cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274513096
Journal Mail Official
deskripsi.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.ugm.ac.id/v3/DB/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Deskripsi Bahasa
ISSN : 26157349     EISSN : 26866110     DOI : https://doi.org/10.22146
Deskripsi Bahasa [DB] merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran bahasa yang diterbitkan sebanyak 2 nomor dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober oleh Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya UGM bekerja sama dengan Forum Linguistik. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang linguistik deskriptif, linguistik sosial, dan penerjemahan. Dosen, mahasiswa, dan peneliti bahasa diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya. DB mencakup naskah luaran kegiatan penelitian dengan kajian khusus linguistik.
Articles 75 Documents
Present and Future Trends in Translation Studies Haru Deliana Dewi
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.131 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.309

Abstract

Translation Studies is a relatively new discipline in the world, and in Indonesia it is not much heard of, let alone studied by. Moreover, none of the universities in this country has Translation Studies as one of its study programs or departments. Translation is still considered part of a linguistics department or literature department. Thus, this paper will explain this ‘new’ discipline, what it covers, and the trends it has in the present and future times. It is expected that this paper will be an eye-opener for many academicians in Indonesia to be aware of Translation Studies as an independent discipline which draws from many disciplines and to encourage people to learn more about this discipline.
Perbedaan Pola Pikir Orang Indonesia dan Orang Prancis melalui Karya Terjemahan Sajarwa Sajarwa
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.054 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.310

Abstract

Transfer of message in the translation process is always characterized by the difference of culture in the source language and the target language. Language, as a part of culture, affects the speaker mind including translator. Text of French literature (as source text, ST) and text of Indonesian literature (as target text, TT) could be an example of difference in mindset of French people as writer of French literature and Indonesian people as translator. The study results showed the differences in the mindset throught analyzes of (i) Active-Passive Construction of French pronoun on and passive di-, (ii) dominantly pronoun as means of topics continuity in French and repetition in Indonesian, and (iii) the difference ofinformational arrangement looked in impersonal construction of French with pattern of IL+IB and IB+IL in Indonesian.
Peran Perempuan dalam Berita Pelecehan Seksual pada Jakarta detik.com Andini Khoirunisa
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.901 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.311

Abstract

Penelitian ini memebahas peran wanita pada berita pelecehan seksual di JAKARTA DETIK.COM. Dalam pemberitaan ini dijelaskan bagaimana asal mula terjadinya pelaporan pelecehan seksual pada korban, di dalam berita yang berjudul “Pengakuan Wanita Korban Pelecehan Seksual di Malaysia Airlines” ada beberapa pilihan kata yang disengaja atau tidak menunjukkan betapa wanita dipandang sebelah mata dan dimarginalkan. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan teori pendekatan Sarah Mills karena menjadikan wacana feminisme sebagai pusaran kajiannya. Sara Mills menerabas isu-isu perempuan seperti bagaimana perempuan ditampilkan dalam teks, gambar, foto serta dalam berita. Hal ini yang menjadi dasar sehingga pendekatan teori wacana Sara Mills dikenal pula dengan wacana persektif feminis. Terkait dengan posisi aktor dalam teks, maka yang perlu diperhatikan adalah bagaimana subyek-obyek menempatkan representasi sebagai bagian terpenting. Dengan demikian hal ini mengarah kepada bagaimana satu pihak, kelompok, orang, gagasan dan peristiwa direpresentasikan dengan teknik tertentu dalam wacana dan menghadirkan makna kepada publik. Setelah dilakukan kajian-kajian seputar bagaimana seorang wanita disuarakan dalam berita ini, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah JAKARTA DETIK.COM tidak begitu menyuarakan sang korban pelaku pelecehan seksual (wanita), karena dalamberita ini menggunakan beberapa kata yang cenderung memihak pelaku pelecehan seksual bukan malah membela si korban.
Is Javanese still Vital in Plurilingual Societies of Karimunjawa? Deli Nirmala
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.16 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.312

Abstract

This paper aims at showing the vitality of Javanese in plurilingual societies in Karimunjawa. Karimunjawa is inhabited by fishermen from different ethnic groups like Maduranese, Buginese, Mandar. Observation, questionnaire, and interview with recording techniques were used to collect the data. The respondents are the students of Safinatul Huda junior and senior high schools and their parents who are interethnic marriage, living in Kemujan island. They were selected based on the availability principle that is due to their agreement for being interviewed. Besides, some interethnic-married couple in Karimunjawa were also interviewed, who were mostly aged citizens. Inferential method was used to analyzed data. Theresult indicates that Javanese is still actively used at home, schools, and mosques. Javanese is also learnt by non Javanese. They use Javanese since Javanese is the dominating one in Karimunjawa. There is a tendency that non-Javanese is shifting to Javanese and bahasa Indonesia, while Javanese is shifting to bahasa Indonesia. This indicates that Javanese is still strong even some of the non-Javanese tends to use Javanese not only its language but also its tradition like wedding ceremony.
Fenomena Penggantian Fonem pada Kata Celaan di Kalangan Remaja Fajar Kurniadi
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.108 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.313

Abstract

Perkembangan bahasa mengikuti perkembangan manusia dan interaksinya. Berbanding lurus antara semakin beragam dan banyaknya interaksi manusia. Terutama di kalangan remaja, di mana interaksi dan pergaulan adalah hal yang harus dilakukan demi mengembangkan potensi di berbagai bidang. Tidak ayal lagi, pemerolehan dan penggunaan bahasa remaja pun beragam. Keberagaman ini merupakan warnawarni dalam pergaulan, di antaranya sapaan akrab, tempat berkumpul, media sosial, dan berbagai topik pembicaaan kekinian termasuk kata celaan. Sebenarnya kata celaan ini digunakan sebagai candaan semata, tetapi tidak jarang juga mengundang emosi. Oleh karena itu, terdapat fenomena baru dalam dunia kebahasaan remaja dengan mengganti beberapa fonem atau susunan fonem pada kata celaan agar lebih terdengar halus dan tidak menyinggung. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan selama tiga bulan ini adalah menangkap perilaku bahasa remaja dalam penggunaan kata celaan. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara (tidak terstruktur) pada lebih dari 300 responden. Hasilnya pun mengejutkan, fenomena menggunakan kata celaan sudah dianggap lumrah dan menjadi bumbu dalam pergaulan.Beberapa kata celaan seperti (maaf) “Anjing” mengalami pengubahan menjadi “Anjay”, atau “Anjrit”, atau “Njiir”. Demikian hal nya pada kata (maaf) “Kampret” mengalami pengubahan menjadi “Kamvret” dan beberapa kata lain yang mengalami pengubahan fonem.
Metaphors of Animal Names in Indonesian I Dewa Putu Wijana
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.299 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.314

Abstract

This article concerns with the use of metaphors for constructing animal names in Indonesian. By using data collected from Indonesian Standard Dictionary and cognitive metaphorical theory, it is found that the animals names can be expressed in various forms and the metaphors are possibly placed on the head, attribute, or the whole of construction. The source domains of the metaphors are taken from entities that exist in the speakers’ environment and they are projected to the target domains through similarities and associations. As result of, Indonesian relation to other languages, the influence of foreign languages and local languages in the formation of metaphors cannot be avoided.
Neurolinguistik: Menerapkan Konsep dan Teori Linguistik Luita Aribowo
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.95 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.315

Abstract

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, membawa dampak dan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan keilmuan kajian bahasa. Dampak dan pengatuh besar teknologi membawa terbukanya kajian-kajian terapan dari konsep dan teori linguistik. Kajian terapan konsep dan teori linguistic, membuka kajian hibrida salah satunya, dengan kajian neurolinguistik. Neurolinguistik merupakan kajian terapan konsep dan teori linguistic pada neurologi, terutama kasus-kasus gangguan berbahasa. Kajian neurolinguistik meyakini adanya pusat perilaku berbahasa pada hemisfer kiri, dengan berbagai bukti dan penemuan neurologi. Neurologi banyak menemukan kasus gangguan berbahasa dari kerusakan-kerusakan hemisfer kiri. Kerusakan hemisfer kiri, terutama area bahasa, sangat mempengaruhi perilaku berbahasa. Kerusakan yang sama pada hemisfer kanan, tidak mempengaruhi perilaku berbahasa. Penerapan konsep dan teori linguistik pada gangguan berbahasa, diharapkan membantu penderita gangguan berbahasa. Dengan penemuan dan kajian yang dilakukan, bias ditemukan cara, teknik atau metode komunikasi penderita gangguan berbahasa, supaya bisa berkomunikasi dengan baik.
Kesahihan Isi Tindak Tutur Konstatif Berbahasa Indonesia Mohammad Fakhrudin; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.081 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan tindak tutur konstatif berbahasa Indonesia dan cara menguji kesahihan isinya. Data yang berupa tuturan bersumber pada media cetak dan media elektronik. Data tersebut disediakan dengan teknik baca-catat, rekam-catat, dan pembangkitan kembali secara kreatif oleh peneliti. Analisis data dilakukan dengan metode padan, sedangkan hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa (1) tindak tutur konstatif berbahasa Indonesia dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam wacana ilmiah, (2) agar dapat memastikan kesahihan isi tuturan, petutur harus mengujinya, (3) pengujian dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang ”dunia” isi tuturan, dan (4) berdasarkan kesahihan isinya, ada dua macam tindak tutur konstatif berbahasa Indonesia, yakni (a) tidak tutur konstatif yang sahih dan (b) tidak tutur konstatif yang tidak sahih.
Pemertahanan Bahasa di Ranah Pendidikan: Studi Pemertahanan Bahasa di Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur Muh. Ardian Kurniawan; Roni Amrulloh
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.49 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.317

Abstract

Makalah ini merupakan studi pemertahanan bahasa di ranah pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bentuk dan strategi pemertahanan bahasa Samawa oleh masyarakat Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur di ranah pendidikan. Fokus penelitian ini adalah pola komunikasi masyarakat desa tersebut, dalam konteks sebagai siswa atau sebagai guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan metode cakap. Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Penelitian ini menemukan bahwa di ranah pendidikan, masyarakat Desa Kuang Baru menggunakan tiga kode bahasa dalam berkomunikasi, yaitu bahasa Samawa, bahasa Sasak, dan bahasa Indonesia. Bahasa Samawa digunakan di kelas tingkat pendidikan PAUD dan SD tingkat awal atau partisipan adalah sesama penutur bahasa Samawa yang berasal dari Desa Kuang Baru. Bahasa Indonesia hanya digunakan dalam percakapan yang terjadi di ruang kelas dengan situasi formal. Sementara itu, pemakaian bahasa Sasak digunakan pada tingkat pendidikan SD akhir dan SMP.
Unsur Budaya dalam Leksikon Tataruncingan Nizar Ibnus
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 1 (2018): 2018 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.112 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i1.318

Abstract

Bahasa dapat merefleksikan budaya kelompok masyarakat penuturnya. Bahasa juga berfungsi untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya suatu kelompok etnis agar senantiasa lestari. Tatarucingan atau teka-teki merupakan salah satu produk bahasa yang menunjukkan identitas masyarakat Sunda yang menghargai kejenakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan unsur-unsur budaya yang tercermin dari leksikon yang digunakan dalam tatarucingan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh dari buku Tatarucingan (Teka-teki Sunda). Temuan dari penelitian ini yaitu klasifikasi dan deskripsi leksikon, serta cerminan gejala kebudayaan yang muncul berdasarkan leksikon yang digunakan. Dari hasil penelitian tampak bahwa leksikon yang digunakan dalam tatarucingan mencerminkan unsur-unsur kebudayaan Sunda diantaranya: (1) mata pencaharian, (2) organisasi sosial, (3) ilmu pengetahuan, (4) teknologi, (5) bahasa, (6) kesenian, dan (7) religi.