cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dimensi Interior
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Artikel merupakan kajian bidang desain interior, Artikel yang dikirim ke jurnal Dimensi Interior adalah artikel yang tidak sedang dikirim ke jurnal/terbitan lain dan belum dipublikasikan dalam jurnal lain. Kategori artikel ilmiah hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), dan diskusi. Diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Identifikasi Gaya Desain Vintage Dalam Konteks Ruang Angelia, Marcherita; Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 13, No 1 (2015): JUNE 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.363 KB) | DOI: 10.9744/interior.13.1.48-54

Abstract

Gaya desain vintage mulai banyak diaplikasikan di ruang-ruang publik rekreatif di kota-kota seperti Surabaya. Ruang publik rekreatif yang banyak menerapkan gaya desain vintage salah satunya adalah café. Sebutan café ‘bergaya vintage’ mudah sekali diberikan oleh masyarakat umum pada ruangan café-café baru yang banyak bermunculan. Apakah gaya vintage sebenarnya? Bagaimana identifikasi gaya desain vintage? dan bagaimana aplikasi visualnya pada konteks ruang (interior)? Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasikan gaya desain vintage secara ilmiah dan deskripsi terapannya pada konteks ruang (interior).  Metode  yang  digunakan  adalah  kualitatif  deskriptif  yang  didukung  teknik  triangulasi  dengan  mengumpulkan  beberapa sumber  literatur  ilmiah  dan  populer  untuk  menemukan  pengertian  dari  gaya  desain  vintage.  Hasil  penelitian  ini  menemukan pengertian ilmiah gaya desain vintage dan aplikasi visualnya dalam konteks ruang (interior).
EKO-INTERIOR DALAM PENDEKATAN PERANCANGAN INTERIOR Kusumarini, Yusita
Dimensi Interior Vol 1, No 2 (2003): DESEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.676 KB) | DOI: 10.9744/interior.1.2.pp. 112-126

Abstract

Space as the nearest environment for human activities is a media which have to design in a good act, so good that can be accommodate the activities and influence the productivity to be maximal. As shapers of the physical-environment, interior designers play a unique role in determining how people experience their environment. Part of interior designers role is help create a healthy, a humane, and civilized place for human activities with eco-interiors approach by designing in choices about such elements as building materials, lighting systems, and air control systems. In eco-interiors approach, creativity and decision by making environment-sensitive that expand the concept of a humane environment are need to include a responsible attitude toward the environment itself. That is part of the interior design approach. Abstract in Bahasa Indonesia : Ruang sebagai lingkungan terdekat manusia dalam beraktivitas merupakan media yang harus dirancang dengan baik, sehingga dapat mewadahi aktivitas dan mempengaruhi produktivitas secara lebih maksimal. Desainer interior selaku kreator perwujudan pembangunan fisik berperan penting dalam menentukan bagaimana manusia berlaku dan memperlakukan lingkungannya. Salah satu peranan desainer interior adalah membantu mewujudkan cipta ruang sehat, ramah lingkungan, beradab, dan berbudaya dengan pendekatan eko-interior melalui pemilihan bahan bangunan (pembentuk ruang dan pelengkap ruang), penentuan sistem pencahayaan, dan penentuan sistem penghawaan. Dalam eko-interior, kreativitas dan keputusan yang peka terhadap konsep ramah lingkungan sangat diperlukan untuk menanamkan sikap bertanggungjawab terhadap lingkungan itu sendiri. Inilah bagian dari pendekatan perancangan interior. Kata kunci : eko-interior, bahan bangunan, sistem pencahayaan, sistem penghawaan.
Eksplorasi Pengalaman Panca Indera untuk Perancangan Interior Wulandari, Henny
Dimensi Interior Vol 12, No 2 (2014): DESEMBER 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.979 KB) | DOI: 10.9744/interior.12.2.85-90

Abstract

Memahami sensorik manusia di lingkungan sangat penting dalam perancangan ruang interior. Indera memainkan peran penting dalam pengalaman manusia dengan kenangan dan emosi yang terikat didalamnya. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengalaman pancera indera atau aspek sensorik manusia dapat menjadi acuan desainer dalam merancang interior, dan dilakukan melalui eksplorasi dan kajian literatur terkait. Hasil pembahasan menunjukan rangsangan sensorik dapat ditimbulkan melalui beberapa pengolahan elemen interior termasuk display, pencahayaan, perabotan, musik, dan kualitas udara seperti aroma dan suhu. Semuanya berkontribusi dan melengkapi satu sama lain dalam membentuk suatu orkestra interior yang kompleks. Pengalaman sensorik dalam interior memperdalam pemahaman kondisi fisik interior dalam persepsi sensorik pengguna. Bentuk informasi sensorik  terdiri dari yang bersifat (1) visual, yaitu penglihatan yang merupakan aspek yang paling jelas dalam merasakan interior ruangan dan (2) rangsangan non-visual, seperti pencium, perasa, pendengaran, peraba yang menimbulkan pengaruh emosional dalam pengalaman sensorik di dalam ruang interior.
KAJIAN ASPEK INTERIOR RUANG BELAJAR DAN BERMAIN PADA TAMAN KANAK-KANAK DI SURAKARTA Prasetya, Natasha
Dimensi Interior Vol 10, No 1 (2012): JUN1 2012
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.993 KB) | DOI: 10.9744/interior.10.1.23-32

Abstract

One of the methods to increase the qualitiy of human resources is to improve education. As a formal pre-school education center, a kingergarden can contribute in building a strong foundation in a child’s development in terms of character, behaviour, knowledge, skill and creativity. Accomodating the activities and designing the facilities in the learning spaces are thus important factors to consider. The objective of this research is thus to investigate whether the interior design of the kindergardens in Surakarta have been designed to accommodate the learning activities effectively. TK Negeri Pembina Kecamatan Banjarsari and TK Kristen Kalam Kudus Surakarta have been chosen as case studies as they are the largest public and private schools repsectively. The research findings conveyed that the preschools in Surakarta have considered the learning aims adopted from the Deparment of National Education along with additional curriculums adapted by the schools’ foundations when desigining the interior of the learning and playing spaces.
STUDI GAYA DESAIN POSMODERN PADA INTERIOR STUDIO FOOD COURT TUNJUNGAN PLAZA 1 SURABAYA Tjugito, Stephanie; Mayang Sari, Sriti
Dimensi Interior Vol 11, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.068 KB) | DOI: 10.9744/interior.11.1.56-66

Abstract

Gaya desain sebuah food court akan sangat mempengaruhi ketertarikan dan suasana yang tercipta bagi para pengunjung yang berada di dalamnya. Gaya desain pada interior food court Tunjungan Plaza 1 Surabaya mencerminkan sebuah gaya desain postmodern yang kaya akan warna cerah dan pencampuran berbagai macam gaya yang cukup menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan gaya desain Postmodern menurut prinsip-prinsip Robert Venturi pada interior Studio food court Tunjungan Plaza 1 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gaya desain postmodern pada  Studio food court ini terlihat pada bentuk layout, elemen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, plafon dan perabotnya, dilihat dari segi bentuk, warna dan keberagaman material yang digunakan. Gaya  desain posmodern ini paling banyak diterapkan pada elemen plafon, ada 8 prinsip yang diterapkan. Penggabungan berbagai jenis material, warna, dan bentuk pada plafon food court ini yang paling mempengaruhi gaya desain interior food court Tunjungan Plaza 1. Prinsip terbanyak yang diterapkan pada Studio food court ini adalah prinsip kompleksitas dan kontradiktif
PERAN RUANG DALAM MENUNJANG PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK Sari, Sriti Mayang
Dimensi Interior Vol 3, No 1 (2005): JUNI 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.787 KB) | DOI: 10.9744/interior.3.1.

Abstract

Basicaly every child has a potentiality to be creative, although the level of his creativity is different. Creativity, like other potentialities, needs to be given an opportunity and stimulation byhis environment to grow. The development of a child's creativity is influenced not only by the psychological environment, but the physical environment also has a big influence. The interior space as one of the physical environment can be a good support for the development of a child's creativity, as an external stimulus. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi untuk kreatif, walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Kreativitas, seperti halnya setiap potensi lain, perlu diberi kesempatan dan rangsang oleh lingkungan untuk berkembang. Perkembangkan kreativitas anak bukan hanya dipengaruhi oleh lingkungan psikis saja, tetapi lingkungan fisik juga memiliki andil yang cukup besar. Ruang interior sebagai salah satu lingkungan fisik dapat berperan sebagai pendorong atau "press" untuk mengembangkan kreativitas anak, sebagai stimuli eksternal. Kata kunci: kreativitas, perkembangan kreativitas anak, ruang.
Kajian Implementasi Universal Design Pada Interior Perpustakaan Umum di Balai Pemuda Kota Surabaya Valentine, Airin; Ardana, I GN.; Thamrin, Diana
Dimensi Interior Vol 15, No 1 (2017): JUNE 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.441 KB) | DOI: 10.9744/interior.15.1.16-25

Abstract

Perpustakaan  sebagai  fasilitas  publik  dikunjungi  oleh  berbagai  lapisan  masyarakat  termasuk  anak-anak  dan  masyarakat  yang memiliki  kebutuhan  khusus.  Oleh  karena  itu,  aksesibilitas  dan  penyediaan  fasilitas  perlu  memperhatikan  tujuh  prinsip  universal desain (TPUD). Universal Desain digunakan untuk merancang suatu produk/fasilitas agar semua orang dapat memanfaatkan tanpa harus melakukan proses adaptasi secara khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan TPUD serta mengusulkan solusi desain yang dapat diterapkan pada interior Perpustakaan Umum Balai Pemuda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan  pengumpulan  data  memakai  metode  observasi,  wawancara,  dan  dokumentasi. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 ruang yang ada dalam Perpustakaan Balai Pemuda, hanya dua ruang saja yang memenuhi  tujuh  prinsip  universal  desain,  sedangkan  11  ruang  lainnya  masih  baru  menerapkan  beberapa  prinsipnya  saja  sehingga membutuhkan solusi desain yang didasari oleh TPUD. Solusi desain yang diusulkan terdiri atas: (1) mengubah desain yang mudah digunakan  bagi  pengunjung  dengan  kursi  roda,  anak-anak,  dan  lansia;  (2)  mengubah  tata  letak  fasilitas  yang  tersedia  agar  lebih efektif;  (3)  menambah  keterangan  pada  signage  untuk  memperjelas  informasi;  (4)  menambah  sistem  keamanan  pada  ramp  dan stopkontak;  (5)  menambah  desain  toilet  khusus  difabel;  serta  (6)  mendesain  ulang  area  wastafel  yang  dapat  digunakan  oleh pengunjung dengan kursi roda dan anak-anak.
PERAN WARNA INTERIOR TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK Sari, Sriti Mayang
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.477 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 22-36

Abstract

In the pre-school ages, children developed very rapid physically, cognitively, emotionally as well as socially. This has a great impact for their future. A kindergarten as their first formal educational institution is a means to help provide the stimuli and support for them in their growing period and their development. The factors which contributes to the children development at the kindergarten are the quality of teachers, activity programs, and physical surroundings. In order that the activity programs can be carried out smoothly and the children development can be optimal, there should be supporting factors such as classrooms as part of the physical surroundings, which can meet the needs for the development of pre-school children. Colours can support the condition of classroom interior which contributes to the learning activities suitable to the children's need to develop them optimally Abstract in Bahasa Indonesia : Pada usia prasekolah anak-anak akan mengalami perkembangan yang sangat cepat dari segi fisik, kognitif, emosi maupun sosial. Hal ini akan sangat berpengaruh pada masa depan anak kelak. Taman kanak-kanak sebagai lembaga pendidikan formal pertama merupakan salah satu sarana untuk membantu memberi rangsangan dan dukungan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan sifat-sifat alam. Faktor-faktor yang berperan dalam menunjang perkembangan anak di taman kanak-kanak adalah kualitas guru, program kegiatan dan lingkungan fisik. Agar program kegiatan dapat berjalan dengan baik dan perkembangan anak optimal, maka perlu didukung oleh ruang kelas sebagai bagian dari lingkungan fisik, yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Warna dapat berperan dalam mendukung kondisi interior kelas yang menunjang program kegiatan belajar sesuai kebutuhan anak agar perkembangan mereka dapat optimal. Kata kunci : warna, taman kanak-kanak, perkembangan anak TK
Studi Semiotik Ruang Hunian Tradisional Suku Sasak (Studi Kasus Dusun Sade, Lombok Tengah) Lukita, I Gusti Ayu Vadya; Tulistyantoro, Lintu; S. Kattu, Grace
Dimensi Interior Vol 14, No 2 (2016): DECEMBER 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.298 KB) | DOI: 10.9744/interior.14.2.72-77

Abstract

Suku  Sasak  memiliki  tatanan  budaya  yang  terpelihara  dan  mapan,  seperti  terlihat  pada  permukiman  tradisional  yang  terletak  di Desa  Sade.  Tiap  bagian  ini  dinyatakan  dengan  penyimbolan-penyimbolan  tertentu  yang  sesuai  kepercayaan  suku  sasak.  Rumah tradisional suku Sasak di  Dusun  Sade  disebut  sebagai  bale  tani  atau  bale  gunung  rata.  Di dalam  rumah  ini  terdapat pembagian- pembagian    ruang    yang  memiliki    berbagai    tujuan.  Misalnya,    bale    dalem    yaitu    tempat  untuk  memasak  atau  dapur,  tempat menyimpan  benda-benda  pusaka  dan  juga  tempat  tidur  untuk  anak  perempuan  keluarga  tersebut  yang  belum  menikah.  Di  bale dalem  juga  merupakan  tempat  untuk  melahirkan.  Bale  luar  yang  merupakan  tempat  menerima  tamu  serta  tempat  berkumpulnya keluarga. Pembagian  ruangan  memang  kasat  mata.  Ada  dinding  pemisah  antara  bale  dalem  dan  bale  luar.  Namun,  elemen-elemen pembentuknya  mempunyai  makna  yang  layak  untuk  diteliti.  Makna  yang  ada  memang  tidak  dapat  langsung  dipahami,  karena diwujudkan  dengan tanda-tanda atau simbol. Penelitian ini berfokus pada  peninjauan  makna  dari  ruang  hunian  tradisional  Suku Sasak di  Dusun  Sade  dilihat  dari  pendekatan  semiotik.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  memahami  makna  ruang  dilihat  dari kegiatan  sehari-hari  masyarakat  Suku  Sasak,  agar  kelak  konsep  ruang  ruang  ini  bisa  digunakan  sebagai  sumber  dalam  merancang hunian berjati diri lokalitas nusantara.
Kajian Terapan Eko-Interior Pada Objek Rancang Bangun Karya Baskoro Tedjo (Studi Kasus: Selasar Sunaryo Art Space di Bandung, Neo Calista Cafe di Bandung, dan Perpustakaan Bung Karno di Blitar) Ciwendro, Caroline
Dimensi Interior Vol 12, No 1 (2014): JUNI 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.6 KB) | DOI: 10.9744/interior.12.1.7-15

Abstract

Sustainable design appears as human effort in responsing the global environmental issues, which covers aspects of ecology as one of the main pillars. Eco-architecture and eco-interior appear as a single bi, therefore the existence of each influences each other. Dr. Ir. Baskoro Tedjo, MSEB. is one of Indonesia's chief architects who has a view of eco-architecture in his works. The problem is still rare to find a design object with the implementation of a holistic eco interiors, especially in Indonesia. This study aims to examine the applied eco-Interior departing from ecological architecture to obtain comparative results of the three selected objects. The research method used is qualitive, using eco-interior’s parameters and aspects according to Kusumarini (2007). The analysis result shows that Baskoro Tedjo has consistency in the space organization, lighting systems, and air system aspects. On other aspects indicate that each object has vary applied focus to each other. The general conclusions can be drawn is the role of design principals and building managers influence the holistic applied eco interior. In particular, interior designer role in application of ecological interior, as a single entity with ecological architecture.

Page 1 of 16 | Total Record : 155