i2.14

Abstract

Serang Guru yang tidak disiplin akan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, serta menunda-nunda akan melaksanakan tanggung jawab itu sehingga menjadi masalah akan melalaikan tanggung jawabnya. Sebagai seorang Guru yang dapat menjadi teladan bagi para muridnya adalah cara yang diajarkan secara nyata kepada para murid-Nya agar menjadi contoh yang baik. sehingga guru menjadi sorotan akan keteladan oleh sekolah, murid, dan lingkungannya sendiri. Tujuan dari kedisiplinan seorang guru dala melayani ialah meningkatkan kualitas serta hidup lebih mandiri dalam melakukan segala tanggung jawab serta mempunyai integritas yang baik. dengan adanya dorongan kedisiplinan tang timbul dari dalam diri sendiri akan membawa perubahan yang lebih baik lagi, agar dapat berkontribusi dengan maksimal dalam sekolah serta kehidupannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dan kualitatif. Dalam bentuk observasi lapang dan wawancara secara langsung sehingga dapat memperoleh data yang akurat. Rencana penelitian adalah gambaran yang menditail tentang ketiga langkah proses dalam mempersiapkan, proses pelaksanaan penelitian, dan proses pelaporan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Dalam hal ini peneliti mengungkapkan hasil yang diperoleh. Dari penelitian yang telah dilakukan bahwa Guru dapat disiplin jika mempunyai dorongan dari dalam dirinya yang dapat mengubah prilaku hidup dan dapat bertanggung jawab akan tugas yang diberikannya kepadanya dengan sungguh-sungguh dalam keterlibatannya mengikuti setiap tugas sekolah dan mempunyai wewenang terhadap anak didiknya. Dengan melakukan kedisiplinan membuat seorang Guru lebih kritis, mandiri, dan menghargai waktu. Pembelajaran secara nyata yang dilakukan seorang guru ialah dengan melakukan kedisiplinan hidup, sehingga dapat menjadi teladan dan contoh yang nyata terhadap sekolah, murid, dan lingkungannya. Kediplinan ialah perubahan hidup kearah yang lebih baik serta hidup yang berkualitas serta berintegritas sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.[1] M.pd. Zaenal Arifin, Metodologi Penelitian Pendidikan (Surabaya: Lentera Cendikia, 2008).

Page 1 of 4 | Total Record : 38