cover
Contact Name
Ersila Devy Rinjani
Contact Email
ersiladevy28@gmail.com
Phone
+6281373501695
Journal Mail Official
ersiladevy28@gmail.com
Editorial Address
Jalan Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman
ISSN : 20872305     EISSN : 26152282     DOI : 10.31942/mgs
Core Subject : Education,
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman — ISSN (print) 2087-2305. diterbitkan oleh Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman (PKPI2) Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang sebagai media pengembangan kajian tentang ilmu-ilmu pendidikan dasar (Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar) dan Keislaman.
Articles 85 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN AFEKTIF PESERTA DIDIK MELALUI MODEL VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE PADA MATA PELAJARAN PKn di MI Ali Imron
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.517 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v12i1.4335

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique di Kelas V MI Al-Mubarok Margolinduk Bonang Demak? 2) apakah model pembelajaran Value Clarification Technique dapat meningkatkan kemampuan afektif peserta didik pada mata pelajaran PKn di kelas V MI Al-Mubarok Margolinduk Bonang Demak? Metode penelitian yang digunakan adalah Classroom Action Research. Subjek penelitiannya yaitu peserta didik kelas V MI Al-Mubarok Margolinduk Bonang Demak. Penelitian tindakan ini terdiri atas empat langkah: Planning; Acting; Observasing; Reflecting;. Metode pengumpulan datanya adalah observasi, skala sikap (non-tes), interview (wawancara), dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data observasi aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran. Setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa: 1) pelaksanaan model pembelajaran VCT di kelas V MI Al-Mubarok Margolinduk Bonang Demak Tahun Pelajaran 2017/2018 terlaksana dengan baik. Penerapan model VCT terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. 2) Model VCT yang diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di kelas V MI Al-Mubarok Margolinduk Bonang Demak Tahun Pelajaran 2017/2018 dapat meningkatkan kemampuan afektif peserta didik dalam memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, dan peduli. Berdasarkan hasil penilaian pada lembar skala sikap setiap siklusnya. Semakin banyak peserta didik mencapai skor ketuntasan minimal yang ditentukan. Peningkatan ini sesuai dengan target indikator keberhasilan yang telah dirumuskan peneliti. Terbukti dari hasil skala sikap siklus II kemampuan afektif peserta didik dalam memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, peduli, dan semangat meningkat “sangat baik” yakni masing-masing mencapai skor sebesar 88%, 89%, 88%, dan 88%. Serta aktivitas peserta didik melalui penerapan model pembelajaran VCT juga mengalami peningkatan, yang paling menonjol adalah aktivitas di analisis dan presentasi hasil diskusi kelompok. Peserta didik dulunya pasif menjadi lebih aktif dan bersemangat mengikuti pembelajaran.
MENANGKAL GERAKAN RADIKALISME ISLAM MELALUI SEKOLAH TASLIM SYAHLAN
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 6, No 2 (2015): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.562 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v6i2.1774

Abstract

AbstractRadikalisme Agama merupakan permasalahan yang sering muncul di masyarakat.Akhir-akhir ini, gerakan ISIS menjadi perhatian serius di kalangan umat Islam didunia, karena keberadaannya telah merugikan beberapa belah pihak dan telahmenimbulkan banyak korban berjatuhan. Sebagai upaya pencegahan radikalismeagama, sekolah menjadi sarana efektif guna membendung gerakan tersebut.Tulisan ini menjelaskan tentang pemahaman radikalisme agama, faktor penyebabsekaligus penyebaran gerakan radikalisme serta upaya sekolah dalam menangkalradikalisme. Beberapa upaya dapat dilakukan oleh pihak sekolah, di antaranyayaitu; 1) menjelaskan ajaran Islam secara memadai kepada peserta didik;2)mengedepankan dialog dalam pembelajaran agama Islam; 3)Pemantauan danmonitoring keagamaan peserta didik dan 4) pengenalan dan penerapanpendidikan multikultural.Kata kunci: Radikalisme, Islam dan SekolahAbstrakReligious radicalism is a problem that often arises in the community. Lately, ISISmovement became a serious concern among Muslims in the world, because itsexistence has harmed some parties and has caused many victims. As prevention ofreligious radicalism, the school becomes an effective tool to stem the movement. Thispaper describes the understanding of religious radicalism, the factors causing thespread of radicalism at the same time and efforts in countering radicalism school.Some efforts can be undertaken by schools, among which; 1) explaining the teachingsof Islam adequately to learners; 2) promote dialogue in learning Islamic religion; 3)Monitoring and monitoring of religious students and 4) the introduction andapplication of multiculture.Keywords: radicalism, Islam, school
MENUMBUHKAN SOCIAL SKILL MELALUI ALAT PERAGA EDUKATIF ULAR TANGGA PAI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sukarman Ali As’ad Muhammad Natsir
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 9, No 1 (2018): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.033 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v9i1.2203

Abstract

    Abstrak Tulisan ini merupakan paparan hasil dari sebuah penelitian studi kasus yang terjadi di beberapa Sekolah Dasar di Jepara. Fenomena yang ada adalah rendahnya social skill yang dimiliki oleh siswa sekolah Dasar di Jepara. Hal ini kemudian ditidak lanjuti dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara yang melibatkan SDN 3, 4, dan 5 Tahunan Jepara sebagai mitranya. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan social skill pada anak dengan menciptakan sebuah Alat Peraga Edukatif, yaitu APE Ular Tangga yang diterapkan pada mata pelajaran PAI. Kegiatan ini berlangsung selama dua tahun berturut-turut di lokasi yang sama. Dampak positif sebagi hasil dari program kegiatan ini adalah adanya perubahan perilaku sebagai indikasi tumbuhnya social skill pada siswa Sekolah Dasar di Jepara. Kata kunci: Social skill, permainan ular tangga                                                                    AbstractThis paper is a research of case study in some elementary schools in Jepara. The background of this paper is the low of social skill in elementary school student in Jepara. Easy access to social media can be seen by the hoisterous of information technology product. It has positive and negative impact. The positive impact is make life easier and distances is not a matter anymore, there is no problem in long distance communication and access to all information become easier. The negative impact of information technology progress cause addict and mental and another psycopathology dissorder. The goal of this activity is to grow social skill in student by creating educative learning media, it is Snakes and Ladders which apply in Islamic Education lesson. This activity applied for two years in the same place. The positive impact as the result of this program is behavoiur change as indicator the growth of social skill in elementary school student in Jepara.Keywords: social skill, snakes and ladders
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN MASA PANDEMI COVID 19 PADA GURU SD NEGERI DUKUHWARU 01 Nimas Puspitasari
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.766 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v11i2.3943

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan melihat faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat dalam melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 pada guru Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran dalam jaringan (daring) dapat dilaksanakan oleh semua guru di Sekolah Dasar Negeri Dukuhwaru 01. Adanya factor pendukung yang menunjang proses pembelajaran yaitu tersedianya fasilitas HP/ Laptop bagi siswa serta mendapatkan bantuan internet dari pemerintah, namun pembelajaran daring pada masa pandemic COVID-19 belum dapat dikatakan efektif karena pembelajaran daring yang dilakukan dalam jangka waktu panjang menimbulkan dampak pada siswa menjadi jenuh karena tidak ada interaksi dengan teman, mereka bosan dengan pemberian tugas setiap harinya. Siswa juga menjadi malas dalam mengerjakan tugas, tidak semua materi dapat dipahami dengan baik. Hal tersebut menjadikan pengumpulan tugas menjadi sangat terlambat sehingga menjadikan guru sulit melakukan penilaian. Faktor hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah tidak semua siswa meiliki HP pribadi, kuota internet yang belum mencukupi untuk kebutuhan pembelajaran daring serta kurangnya pendampingan orangtua dalam proses belajar dirumah, Orang tua menjadi seseorang yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring, karena orangtua secara yang secara langsung terlibat dalam membimbing dan mengawasi siswa dalam pembelajaran. Pemberian motivasi menjadi sangat berarti bagi siswa, hal tersebut dilakukan agar siswa kembali semangat meskipun belajar dari rumah. Kata kunci: faktor pendukung, faktor penghambat, pembelajaran dalam jaringan Abstract This study aims to analyze the online learning process by looking at supporting factors as well as inhibiting factors in implementing online learning during pandemic COVID-19 for teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. This research uses descriptive qualitative research. The data collection techniques used in this research were observation, interview and documentation. The result of this research is online learning process can be carried out by all teachers at SD Negeri Dukuhwaru 01. There are supporting factors that support online learning process, such as the availability of cellphones/laptops for students and getting internet assistance from the government, but online learning at pandemic COVID-19 cannot be said effective because online learning that is carried out in long term has an impact for students who become bored because there is no interaction with their friends, they are bored with given assignments everyday. Students also become lazy in doing their assignments, not all material can be understood properly. This makes the assignment submission too late, making difficult the teachers to make assessments. The obstacle factor experienced by the teacher in implementing online learning is that not all students have personal cellphones, internet quota that is not sufficient for online learning needs and the lack of parental assistance in learning process at home, parents become someone who is very important in implementing online learning, because parents are who are directly involved in guiding and supervising students in learning. Giving motivation is meaningful for students, this is done so students enthusiasm even though learning from home. Keywords: supporting factors, inhibiting factors, online learning
ANALISIS DETERMINASI MINIMNYA MINAT DOSEN DALAM PENELITIAN fatkuroji fatkuroji
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.698 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.947

Abstract

Abstrak Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentrans-formasikan, mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pen getahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedudukan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional,yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Berkaitan dengan kedudukan dosen sebagai tenaga profesional dalam melaksana-kan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan dan mengem-bangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dosen perlu membiasakan mengadakan penelitian. Berbicara mengenai motivasi dosen dalam penelitian pada dasarnya merujuk pada seberapa besar ia menyukai penelitian, karena penel itian merupakan bagian yang penting bagi kehidupan dosen dalam dunia kampus, sehingga apa yang disampaikan adalah kebenaran berdasarkan data dan fakta nyata,  bukan merupakan imajinasi atau ilusi pikiran dosen. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan  ilmu pengetahuan dan  teknologi . Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sis i perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era pe rsaingan global yang se-makin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka dosen perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas dirin ya. Oleh karena itu, pe-ningkatan kualitas sumber daya dosen merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan ef isien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi tersebut. Gejala minimnya minat dosen dalam penelitian merupakan preseden buruk bagi dunia kampus pada umumnya dan mahasiswa pada kususnya. Jika dosen tidak pernah melakukan sebuah penelitian maka dapat menghilangkan kompetensi fungsional yang dimilikinya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen adalah mampu melakukan penelitian (Tri Darma Perguruan Tinggi). Hal ini karena pekerjaan dosen adalah sebuah profesi yang menuntut peningkatan pengetahuan dan keterampilan terus menerus sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pesatnya perubahan pendidikan dilapangan. Atas dasar inilah maka dosen perlu melakukan penelitian agar yang disampaikan kepada mahasiswa bukan berdasarkan pada asumsi semata, intuisi, apalagi daya hayal, tetapi harus kebenaran yang logis, sistematis, ilmiah dan didukung oleh fakta. Berdasarkan diuraikan di atas, dapat difokuskan masalahnya adalah faktor apa saja yang menjadi determinasi rendahnya motivasi dosen dalam penelitian? Kata Kunci:determinasi, minat dosen, penelitian
ANALISIS MUATAN IPA MATERI POKOK SUMBER ENERGI PADA BUKU TEKS PELAJARAN TEMATIK TERPADU MI KELAS IV TEMA 2 Ratna Prilianti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 7, No 1 (2016): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.741 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v7i1.1988

Abstract

Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis muatan IPA materi pokok sumber energi pada buku teks pelajaran tematik terpadu SD kelas IV tema 2 “Selalu Berhemat Energi”. Hasil kajian ini dapat dipergunakan sebagai referensi penggunaan dan revisi buku guru dan buku siswa Kurikulum 2013, terutama pada muatan IPA. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis keberadaan muatan IPA pada buku guru dan buku siswa kelas IV tema 2 untuk subtema 1, 2, dan 3 berdasarkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD); Kajian ini menggunakan dasar lampiran Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar untuk menganalisis keberadaan muatan IPA. Pada kajian ini ditemukan beberapa hal, yaitu (1) muatan IPA hampir ada pada setiap pembelajaran, baik tertulis maupun tidak tertulis pada KD, dari 16 kali pertemuan di tema 2 ini, muatan IPA ada dalam 14 kali pertemuan; (2) materi tentang energi alternatif nuklir belum dibahas di dalam buku teks pelajaran.Kata kunci: analisis, muatan IPA, buku guru, buku siswa, Kurikulum 2013AbstractThe aim of this scientific paper is to analyze the Science content on main material of energy sorce in lesson textbook of integrated thematic for IV grade of MI (theme 2: “Selalu Berhemat Energi”). The results of this study can be used as a reference and teacher book revision and students' books in Curriculum 2013, especially on Science content. The purpose of this study is to analyze the presence of Science content on teacher book and student book for IV grade themes 1, 2, and 3 based on Core Competence(Kompetensi Inti/KI) and the Basic Competence (Kompetensi Dasar/KD). This study use basic attachment of Permendikbud No. 24 2016 about Core Competence and Basic Competence to analyze the existence of the Science content. In this study there are found some things, they are (1) Science content almost in every lesson, both written and unwritten on KD, of 16 meetings in this theme 2, Science content in 14 meetings; (2) material about nuclear alternative energy not discuss yet in textbooks.Keywords: analysis, science content, teacher books, student books, curriculum 2013
Analisis Penggunaan Media Gambar Berseri Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Disleksia Di Sekolsh Dasar Arif Widodo; Dyah Indraswati; Agam Royana
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.771 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v11i1.3457

Abstract

Abstract Children with special needs require different learning services with children in general. One kind of children with special needs is a child who has difficulty in learning and it is called dyslexia. Generally, children with dyslexia have some difficulties in learning and one of it is difficulty reading. The study aims to analyze the use of radiant images as media in reading for Dyslexia children. The subject in this study is Dyslexia students grade IV at SDN Repok Puyung. The methods used in this study is qualitative descriptive. Data collection was conducted through reading and observation tests. Data presented in the form of diagrams, then analyzed descriptively. The main problem in this research is whether the serial image media can help Dyslexia students in improving their reading skill. The results showed that the use of serial image media could improve their reading skill. The increasing of reading skills as reaction for memory improvement of Dyslexia student through pictures. Other findings in this study are improvement in learning activity and reading motivation for Dyslexia students.
TRACER STUDY: KETERSERAPAN DAN KEPUASAN PENGGUNA ALUMNI PGMI UNWAHAS LULUSAN TAHUN 2015, 2016 DAN 2017 Ali Imron; Ma'as Shobirin; Ummu Jauharin Farda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 10, No 1 (2019): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.111 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v10i1.2713

Abstract

AbstrakPenelitian ini berusaha melakukan penelusuran terhadapalumni atau biasa disebut dengan tracer study PGMI paska lulustahun 2015, 2016 dan 2017. Tracer study merupakan bagianpenting dari evaluasi program studi untuk mengetahui sejauh manaketerserapan alumni di dunia kerja. Tidak hanya itu, penelitian inijuga berusaha mencari kepuasan pengguna alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang. Berdasarkan penelitian yangsudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pekerjaan alumnisetelah lulus dari kuliah sebagian besar relevan dengankompetensinya, yaitu guru. Sebanyak 84 responden bekerjasebagai guru, 8 bekerja di sektor lain, 4 responden menikah, dan 8responden melanjutkan studi S2. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa alumni PGMI sangat siap bekerja dengankompetensi yang dimilikinya.Lulusan PGMI memiliki masa tunggu yang relatif baik,yakni di bawah 6 bulan, bahkan 58 responden bekerja dengan masatunggu di bawah 3 bulan. Hal ini dikarenakan para respondenbanyak yang sudah ikut membantu ekstra kurikuler sepertipramuka, seni, atau ekstra lain sehingga mereka sudah diminta ikutmengajar bahkan sebelum lulus.Kompetensi lulusan yang sangat menunjang kinerja alumnidengan nilai sangat baik terbanyak adalah integritas yang berupakejujuran, sikap, dan tanggung jawab alumni dalam bekerja.Kemudian komunikasi alumni juga dinilai sangat baik.Key Word: Tracer Study, Kepuasan Customer, Alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang
IMPLEMENTASI MEDIA FLASHCARD PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Isni Susanti; fitria Martanti; Ummu Jauharin Farda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.018 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v12i2.5581

Abstract

AbstractThe goal of this study was to determine student learning outcomes in thematic learning using Flashcard Media in sub-theme 2 forms of learning objects at Class III Madrasah Ibtidaiyah Annur Pedurungan Semarang. This study was carried out using Classroom Action Research (CAR). Data was gathered through the use of evaluation tests, interviews, documentation, and observations Based on the results of learning scores from the pre-cycle, the first cycle is the first meeting obtained an average of 60.5 percentage of 25 percent including unfeasible criteria, the first cycle of the second meeting obtained an average of 70.5 percentage of 55 percent including eligible criteria, and the second cycle of the first meeting obtained an average of 70.5 percentage of 55 percent including eligible criteria. The results of this study based on the results of learning scores from pre-cycle obtained an average of 59.5 percentage of 15% including very unfeasible criteria, the first cycle is the first meeting obtained an average of 60.5 percentage of 25% including unfeasible criteria, the first cycle of the second meeting obtained an average of 70.5 percentage of 55 percent including eligible criteria, and the second cycle of the first meeting obtained an average of    Keywords: Learning Outcomes, Flashcard, Thematic Learning
INTEGRASI PENDIDIKAN SIAGA BENCANA DALAM KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH MOHAMMAD SOFYAN AL-NASHR
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 6, No 2 (2015): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.818 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v6i2.1779

Abstract

Abstrak Tingkat kerentanan bencana di Indonesia sangat tinggi, hal ini tidak hanya karena faktor geografis di mana Indonesia berada di daerah rawan bencana, namun juga karena kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang masih rendah dalam menghadapi ancaman bencana. Pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia Indonesia bahkan semakin membuat ancaman bencana bertambah besar, misalnya bencana asap karena kebakaran hutan dan lahan yang banyak disebabkan ulah manusia yang sengaja membakar hutan untuk membuka lahan. Agar ancaman bencana tidak semakin besar, maka perlu menanamkan dan menumbuhkan karakter sadar, siaga, dan tanggap bencana kepada masyarakat. Salah satu caranya ialah melalui jalur pendidikan, yaitu mengintegrasikan pendidikan siaga bencana dalam pembelajaran. Langkah ini akan berdampak besar apabila dilakukan sejak dini, yakni di usia sekolah dasar (rentang 7-12 tahun). Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam bisa menjadi tempat yang tepat dalam menghasilkan generasi bangsa yang tanggap bencana. Karena hal ini sejalan dengan ajaran Islam di mana manusia merupakan khalifah di bumi yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup manusia dan alam. Kata Kunci: pendidikan, siaga, bencanaAbstractThe level of vulnerability to disaster in Indonesia is very high, this is not just because factor geographically where Indonesia is prone to disasters, but also because of the quality of human resources (HR) Indonesia which is still low in the face of the threat of disaster. Knowledge, attitudes, and behaviors of human beings even more Indonesia makes the threat of disasters increases, for example smoke disaster due to forest fires and land that much of human behavior is caused intentionally burning forests to open land. So that the threat of disaster is not getting bigger, thus the need to inculcate and foster a character aware, alert, and disaster response to the community. One way is through the education, that is, integrate disaster preparedness education in learning. This step will have a major impact when done early, i.e. in primary school age (range 7-12 years old). Madrasah as one of Islamic educational institutions can be a great place in producing a generation of the nation's disaster response. Because this is in line with the teachings of Islam in which83M. Sofyan al-Nashr Integrasi Pendidikan Siaga Bencana….MAGISTRA - Volume 6 Nomor 2 Oktober 2015man was the Caliph on earth that are responsible for the survival of human beings and nature.Keywords:education, standby, disaster