cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasains
ISSN : 20863373     EISSN : 2620987X     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains is a scientific publication for widespread research and criticism topics in pharmacy science studies. Farmasains is published twice a year in April and November since June 2010 by Department of Pharmacy University of Muhammadiyah Malang. One volume of Farmasains is published in two year calendar.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
Front Matters Farmasains Volume 4 Issue 1 2019
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matters Farmasains Volume 4 Issue 2 2019
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cost-effectiveness of esomeprazole and pantoprazole as prophylaxis stress-related mucosal disease therapy in Intensive Care Unit Ferina Damayanti; Endang Darmawan; Setiawan Didik
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High risk of bleeding in a patient with a critical condition in an Intensive Care Unit (ICU) resulting requirement use needs prophylaxis for decrease bleeding incident during ICU is entirely accurate. This research is to determine the cost and effectiveness of esomeprazole and pantoprazole as Stress Related Mucosal Disease (SRMD) in the hospital ICU in Surakarta. This research is a retrospective cohort study. The subject is about all inpatients in ICU with the age of 18 to 65 who get esomeprazole and pantoprazole as stress ulcers prophylaxis during December 2016 – December 2018 that meets the criteria inclusion and exclusion criteria. Subjects on this research are 166 patients, where each group esomeprazole therapy (83 patients) and pantoprazole (83 patients). The effectiveness of treatment was observed based on the minor and major bleeding. Furthermore, the cost of therapy is calculated based on the total price paid by the patient for prophylaxis therapy on SRMD and treatment bleeding SRMD that count as Incremental cost-effectiveness ratio (ICER) value. The research result shows that no real difference between patients treated with esomeprazole (88%) and pantoprazole (80,7%) as prophylaxis therapy SRMD (p = 0.286). The use of esomeprazole can save money by IDR 13,456,368.00 (ICER) compared to pantoprazole for each cost reduction in the event of bleeding.
EFEK FARMAKOLOGI SUSPENSI BIJI LADA HITAM (Piper nigrum l) DAN PIPERIN TERHADAP TEKANAN DARAH KUCING TERANESTESI Ermawati, Dian
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): April-September 2010
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.489 KB) | DOI: 10.22219/far.v1i1.418

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit degeneratif yang mempunyai risiko penyebab kematian yang cukup tinggi. Menurut berbagai penelitian didapatkan prevalensi penyakit hipertensi mencapai 15-20% . Untuk mengatasinya, akhir-akhir ini orang cenderung untuk kembali memakai produk-produk alami. Biji lada hitam (Piper nigrum l) yang mempunyai kandungan pedas yaitu piperin dengan kadar yang relatif besar sekitar 5-9% digunakan masyarakat pemakai obat tradisional untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi. Untuk itu diperlukan pembuktian secara ilmiah apakah terdapat daya hipotensif biji lada hitam dan piperin terhadap tekanan darah kucing teranestesi. Dalam penelitian ini hewan uji kucing dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok I suspensi biji lada hitam dosis 5%, kelompok II suspensi biji lada hitam dosis 20%, kelompok II suspensi biji lada hitam dosis 40%, kelompok IV kontrol negatif CMC Na 0,5% dan kelompok V piperin dosis 5%. Pemberian larutan uji secara intragastrik, dilakukan saat tekanan darah stabil (dianggap waktu / t = 0). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bahan uji yaitu pada menit ke-0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120. Analisis data menggunakan uji deskriptif, uji Kruskal Wallis, Uji Mann Whitney dan uji Split-plot. Hasil penelitian menunjukkan pemberian suspensi biji lada hitam yang diberikan pada kucing yang teranestesi menunjukkan efek hipotensif. Lada hitam dosis 5% menunjukkan penurunan tekanan darah yang sesuai dengan pengobatan hipertensi dengan durasi dari menit ke-0 sampai menit ke-120. Lada hitam dosis 20% memberikan penurunan tekanan darah terbesar pada menit ke-60 sebesar 45,67%. Kata kunci: biji lada hitam, kucing, hipotensif
EFEK FARMAKOLOGI SUSPENSI BIJI LADA HITAM (Piper nigrum l) DAN PIPERIN TERHADAP TEKANAN DARAH KUCING TERANESTESI Dian Ermawati
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2010): April-September 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/far.v1i1.418

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit degeneratif yang mempunyai risiko penyebab kematian yang cukup tinggi. Menurut berbagai penelitian didapatkan prevalensi penyakit hipertensi mencapai 15-20% . Untuk mengatasinya, akhir-akhir ini orang cenderung untuk kembali memakai produk-produk alami. Biji lada hitam (Piper nigrum l) yang mempunyai kandungan pedas yaitu piperin dengan kadar yang relatif besar sekitar 5-9% digunakan masyarakat pemakai obat tradisional untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi. Untuk itu diperlukan pembuktian secara ilmiah apakah terdapat daya hipotensif biji lada hitam dan piperin terhadap tekanan darah kucing teranestesi. Dalam penelitian ini hewan uji kucing dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok I suspensi biji lada hitam dosis 5%, kelompok II suspensi biji lada hitam dosis 20%, kelompok II suspensi biji lada hitam dosis 40%, kelompok IV kontrol negatif CMC Na 0,5% dan kelompok V piperin dosis 5%. Pemberian larutan uji secara intragastrik, dilakukan saat tekanan darah stabil (dianggap waktu / t = 0). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian bahan uji yaitu pada menit ke-0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120. Analisis data menggunakan uji deskriptif, uji Kruskal Wallis, Uji Mann Whitney dan uji Split-plot. Hasil penelitian menunjukkan pemberian suspensi biji lada hitam yang diberikan pada kucing yang teranestesi menunjukkan efek hipotensif. Lada hitam dosis 5% menunjukkan penurunan tekanan darah yang sesuai dengan pengobatan hipertensi dengan durasi dari menit ke-0 sampai menit ke-120. Lada hitam dosis 20% memberikan penurunan tekanan darah terbesar pada menit ke-60 sebesar 45,67%. Kata kunci: biji lada hitam, kucing, hipotensif
EFEK SITOTOKSIK PROTEIN DARI DAUN Mirabilis jalapa l HASIL PEMURNIAN DENGAN KOLOM CM SEPHAROSE CL-6B TERHADAP KULTUR SEL HeLa Sudjadi, Sismindari, Ni Putu Ariantari, Zullies Ikawati,
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): April-September 2010
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.332 KB) | DOI: 10.22219/far.v1i1.419

Abstract

Mirabilis jalapa l leaves have been known containing Ribosome Inactivating Proteins (RIPs) base on its N-glycosidase activity and cleavage of supercoiled double stranded DNA. The research aims to investigate cytotoxic activity of protein isolated from Mirabilis jalapa l leaves against HeLa cell culture. In this research, crude extract of Mirabilis jalapa l leaves was separated by gradual precipitation using sulphate ammonium followed by dyalisis. Further separation of protein fraction with cation exchange chromatography using CM sepharose CL-6B column and elution with sodium phosphate buffer 5 mM pH 6,5 for 30 minutes continued with sodium phosphate buffer 5 mM pH 6,5 containing 0-0,5 M NaCl by gradient elution for 90 minutes. Cytotoxicity activity testing of protein fraction that showed an ability to cleave supercoiled double stranded DNA revealed that RIPs eluated at NaCl gradient of 0,33-0,37 M and 0,38-0,41 M, concentration of 0,553 mg/mL relatively less toxic against HeLa cell culture with percentage of cytotoxicity of 29,53%. Keywords: Mirabilis jalapa l, RIPs, cytotoxicity
EFEK SITOTOKSIK PROTEIN DARI DAUN Mirabilis jalapa l HASIL PEMURNIAN DENGAN KOLOM CM SEPHAROSE CL-6B TERHADAP KULTUR SEL HeLa Ni Putu Ariantari, Zullies Ikawati, Sudjadi, Sismindari
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2010): April-September 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/far.v1i1.419

Abstract

Mirabilis jalapa l leaves have been known containing Ribosome Inactivating Proteins (RIPs) base on its N-glycosidase activity and cleavage of supercoiled double stranded DNA. The research aims to investigate cytotoxic activity of protein isolated from Mirabilis jalapa l leaves against HeLa cell culture. In this research, crude extract of Mirabilis jalapa l leaves was separated by gradual precipitation using sulphate ammonium followed by dyalisis. Further separation of protein fraction with cation exchange chromatography using CM sepharose CL-6B column and elution with sodium phosphate buffer 5 mM pH 6,5 for 30 minutes continued with sodium phosphate buffer 5 mM pH 6,5 containing 0-0,5 M NaCl by gradient elution for 90 minutes. Cytotoxicity activity testing of protein fraction that showed an ability to cleave supercoiled double stranded DNA revealed that RIPs eluated at NaCl gradient of 0,33-0,37 M and 0,38-0,41 M, concentration of 0,553 mg/mL relatively less toxic against HeLa cell culture with percentage of cytotoxicity of 29,53%. Keywords: Mirabilis jalapa l, RIPs, cytotoxicity
EKSTRAK ETANOLIK Hedyotis corymbosa l MENURUNKAN PROLIFERASI SEL PADA KELENJAR PAYUDARA TIKUS MELALUI PENEKANAN EKSPRESI C-Myc Fina Aryani Goenadi, Ratna Asmah Susidarti, Edy Meiyanto, Ulfia Mutiara, Navista Sri Octa U,
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): April-September 2010
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.968 KB) | DOI: 10.22219/far.v1i1.420

Abstract

Kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim yang menyerang wanita di seluruh dunia. Eksplorasi terhadap tumbuhan yang mudah ditemukan, seperti herba Hedyotis corymbosa, sebagai alternatif pengobatan kanker payudara perlu dilakukan. Dilakukan uji in vivo terhadap lima kelompok tikus Galur Sprague Dawley terdiri atas kelompok perlakuan DMBA (20 mg/kgBB), perlakuan ekstrak etanolik herba H. corymbosa (1500 mg/kgBB), perlakuan DMBA + dosis I (750 mg/kgBB), perlakuan DMBA + dosis II (1500 mg/kgBB) dan perlakuan pelarut CMC - Na 0,5%. Kelompok perlakuan DMBA, DMBA + dosis I, dan DMBA + dosis II diinduksi DMBA 10 kali selama lima minggu. Kemudian setelah diistirahatkan selama empat minggu, dilakukan pemberian ekstrak selama 10 hari. Pada akhir percobaan dilakukan pengorbanan kemudian diambil jaringan payudara untuk diamati aktivitas proliferasinya. Dilakukan pengamatan imunohistokimia terhadap protein c-Myc pada jaringan payudara. Pengamatan pada metode imunohistokimia terhadap protein c-Myc menunjukkan adanya perubahan yang positif pada kelenjar payudara kelompok perlakuan DMBA + dosis I. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanolik herba H. corymbosa dosis 750 mg/kgBB sudah mampu menghambat proliferasi sel kanker payudara dan tidak bersifat dose dependent. Kata kunci: kanker payudara, Hedyotis corymbosa, proliferasi sel, c-Myc
EKSTRAK ETANOLIK Hedyotis corymbosa l MENURUNKAN PROLIFERASI SEL PADA KELENJAR PAYUDARA TIKUS MELALUI PENEKANAN EKSPRESI C-Myc Ulfia Mutiara, Navista Sri Octa U, Fina Aryani Goenadi, Ratna Asmah Susidarti, Edy Meiyanto
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2010): April-September 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/far.v1i1.420

Abstract

Kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim yang menyerang wanita di seluruh dunia. Eksplorasi terhadap tumbuhan yang mudah ditemukan, seperti herba Hedyotis corymbosa, sebagai alternatif pengobatan kanker payudara perlu dilakukan. Dilakukan uji in vivo terhadap lima kelompok tikus Galur Sprague Dawley terdiri atas kelompok perlakuan DMBA (20 mg/kgBB), perlakuan ekstrak etanolik herba H. corymbosa (1500 mg/kgBB), perlakuan DMBA + dosis I (750 mg/kgBB), perlakuan DMBA + dosis II (1500 mg/kgBB) dan perlakuan pelarut CMC - Na 0,5%. Kelompok perlakuan DMBA, DMBA + dosis I, dan DMBA + dosis II diinduksi DMBA 10 kali selama lima minggu. Kemudian setelah diistirahatkan selama empat minggu, dilakukan pemberian ekstrak selama 10 hari. Pada akhir percobaan dilakukan pengorbanan kemudian diambil jaringan payudara untuk diamati aktivitas proliferasinya. Dilakukan pengamatan imunohistokimia terhadap protein c-Myc pada jaringan payudara. Pengamatan pada metode imunohistokimia terhadap protein c-Myc menunjukkan adanya perubahan yang positif pada kelenjar payudara kelompok perlakuan DMBA + dosis I. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanolik herba H. corymbosa dosis 750 mg/kgBB sudah mampu menghambat proliferasi sel kanker payudara dan tidak bersifat dose dependent. Kata kunci: kanker payudara, Hedyotis corymbosa, proliferasi sel, c-Myc
KAJIAN EFEK ALFA-PINEN TERHADAP i-NOS (INDUCIBLE NITRIC OXIDE SYNTHASE) PADA KULTUR SEL NEURON-GLIA YANG DIPAPAR LIPOPOLISAKARIDA Khusnul Khotimah, Krisna Murtyastami, Sri Widyarti,
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): April-September 2010
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.276 KB) | DOI: 10.22219/far.v1i1.421

Abstract

The aim of this research was to study the effect of a-pinene on number of cell that express iNOS (inducible Nitric Oxide Synthase) on lipopolysaccharide (LPS)-induced neuron-glial culture. Neuron-glial culture were divided into eight groups: (1) normal; (2), (3) and (4) incubated with a-pinene (0,2; 0,4 and 0,8 μg/mL respectively, for 24 hours); (5) incubated with LPS 1 μg/mL; (6), (7) and (8) incubated with a-pinene (0,2; 0,4 and 0,8 μg/mL respectively, for 24 hours) and then induced with LPS (1 μg/mL, on 1 last hour of treatment period). The expression of iNOS in neuron-glial culture was detected by immunocytochemistry using anti-iNOS rabbit polyclonal IgG and goat anti-rabbit IgG Biotin Conjugated. The result shown that iNOS were expressed on normal group. Lipopolysaccharide 1 μg/mL induction causing iNOS expression increased approximately three times higher than normal (from 9,7% became 28,7%). Inducible NOS expression on non LPS-induced neuron-glial culture did not affected by a-pinene. Whereas a-pinene 0,2 and 0,4 μg/mL could suppress iNOS expression on LPSinduced condition. a-pinene 0,2; 0,4 and 0,8 μg/mL could help neuronglial cells survived on LPS-induced condition, but normal neuron-glial culture’s density was decreased when incubated with a-pinene 0,8 μg/mL.  Keywords: alpha-pinene, cell culture, glial, iNOS, LPS, neuron

Page 1 of 15 | Total Record : 143