cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Mikro Tiga
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
MEDIA PEMANTAU TINGKAT KEPADATAN LALU LINTAS BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN WEBCAM Hermawati Soleh; Dimas P; Caroline Caroline; Ike Bayusari
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.268 KB)

Abstract

Abstrak—Pada perkembangan teknologi yang pesat di zaman ini, penyampaian informasi dapat dilakukan dengan banyak cara. Internet merupakan media penyampaian informasi yang paling diminati karena manusia dapat mengetahui hal-hal diberbagai penjuru dunia yang sebelumnya belum mereka ketahui. Website yang diakses melalui internet dibuat dengan menggunakan bermacam-macam bahasa pemrograman, salah satunya adalah PHP : Hypertext Preprocessor. Pada makalah ini akan dirancang suatu media yang dapat memberitahu tingkat kepadatan di persimpangan lampu lalu lintas. Tujuan makalah ini adalah mengolah gambar yang telah di ambil sehingga didapatkan nilai RGB yang nantinya dapat menjadi set-point untuk menentukan tingkat kepadatan.Kata kunci: Image Processing, PHP, website.Abstract— In the rapid technological developments in today, information delivery can be done in many ways. The Internet is a path to deliver information that is most desirable because humans can know things in different parts of the world that they did not previously know. Website accessed via the Internet made using a variety of programming languages, one of which is PHP: Hypertext Preprocessor. In this paper, it will be designed a medium that can tell the level of congestion at the traffic light junction. The purpose of this paper is to process images that have been taken to obtain the RGB value that can later be set-points to determine the level of density.Keywords. Image Processing, PHP, website
STUDI PENEMPATAN SECTIONALIZER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG KELINGI UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN Antonius Hamdadi; Rudyanto Thayib; Azzahraninna Tryollinna
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.054 KB)

Abstract

Abstrak-Keandalan suatu sistem tenaga listrik dapat dinyatakan dengan indeks keandalan. Indeks keandalan yang digunakan yaitu SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) menyatakan frekuensi gangguan, SAIDI (System Average Interruption Duration Index) menyatakan lama gangguan, dan CAIDI (Costumer Average Interruption Duration Index) menyatakan lamanya gangguan pada pelanggan. Jurnal ini disusun dengan tujuan menentukan penempatan lokasi sectionalizer yang tepat pada jaringan distribusi untuk meningkatkan keandalan. Metode yang digunakan untuk penetapan lokasi sectionalizer di penyulang Kelingi adalah metode FMEA yang mengidentifikasikan dampak kegagalan suatu peralatan terhadap sistem. Hasil indeks keandalan sistem saat kondisi existing akan dibandingkan dengan setelah penempatan sectionalizer. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai keandalan penyulang Kelingi meningkat seperti nilai keandalan SAIFI pada section C1 meningkat sebesar 51,94%, section C2 meningkat sebesar 35,81%, dan section C3 meningkat sebesar 23,96%. Sedangkan nilai keandalan SAIDI pada section C1 meningkat sebesar 37,59%, section C2 meningkat sebesar 25,47%, dan section C3 meningkat sebesar 16,8%.Kata Kunci: keandalan, SAIFI, SAIDI, CAIDI, sectionalizer, FMEAAbstract-The reliability of the power system can be indicated by using reliability indices. The reliability indices which commonly used are SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) stated the frequency of interruption, SAIDI (System Average Interruption Duration Index) stated the duration of interruption, and CAIDI (Costumer Average Interruption Duration Index) stated the duration of interruption on customer. This paper is compiled with the purpose to determine the best placement of sectionalizer location in the distribution system to increase the reliability. The method, used to determine the location of sectionalizer in Kelingi feeder, was FMEA method which will identify the effect of failure from each component to the whole system. The result of the system reliability indices in existing condition will be compared with the result of system reliability indices after the placement of sectionalizer. Based on calculations, the reliability value in Kelingi feeder have increase such as SAIFI in section C1 increases about 51,94 %, section C2 increases about 35.81%, and section C3 increases about 23.96%. While SAIDI in section C1 increases about 37.59%, section C2 increases about 25.47%, and section C3 increases about 16.8%.Keywords. reliability, SAIFI, SAIDI, CAIDI, sectionalizer, FMEA
EVALUASI SISTEM PROTEKSI PETIR MENARA TELEKOMUNIKASI PT DAYAMITRA TELEKOMUNIKASI (TELKOM GROUP) SIMPANG TIMBANGAN INDRALAYA Ansyori Ansyori; Faisal Adil Sinaga
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.625 KB)

Abstract

Abstrak-Petir merupakan fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia. Petir juga dapat disebut fenomena alam yang tidak dapat ditebak. Sekarang ini petir jadi permasalahan penting untuk dihadapi. Karena petir dapat merusak bahkan dapat membunuh makhluk hidup. Bangunan menara telekomunikasi yang terletak di simpang timbangan, Indralaya, Ogan Ilir Sumatera Selatan merupakan bangunan tertinggi yang ada di daerah tersebut. Dengan menara setinggi 40 m yang berdiri di tengah pemukiman padat penduduk, maka menara telekomunikasi ini sangat riskan tersambar petir secara langsung yang dapat menyebabkan kenaikan tegangan yang dapat merusak peralataan telekomunikasi. Sambaran tak langsung dapat mengakibatkan timbulnya induksi yang dapat merusak peralatan elektronik pada daerah tersebut. Dengan kepadatan sambaran petir 5,745 sambaran /km2-tahun, arus petir maksimum sebesar 52,906 kA, kecuraman maksimum arus petir sebesar 20,215 kA/μs. kemampuan finial melingungi sejauh 46,44 m. dari hasil perhitungan didapatkan nilai pembumian menara telekomunikasi ini sudah rendah yaitu sebesar 0,6 ohm .Nilai tegangan jatuh pada sistem pembumian sebesar 31,74 kv. Dengan arus petir yang menyambar finial dan disalurkan melalui down conductor maka di sekitar down conductor terjadi tegangan induksi ke peralatan BTS yang nilainya sebesar 1,799 kV.Kata kunci: sistem proteksi petir, sistem pembumian,menara telekomunikasiAbstract-Lightning is a natural phenomenon that often occurs in Indonesia. Lightning can also be called a natural phenomenon that can not be guessed. Today lightning so important issues to deal with. Because lightning can damage and even kill human. Telecommunications tower located at simpang timbangan, Indralaya, Ogan Ilir South Sumatra is the tallest building in the area. With a 40 m high tower that stands in the middle of heavily populated, it is very risky telecom tower struck by lightning directly which can cause an increase in voltage and damage telecommunications equipment. Indirect lightning can result in induction that can damage electronic equipment in the area. With a density of 5.745 lightning strikes / km2-year, the current maximum of 52.906 kA lightning, lightning current maximum steepness of 20.215 kA / μs. finial ability protect as far as 46.44 m. obtained from the calculation of the value of the telecommunications tower earthing is already low at 0.6 ohms.Value voltage drop on the earthing system by 31.74 kv. With the current lightning strikes finial and distributed through the down conductor around the down conductor occurs induced voltage BTS equipment to a value of 1,799 kV.Keyword. lightning protection systems, earthing systems, telecommunication tower
STUDI PENENTUAN KAPASITAS PEMUTUS TENAGA SISI 20 KV PADA GARDU INDUK SEKAYU Edy Lazuardi; Hendra Hendra; M Suparlan
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.561 KB)

Abstract

Abstrak-Dalam sistem tenaga listrik khususnya jaringan 20 kV, merupakan jaringan yang menyalurkan listrik dari Gardu Induk ke konsumen. Namun, dalam operasinya kerjanya, sering terjadi gangguan terutama gangguan hubung singkat. Salah satu alat proteksi jaringan listrik adalah Pemutus Tenaga (CB). Dalam keadaan gangguan, pemutus tenaga harus mampu melokalisir titik gangguan sehingga tidak merusak peralatan listrik yang lain.Dalam hal ini penentuan kapasitas pemutus tenaga, arus gangguan yang dihitung adalah gangguan hubung singkat tiga phasa, hal ini dilakukan karena arus gangguan tersebut merupakan yang terbesar. Salah satu faktor yang menyebabkan besar arus gangguan hubung singkat adalah jarak titik gangguan dari sumber, sehingga titik gangguan disimulasikan sejauh 0%, 5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%.Setelah dilakukan perhitungan, nilai arus pemutusan PMT untuk setiap penyulang 20 kV adalah 12,5 kA, untuk arus pemutusan PMT Busbar 20 kV adalah 25 kA dan Transformator sisi 150 kV adalah 40 kA.Kata Kunci: PMT, Gangguan Hubung Singkat Tiga Phasa, Rating PMT.Abstract-In the electric power system, network of 20kV is a network that transmits electricity from the substation to the consumer. However, in its operations, there are problems occur especially short circuit .One of the tool is the electrical network protection is a Circuit breaker (CB). In a state of disturbance, the circuit breaker must be able to localize the point of disturbances as not to damage the electrical equipment. In this case the determination of the capacity of the circuit breaker, the fault current is calculated is a three-phase short circuit, this is done because the fault current is the largest. One of the major factors that cause a short circuit fault current disturbance point is the distance from the source, so the point showed disturbance 0%, 5%, 25%, 50%, 75% ,and 100%. After calculation, the current value of the termination of the CB for each feeder 20 kV is12, 5 kA, for the termination of the current CB Busbar 20kV is 25 kA and 150 kV side of the transformer is 40 kA.Keyword : CB, Short-circuit disturbanceThreePhasa, Rating CB.
PERHITUNGAN LOSS OF LOAD PROBABILITY (PROBABILITAS KEHILANGAN BEBAN) SISTEM TENAGA LISTRIK DI PT.PUPUK SRIWIDJAJA Rudyanto Thayib; Rina Apriani
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.564 KB)

Abstract

Abstrak—Tingkat keandalan yang baik menentukan kelangsungan penyaluran tenaga listrik pada sistem tersebut. Ketersediaan daya yang kurang mencukupi akan mempengaruhi tingkat keandalan suatu sistem. Dalam menghitung keandalan, salah satu metode adalah metode Loss of Load Probability (probabilitas kehilangan beban). Loss of Load Probability adalah indeks level resiko dalam mengoperasikan sistem tenaga listrik. Tingkat keandalan yang tinggi dapat diperoleh dengan level resiko yang rendah atau kecil. Loss of Load Probability(LOLP) sistem tenaga listrik di PT.PUPUK SRIWIDJAJA (Pusri) pada saat ini sebesar 9 hari/tahun. Setelah Pusri-IIB menggantikan posisi Pusri-II LOLP sistem tenaga listriknya menjadi 7.03 hari/tahun. Bila saat gas turbine generator dengan kapasitas 21.5MW sedang dalam perawatan atau pemeliharaan, LOLP pada sistem tenaga listrik menjadi sebesar 63.8 hari/tahun.Bila saat Steam Turbine Generator dengan kapasitas 20MW sedang dalam perawatan atau pemeliharaan, LOLP pada sistem tenaga listrik menjadi sebesar 73 hari/tahun.Bila saat Gas Turbine Generator dengan kapasitas 15MW sedang dalam perawatan atau pemeliharaan, LOLP pada sistem tenaga listrik menjadi sebesar 41.85 hari/tahun. Untuk mendapatkan indeks Loss of Load Probabilitymaksimal 1 hari/tahun maka dua buah steam turbine generator Pusri-IIB harus diperbesar menjadi 30MW.Kata Kunci: Loss of Load Probability, indeks keandalan, sistem tenaga listrik, probabilitas, kehilangan bebanAbstract—A good level of reliability power distribution determine the viability of the system. Insufficient power availability will affect the level of system reliability. In calculating the reliability, one of method is Loss of Load Probability method. Loss of Load Probability isthe risk level index in operating the electric power system. High degree of reliability can be obtained with a low risk level.Loss of Load Probability (LOLP) power systems in PT.Pupuk Sriwidjaja (Pusri) is currently 9 days / year. After Pusri-IIB replaced Pusri-II electrical power system, LOLP is 7,03 days / year. When the gas turbinegenerators with capacity 21.5MW is under maintenance, LOLP of the power system becomes 63.8 days / year. When the currentsteam turbine generators with capacity 20MW is under maintenance, LOLP of the power system will be 73 days / year.then at the timegas turbine generators with capacity 15mW is under maintenance, LOLP of the power system is 41.85 days / year. To get the Loss of Load Probability index up to 1 day / year, then two Steam Turbine Generators Pusri-IIB should be enlarged to 30MW.Keywords. Loss of Load Probability, reliability index, electric power systems, probability, loss of load
INVESTIGASI KARAKTER PARTIAL DISCHARGE PADA MATERIAL ISOLASI TEGANGAN TINGGI MELALUI PENGUKURAN TEGANGAN AWAL PARTIAL DISCHARGE Rizda Fitri Kurnia
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.876 KB)

Abstract

Abstrak— Pengukuran tegangan awal dan tegangan pemadaman peluahan sebagian (Partial Discharge) dilakukan pada bahan isolasi polimer yang dikombinasikan sehingga membentuk lapisan isolasi. Bahan isolasi yang digunakan merupakan kombinasi bahan Silicone Rubber-Polymethyl Methacrylate (SiR-PMMA), Low Density Polyethylene-Polymethyl Methacrylate (LDPE-PMMA), dan Silicon Rubber- Low Density Polyethylene (SiR-LDPE). Dari hasil pengukuran didapatkan nilai rata-rata tegangan awal peluahan sebagian pada bahan isolasi LDPE-PMMA merupakan nilai tertinggi sebesar 3,812 kV diikuti oleh bahan isolasi SiR-PMMA sebesar 3,403 kV dan terakhir SiR-LDPE sebesar 3,288 kV. Sedangkan untuk harga tegangan pemadaman peluahan sebagian didapatkan hasil berurutan dari harga tertinggi yaitu LDPE- PMMA sebesar 3,504 kV, SiR- PMMA sebesar 2,962 kV, dan SiR-LDPE sebesar 2,954 kV. Hasil pengukuran ini menunjukkan perbedaan bahan isolasi dengan perbedaan harga kapasitansi dan konstanta dielektrik mempengaruhi besarnya tegangan awal dan pemadaman yang terjadi. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pemilihan bahan isolasi tegangan tinggi dan cara mengkombinasikan bahan isolasi tersebut.Kata kunci: tegangan awal peluahan sebagian, tegangan pemadaman peluahan sebagian, pengukuran, isolasiAbstract— Partial discharge inception voltage (PDIV) and partial discharge extinction voltage (PDEV ) was performed on the polymer insulation materials which are combined to form an insulating layer .Insulation materials used are combination of Silicone Rubber-Polymethyl Methacrylate (SiR-PMMA), Low Density Polyethylene-Polymethyl Methacrylate (LDPE-PMMA), dan Silicon Rubber- Low Density Polyethylene (SiR-LDPE). The measurement results show average value of the partial discharge inception voltage in insulation materials LDPE - PMMA was the highest score of 3.812 kV followed by the insulating material SiR - PMMA at 3.403 kV and last SiR - LDPE at 3.288 kV. While for the partial discharge exception voltage sequence results from the highest price 3,504 kV for LDPE- PMMA, then PMMA Sir- by 2,962 kV , and SiR - LDPE by 2,954 kV . That measurement results showed differences in insulating materials with different capacitance and dielectric constant value influence the magnitude of the initial voltage and extinction voltage occur. This research is expected to be one consideration in the selection of high -voltage insulation materials and how to combine the insulating material.Keywords: partial discharge inception voltage, partial discharge extinction voltage, measurement, insulating materials
ANALISA MOTOR DC (DIRECT CURRENT) SEBAGAI PENGGERAK MOBIL LISTRIK Sri Agustina; Nalaprana Nugroho
Jurnal Mikrotiga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.174 KB)

Abstract

Abstrak—Untuk tujuan pengurangan polusi udara dan membantu pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar, banyak instansi terkait berusaha untuk mengembangkan produk mobil listrik. Dengan adanya mobil listrik ini, kita bisa mewujudkan dunia yang bebas polusi atau yang biasa disebut Go Green. Pada penelitian ini, penulis menganalisa motor dc yang dapat menggerakkan mobil listrik. Analisa yang dilakukan meliputi pemilihan motor dc dan kapasitas motor dc yang digunakan untuk menggerakkan mobil listrik. Pemilihan motor dc yang cocok digunakan pada mobil listrik adalah motor dc seri, karena motor dc seri memiliki karakteristik dengan nilai torsi sebesar kuadrat arus, Dengan karakteristik tersebut, motor dc seri memiliki torsi starting yang baik untuk menggerakkan beban mobil listrik. Dalam analisa ini, daya yang dibutuhkan pada sudut kemiringan 30°adalah sebesar 21,6kW dengan kecepatan gerak 16,3 m/s atau sebanding dengan 59 km/jam dengan berat beban total 270kg. Jika dibandingkan mobil hybrid secara umum yang memiliki kecepatan 50 km/jam, maka analisa ini sudah memenuhi persyaratan. Namun, untuk lintasan yang datar,dengan daya 3,1kW mobil mampu bergerak hingga kecepatan 2,35 m/s atau sebanding dengan 85 km/jam. Dengan kata lain, hanya diperlukan dayadaya 3,1kW untuk menggerakkan mobil listrik dengan kecepatan normal.Kata Kunci: Pemilihan Motor DC, Mobil listrik, Daya Motor, Kecepatan Mobil.Abstract—For the purpose of reducing air pollution and supporting the government program in reducing fuel subsidies, many researchers try to develop an electric car. With the electric car, we can realize the world which free of pollution or commonly known as Go Green. In this last project, the analysis is done in the selection of direct current motor and capacity of direct current motor for electric car. The ideal direct current motoris series type because the characteristics torque is the square of current. direct currentmotor series has a good starting torque to move electric car. In this analysis, energy was generated in angle 30° is 21,6kW with movement speed 16,3 m/s or similar with 59 km/hour and total weight 270kg. If we compare to hybrid cars which has speed 50km/hour. So, this analysis was compilled requirements. However, for a flat track with an energy power 3,1kW, car can move with speed 2,35 m/s or similar with speed 8,5km/hour. In conclusion is direct currentmotor with energy 3,1kW can move the electric car withnormal speed.Keywords.Selection Motor Direct Current, Electric Car, Power Energy, Movement Speed

Page 1 of 1 | Total Record : 7